Jumat, 21 Juni 2013

7 Alasan Ngga Masuk Akal Saat Kalah Main Game Bola

kalah main game bola

Game adalah saran yang sulit sekali dipisahkan oleh Kaum Adam untuk melepaskan penat yang dibebat selama seharian. Perkembangan game yang mampu dimainkan dalam bentuk ponsel tetap tidak menyurutkan bermain game melalui konsol game.

Walaupun bermain di ponsel lebih portable dan bisa dimainkan kapan saja serta di mana saja. Namun rasanya berbeda dengan konsul game dalam bentuk kepuasan dan lawan tanding terutama teman sendiri. Menang melawan teman sendiri yang banyak alasan dan banyak bacot (read: ngomong) adalah sebuah kepuasan tersendiri yang dirasakan.

Game kegemaran Kaum Adam lebih banyak sesuatu yang menantang terutama saat ada lawan tanding yang sepandan. Game itu paling utama adalah game bola, baik PES (Pro Evolution Soccer) dan FIFA. Setiap game punya perbedaan masing-masing sesuai selera, PES dikembangkan oleh perusahaan game asal Jepang bernama Konami sedangkan FIFA oleh konsul Xbox anak perusahaan dari Microsoft.

Ngomongin game dan lawan tanding mampu mempererat persahabatan saat bertanding. Namun ada beberapa alasan yang sangat sulit di tebak saat kalah bermain. Walaupun sebagai ajang seru-seruan, tetapi sifat lelaki yang tak mau kalah menjadi andil munculnya alasan-alasan tak masuk akal itu:

1.      Stick Rusak
8 dari 10 gamer yang kalah selalu saja menyalahkan stick yang rusak dan macet sebagai alasan utama mereka kalah. Alasan itu semakin menjadi-jadi saat ada kesalahan operan dan tendangan yang ngga tepat sasaran.
Selanjutnya skor yang tidak berimbang jadi alasan kuat stick disalahkan, rusaknya stick sering dirasakan saat bermain di rental. Misalnya analog-nya layu dan arahnya tak bisa di kontrol.
Ada pula yang pakai alasan beginian:
Ini sticknya pasti ngga pernah diganti, makanya analog-nya macet.
Bro... itu kan baru dibeli tadi. 
Oh... iya (ngga bisa beralasan)
Lawan yang merasa jengkel kadang melakukan hal sebaliknya.
Oke gantian stick, kalau ternyata menang pakai stick yang katanya macet gimana?

Hayoo... lebih malu lagi bila masih tetap kalah.

2.      Tak Fokus
Wajar kalah, tadi ada yang asyik nge-chat dan ngga enak bila tak dibalas cepat.

Selama main pasti ada alasan klasik seperti itu terucap, mengkambing-hitamkan keadaan sekitar. Andai ngga direspons atau ditunda dulu saat main, pasti alasan ini ngga dipakai.

Selain itu, menjadi lawan main yang ngga fokus salah satunya asyik balas chat adalah hal yang menjengkelkan. Apalagi kalau main dirental yang dihitung berdasarkan jam main, baru main sebentar. Eh ternyata sudah habis, rupanya si teman kebanyakan tekan Start.

Di waktu kalah pakai alasan itu, selain itu permainan jadi menurun akibat fokus kedua belah pihak yang terpecah. Mau mencetak gol malah ditekan Start  lagi dan kemudian balas chat. Alhasil peluang emas jadi terbuang sia-sia.

Semoga teman yang beginian tak sering dijumpai dan lebih baik melawan komputer kalau begitu. Karena ngga serius bikin semuanya ngga fokus, padahal game salah satu cara melupakan stres bukan mencampur adukkan dengan membalas chat yang tak penting.

3.      Memberikan Kesempatan
Tipikal selanjutnya adalah teman yang memberikan kesempatan emas kepada lawan dengan cuma-cuma.
Itu peluang gue yang kasih, biar skornya ngga jauh-jauh

Di akhir pertandingan kamu malah yang menang akibat gol yang dia kasih dan muncul alasan lain yaitu:
Yaelah... itu menangnya karena hadiah gol dari gue, kalau ngga seri...

Ini sesuatu yang tak menghargai hasil kerja keras orang lain. Kesempatan yang menjadi gol bukan hasil pemberian lawan, tetapi memanfaatkan peluang sebaik-baiknya. Karena belum tentu ada peluang yang sama ke depan.

4.      Lawan Main Curang
Saya sangat sering merasakan kondisi seperti ini, sedang tertinggal oleh lawan akan tetapi dia malah bermain curang dengan menjegal pemain game yang sudah berhadapan dengan kiper.

Walaupun diganjar kartu + hadiah penalti atau tendangan bebas yang akhir tak gol. Ini sebuah hal yang menyesekkan, justru peluang yang didapatkan tadi dengan sekarang beda nilainya. Pemainnya jadi lebih siap.

Lawan main yang bermain seperti ini harus dihindari karena merugikan lawan dan membuat lawan bisa emosi saat tertinggal. Tetapi saat si lawan dalam keadaan tertinggal, ini jadi kesempatan emas.

5.      Alasan Ngga Logis
Saya sering mengalami alasan-alasan yang tidak bisa diterima dengan akan sehat. Apalagi alasan jadi pembenaran sebuah kekalahan dan tak mengakui kemenangan lawan. Sifat buruk lelaki yang tak gampang menyerah berdampak kepada alasan untuk tak mau kalah. Mungkin saja juga beralasan seperti itu.

Misalnya:
Aduh... mata lelah banget belum istirahat seharian, makanya tadi kalah. 
Belum makan dan perut keroncongan, makanya tak fokus main.

Yang makin sulit diterima,seperti:
Oh iya... motor belum di service. 
Ada PR yang harus dikumpulkan bulan depan. 
Dan jemuran belum diangkat.
Bila kalian mengalami hal seperti ini, ada baiknya saja mengakui saja alasannya karena nantinya akan muncul alasan yang lebih lagi tak logis. Ingatlah prinsip yang penting menang walaupun alasannya.

6.       Pemain Cedera
Bermain dengan pilihan random saat pengaturan punya berisiko besar banyak pemain andalan yang cedera. Walaupun terlihat adil dibandingkan bermain dengan semua pemain on-fire. Pemainnya terlihat sangat kuat semuanya, apalagi tim yang mengandalkan speed. Sudah jelas kalah kelas andai tim lawan punya pemain bertahan yang lambat, walaupun tidak bisa dijadikan alasan.

Sebelum bermain harus ada perjanjian dan konsekuensi andai ada pemain yang cedera dan bukan sebagai alasan. Selaku pemain game pati punya rencana cadangan biar tidak di-cap tukang alasan asal kalah.

Andai pertandingan yang dimainkan berbentuk format kompetisi dengan sesama teman, butuh rotasi agar pemain tak kelelahan di partai puncak. Bukan harus memainkan penuh yang bikin cedera. Game sekarang juga hampir menyerupai manusia termasuk item game yang punya efek kelelahan setiap pertandingan.

Kamu bukan hanya sebagai player tetapi jua pelatih yang jago merotasi pemain dan membantai teman yang banyak alasan di waktu kalah.

7.      Wasitnya Ngga Adil
Alasan yang paling absurd yang paling kocak lainnya adalah menyalahkan wasit. Kata-kata wasit selalu salah tak hanya terjadi di dunia sepak bola tapi juga di dunia game.
Wasit... itu pelanggaran keras dari belakang, kenapa tidak dapat kartu merah? 
Kenapa tidak penati, jelas-jelas kiper lawan menjatuhkan pemain lawan. 
Itu jelas-jelas offside, ngga jelas wasit garisnya.

Kemajuan game kadang masih punya beberapa kekurangan dari versi sebelumnya. Itu dimaklumi karena hasil buatan manusia. Istilah itu merujuk kepada Bug yang mengganggu misalnya game macet, pemainnya sulit di kontrol dan wasit tak menggubris pelanggaran.

Ini jadi alasan yang dipakai saat kalah bermain game, yakni:
Itu kalau pelanggarannya digubris, gue dapat penalti dan menang. 
Itu kalau wasit kasih kartu merah buat kamu, dijamin kekuatan tim kamu timpang dan gue bisa menang. 
Itulah alasan, karena dengan berbagai alasan semua bisa mengelak agar marwah jago di dunia game terutama PES dan FIFA tak ikut luntur.

Kalian pernah mengalami hal demikian dan menerima alasan beragam dari lawan tanding yang tak pernah mengakui kemenanganmu. Bila ada, bisa sharing di kolom komentar.

Sampai jumpai kembali.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis