Jumat, 07 Juni 2013

10 Probematika Ngga Menyenangkannya Berpostur Tinggi


Semua orang mengidam-idamkan punya postur tubuh yang tinggi menjulang. Punya postur tinggi jadi daya tarik dan kelebihan dibandingkan bertubuh pendek, yang paling utama sekali adalah kaum lelaki.
Hal itu menjadikan lelaki tampak lebih menawan bagi orang sekitar. Tapi ngga selamanya jadi orang tinggi menguntungkan. Postur tubuh itu berkah karena punya kelebihan masing-masing. Baik itu tinggi, normal, dan pendek.

Saya mau menjabarkan beberapa keadaan tak mengenakkan saat menjadi orang berpostur tinggi. Apa sajakah itu kendala menjadi orang berpostur tinggi, cekidot:

1.      Sering Kejedot
Postur tubuh yang tinggi jadi sering menjadi problematika yang menyusahkan apalagi tidak hati-hati. Kejedot konsen atas dan atap rumah yang rendah jadi salah satu tantangan yang sering di alami oleh orang bertubuh menjulang. Dan juga kejedot atap gerobak yang sering berjualan di pinggir jalan.

Bentuk rumah warga kita yang rendah mengikuti postur masyarakat sekitar, alhasil risiko kepala kejedot juga besar. Salah satu menghindarinya adalah dengan menunduk dan harus lebih hati-hati. Bila tidak kepala benjol kena benturan adalah hal yang tak mengenakkan.

2.      Terlihat Bungkuk dan Harus Menunduk
Menunduk adalah cara terbaik terutama agar terhindar dari hal yang membahayakan kepala seperti semakin besar risiko kejedot. Opsi terbaik adalah dengan ke mana-mana adalah menunduk hingga terlihat sedikit bungkuk.
Menjadi lawan bicara juga mengalami hal serupa, harus sedemikian rupa menunduk untuk menghormati lawan bicara dan sebaliknya si lawan bicara harus menengadah ke atas. Cara terbaik adalah bicara sambil duduk, bila berdiri pegal bukan main....!!!

Risiko seperti harus dirasakan setiap saat, bagaimana kalau hari itu harus menghindari kosen pintu yang rendah dan berbicara dengan orang bertubuh pendek. Sangat menguras tenaga, tulang punggung ikutan nyeri.

3.      Susah Menghilang dari Keramaian
Berpostur tinggi sangat mudah ditandai dari kejauhan, tubuhnya yang tetap terlihat dari kejauhan menjadi alasan sangat sulit bersembunyi. Andai saja bertemu dengan orang tak disukai sangat sulit mengelak. Membuang muka saja tak cukup karena bisa ditandai dari tinggi badan.

Nah... bila punya teman yang berpostur tinggi dijamin tak bakal hilang, kepalanya tetap keliatan dari kejauhan saat yang lain tertutup satu sama lain di keramaian.

4.      Tukang Ambil dan Ganti
Profesi yang sering dikerjakan oleh orang berpostur tinggi adalah memasang hal-hal yang sulit dijangkau oleh manusia bertubuh normal.
Bro.... kamu kan tinggi, tolong pasangkan bola lampu sebentar ya? 
Itu ada mangga yang menggantung, tolong ambil.. seperti bisa kamu raih. 
-__- yaelah....

Tak cuma sampai di situ, segala sesuatu yang tinggi pasti jadi suruhan untuk yang berpostur tinggi. Andai si tubuh tinggi tak mampu melaksanakan ekspektasi pasti banyak yang kecewa.
Apa juga guna tinggi, itu saja masih ngga sampai. 
Itu tingginya 3 meter, mana mungkin bisa diraih. 
Usaha sedikit kek. 
-___- yaelah...
5.      Duluan jadi Korban
Bila sesuatu yang menimpa dan jatuh dari atas, pasti yang bertubuh tinggi sangat rentan jadi orang yang pertama kena. Problematika yang tak mengenakkan pastinya.

Tai burung, runtuhnya atap asbes dan lainnya jadi bukti sesuatu yang tak terduga yang bisa menimpa siapa saja. Saat pergi bergerombolan bersama teman dan musibah datang tak terduga. Benda-benda yang tersebut tadi menimpa, tahukah siapa yang paling dahulu merasakan?

Yups... mereka yang berpostur lebih tinggi akibat jarak benda yang jatuh

6.      Susah Naik Motor
Hampir kebanyakan kendaraan bermotor yang diciptakan di tanah air menyesuaikan dengan rata-rata tubuh masyarakat kita. Sehingga melahirkan bernama motor bebek dan motor matic.

Ditandai dengan bentuknya yang mungil agar mudah melakukan mobilitas ke mana-mana mengingat macet dan sempitnya jalan di tanah air.

Motor tersebut terlihat sangat cocok saat yang menaikinya adalah manusia bertubuh tinggi menjulang layaknya tubuh para bule. Alhasil malah keliatan aneh, harus duduk terlalu belakang agar bisa menyesuaikan kaki.

Coba dibayangkan orang berpostur sangat tinggi dan naik motor matic mungil dan boncengan berdua. Akibatnya kaki mereka harus menghindari agar tak terseret asap saat berkemudi. Sungguh tak mengenakkan bukan, efeknya otot paha bisa pegal dan kram akibat terlalu lama menekuk.

7.      Duduk di Belakang
Memiliki tubuh yang tinggi punya hal minus terutama akan kurang mendapatkan informasi dan kurang interaksi dengan guru. Duduk di depan seperti di kelas, akan mengganggu dan menghalangi pandangan orang lain.

Salah satu cara adalah dengan duduk paling belakang karena punya jangkauan leher yang lebih tinggi. Ada yang mengatakan bahwa yang duduk di belakang adalah para pemberontak, anggapan buruk semakin melekat bagi bertubuh tinggi. Duh... nyeseknya bukan.

Hal yang sama juga terjadi saat menonton di bioskop, harus duduk di kursi paling belakang hingga gambar terlihat kabur. Bila memaksa duduk agak ke depan, harus duduk dengan cara tak normal agar tak mengganggu penonton yang ada di belakang.

8.      Penghalang Terik Matahari
Tubuh yang tinggi sering sekali dimanfaatkan dalam berbagai keadaan misalnya saat masih sekolah kamu sering disuruh berada di baris yang paling depan sewaktu upacara. Alasannya biar terlihat paling gagah dan jadi penghalang panas untuk teman di belakang yang berpostur lebih pendek.

Hasilnya teman-teman yang memiliki tubuh yang lebih pendek tidak terkena terik matahari yang membakar kulit wajah. Kamu menjadi manusia tinggi yang bertubuh tinggi ibarat pohon kayu yang menyejukkan, semua dengan senang hati ikut berteduh.

9.      Ngga Lincah
Pemain sepak bola bertubuh pendek jadi pemain yang sangat berbahaya andai mereka berada di posisi gelandang dan penyerang. Pergerakannya yang sulit dibaca dan lincah membuat mereka yang bertubuh tinggi kewalahan. Tubuh tinggi punya daya gerak yang sedikit lambat dan mudah dihentikan lawan walaupun secara body balance lebih kuat.

Pada olahraga yang membutuhkan postur tubuh yang tinggi, ini adalah sebuah keuntungan, namun saat olahraga fisik yang tidak terlalu berpatokan tinggi sebagai syarat. Orang bertubuh tinggi akan kewalahan dalam mengawal setiap pergerakan yang dilakukan.

10.  Susah Mencari Ukuran yang Pas
Bertubuh besar berisiko sulit mencari baju, atau saat masih kecil sudah pas memakai baju orang dewasa. Saat menjadi dewasa problematika khusus muncul, permasalahannya adalah mencari pakaian, sepatu, dan sandal yang cocok.

Salah satu cara mengakali adalah dengan memesan khusus walaupun dengan harga yang lebih mahal. Itulah risiko dan pakaian berukuran besar punya harga lebih mahal dibandingkan ukuran normal.

Namun sisi positif adalah sulit kehilangan pakaian dan alas kaki karena ukurannya yang besar dari orang lain. Tukang colong pasti tak akan memilih sesuatu yang aneh. Ukuran standar adalah sasaran utama, sebuah keuntungan walaupun proses mendapatkan barang yang cocok sangat sulit.

Tambahan:
Terlihat jahat, punya tubuh tinggi menjulang ditambah badan kekar ibarat tukang pukul membuat siapa saja takut. Kombinasi mengerikan itu ditambah dengan wajah sangar, walaupun sebenarnya hatinya Hello Kitty.

Banyak yang mengira orang tersebut adalah orang jahat bayaran serta sebagai Bodyguard dari bos-bos mafia yang sering tayang di TV. Anggapan itu semakin kuat melekat, walaupun tidak bisa menilai orang lain berdasarkan tampilan luar saja. Hati dan sifat asli tidak ada yang tahu.

Di baik semua penjabaran itu semua, adalah sisi plus dan minus yang bisa dipetik. Postur tubuh punya sesuatu kelebihan masing-masing dan jangan terlalu mendewakan postur tubuh yang menjulang. Mana tahu kamu sering manfaatkan sebagai tukang ganti bola lampu.

Baiklah, semoga memberikan pencerahan, Bye!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis