Jumat, 24 Mei 2013

6 Tukang Peminjam yang Sering Ditemui

6 Tukang Peminjam yang Sering Ditemui

Punya barang atau benda yang kita butuhkan dicari ke mana-mana namun ketemu juga. Lalu terlintas dalam benak hati. Oh iya.. itu buku gue sudah lama banget gue pinjam sama si A dan buku yang satu lagi minggu kemarin dipinjam si B.

Permasalahan yang timbul adalah, ada yang dari sekolah dasar sampai sarjana mau kelar belum juga dikembalikan. Ada apa gerangan, bagaimana nih, masih ingat ngga buku gue yang pinjamkan terlebih dahulu, nyesel gue lupa tagih dari dulu.
Apa jangan-jangan hilang atau dipinjamkan sama orang lain lagi *Hati gundah*
Kadang sih meminjam itu itikad baik yang ditanamkan si pemberi kepada si peminjam buat membantu atau memudahkan dia. Tapi kadang melahirkan berbagai jenis makhluk peminjam yang tidak berperi ketertiban dalam asas kepatuhan. Berbagai alasan logis hingga tak logis menjadi alasan peminjam lupa mengembalikan barang pinjaman.

Gue kasih contoh yang sederhana itu seperti meminjam buku pelajaran, saat itu kamu sudah pernah belajar pelajaran itu. Karena iba melihat teman kamu yang ngga punya duit buat beli buku dan biar dia mudah dalam proses belajar dengan buku yang kamu pinjamkan. Tapi... kadang sih bisa liat bagaimana respon yang di berikan kepada yang kamu pinjamkan.

Nah di sini gue mau sedikit membahas tentang bagaimana cara agar menilai tipe peminjam yang ingin kamu pinjamkan, jangan sampai menyesek di kemudian hari, saat barang dan benda yang kamu pinjamkan mulai dari tak kembali, rusak, hilang atau jadi milik pribadi. Cekidot:

1.      Tepat dan Tanggung jawab
Ini sih peminjam yang sangat di idam-idamkan oleh berbagai kalangan pemberi pinjaman. Bila kamu termasuk nasabah bank, maka nasabah yang di sukai oleh pihak bank karena tanggung jawab pihak bank berikan kepada kamu.

Dalam kehidupan sehari-hari peminjam beginian sekaligus bisa sedikit menyenangkan hati si peminjam. Sifat yang tanggung jawab buat apa saja yang kamu pinjamkan bisa di jaga-baik-baik ngga ada rasa curiga akan barang yang pinjamkan kenapa-napa.

Yang pasti bila ada kesempatan lainnya buat meminjamkan, pasti di kasih pinjam tanpa  kuatir kecuali barang yang kamu pinjam ngga ada.

2.      Butuh Respon
Yang beginian sih sering kamu pinjamkan barang dan kamu sendiri malah yang mengingatkan biar ngga lupa. Gue sih mau kasih contoh sederhana, begini: misalnya kam pinjamkan buku sampai minggu depan, sehari atau dua hari sebelum hari H, kamu malah ingatkan biar dia ngga lupa atau barang yang kamu pinjamkan atau si peminjam sendiri yang menyuruh kamu ingatkan dia biar ngga lupa.

Ini sih menurut gue saling menguntungkan kedua belah pihak, tapi bila kedua pihaknya lupa. Di jamin bukunya ngga bakal ingat sampai zaman pun berganti.

3.      Ngaret
Kini sih tipe yang umum terjadi, gue sih sering banget pinjamnya yang sudah tau besok deadline buat dikembalikan trus di karet-karetin hingga berhari-hari, berminggu minggu dan berwindu-windu. Menurut gue sih ngaret itu budaya yang menurut seseorang udah tau kapan tenggat kapan harus dia kembalikan, namun niat aja yang bikin berleha-leha yang bikin semua harus diberikan sanksi.

Misalnya gue kasih contoh: kamu doyan banget baca komik saking hobinya semua komik sudah kamu baca, karena kehabisan bahan bacaan atau mungkin keterbatasan dana buat beli komik, kamu hobi minjam komik di rental komik di dekat rumah. setiap telat kembalikan kamu kena denda yang menurutmu ringan, setiap telat sehari wajib bayar Rp.500.

Namun karena kamu udah biasa buat ngaret-ngaretin dalam jangka waktu lama dan dalam suatu kesempatan kamu sudah tidak mengembalikan buku tersebut sekitar 3 bulan. Alhasil kamu harus bayar kira-kira Rp.500 x 90 hari = Rp.45.000. Kebayang ngga gedenya denda karena ngaret dengan niat "ntar lagi ah" atau besok aja deh, kan baru 10 hari"

Itu kondisi yang sudah jadi kebiasaan dan harus di ubah dari ah kapan-kapan sekarang, bila berlarut kamu sendiri yang rugi karena bayar denda, lebih baik uang denda itu bisa terpakai buat komik kesukaan atau buat beli bacaan yang ngga kala seru.
Lebih baik punya sendiri hasil keringat jerih sendiri daripada pinjam lalu kena denda
4.      Amnesia
Ini peminjam yang susah banget buat diingatkan, Kadang sifat beginian emang sudah lahir secara alami dan susah buat dihilangkan Tapi bagaimana pun cara yang paling efektif buat mengurangi pengaruh amnesianya berkurang ialah dengan selalu diingatkan biar dia ngga amnesia kronis.

Bila kamu rajin ingatkan dijamin teman yang doyan amnesia pasti ingat, minimal kamu pinjamkan dia kaos, dia ingat kamu pinjamkan celana. Minimal dia ingat, masalah barang nanti bisa kamu ingatkan secara lebih lanjut.

5.      Berpindah Tangan
Nih ciri peminjam yang bikin rese banget dan menyusahkan diberi amanah barang pinjaman. Eh malah dia bikin jasa pinjam barang lagi. Barang yang sudah kamu pinjamkan ke dia dipinjamkan lagi ke orang lain hingga ngga tau berakhir di mana. Sebaiknya tipe yang seperti ini jangan diberikan pinjaman di lain kesempatan.

Gue mau ngasih contoh ini: misalnya kamu pinjamkan dia motor buat dia bisa ke kampus atau ke tempat di kerja. Tapi yang kamu pinjamkan malah dipinjamkan motornya ke gebetannya untuk pergi ke kampus. Sekaligus buat biaya komersial atas motor yang kamu pinjam, mumpung punya orang, manfaatin ahh!!!

Dan bila kamu tau motormu dibuatkan begitu, nyesek banget bukan!!!. Niat baik di balik niat komersialisasi bermotif modus cinta. Ini contoh tindakan tidak terpuji dan harus di tindak tegas.

6.      Jadi Milik Pribadi
Ini tipe yang bikin semua peminjam marah bercampur rasa nyesek, udah bersedia hati kamu buat memberi pinjam barangmu, Eh saat mau kamu tagih di bilang itu punya dia dan berdalih hasil kerja keras dalam usah meminjam.

Gue ngga ngerti tipe beginian bagaimana cara buat barang pinjaman kita kembali, untung-untung sih yang kamu pinjamkan hal-hal kecil dan berharga murah. Bagaimana bila kamu pinjamkan kendaraan dan tiba-tiba saat  kamu tagih balik malah sudah jadi hak milik. Nih tipe peminjam tau untung dan ngga tau buntung.

Kamu cuman bisa berdoa mana tau dia iba tau diri dan kembalikan apa yang udah kamu pinjamkan. Cara terakhir yang harus muncul jiwa debt collector, kapan dia lengah dengan tuh barang, langsung deh rampas sambil berkata: ini barang gue, tutup mulutmu!!!. *Gaya di Scene Film Hollwood*.

Apa saja tipe tukang pinjam yang pernah kamu temui dan nyeselin, silakan sharing di kolom komentar. Sekian dari gue, semoga bermanfaat. Ingat habis pinjam jangan lupa kembalikan barang orang.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis