Selasa, 30 Juli 2013

Suka Duka Punya Nama Pasaran

nama pasaran

Memliki nama yang pasaran jadi hal yang tak mengenakkan dan punya suka dan duka nan beragam. Bagi anda yang merasakan punya nama pasaran pasti sering mengalami masalah-masalah pelik seperti ini. Bahkan ada lembaga survei yang melakukan survei tentang 100 nama pasaran di tanah air.

Saya pribadi punya pasaran di Indonesia terutama Aceh, coba saya lahir di Rusia pasti keliatan langka. Karena nama yang pasaran akan terlihat langka bila buka pada daerah itu. Atau punya nama Nguyen di Vietnam, Kim di Korea serta marga Son di Islandia. Akan tetapi ngga familiar di negeri kita.

Apalah arti sebuah nama, pernah digaungkan oleh seorang sastrawan kenamaan dari negeri Elizabeth yaitu William Shakespearce. Kata-katanya ibarat sebuah komedi yang membuat kadang orang kagum, bingung, tertawa dan bahkan mengeryit dahi.

Namun setiap nama punya arti yang sangat penting dan karena pentingnya banyak orang kagum hingga menamai putra dan putri mereka walaupun itu adalah nama pasaran. Seperti yang saya alami, saya baru sadar bahwa nama saya sendiri yakni Iqbal begitu pasaran sampai-sampai sangat sulit buat dibedakan harus melalui nama daerah atau lokasi tinggal hingga fisik.

Karena hal itulah yang membuat saya menulis postingan ini sebagai suka duka yang dialami pemilik nama pasaran seperti yang saya rasakan. Nah... apa sajakah problematika dan suka duka yang sering sekali dirasakan setiap waktu, cekidot:

1.      Mudah Mengelak
Terlalu familiar jadi salah satu alasan kuat bisa mengelak dan orang lain sulit mengingat wajahnya. Terlalu banyak nama yang identik, hanya dikenali melalui perawakan wajah. Sialnya itu sering salah orang.

Maaf ini bapak Iqbal yang dari ini?Bukan... mungkin salah orangSaya mohon maaf ya atasan kekhilafan saya
Cara mengelak juga bisa dilakukan saat punya nama yang sama.
Ini Iqbal yang doyan nyolong mangga tetangga ya?Apa.... enak saja, salah orang (padahal iya).Untung saja tak ketahuan.
Hal lain yang tak mengenakkan saat nama terlalu familiar adalah sulit ditemukan di jaga maya akibat terlalu banyak. Perkembangan sosial media yang sangat banyak memudahkan menemukan orang lain secara organik di Google. Namun malah semakin sulit bila namanya sangat-sangat pasaran.

Coba ada ribuan nama yang sama di dunia dan mereka pakai sosial media yang sama. Alhasil harus mencari halaman Google ke berapa untuk bisa melihat profil diri. Sungguh cobaan yang begitu berat, Apalagi bila anda tak terkenal sedikit pun. Google menilai orang yang paling terkenal dan punya kunjungan paling banyak bisa terlihat di halaman utama.

Silakan dicoba dari sekarang, mana tahu bisa ketemu di halaman Google ke berapa. #AyoSemangat

2.      Jadi Bangga Bila Ada yang Sukses
Asas nama pasaran adalah punya efeknya rasa bangga tak terniali andai pemilik nama itu meraih sukses. Sering diliput media dan namanya banyak diperbincangkan oleh banyak orang atas segala prestasi.

Siapa sih yang tidak bangga, buka hanya orang yang mengenalnya dari keluarga dan karib kerabat. Akan tetapi juga para pemilik nama yang sama namun beda nasib.

Wah... sepertinya nama saya kumpulan orang hebat walaupun nasib saya biasa-biasa saja.

Ini ibarat sebuah lecutan dan semangat, ternyata nama yang saya pakai adalah orang-orang terkenal. Makanya tetua dahulu menamakan nama tersebut.

3.      Susah Dibedakan
Hampir dengan mudah mengelak saat ada sesuatu hal yang tak mengenakkan. Efeknya sang penanya harus bisa teliti saat mengingat nama dan membedakannya. Misalnya di belakang namanya terselip daerahnya.
Misalnya:
Iqbal Swedia 
Iqbal Afrika 
Iqbal kutub utara 
dan sebagainya
Embel-embel nama daerah atau negara adalah salah satu pengindentifikasi yang paling mudah agar orang dengan mudah mengingat. Dengan begitu mudah dikenali dan tak gampang tertukar. Akhirnya daerah jadi salah satu juru selamat.

4.      Sudah jadi Ciri Khas
Nama pada suatu tempat ciri khas bangsa, agama dan lainnya tetap dipertahankan secara turun-temurun. Apalagi punya nilai dan maksud yang baik, mengingat banyak nama yang mengalami modernitas. Nama tertentu terlihat keren sedangkan di sisi lain, nama yang ini terlihat jadul dan tua dibandingkan usia.

Saya pun mengamati terjadi pergeseran nama dari setiap dekade yang mana, nama pada masa dulu terlihat tua dan bisa jadi sebuah trend saat masa itu tidak di masa depan.

Kembali lagi dengan nama yang adi sebuah ciri khas, faktor lain bisa karena pengaruh marga, pengaruh nama yang paling banyak menjadi penamaan di suatu daerah. Alhasil menjadi nama pasaran yang paling banyak. Bahkan di negara tertentu punya nama-nama favorit dan ciri khas bahwa dia warga negara tersebut.

Di beberapa negara, bahkan negara berhak mengatur penamaan seorang bayi yang lahir di negara mereka. Salah satunya adalah Denmark dan Swedia, mungkin saking damainya negaranya. Biar adalah masalah yang bisa diselesaikan, salah satunya mengatur nama warganya.

Nah... seperti ini terjadi pengelompokan nama yang satu sisi sangat sulit menemukan perbedaan nama yang mencolok dan juga mempertahankan ciri khas.

5.      Merasa Terpanggil
Duka yang sering dirasakan pemilik nama pasaran adalah merasa diri terpanggil walaupun ternyata orang lain. Kejadian seperti ini sering terjadi di keramaian dan tempat umum, tanpa disadari ada seseorang yang memanggil.

Mat.... ayo kesini (merujuk nama Rahmat)
Ternyata adalah beberapa rahmat di situ.

Akibat refleks, langsung menoleh ke arah suara itu berasal. Alhasil malah kecewa, ternyata orang lain yang dimaksud. Kejadian seperti ini sangat menyesekkan bila ada orang yang sama dan ada yang sengaja memanggil. Pasti kedua-duanya akan menoleh, kalau keseringan dan sebentar bentar itu ulah usil teman.

6.      Sering Rugi dan Untung
Punya nama yang pasaran punya sisi positif dan negatif, kadang kala dirugikan dan kadang kala malah sangat untung besar.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, saya pernah mengalami hal tak mengenakkan. Saat di perkuliahan ada teman yang yang memiliki nama yang sama. Dosen saat itu keliru yang berakibat nilai saya tertukar, alhasil nilai saya sedikit rendah dibandingkan dengan nama yang sama.

Untuk mengakali hal seperti itu, dosen menilai dari bentuk fisik kami berdua yang sangat kontras. Saya dibilang Iqbal kurus dan teman saya Iqbal gendut.

Kadang saat postur tubuh sama cara membedakan malah berbeda lagi, begitulah rasa menjadi pemilik nama pasaran.

7.      Mendirikan Persatuan
Namun dari semua suka duka nama yang pasaran yang diberikan oleh orang tua dahulu, terselip doa dari nama tersebut agar jadi orang yang sukses. Siapa yang menyangka bahwa namamu tergolong sangat pasaran. Alhasil dapat membentuk suatu komunitas dan persatuan nama yang sama.

Beberapa waktu yang lalu, ada pemilik nama yang familiar melakukan demo ke istana. Mereka ingin mendirikan sebuah persatuan karena nama mereka sangat pasaran.
Misalnya saja: 
Budi fans club 
Agus community 
Dwi the gank
Walaupun begitu, dengan adanya fanbase yang kuat dari pemilik nama yang sama. Saling bekerja sama dan bertukar pikiran. Apalagi nama yang sama, punya artinya serta doa yang sama. Bisa jadi jalan pikirannya juga sama, lebih mudah mengkoordinasikannya

Begitulah suka duka yang harus dijalani pemilik nama pasaran, andai anda punya keluhan yang sama terutama pengalaman lainnya bisa share di kolom komentar.

Punya nama familiar jangan berkecil hati, namun malah bangga andai bisa paling bagus nasib dan kariernya hingga mengangkat pemilik nama yang sama.

Hidup pemilik nama pasaran!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis