Rabu, 03 Juli 2013

10 Problematika Nyeselin Saat Main Futsal

futsal

Terbatasnya ruang publik untuk berolahraga terutama sepak bola membuat futsal berkembang pesat, terutama di perkotaan yang memiliki keterbatasan akan jumlah ruang olahraga publik. Futsal punya keuntungan yang tidak dimiliki oleh sepak bola umumnya.
Ukuran lapangan yang lebih kecil sehingga mampu bisa dimainkan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit yakni 5 orang. Kondisi cuaca dan waktu bermain juga lebih cenderung fleksibel, sifatnya yang outdoor dijamin tidak terganggu cuaca. Terpenting pencahayaan bukan masalah.

Namun dari segenap kemudahan itu,, ternyata bermain futsal menyimpan sejumlah hal tak mengenakkan. Saya pribadi sudah melansir sejumlah persoalan itu, apa sajakah itu. Berikut ulasannya.:

1.      Sudah Antre Malah Bayar
Futsal olahraga yang umumnya dimainkan di ruangan, oleh karena itu mendatangkan nilai bisnis cukup menggiurkan bagi pemilik usaha. Setiap anggota atau pelanggan harus memesan terlebih dahulu agar bisa bermain.

Di waktu tertentu, malah harus antre untuk menunggu lapangan yang kosong. Sifat futsal juga cenderung eksklusif karena butuh anggaran yang tidak sedikit. Pada lapangan atau tempat penyedia futsal mematok harga yang mahal.

Ibarat pepatah:
Sudah capek-capek lari dan mengeluarkan keringat, malah bayar. Hmm nama saja hobi.

Coba saja dalam seminggu ada beberapa anggota atau bahkan laga futsal yang anda mainkan dan terlalu tidak enak atau gengsi buat ditolak. Bisa-bisa kantong bisa jebol, alhasil harus perbanyak makan Mie instan buat bertahan hidup di tanggal tua.

Sebaiknya harus diatur jadwal bermain dan sesuaikan dengan budget. Jangan sampai jadwal kegiatan penting lain terganggu oleh futsal bukan jangan sampai jadwal futsal terganggu oleh kegiatan penting lain.

2.      Kurang Kawan
Hampir sesama dengan yang pertama, sesuatu yang paling menyakitkan dari bermain futsal adalah kekurangan jumlah personil atau ada personil yang tidak membawa duit. Apakah karena ketinggalan atau sengaja.

Ini adalah sebuah problematika pelik yang ditakutkan oleh sejumlah pemain futsal. Otomatis dengan berkurangnya personil, berdampak permainan jadi tidak padu dan yang lebih menyakitkan jumlah bayaran meningkat.

Sebagai contoh, uang yang harus dikeluarkan sekali main adalah 20 rb, karena ada yang tidak hadir membengkak jadi 25 – 30 rb. Sebaiknya jangan terlalu banyak berjanji bisa hadir dan orang yang mengkoordinasikan harus memastikan bahwa jumlah pemain futsal yang hadir. Kasihan bukan kalau tidak mencukupi jumlah pemain.

3.      Kondisi lapangan
Futsal punya beragam macam tipe lapangan buat bermain dari rumput sintetis, madras dan yang paling parah beralaskan cor-an semen kasar. Semakin bagus lapangan maka semakin mahal biaya yang dikeluarkan.

Andai yang tidak terbiasa bermain di Madras akan kesulitan mengontrol bola dan yang biasa bermain di lapangan lapangan sintetis pula. Faktor lapangan berpengaruh besar dengan nyaman tidaknya bermain. Jangan sampai pemilihan lapangan yang salah berakibat kurangnya kepuasan pemain.

4.      Harus Adaptasi
Bagi yang terbiasa bermain di lapangan besar pasti agak kesulitan bermain di lapangan kecil layaknya futsal. Skill dan kontrol bola juga harus berbeda. Bila lapangan besar lebih banyak melakukan berlari, di lapangan futsal lebih berbeda. Hal utama adalah melindungi bola adalah hal yang paling utama.

Well... adaptasi juga perlu dan setiap permainan punya kesulitan masing-masing. Yang paling penting jangan lupa menikmati permainan dan mengasah kemampuan.

5.      Main Sedikit, Bayar Sama
Problematika pelik bermain futsal juga sering dirasakan bagi yang menit bermainnya sedikit. Jumlah hitungan futsal terhitung beberapa jam waktu yang dimainkan. Dan anda hanya kebagian sejumlah waktu kecil, hanya mengucurkan sedikit keringat serta kepuasan semua.

Saat waktu tanda bermain futsal habis, anda malah bayar serupa dengan orang yang bermain lebih lama. Mengecewakan bukan dan nyeselin apa daya skill masih pas-pasan.

6.      Tidak Kompak
Paling tidak mengasyikkan adalah bermain futsal dengan orang baru, sudah pasti sedikit canggung dan miss komunikasi akibat belum lahirnya chemistry. Banyak serangan yang gagal dan kadang lebih mementingkan ego.

Tingginya intensitas bermain futsal, di jamin akan banyak jadwal dengan rang yang tidak di kenal. Sudah pasti kekompakan jadi permasalahan.  Lebih baik bermain dengan teman-teman yang sdah tahu kemampuan anda, dibandingkan bermain dengan baru dikenal. Bermain futsal pun adi semakin nyaman.

7.      Waktu Tak Sesuai
Bagi maniak futsal, kadang aktu bermain futsal tidak mengenal waktunya. Bisa pagi, jelang siang, malam dan bahkan tengah malam. Faktor waktu sedikit banyak mempengaruhi performa bermain dan stamina pemain futsal.

Di waktu tertentu saat booking-an penuh, alhasil memilih waktu tak bersahabat. Apa boleh buat, buat hiburan. Misalnya bermain saat larut malam. Bukanya kesenangan yang didapat, malah penyakit yang bisa datang. Pertimbangkan waktu yang baik dan jangan terlalu dipaksakan. Tujuan utama olahraga  bukan bikin tubuh sengsara.

8.      Rentan Cedera
Bermain futsal dan olahraga semua olahraga fisik punya risiko cedera termasuk bermain futsal. Pemain yang paling rentan mengalami cedera adalah kiper, walaupun tidak menutup kemungkinan pemain non-kiper juga cedera.

Cedera yang dialami oleh kiper relatif besar, dengan massa bola yang berat dan jarak tembak begitu dekat kemungkinan mengenai bagian vital tubuh seperti wajah selangkang jadi besar.

Itu ditambah dengan kerasnya tendangan dan kecilnya gawang. Mau ngga mau posisi paling penting dalam kelangsungan menariknya bermain futsal. Andai tidak ada yang rela jadi kiper dijamin permainan jadi kurang seru.
Untuk mengurangi cedera sebaiknya menggunakan pelindung seperti sarung tangan yang memiliki tulang dan pelindung tambah lainnya. Serta tidak ada dendam lama saat bermain. Begitu banyak yang sengaja mencari kiper bukan gawang kosong, toh semuanya main dan bayar. Perilaku mencederai lawan bisa dihilangkan.

9.      Telat
Hitungan bermain futsal adalah hitungan jam, semakin cepat tepat waktu datang maka waktu bermain cukup. Bagaimana kalau kalian punya teman-teman yang hobi ngaret. Kebiasaan buruk ini sangat merugikan banyak orang lain. Andai saja jumlah pemain berkurang dan anggota masih kurang.

Bermain jadi ngga seru dan yang pasti waktu terus berjalan. Keringat belum mengucur, tetapi waktu sudah habis. Sebaiknya dikondisikan seperti ini teman anda rugi dan diri anda yang telat pun ngga puas main

10.  Susah Beristirahat dan Capek
Bermain futsal cenderung sangat menguras fisik dan tenaga apalagi mobilitas setiap pemain cenderung tinggi. Futsal termasuk olahraga yang melelahkan sama halnya dengan basket. Konsentrasi juga sangat perlu dijaga, sedikit saja hilang berakibat tim dibobol lawan.

Sebaiknya sebelum pertandingan ada baiknya melakukan pemanasan ringan untuk menghindari cedera dan tidak gampang capek. Tidak makan di waktu yang berdekatan dengan bermain futsal jadi jaminan tidak membebankan perut.

Terakhir jangan bermain terlalu larut malam, itu sangat tidak baik karena mengganggu organ tubuh istirahat. Andai teman-teman mengajak bermain di waktu larut malam sebaiknya pertimbangkan tidak. Kesehatan terganggu dan ganggu tidur terjadi setelah bermain futsal.

Itulah sejumlah keluhan yang tidak mengenakkan dari bermain futsal, yang penting futsal adalah olahraga pengeluar keringat bukan pencari derita. Semoga sejumlah problematika membuka pikiran kita dengan cara yang sehat dan yang pasti makin puas bermain futsal di kemudian waktu.

Bila ada problematika yang sama anda rasakan, bisa berbagi di kolom komentar di bawah ini dan semoga memberikan pencerahan.
Share:

2 komentar:

  1. Gak pernah main futsal, jadi gak tahu. Tapi kalau suamiku pasti ngerti. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm... lebih banyak konsultasi sama suami biar tau banyak tentang futsal. :D

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis