Kamis, 26 Desember 2013

Tsunami, Refleksi Masa Lalu Untuk Masa Kini





Waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa Tsunami yang terjadi di akhir tahun 2004 hampir satu dekade lamanya. Perayaan 9 tahun tsunami serempak di laksanakan di berbagai negara yang terkena kedahsyatan gempa dan gelombang tsunami di medio 2004. Tak ada yang menduga bencana besar abad ini terjadi di Aceh. Semua berubah total banyak yang kehilangan harta benda, orang yang di cinta dan  mata pencaharian yang selama ini jadi sumber penghidupan.
Share:

Minggu, 22 Desember 2013

Buku itu Gudang Pengetahuan, Kasihan Kalau tak Dirawat

buku gudang pengetahuan
Sebagai pribadi yang punya segudang buku koleksi yang beragam akan terasa begitu  sia-sia andai buku yang dibeli dari hasil keringat dan mengumpulkan uang jajan harus jadi kuning dan bau apek tak terawat.

Pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia memang benar adanya, sejumlah tulisan yang orang lain tulis jadi sebuah referensi kita akan ketidaktahuan. Dengan membaca buku kita bisa merasakan banyak dunia dan imajinasi orang lain dalam satu bacaan.

Nah, selaku rang yang sangat suka membaca dan membeli buku, kadang kita semua lupa cara merawatnya dengan benar. Banyak buku yang telah dibaca malah seperti terabaikan dan terasa apa yang telah dibaca kadang seperti tak berharga seperti pertama dibuka kulit sampulnya.

Sebenarnya buku adalah investasi yang begitu besar dan apalagi sejumlah buku jadi koleksi dan punya nilai tinggi di masa depan. Bingung bagaimana cara merawatnya? Saya mau membagikan bagaimana cara merawat buku dengan baik yang mana tetap terasa seperti kala dibeli di toko buku tempo dulu.

1.      Menyediakan Rak Khusus
Rak buku jadi tempat paling penting agar buku tidak berantakan, selain tidak tercecer ke mana-mana. Rak buku juga sebagai tempat membuat buku tersusun rapi sesuai dengan genrenya.

Rak pulalah yang membuat buku bisa tersusun secara rapi terutama dengan cara berdiri. Buku yang saling bertumpuk-tumpuk cenderung tidak awet karena memudahkan perkembangan jamur pada kertas buku.

2.      Menyampul Buku
Memang terlihat begitu sepele, tetapi dengan menyampul buku akan membuat usianya lebih panjang dan jauh dari tumpukan debu. Debu dan air jadi musuh utama yang buat usia buku pendek. Salah satu caranya adalah dengan menyampul buku dengan baik dan benar. 

Sampul yang rusak akan mempengaruhi usia buku tersebut, jelas dengan menyampul akan mampu mengurangi bakteri pada buku yang dapat membuat buku tersebut tidak layak baca lagi.

3.      Jangan Biasakan Melipat Buku
Saya pribadi paling tidak senang andai buku yang saya beli dan dipinjamkan oleh orang lain dalam keadaan banyak halaman yang terlipat. Atau tertekuk sehingga meninggalkan garis tebal di halaman cover.

Seperti yang harus diketahui bahwa buku yang terlibat dalam waktu lama akan mempengaruhi kertasnya dan juga estetika buku. Sebaiknya gunakan pembatas kertas setiap berhenti membaca bukan dengan melihat halaman sebagai penanda.

Andai orang yang malas membaca, jadinya hampir setiap halaman ada bekas lipatan. Kasihan bukan bukunya, apalagi itu termasuk buku mahal dan kesayangan pemiliknya.

4.      Sering Bersihkan Buku
Tak hanya pemiliknya saja yang harus bersih, buku juga harus merasakan hal istimewa itu juga. Upayakan setiap sebulan sekali dilakukan pembersihan buku dari segenap debu yang mengepul.

Cara ini cukup menjaga buku tetap terlihat baru, bak aset yang begitu berharga. Buku juga butuh perhatian khusus dengan perhatian lebih yang ia berikan dari sejumlah informasi yang ia berikan. Ibarat simbiosis mutualisme.

5.      Bersihkan Tangan
Tangan juga mempercepat proses rusaknya buku, bukan hanya dari faktor melipat dan menekuk buku. Tangan yang kotor rentan merusak kertas buku akibat perkembangan jamur ke kertas buku.

Itulah mengapa negara maju menganjurkan mencuci tangan hingga bersih sebelum membaca buku. Jadi segala kotoran di tangan tidak berpindah ke buku juga lembaran buku yang kotor juga dapat menyebarkan penyakit ke pembaca buku lainnya

6.      Buat Perjanjian dengan Peminjam
Menyakitkan bukan, buku yang dipinjam oleh orang lain bisa rusak sedang dirimu sendiri sudah berupa keras menjaganya. Memang ilmu itu tidak boleh pelit termasuk dalam meminjamkan sejumlah buku, tapi harus ada peraturan ketat yang mengatur.

Buat perjanjian seperti kerusakan dan kehilangan ditanggung oleh si pembaca. Jadi anda dengan leluasa meminta ganti rugi andai ada kerusakan kumpulan gudang ilmu yang dimiliki.

Itulah segala ara merawat buku dan jangan sampai mereka (read:buku) rusak akibat keteledoran anda atau orang lain. Semoga tips ini bermanfaat sob!.
Share:

Kamis, 05 Desember 2013

8 Kesan dan Mitos dari Pemakai Kacamata

kacamata dan mitosnya

Sekarang ini lagi trendnya orang pakai kacamata di berbagai umur sampai-sampai anak yang baru sekolah dasar sudah pakai kacamata, bahkan hampir setebal kacamata selam atau bawah botol limun. Bagaimana rasanya beban si hidung dan si kuping dalam menahan beban kacamata dalam rentan waktu yang begitu lama. Untuk orang yang sudah dari kecil memakai kacamata bukan karena mengikuti trend yang berkembang.

Begitu banyak kesan dan mitos yang berkembang tentang orang yang memakai kacamata dan membuat banyak orang non-kacamata bertanya-tanya, apa sih yang begitu spesial dari mereka dan suka duka apa saja yang mereka alami.

Penulis yang tidak memakai kacamata kecuali saat nyemplung ke dalam air (berenang dan menyelam) pun mendapatkan data-data akurat dari teman-teman dekat yang banyak berkacamata terlihat seperti bawahan botol limun berjalan para profesional.
Apa sajakah mitos-mitos yang berkembang terhadap pengguna kacamata yang terlihat misterius ini, cekidot:

1.      Orang Pintar
Kesan dan mitos pertama yang begitu melekat kaum berkacamata ialah sosok pintar dan cupu di antara teman-temannya, sering di-bully dan terzalimi oleh teman-temannya sambil minta jawaban dengan paksa.

Scene film-film Indonesia dan mancanegara selalu saja tokoh protagonisnya digambarkan dengan sosok pintar, tertutup, ke mana-mana bawa tas layaknya mau pindah rumah dan pakai kacamata.

Lalu karena datang kekuatan misterius sehingga mengubah tokoh protagonis menjadi pribadi tangguh yang mampu menaklukkan para musuhnya yang selalu menjahilinya dan merebut pujaan hatinya idamannya. Mereka lalu hidup bahagia selamanya.

Kembali ke topik kita, rasa identik kaum berkacamata dengan orang pintar (read: bukan dukun ya!!!) tidak selalu benar dan tidak selalu salah. Jadi? Banyak juga yang berkacamata akibat dampak buruk game yang ngga mengenal waktu.

Bila dulu zaman penulis, game yang tersedia hanya bisa dimainkan di konsol game, komputer segede panggangan roti dan CPU-nya segede lemari baju serta lambatnya buat anak ayam.

Butuh waktu lama dan bila listrik padam game pun terhenti. Kini tidak mengingat waktu, bisa dimainkan dari berbagai konsol, gadget dan yang pasti portable.

Bocah yang penulis temukan punya smartphone terbaru dan juga konsol game portable PS Vita. Umurnya yang baru menginjak belasan tahun akan tapi sudah pakai kacamata setebal bawahan botol limun.

Well... kepintaran dan kecerdasan tidak selamanya identik dengan kacamata tapi dengan berkacamata membuat kamu terlihat sedikit lebih cerdas. Iya cerdas menangkis debu waktu naik motor.

2.      Keliatan Misterius dan Tertutup
Memakai kacamata seakan begitu terkesan misterius nan introvent, walaupun tak sepenuhnya karena banyak juga pribadi yang ramah. Apalagi kacamata bisa dijadikan sebagai pengalih objek kerlingan atau mata yang jelalatan ke mana-mana.

Khususnya kacamata hitam, kesan dan misterius semakin terasa. Namun jangan bawa tongkat ke mana mana, nanti dianggap orang buta peminta minta #GagalKeren

Selain itu, memakai kacamata sangat identik dengan kaum introvent. Sifat tertutup dari mereka menjadikan kacamata sebagai brand yang mereka gunakan. Menggilai sesuatu hobi atau kebiasaan dan ingin jauh dari keramaian adalah bukti banyak kaum introvent identik dengan kacamata.

Walaupun kini kacamata sudah sebagai trend semua kalangan. Tak bisa di sama ratakan, pemakai kacamata hitam adalah orang misterius. Bisa saja akibat cuaca yang begitu panas dan mengganggu penglihatan. Serta kaum introvent bisa saja tak berkacamata, semua kembali ke fungsi kacamata tersebut bukan ke mitosnya.

3.      Para Geeks
Para Geek teknologi umumnya begitu mengakrabi gadget di mana pun dan kapan, efeknya adalah terganggunya penglihatan mereka akibat pancaran gadget yang bikin mata lelah.
Namun para Geek pulalah menggunakan kacamata sebagai penangkal dari radiasi cahaya yang mengganggu penglihatan. Penggunaan itu terlihat optimal apalagi  saat menggunakan gadget dalam waktu yang lama.

4.      Gangguan Penglihatan Bawaan
Memakai kacamata sudah dialami sejak usia belia dan faktor yang paling berpengaruh adalah bawaan penyakit penglihatan dari orang tua. Selain itu kurangnya asupan makanan sehat yang sehat untuk mata terutama banyak mengandung vitamin A juga terbatas. Alhasil, harus rela memakai kacamata mata.

Saya pribadi pun memiliki beberapa teman yang mengalami hal demikian, di usia sangat muda, telinganya sudah harus memikul gagang kacamata yang lumayan berat. Saat ia berada di terik panas maka akan meninggalkan bekas kulit yang memutih akibat tak kena matahari, seperti garis akibat terhalang kacamata. Serta yang paling aneh adalah wajahnya terlihat aneh tanpa kacamata, matanya terlihat kecil dari biasa.

5.      Menyamarkan Tampang
Kini hampir semua orang digandrungi memakai kacamata, tujuannya beragam salah satunya adalah menyamarkan wajah. Ukuran kacamata saat ini yang berukuran besar membuat wajah sedikit tersamarkan.

Memakai kacamata pulalah menambah kesan lebih menarik baik bagi perempuan ataupun lelaki, apalagi saat memakai kacamata yang sesuai wajah memberikan kesan pintar, cantik/tampan dan juga berwawasan tinggi.

Itulah kenapa kacamata jadi peluang yang baik menutupi jerawatan, bekas luka dan sebagainya. Banyak orang yang fokus terhadap kacamata dibandingkan wajah sehingga ini salah satu strategi juga yang layak dicoba.

6.      Keliatan Serius dan Ambisius
Hampir keseluruhan dari direktur dan bahkan CEO dunia memakai kacamata sebagai salah satu asesoris belaka atau memang kebutuhan mereka. Saat launching produk ataukah rapat dengan para klien.

Kacamata tak bisa dipisahkan dari sesuatu yang berbau serius dan ambisius. Memakai kacamata terlihat begitu memberi kesan profesional terutama sekali saat membaca laporan keuangan yang masuk ataukah melakukan diskusi. Lawan bicara pun bisa sedikit tunduk dengan ucapan kita.

Penggunaan kacamata pulalah ingin mengurangi kesalahan terutama dalam membaca. Kemampuan mata yang sudah berkurang karena umumnya para eksekutif dan CEO telah berumur, wajiblah hukumnya bagi mereka menggunakan kacamata.

7.      Terlihat Keren dan Stylish
Memakai kacamata kini terlihat begitu keren dan stylish, banyak yang mencobanya sebagai salah satu gaya hidup.  Bukan sebagai pemilik mata rabun saja namun yang tak memiliki gangguan penglihatan juga ikut andil bergaya dengan kacamata.

Produsen kacamata memanfaatkan kesempatan ini dengan berbagai produk yang menawarkan berbagai kondisi. Ada kacamata santai, kacamata renang, kacamata menyelam, kacamata untuk rapat dan sebagainya.

Teman atau kolega yang memakai kacamata punya daya tarik lebih dibandingkan tidak berkacamata. Bentuk kacamata kini sangat stylish, jauh dari kesan kuno namun telah jadi sebuah asesoris wajib sebagai pemberi daya tarik.

8.      Sulit Saat Olahraga
Memakai kacamata seakan mempengaruhi aktivitas terutama sekali olahraga yang membutuhkan mobilitas ekstra. Gerak-gerik menjadi terbatas dan rentan sekali kacamata jatuh atau berubah posisi. Ini jadi posisi yang tak menguntungkan.

Walaupun bisa diakali dengan penggunaan lensa kontak, tetapi tetap saja sedikit mengganggu. Ganggu penglihatan bisa mengurangi ketajaman mata dan bisa sebagai kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh lawan.

Semisalnya seorang penjaga gawang memiliki ganggu rabun jauh dan telah diakali dengan lensa kontak saat bermain. Tetapi ini jadi kelemahan terutama saat lawan tahu, mereka lebih sering melakukan tendangan jarak jauh untuk menakuti sang kiper.

Itulah kenapa berkacamata pada olahraga tertentu malah sedikit merugikan. Namun jangan salah dengan segala macam kekurangan itu malah bisa diakali untuk hasil optimal. Jangan jadikan kelemahan dan kekurangan sebagai alasan kalah dalam berkompetisi akan tetapi sebagai motivasi.

Kalian masih punya mitos lainnya tentang pengguna kacamata atau diri sendiri adalah pengguna kacamata punya pengalaman. Silakan berbagi di kolom komentar.
Share:

Selasa, 26 November 2013

6 Model Percintaan Sulit Diperjuangkan

percintaan sulit


Cinta itu jadi salah satu bentuk kebutuhan hidup yang harus diterima dan diberikan untuk yang kasihi serta yang mengasihi. Apakah  itu cinta orang tua kepada anaknya, cinta pencipta kepada makhluknya hingga cinta antara dua jenis manusia yang saling berbeda satu sama lain. Dan dari semua cinta itu ada yang berbalas atau hanya sebuah tepuk sepihak saja tanpa rasa digubris sama yang ia cintai. 

Sering banget berbagai manusia yang haus banget dengan kasih sayang dan cinta dipenuhi oleh kegundahan yang membuncah di dalam dada. Ya... namanya saja manusia, cinta itu berada di bawah kebutuhan sandang, pangan, papan dan terakhir perhatian dalam bentuk cinta. Iya, bentuk cinta..!

Gue sebagai juru taktik mau membahas tentang cinta yang banyak berkembang modelnya akhir-akhir ini antara dua insan manusia dengan bentuk pengorbanan yang berbeda antara satu sama lain. Nah penasaran ayo baca di bawah ini ramai-ramai dan sebelum memulai jangan lupa baca Bismillah biar lebih berkah, cekidot:

1.      Cinta Beda Keyakinan
Saat ini lagi berkembang banget model perpacaran dan percintaan seperti ini yang mana antara salah satu di antara mereka, baik itu cewek atau cowoknya beda keyakinan dalam beragama. Persoalan yang timbul dari cinta seperti ini saat melanjutkan jenjang cintanya ke ranah pernikahan. Cinta beda keyakinan ditentang keras ngga cuma dari keluarga tapi juga  sampai masyarakat ikut-ikutan lebih keras menentang.

Cinta beda keyakinan sebenarnya punya sisi positif yang besar banget saat saling mengingatkan satu sama lain. Misalnya mengingatkan salat atau mengingatkan ke gereja atau tempat ibadah lain, di situlah toleransi beragama berlangsung antara dua pasang manusia. Tapi terus-terusan memaksa buat lanjut ke arah pernikahan akan datang moment berkeluarga, punya anak yang serba salah beribadah menurut agama ayahnya atau ibunya.

Mungkin sistem bagi-bagi shift seperti kasir Ind*mar*t. Bila kedua orang tuanya cukup produktif sehingga anaknya ramai akan ada moment mirip bagi warisan di mana orang tuanya punya banyak wewenang bisa merekrut anaknya buat memilih agama salah satunya. Serba salahkan!!, makanya masalah masa depan jadi pertimbangan cinta jenis beginian dan sulit banget dipertahankan ke arah yang jauh. 

Hanya status tapi minim janji suci

Terus ada juga cinta beda keyakinan versi lain, yaitu cinta beda keyakinan antara cowok/ ceweknya yang cinta banget sedangkan cewek/cowok yang di sana ngga yakin cinta atau Cuma menganggap sebatas teman dan lebih ngenes lagi bila kamu masuk ke area "zone" misalnya OjekZone atau PengingatZone. Iya. cuma sebatas teman. Kalau yang beginian sama saja jenis percintaan yang sepihak atau bisa dikatakan ditolak dengan halus tapi hati dan jiwa remuk redam kayak buah mengkudu yang di blender.

2.      Cinta Beda Kota
Cinta berbeda kota atau yang sering dianggap dengan percintaan mengharap sinyal bagus dan kouta mencukupi terutama jaman kini. Kalau zaman Firaun masih kecil dan suka main layang di lapangan terbuka dan komunikasi percintaan orang dulu masih via surat menyurat. Kirimnya Minggu ini balasnya Minggu depan, kirim bulan ini balasannya bulan depan atau kirim tahun ini dibalas tahun seabad kemudian. 

Orang tempo dulu mengirim surat namun tidak sampai paling cuma penasaran saja mana tahu suratnya diambil terus dibaca sama tukang pos. Saat ini bila mengirim chat ngga dibalas sama yang menerima chat atau hanya di “read” doang sakitnya kayak jempol kaki kepentok meja.

Cinta itu dibatasi sama jarak dan semakin jauh jaraknya maka semakin besar rindu yang membuncah buat ketemuan. Jaman sekarang sudah serba canggih dan serba lancar buat berkomunikasi dan bikin rindu bisa kapan saja disalurkan asalkan ada pulsa dan kouta paket yang memadai. 

Pacaran model beginian nyesek saat orang lain ketemuan satu sama lain buat menghilangkan rindu tapi mereka malah memandang layar LCD Ponsel atau Laptop sambil senyum sendiri tak jelas. Dan cinta beginian lebih tepat dibilang dengan sebutan LDR (Loe Dimana Relationshit).

3.      Cinta Beda Suku dan Bangsa
Hampir sama dengan model percintaan beda kota dan hampir sama ngenesnya karena dibatasi jarak dan bisa dikatakan jaraknya lebih jauh lagi karena beda kota dan negara berpengaruh dengan suku bangsa yang berbeda pula. 

Cinta beda suku itu satu sisi baik biar kamu saling kenal mengenal satu sama lain berbagai adat dan istiadat yang ngga ada sama kamu ada sama dia atau sebaliknya. Ini bikin kamu saling kenal mengenal lebih jauh. Bila kalian menikah menghasilkan keturunan yang beragam.

Cowoknya Cool dan ceweknya Hot, anaknya dispenser dua tombol. Atau cowoknya hitam legam dan ceweknya putih bersih, anaknya Zebra Cross.

Cinta beda bangsa itu akan jadi enak di mana sulit buat tahu hal yang sesuai dengan budaya kamu atau dia tau tentang kebudayaan kamu. Misalnya saja kamu jadian dengan orang dari negeri Asia Timur seperti Jepang, Korea dan Tiongkok (enak menyebut Cina). Kebiasaan makan dengan sumpit atau sendok jadi adat yang wajib banget buat mereka dan jadi hal yang sopan bila makan dengan tangan seperti halnya daerah kita yang masih cenderung makan dengan tangan. Kan jadi sesuatu yang awkward moment banget.

Atau misalnya daerah kita Indonesia yang mana makanan pokok utama ialah beras walaupun ada di sebahagian daerah yang makanan pokoknya selain beras seperi jagung atau sagu. 

Bila kamu punya hubungan relasi percintaan yang beda bangsa dari barat yang mana mereka mengonsumsi gandum. Suah pasti ngga enak banget terus buat selera yang beda. Tapi perbedaan dalam cinta itu indah asalkan saling memahami saja.

4.      Cinta Beda Usia
Sekarang banyak banget kasus percintaan berlandaskan norma-norma perbedaan usia yang cukup mencolok. Misalnya saja cowoknya umur 30 tahun dan ceweknya 29 bulan..! cinta beginian yang ada si cowok bisa dijebloskan dalam bui karena kasus Pedofilia dalam kurun waktu lama atas modus memberi permen ke anak-anak.

Gue pas melihat berita kayak beginian sih antara miris sama sedih, kenapa sih korbannya harus di bawah umur. Mungkin sih kebanyakan dari pelaku sudah menyerah mencari yang sebaya atau ditolak melulu jadinya mencari  yang lebih muda serta gampang menipunya.

Perbedaan usia yang relatif sangat jauh punya plus-minus, misalnya serasa memiliki sesosok layaknya om sendiri buat si cowok dan bisa sebagai wali murid buat mengambil rapot si cewek tanpa menyuruh bokap dan nyokapnya, Mumpung masih kecil, kalau sudah besar tak bisa lagi dicium. *Penghasutan *

5.      Cinta Beda Spesies
Model percintaan beginian ialah bentuk cinta perbedaan spesies yang ngga bakal bisa disatukan dan bila coba disatukan akan dikutuk manusia dan dilaknat tuhan serta alam.  Misalnya cinta Manusia dan tapir, apalagi sekarang lagi marak banget film genre yang ada nama binatang.

Ganteng-ganteng serigala, cantik-cantik anoa manusia pecinta Miyako dan manusia Frezzer. Banyak lagi yang pasti perbedaan beda spesies itu hal yang ngga lazim banget dan sudah pasti ngga mungkin menyatu malah kamu dianggap kelainan.

Paling sih jenis cinta beginian hanya buat orang-orang yang kesepian bisa dapat namanya rasa kehangatan dari lawan jenis dan knalpot atau Miyako bisa jadi pemberi kehangatan saat musim hujan datang. Ngenes bangetkan..!!!

6.      Cinta Beda Alam
Hampir sama ngenesnya dan ngga bisa menyatu sama dengan model percintaan sebelumnya, cinta beda alam sudah jelas ngga bakal ketemuan. Bila cinta beda spesies masih bisa ketemuan dan yang menghalangi mereka bentuk dan spesies yang hanya memberi kehangatan karena mereka dirancang sedemikian rupa untuk kinerjanya sebagai bentuk atau makhluk jadi-jadian tapi bisa berbagai atau lebih tepatnya dikatakan cinta salah sasaran.

Sedangkan beda alam sudah jauh lebih ngenes selain beda alam dan segalanya ngga didapatkan baik kehangatan dan rasa berbagi ditambah lagi ngga mungkin ketemuan. Doi sudah mati sedangkan kamunya masih hidup, makanya harus diikhlaskan bisa dianya ngga gangguan orang sekitar.
Itulah penjabaran gue kasih, nah saja jenis percintaan terlarang yang pernah kamu rasakan dan lihat, silakan share di kolom komentar.
Share:

Senin, 11 November 2013

7 Alasan Kenapa Hujan Bikin Galau

Hujan bikin galau

Saat hujan turun membasahi bumi yang kering. Bumi yang tadinya berdebu dan kering mendadak berubah drastis menghilang terbawa oleh butir-butir air yang jatuh dari langit dalam jumlah relatif besar. Saat itu pula berbondong-bondonglah para manusia mencari tempat berteduh yang layak agar terhindar dari basah lebih lanjut.

Di sini semua orang mau tempat teduh yang bisa buat dia nyaman. Seperti di rumah, kantor atau cafe sambil nyeduh secangkir kopi hangat. Wah seru banget kondisi beginian sambil melihat tetes-tetes embun yang melekat di kaca jendela.
Share:

Minggu, 03 November 2013

Acara Kartun di Minggu Pagi, Kini Tinggal Kenangan

kartun pagi

Selaku generasi yang lahir di era 90-an, jadi hal yang sangat menyenangkan saat hari Minggu tiba. Bila dari senin sampai sabtu pagi-pagi harus bergegas mandi dan pergi ke sekolah, Minggu suasananya sangat berbeda. Lebih santai dan menyenangkan.

Bila di hari sekolah bangun pagi jadi sebuah beban, lain halnya dengan Minggu pagi. Semua tayangan kas anak-anak nan menghibur dari pagi buta hingga tengah hari menghiasi sejumlah televisi nasional dan swasta.

Hal yang paing utama saat bangun adalah membuka televisi dan menonton setiap acara kartun pagi, tak hanya itu ada juga film action yang siap mengalahkan musuhnya setiap episodenya.

Umumnya kartun yang hadir datang dari daratan Jepang. Dari petualangan, action, hingga kisah jenaka yang jadi lupa buat sarapan pagi. Ini yang mendasarkan kenapa saya selaku salah satu generasi 90-an merasakan rasa itu.

Memasuki awal 2000-an, gempuran dari kartun dari Amerika mulai mendapatkan jam tayang untuk menggusur sejumlah kartun khas Jepang. Walaupun masih tetap dominan, tetapi ini jadi salah satu hiburan tersendiri sebagai penghibur di pagi hari.

Hal yang membingungkan apabila setiap channel televisi menyiarkan sejumlah kartun yang punya aur cerita menarik. Di jamin, setiap iklan jadi kesempatan menukarkan channel. Indahnya masa itu dengan segenap tontonan khas anak-anaknya.

Beberapa Minggu yang lalu, saya mencoba melihat apakah acara kartun pagi masih ada. Memasuki usia dewasa, kartun atau serial cerita tersebut merasa bukan lagi segmen prioritas. Kini di usia saya yang 20-an, saya menggemari tayangan sepak bola walaupun tetap menonton kartun sekedar saja sebagai hiburan.

Pemandangan terasa aneh saat di Minggu pagi saya menekan remot dan tidak menemukan channel kartun. Padahal itu masih pagi hari, sejumlah acara sudah menggantikan kartun yang menjadikan primadona anak 90-an dan anak-anak kini.

Acara banyak dihiasi hiburan yang punya komersial dibandingkan hiburan khusus anak. Pihak pemilik televisi kini, lebih mementingkan rating yang lebih menjual dibandingkan nilai edukasi dan hiburan anak.

Minggu pagi kini tak seperti menyenangkan dahulu di era 90-an hingga 2000-an awal. Acara pagi Minggu sudah dihiasi oleh sejumlah acara musik yang terkesan alay. Selain begitu banyak penonton bayaran yang membuat acara musik tersebut menjadi terlihat meriah. Acara musik tersebut lebih mengedepankan gosip pembawa acara, bukan edukasi musik.

Anak-anak kecil tadi merasa kecewa berat, acara mereka seperti diambil lahannya dengan sejumlah acara tak sesuai dengan umur mereka. Jumlah kartun dan tayangan menjadi sedikit, tak lebih dari pukul 09.00 pagi, berbeda dengan dulu sampai siang hari.

Sedangkan sejumlah televisi lain yang tidak menyiarkan musik, harus diisi dengan sejumlah acara infotainment artis. Saya selaku generasi 90-an merasa prihatin, hiburan anak-anak berkurang di Minggu pagi dan mau ngga mau mereka rela menonton acara infotainment. Alhasil, pemikiran anak-anak lebih dewasa dari usianya. Ini jadi dampak buruk karena masih banyak anak-anak yang mengantungkan sejumlah informasi dari televisi.

Nilai komersial bukan hanya datang dari acara musik dan infotainment, bagaimana saat bangun di pagi Minggu. Sang ayah atau orang lelaki lainnya di rumah merebut remot untuk nonton tayangan tinju di pagi Minggu. Atau kadang stasiun televisi yang menyiarkan kartun mengutamakan laga besar tinju dan mengabaikan anak-anak yang sudah bangun pagi. Saat membuka channel TV, ia menemukan sejumlah lelaki saling pelukan untuk menghindari pukulan.

Derita nonton kartun yang mulai berkurang juga bertambah pelik, hari Minggu sering dijadikan waktu mematikan  listrik oleh pihak PLN. Menjadi sangat menyakitkan saat listrik yang padam berlangsung dari pagi sampai sore hari.

Dengan berkurang dan bahkan musnahnya sejumlah tayangan khas anak-anak, ini dimanfaatkan oleh jumlah tayangan dari TV berbayar. Mereka mulai mengambil acara tersebut dalam bentuk layanan TV berbayar. Sungguh menyedihkan bukan, untuk tayangan khas anak-anak harus membayar buat bisa merasakan setiap sajian acaranya. Sedangkan acara menggantikan jam tayang kartun mutunya sangat rendah.

Saya pribadi mengharapkan tulisan ini bisa jadi menyadarkan bahwa hiburan untuk anak itu perlu. Mereka juga butuh hiburan sejenak melupakan sejumlah PR yang menumpuk. Khayalan khas anak-anak memang begitu tinggi dan ngga masuk akal dan segenap acara kartun memberikan kewajaran dibandingkan sejumlah acara kini yang tak jelas.

Ada kalanya saat ia dewasa seperti saya pribadi merasakan kenangan-kenangan saat mendengar sejumlah tontonan yang ngehits di masa ia kecil. Bagaimana kalau yang ada di pikiran mereka kala dewasa adalah sejumlah musik alay atau sejumlah gosip infotainmet jadi aneh bukan.

Jadi sebagai penutup dari ocehan saya adalah kartun dan tayangan untuk anak-anak harus dilestarikan karena itulah secercah hiburan yang bisa mereka rasakan kala Minggu pagi.
Semoga memberikan pencerahan
Share:

Rabu, 30 Oktober 2013

5 Biaya Hidup yang Muncul di Masa Kini

5 Biaya Hidup yang Muncul di Masa Kini

Kebutuhan akan berbagai hal yang dibutuhkan oleh manusia mula beragam ketika terlahir di dunia, mulai dari sejak lahir hingga meninggalkan dunia ini. Kebutuhan yang beragam muncul ketika kamu berada pada masa-masa tertentu dan itu sudah menjadi kodratnya manusia untuk memenuhinya, walaupun tidak semua kebutuhan yang kita perlukan harus dipenuhi oleh berbagai faktor dalam pemenuhan kebutuhan.
Share:

Rabu, 09 Oktober 2013

Waspada, 6 Aksi Terselubung Pelaku Curanpen

curanpen

Begitu banyak curanpen yang berkeliaran dalam ruangan atau kelas yang di awali dari bangku sekolah, perkulihan hingga berbagai lingkungan kerja di instansi negeri atau pun swasta yang ngga pernah jauh dengan kebutuhan akan tulis-menulis dan sangat butuh dengan berbagai jenis alat. Umumnya curanpen banyak di level sekolahan sama bangku perkuliahan walaupun tak menutup kecil kemungkinan di lingkungan kerja Ada sebuah pepatah yang berkata beginian:
Share:

Minggu, 06 Oktober 2013

Perasaan Ini Sering Dirasakan Saat Aktif di Organisasi

organisasi
Menyandang status sebagai salah satu mahasiswa di kampus ternama dengan jurusan favorit jadi impian sejumlah anak sekolah menengah ke atas. Saat melihat begitu banyak mahasiswa dari kampus nge-top yang datang ke sekolah-sekolah mereka, timbul perasaan iri bercampur bangga.
Aduh... senangnya seperti abang dan kakak itu, mereka begitu gagah dengan almamater sambil mempresentasikan kampusnya.

Rasa itu pun tiba saat dalam sekejap sudah bergumul dalam dunia kampus, rasa keren itu seakan tidak ada lagi. Bangga jelas tetapi capeknya minta ampun, dari sejumlah tugas yang diberikan dosen kian menumpuk harus segera dikumpulkan.

Masa menjadi mahasiswa baru perlahan demi perlahan bisa dilewati dengan mudah, kini sudah saatnya memasuki masa di mana sibuk dengan organisasi. Di awal perkuliahan, pasti begitu banyak mahasiswa yang menyibukkan dirinya selain tugas, salah satunya organisasi.

Anggapan saat di masa sekolah dahulu, bisa bergabung sebagai anggota OSIS atau UKM lainnya memberikan sejumlah kebanggaan. Dan anggapan itu berlanjut ke bangku perkuliahan. Sejumlah organisasi dan UKM seperti kebanjiran peminat, mereka selalu membuka pendaftaran pada sejumlah anggota baru. Apalagi anak baru sangat mudah disuruh-suruh dan yang pasti mereka bekerja secara total.

Setelah masa itu lewat dan kini sudah termasuk orang terpandang di suatu organisasi bisa saja deretan pengurus organisasi dan UKM bersangkutan. Banyak ha suka dan duka yang dirasakan, nah di sini saya mau menjabarkan sejumlah perasaan yang pernah saya sendiri rasakan selama menjabat jadi “orang penting” di kampus dan universitas. Berikut uraiannya:

Perasaan Suka aktif di organisasi menjadi orang penting dan punya pengaruh besar jadi sebuah kebanggaan tersendiri. Bila lingkupnya dalam kampus. Kalian bisa dengan mudah dekat dengan petinggi kampus, alumni dan dosen. Mereka kenal dengan anda dan yang pasti jadi kepercayaan.

Di lingkup teman-teman dan adik leting, menjadi orang yang aktif mampu menaikkan citra dan sangat terkenal. Sudah pasti efek dikenal mampu menyerap sejumlah aspirasi yang mereka butuhkan dan secara garis besar anda bertanggung jawab dalam sejumlah acara yang berlangsung.

Sejumlah aspirasi yang hanya ibarat pembicaraan di kantin, kini mampu terealisasi dengan nyata. Aktif sejumlah organisasi memberi kenaan dan jaringan lebih banyak dan setelah setamat kuliah begitu banyak orang yang bisa anda kenal serta tahu diri anda.

Sejumlah perusahaan besar mempertimbangkan CV pelamar yang punya segudang pengalaman semasa di sekolah. Sejumlah pengalaman di organisasi seperti memberi satu kaki di pekerjaan yang anda inginkan.

Berapa banyak pemimpin negeri ini yang berasal dari kampus. Awal mula belajar memimpin dimulai dari bawah dan organisasi kampus cukup banyak membantu dibandingkan hanya jadi mahasiswa kuliah pulang-kuliah pulang. Mahasiswa yang aktif organisasi kampus sangat pintar mengatur sejumlah waktu dengan maksimal.

Itulah sejumlah suka yang dirasakan selama organisasi dari tingkat kampus, itu belum di tingkat universitas. Level yang lebih besar membuat anda dengan mudah bertemu dengan rektor dan sejumlah pembantu rektor dan saat ada acara besar dengan mudah anda bisa duduk semeja dengan orang besar. Kebanggaan itu semakin bertambah saat Baliho besar menuju kampus terpampang wajah anda dengan besar.

Namun dari segudang rasa suka, ada duka yang selalu menghampiri bagi para pegiat organisasi. Di mulai dari berbagai kendala yang harus dihadapi dalam lingkup organisasi yang tak ada habisnya. Membuat pikiran harus tersita begitu banyak. Anggapan para pegiat organisasi lama tamat dibandingkan dengan teman-temannya ada benarnya, walaupun tak semuanya benar.

Nilai akademik sering banyak anjlok karena terkendala dengan organisasi. Walaupun sebenarnya di awal mula perkuliahan begitu banyak target yang tertancap di pikiran mereka, seperti harus dapat IPK 4,0 dan tamat cumlaude. Namun saat sibuk dengan kesenangan masing-masing, semua target itu hanya ekspektasi belaka. Alhasil agar nilai tak anjlok, banyak yang sangat aktif organisasi mengurangi jumlah SKS. Kuliah saja tak cukup, pengalaman organisasi sedikit banyak membantu di masa depan.

Masalah lain yang timbul adalah politik kampus yang begitu kejam, begitu banyak yang menjadi korban kejahatan politik kampus. Dari fitnah membabi-buta sampai memainkan benda tajam untuk mengancam calon mereka biar bisa terpilih.

Selain itu kekejaman politik kampus adalah ramai-ramai diusung atau dicalonkan, tetapi saat terpilih malah tidak didukung dan malah di kritisi habis-habisan kinerjanya. Mau tak mau harus berpikir dan bekerja sendiri menjalankan organisasi agar tidak oleng di tengah jalan.

Bila kinerja tidak menggembirakan, akan muncul beragam kata-kata miring dan sering dibanding-bandingkan. Itu sudah hal yang sering terjadi di organisasi kampus, campur tangan alumni atau pengurus lama juga jadi andil besar kinerja nada tidak maksimal.

Sejumlah kendala dan duka itu makin bertambah saat organisasi atau UKM melakukan agenda di hari libur. Mau tak mau waktu bersama keluarga, nongkrong dengan teman dan orang tercinta jadi berkurang.

Nah... itu segala macam suka dan duka yang dirasakan oleh penggiat kampus hanya mereka yang berani mau mengambil risiko yang mau terjun jadi pegiat organisasi. Segenap pengalaman dan pendidikan bisa berjalan selaras andai bisa mengaturnya sesuai kadarnya masing-masing. Kuliah tamat tepat waktu dan sejumlah organisasi juga turut serta.

Jadi ayo jadi bagian mahasiswa yang aktif, bukan mahasiswa yang pasif dan hanya aktif saat nilai yang keluar tak sesuai harapan. Memimpin dan berdedikasi di mulai dari kampus dan berkembang di masyarakat.

Semoga ada manfaat Guys
Share:

Jumat, 27 September 2013

Mengapa Lebih Mudah Ngomong Dibandingkan Nulis?

lebih gampang ngomong dari menulis

Banyak sekali yang beranggapan, kenapa sih ngomong itu mengalir mudah dan lancar sedang saat menulis mandek minta ampun?

Apalagi hampir semua bisa berbicara lepas tanpa beban, apalagi pembicaranya berupa curhat pribadi. Semua uneg-uneg dengan mudah tersampaikan, lapang tanpa harus mengikuti struktur bahasa dan tanda baca.

Panjang lebar dari pagi hingga jelang sore hari. Kekuatan ngomong hampir semua miliki, tak harus menjadi motivator handal, cukup dengan orang terdekat saja, ia bisa berbicara sepuasnya.

Berbeda jauh dibandingkan dengan menulis. Harus mengingat hal-hal penting merangkai menjadi sebuah kalimat runtun yang enak dibaca dan dipahami oleh pembaca. Proses itu ngga semuanya bisa dan saat itulah kenapa ngomong lebih gampang daripada menulis.

Secara langsung menulis mampu menyeimbangkan antara emosi dan logika. Penulis akan mencari titik tengah agar tak terlalu emosional namun berbalut rasional. Ia memilah-milah mana layak tulis dan layak dihilangkan.

Dalam sebuah pembicaraan, sebuah ucapan atau pembicaraan akan melahirkan pendapat. Sedangkan menulis, akan melahirkan pemikiran dan karya tulis. Semua orang punya kemampuan dalam mengemukakan pendapat tapi dalam melahirkan pemikiran kadang ia harus berdamai dengan alam terlebih dahulu.

Proses yang lebih lama jadi salah hambatan, menulis butuh proses dan media sebagai menulis. Kemampuan merangkai untaian kata-kata menjadi kalimat dan kemudian jadi sebuah paragraf utuh sulit. Banyak yang menyerah menulis karena merasa tidak mampu.

Cara ini yang buat mengapa lebih banyak yang menjadi pembaca bukan menjadi seorang penulis. Seseorang yang tidak biasa menulis apabila disuruh menuliskan gagasan yang ia ucapkan tadi pasti bingung. Harus mulai dari mana dan menulis apa, writer block langsung menghinggapi kepala.

Namun ada beberapa pengecualian, orang yang sangat hebat menulis tetapi lemah dalam berbicara atau orang yang sangat hebat berorasi tapi buntu menulis sebuah tulisan. Ini lebih banyak termasuk ke dalam kepercayaan diri dan jam terbang. Orang yang pintar berbicara bisa jadi karena jam terbangnya yang tinggi sama halnya sebaliknya bagi yang menulis.

Bisa saja orang tidak biasa menulis hanya kuat dalam membaca tidak menulis. Pendapatnya terucap lancar karena materi yang ia kuasai, ia hanya butuh kemampuan vokal untuk bisa didengarkan oleh semua orang.

Menulis harus memiliki kemampuan membaca dan menulis sama baiknya. Ia harus mengubah kemampuan ide dan gagasan di kepala yang ia pelajari lebih melalui tulisan. Butuh konsentrasi dan niat besar untuk mewujudkan tulisan yang renyah dibaca.

Menulis pulalah yang buat kita berbicara seperlunya dan berpikir sebanyaknya sebelum berucap. Kesalahan dari pembicaraan kadang sangat sulit dikembalikan, apalagi lidah tak bertulang.

Menulis selama tulisan belum terbit atau dipublikasikan tak apa, ada proses editing dan swasunting hingga benar-benar layak beredar.

Jadi kalian ingin menjadi seperti kalangan apakah?
Keduanya sama-sama punya kelebihan masing-masing asalkan memaksimalkan potensinya. seandainya lebih suka berbicara, ada baiknya berbicara sepentingnya dan diam bila nantinya berdampak buruk untuk orang lain serta diri sendiri.

Lalu yang punya niat dan potensi menulis ayo dikembangkan, karena menjadi orang besar dan pemberani salah satunya melalui menulis. Tulisan dan pemikiranmu tak akan padam melewati zaman.  
Share:

Rabu, 18 September 2013

Selasa, 03 September 2013

6 Waktu Genting Buat Angkat Telepon

Sarana komunikasi sudah jadi alat yang ngga bisa dilepaskan dan dijauhi. Sulit untuk tidak dihubungi dan menghubungi. Perkembangan zaman berbanding lurus dengan begitu banyak alat komunikasi yang ada saat ini, tinggal kita aja yang memilih mau yang mana.

Segala kemudahan akan akses sarana komunikasi memunculkan polemik dan alasan ngga enaknya buat angkat telepon baik dari pengaruh waktu, tempat dan kondisi. Nah ini gue mau ngasih sedikit hal waktu paling tidak mengenakkan mengangkat telepon, walaupun dari orang yang tersayang sekalipun, cekidot:

1.      Lagi Internetan
Setiap gadget yang beredar umumnya sudah memiliki aktivitas mengakses internet. Jadi saat terhubung dengan internet via paket data atau wifi gratisan, eh ngga taunya ada yang telepon. Berpengaruh sih ngga, tapi lumayan mengganggu apalagi yang nelpon ngomongannya panjang lebar dan download bisa terbengkalai.

Banyak orang yang ngga senang lagi internet-an malah terganggu, nah itu jadi alasan utama kenapa banyak yang lagi internetan mengabaikan buat mengangkat telepon dengan alasan low-bat, padahal lagi seru-seruan internet. Di sini kamu bisa rasakan fungsi ponsel udah mulai pudar digerus internet.

2.      Di Toilet
Kondisi lagi di toilet jadi kondisi yang begitu ekstrem buat ngangkat telepon, bisa dibayangkan bila ponsel berdering kencang banget dan berulang kali nelpon. Andai aja ada aplikasi khusus buat ngasih tau ke yang nelpon bahwa kamu lagi ngga bisa diganggun atau ngangkat telepon.

Kejadian beginian ngga enak banget, pas mau mengangkat telepon dan bilang sesuatu. Dan tanpa sengaja malah ponsel tercelup dalam jamban dan itu kondisi yang sulit di bayangkan. Niat mau ngga angkat dan pas mau angkat telepon malah musibah beginian.

Akan muncul pendapat yang enggak-enggak juga bila kamu malah angkat telepon di toilet, apalagi bila sampai kedengaran suara keran air.
Bro, lagi dimana..? 
Ntar aja loe telepon gue lagi, Sekarang gue ngga bisa di ganggu 
“Terdengar suara air keran” 
Oh.. lagi begituan, yaudah maaf udah mengganggu. 
Tapi...!!! “Tiba-tiba sambungan terputus”
3.      Mengemudikan Motor
Keadaan lainnya yang ngga enak banget di telepon yaitu pas lagi naik kendaraan dan kondisi yang kamu alamin sangat sulit buat angkat telepon. Misalnya lagi macet dan padat merayap, apalagi kamu naik motor. Naik motor punya kesulitan lebih tinggi buat angkat telepon dibandingkan kamu naik kendaraan lain seperti mobil. 

Begitu banyak pengguna motor berupaya mengangkat telepon walaupun sulit. Misalnya ditempelkan di dalam helm sambil kepala agak miring ke arah handphone, mirip korban salah bantal di malam harinya. Sehingga kepala condong ke satu arah.

4.      Lagi Ujian
Waktu lainnya yang ngga enaknya buat angkat telepon adalah ujian atau final. Itu dipengaruhi oleh kondisi ruangan yang ngga kondusif dari pengawas yang ngga suka main depan tapi doyan nonggol di belakang. Sedikit saja ada yang gerak-gerik yang mencurigakan langsung di kick out jauh-jauh keluar ruangan dan disuruh langsung kumpul lembar jawaban.

Dan hal yang terburuk terjadi, teman becandaan ada yang nelpon dan hobinya ngga suka sms atau via media sosial lain dalam menghubungi. Langsung aja nelpon, dan pada saat itu kamu lupa men-silent-kan handphone dan suaranya agak keras tapi ngga terdengar sampai ke ruang sebelah.

Lalu karena dengan berat hati kamu angkat dan teman kamu cuman nanya hal ngga perlu nan ngga penting kayak gini:
Bro, kemarin beli ikan cupang yang ekornya merah jambu..? 
Di mana dan berapa satu ekor..?
Dan kamu malah balas menjawab dan ketahuan sama pengawas dan ia berpaling sambil menyuruh kamu keluar karena menganggap mengganggu ruangan ujian. Kadang hal yang ngga di inginkan malah terjadi.

5.      Acara Penting
Hampir sama dengan kondisi di dalam ruangan ujian, tapi kini ada acara yang membuat kamu sulit banget buat angkat telepon, misalnya ada rapat yang ngga memperbolehkan setiap peserta rapat untuk mengangkat telepon karena sifatnya mengganggu orang lain.

Dan yang ngga enaknya, yang nelpon lagi-lagi orang yang sulit menerima segala keadaan sulit yang kamu alami. Gue kasih contoh misalnya, gebetan yang baru aja kamu gebet dan mau tau segala hal tentang kamu 24 jam pool.

Sifat posesif gebetan yang dimiliki beginian sangat mengganggu antara serba salah dan ngga memberi kabar malah dianggap ngga perhatian dan cenderung nutup-nutupin. Kondisi beginian kayak makan buah simalakama, jadi sulit pilih yang mana.

6.      Tidur
Kondisi yang ngga enak buat angkat telepon ialah saat tidur baik siapapun itu yang nelpon. Semua orang pasti marah waktu tidurnya diganggu dalam segala kondisi, dan siap-siap aja banyak yang ngga bakalan angkat telepon pas waktu beginian. Bila pun mau angkat, itu karena berat hati dan keperluan yang sulit dielakkan bagi yang nelpon.

Anggap aja segala alat komunikasi sebagai media memudahkan komunikasi dan bikin jadi beban yang memilikinya dan ngga mengganggu privasi. Menurut kamu, waktu apa yang paling mengganggu, silakan curhat colongan di kolom komentar
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Kumpulan Tulisan