Sabtu, 29 Maret 2014

5 Cara Jitu Memilih Caleg


Lawan tanding yang pas buat Mayweather

Masa kampanye yang begitu panjang akhirnya tuntas, ditandai dengan begitu banyak poster caleg yang lagi senyum-senyum di lokasi persimpangan jalan, pohon hingga pemakaman umum diangkut oleh pihak kebersihan. Akhirnya lega juga, sekarang tinggal nunggu waktunya buat kita memilih mana yang terbaik dari yang terbaik.
Bingung..!!! memilih caleg ngga semudah memilih capres atau sebagainya karena banyak yang ngga tau dari mana mereka berasal. Bila tokoh-tokoh besar banyak nonggol di media cetak dan elektronik kalau caleg tingkat daerahmu cuma bermodalkan spanduk sama poster kecil yang nyangkut di pohon dan di tiang listrik kek mirip layangan putus.

Gue mau kasih sedikit saran ntar pas milih dan gue punya sedikit qoute bermanfaat:

Pilihlah berdasarkan pilihan hati, jangan pilih berdasarkan desakan orang tuamu. Ingat ini bukan jaman siti nurbaya.

Nah jarang-jarang lho bisa memilih, bila di hitung-hitung tiap 5 tahun sekali. FYI.. dulu tahun 2009 sistem contreng dan kini malah ganti dengan sistem coblos pake paku. Gue curiga pemerintah mengambil inisiatif beginian karena banyak kasus kehilangan pulpen akibat ulah anak sekolahan dan anak kuliahan yang jadi pelaku utama curanpen (pencurian pulpen). Maka diganti jadi sistem coblos pake paku, paku mah ngga semahal pulpen walaupun harga besi lagi naik.

Dari pada malah melenceng dari topik milih caleg yang benar, gue langsung aja ngasih tips yang berharga dan mungkin bisa di coba di TPS. Cekidot:

Pilih Berdasarkan Kesederhanaannya, maksudnya sifat bermegah-megah yang keliatan dari foto caleg jadi tolak ukur. Bisa di lihat bila calegnya cowo coba lihat merk pecinya apakah merk atlas atau made in china. Bila pecinya benar merk atlas berarti si caleg orangnya percaya sama produk orisinal dan ngga mudah terpengaruh sama yang KW-an. Yang beginian bisa dipercaya, karena dalam memimpin kejujuran itu perlu.
 
Pecinya sederhana dan merk Atlas, layak pilih
Sedangkan caleg wanita bisa di lihat dari warna kosmetiknya, apakah terlalu menor atau terlalu dark mirip kayak pesulap yang berkepala bohlam. Itu jadi sisi yang diperhatikan terutama yang di lihat sama pemilih awam.
Kayaknya ibu ini dandanannya penuh banget. 
Ntar pas kepilih malah doyan salonan daripada ngurus rakyat.*lirik yang lain buat di pilih ah*
   Warna Partainya dan Janji Buah ngga bakal jatuh dari pohonnya dan siapa yang dukung dari belakang akan jadi simbol yang nyata buat si caleg. Karena warna partai punya pengaruh yang gede banget dengan si caleg selain popularitas yang di usung.

Gue mau mengasih sedikt contoh, kenapa setiap rumah makan warnanya selalu identik dengan warna terang (merah, kuning sama oranye), karena warna ikut bikin yang ngeliat malah mendadak lapar. 

Begitu juga kenapa warna partai punya andil besar, yang aneh ada partai yang warna merah malah ada lambang banteng. Sudah tau banteng anti warna merah, eh malah di pancing pake warna merah malah makin greget

Hal lain yang bisa disinggung tentang janji yang aneh-aneh dan kadang bikin lucu atau unik, selain itu dengan poster yang nyentrik biar menarik suara para pemilih. Semua boleh-boleh aja, asal masih dalam koridor demokrasi.

    Tidak Memaku Pohon atau Mengganggu Tempat Publik, seperti ini harus kamu jauhi untuk di coblos dengan mengotori tempat publik terutama yang memaku pohon. Bagaimana nasib pohon yang harus menahan beban spanduk yang ngga ringan di tambah lagi saat ada angin ribut. 

Yang ada si pohon malah tumbang, begitu lama tumbuh besar malah tumbang karena spanduk yang caleg atau pohon yang pertumbuhannya terhambat karena selama proses pemakuan di batangnya. Gue ikut prihatin...:(

Hal lain yang cukup mengganggu dengan menempel spanduk atau bendera partai si caleg di tempat publik yang mengganggu banget misalnya di masjid, kampus hingga ke taman kanak-kanak, padahal bila di pikir-pikir anak TK mah belum bisa memilih. Strategi si caleg dalam mempromosikan diri salah fokus, kenapa ngga di tempat peristirahatan terakhir (pemakaman). Mana tau mereka mau ikut ngoblos via alam yang beda.

Yang beginian bisa jadi alasan buat kamu tak memilih  si caleg, apalagi ini bisa jadi sanksi suara yang kamu buat karena untung kepentingan pribadi jangan sampai mengorbankan atau mengganggu ruang atau tempat publik. Karena bila di awal aja sudah tak ramah sama lingkungan, bagaimana mau ramah dengan masyarakat.


     Jangan Terpengaruh Simpatisannya, Saat si caleg bikin kampanye di tempat umum, banyak banget simpatisan yang mengelu-elukan si caleg sama tepuk tangan saat di ngomong walaupun janji manis paling banyak di awali dari awal kampanye tapi kemudian banyak yang mendadak asam sama pahit yang di rasain saat terpilih.

Banyak simpatisan ngga ngejamin si caleg, mana tau kekuatan politik uang kencang bermain. Nah simpatisan sekarang mudah di beli untuk meriahkan, apalagi saat pesta demokrasi yang beginian kaum yang sangat untuk terbagi atas: penyanyi dangdut, penjual kaus oblong, tukang sablon,  jasa sewa truk, tenda hingga jasa sewa tempat.

Tapi yang paling banyak saat ini jasa orang simpatisan sewaan, gue melakukan sedikit perbandingan kenapa orang rela ikut kampanye partai atau caleg tertentu semata-mata karena materi bukan karena janji mereka. Mungkin aja itu kaum bayaran yang sering nonggol di acara dahsyat lala yeye yang lagi menganggur syuting. Dan bagi kita jangan terpengaruh, pilih berdasarkan hati

     Searching Background Si Caleg, Bila mau tau lebih banyak tentang si caleg di daerahmu, cobalah cari tau dari mana asal si caleg. Misalnya aja asal organisasi yang pernah dia ikuti dan apakah punya kontribusi buat masyarakat sebelumnya. Jangan cuma modal tenar karena bekas artis, penyanyi atau pengusaha yang masih hijau di dunia politik. Walaupun yang dibutuhkan kinerja bukan pengalaman yang paling lama.

Memang sih ngga salah sih dari background yang jauh sama politik asalkan amanah aja dan ngga mementingkan kebutuhan pribadi serta kelompoknya. Selain itu yang jadi pertimbangan besar dengan kamu searching buat diri tahu dan sedikit puas dengan segala rekam jejak si caleg pilihan kamu apa bisa diandalkan kelak bila terpilih. Makanya jadi pemilih cerdas itu perlu.

Nah setelah gue kasih tips milih caleg tadi, upayakan jangan lupa hal penting yang wajib kamu bawa saat pergi ke TPS. Kartu pemilih atau KTP, dan jangan sampai kelamaan di bilik suara, lalu setelah memilih cukup aja jari yang kamu celup. Jangan samakan seperti wudhu hingga sampai siku, bisa-bisa tinta suara ngga cukup. Itu  saja tips dari gue, semoga memberikan pencerahan dan ngga gegabah memilih calon pemimpin masa depan. Salam pemilu.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis