Minggu, 06 Oktober 2013

Perasaan Ini Sering Dirasakan Saat Aktif di Organisasi

organisasi
Menyandang status sebagai salah satu mahasiswa di kampus ternama dengan jurusan favorit jadi impian sejumlah anak sekolah menengah ke atas. Saat melihat begitu banyak mahasiswa dari kampus nge-top yang datang ke sekolah-sekolah mereka, timbul perasaan iri bercampur bangga.
Aduh... senangnya seperti abang dan kakak itu, mereka begitu gagah dengan almamater sambil mempresentasikan kampusnya.

Rasa itu pun tiba saat dalam sekejap sudah bergumul dalam dunia kampus, rasa keren itu seakan tidak ada lagi. Bangga jelas tetapi capeknya minta ampun, dari sejumlah tugas yang diberikan dosen kian menumpuk harus segera dikumpulkan.

Masa menjadi mahasiswa baru perlahan demi perlahan bisa dilewati dengan mudah, kini sudah saatnya memasuki masa di mana sibuk dengan organisasi. Di awal perkuliahan, pasti begitu banyak mahasiswa yang menyibukkan dirinya selain tugas, salah satunya organisasi.

Anggapan saat di masa sekolah dahulu, bisa bergabung sebagai anggota OSIS atau UKM lainnya memberikan sejumlah kebanggaan. Dan anggapan itu berlanjut ke bangku perkuliahan. Sejumlah organisasi dan UKM seperti kebanjiran peminat, mereka selalu membuka pendaftaran pada sejumlah anggota baru. Apalagi anak baru sangat mudah disuruh-suruh dan yang pasti mereka bekerja secara total.

Setelah masa itu lewat dan kini sudah termasuk orang terpandang di suatu organisasi bisa saja deretan pengurus organisasi dan UKM bersangkutan. Banyak ha suka dan duka yang dirasakan, nah di sini saya mau menjabarkan sejumlah perasaan yang pernah saya sendiri rasakan selama menjabat jadi “orang penting” di kampus dan universitas. Berikut uraiannya:

Perasaan Suka aktif di organisasi menjadi orang penting dan punya pengaruh besar jadi sebuah kebanggaan tersendiri. Bila lingkupnya dalam kampus. Kalian bisa dengan mudah dekat dengan petinggi kampus, alumni dan dosen. Mereka kenal dengan anda dan yang pasti jadi kepercayaan.

Di lingkup teman-teman dan adik leting, menjadi orang yang aktif mampu menaikkan citra dan sangat terkenal. Sudah pasti efek dikenal mampu menyerap sejumlah aspirasi yang mereka butuhkan dan secara garis besar anda bertanggung jawab dalam sejumlah acara yang berlangsung.

Sejumlah aspirasi yang hanya ibarat pembicaraan di kantin, kini mampu terealisasi dengan nyata. Aktif sejumlah organisasi memberi kenaan dan jaringan lebih banyak dan setelah setamat kuliah begitu banyak orang yang bisa anda kenal serta tahu diri anda.

Sejumlah perusahaan besar mempertimbangkan CV pelamar yang punya segudang pengalaman semasa di sekolah. Sejumlah pengalaman di organisasi seperti memberi satu kaki di pekerjaan yang anda inginkan.

Berapa banyak pemimpin negeri ini yang berasal dari kampus. Awal mula belajar memimpin dimulai dari bawah dan organisasi kampus cukup banyak membantu dibandingkan hanya jadi mahasiswa kuliah pulang-kuliah pulang. Mahasiswa yang aktif organisasi kampus sangat pintar mengatur sejumlah waktu dengan maksimal.

Itulah sejumlah suka yang dirasakan selama organisasi dari tingkat kampus, itu belum di tingkat universitas. Level yang lebih besar membuat anda dengan mudah bertemu dengan rektor dan sejumlah pembantu rektor dan saat ada acara besar dengan mudah anda bisa duduk semeja dengan orang besar. Kebanggaan itu semakin bertambah saat Baliho besar menuju kampus terpampang wajah anda dengan besar.

Namun dari segudang rasa suka, ada duka yang selalu menghampiri bagi para pegiat organisasi. Di mulai dari berbagai kendala yang harus dihadapi dalam lingkup organisasi yang tak ada habisnya. Membuat pikiran harus tersita begitu banyak. Anggapan para pegiat organisasi lama tamat dibandingkan dengan teman-temannya ada benarnya, walaupun tak semuanya benar.

Nilai akademik sering banyak anjlok karena terkendala dengan organisasi. Walaupun sebenarnya di awal mula perkuliahan begitu banyak target yang tertancap di pikiran mereka, seperti harus dapat IPK 4,0 dan tamat cumlaude. Namun saat sibuk dengan kesenangan masing-masing, semua target itu hanya ekspektasi belaka. Alhasil agar nilai tak anjlok, banyak yang sangat aktif organisasi mengurangi jumlah SKS. Kuliah saja tak cukup, pengalaman organisasi sedikit banyak membantu di masa depan.

Masalah lain yang timbul adalah politik kampus yang begitu kejam, begitu banyak yang menjadi korban kejahatan politik kampus. Dari fitnah membabi-buta sampai memainkan benda tajam untuk mengancam calon mereka biar bisa terpilih.

Selain itu kekejaman politik kampus adalah ramai-ramai diusung atau dicalonkan, tetapi saat terpilih malah tidak didukung dan malah di kritisi habis-habisan kinerjanya. Mau tak mau harus berpikir dan bekerja sendiri menjalankan organisasi agar tidak oleng di tengah jalan.

Bila kinerja tidak menggembirakan, akan muncul beragam kata-kata miring dan sering dibanding-bandingkan. Itu sudah hal yang sering terjadi di organisasi kampus, campur tangan alumni atau pengurus lama juga jadi andil besar kinerja nada tidak maksimal.

Sejumlah kendala dan duka itu makin bertambah saat organisasi atau UKM melakukan agenda di hari libur. Mau tak mau waktu bersama keluarga, nongkrong dengan teman dan orang tercinta jadi berkurang.

Nah... itu segala macam suka dan duka yang dirasakan oleh penggiat kampus hanya mereka yang berani mau mengambil risiko yang mau terjun jadi pegiat organisasi. Segenap pengalaman dan pendidikan bisa berjalan selaras andai bisa mengaturnya sesuai kadarnya masing-masing. Kuliah tamat tepat waktu dan sejumlah organisasi juga turut serta.

Jadi ayo jadi bagian mahasiswa yang aktif, bukan mahasiswa yang pasif dan hanya aktif saat nilai yang keluar tak sesuai harapan. Memimpin dan berdedikasi di mulai dari kampus dan berkembang di masyarakat.

Semoga ada manfaat Guys
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis