Rabu, 04 Juni 2014

Apa itu Sukses dan Bahagia Sebenarnya?

sukses dan bahagia sebenarnya
Aku asal liburan selalu bisa jalan-jalannya ke luar negeri dan belanjaannya bermerk semua. Maklumlah kan orang berada. 
Aku Alumni jebolan universitas luar negeri yang pasti sulit banget masuk dan yang pasti biayanya besar. 
Aku asal ke mana saja dikenal oleh orang lain, kebetulan diriku ialah artis ternama yang punya banyak fans. 
Kerjaan aku santai punya gaji besar lho, apalagi perusahaan tempat bernaung ialah perusahaan ternama. 
Aku punya istri cantik yang menjadi rebutan banyak orang dan aku punya berbagai gelar dan penghargaan bergengsi dengan memenuhi lemari.
Itulah seabrek kebahagiaan yang diinginkan oleh orang saat ini, andai semua atau bahkan yang paling diprioritaskan didapatkan. Pasti hidupnya akan terasa begitu  bahagia. Tapi nyatanya kebahagiaan tak selamanya harus memiliki itu semua. Bagi saya pribadi itu semua berasal dari hati masing-masing dalam menjalani.

Saya punya sebuah kisah mengenai hal itu semua, kisah tersebut baru saja terdengar dan terngiang di pikiran saya. Ia adalah pak Rahman (bukan nama sebenarnya) seorang mantan petinju terkemuka tanah air tempo dulu.

Raihan sejumlah prestasi dan medali di bidang tinju bukan sudah jadi hal rumah dalam hidupnya. Setiap pertandingan, selalu saja ia bisa mengkanvaskan lawannya dengan mudah. Bertemu dengan orang ternama saat itu sudah hal yang biasa dan kini di usia pensiunnya ia dengan rela senang tinggal di pedesaan.

Hidup dan memulai karier di perkotaan seakan membuat dirinya jenuh dengan sejumlah hingar-bingar kehidupan yang tak menentu. Gebrakan dalam hidupnya mulai terjadi saat ia menikahi gadis kampung dan tinggal di desa yang sehari-hari pergi ke ladang. Seakan beliau menemukan kehidupan yang menyenangkan yang tidak didapatkan sebelumnya.

Saya pribadi yang bertemu secara langsung karena merupakan salah satu tetangga di kampung kelahiran ayah saya. Secara pribadi cukup takjub beliau ingin hidup dan mencari kebahagiaan bagi dirinya. Pagi-pagi pergi ke ladang dan siang hari mengurusi ternak, berbeda jauh dengan hidup di kala muda yang selalu memukul samsak.

Tak harus berkecukupan di kota, apalagi sang kakak beliau punya pertokoan yang cukup dirinya kelola. Tetapi ia bergeming, ingin hidup di pedesaan merasakan masa tua dengan keindahan alam dan ketenangan yang tidak di dapatkan di perkotaan.

Kini di masa tuanya, anak tertuanya akan segera melangsungkan penikahan dan usianya baru sebaya dengan saya. Pak Rahman menjodohkan anaknya dengan pria kampung bukan pria kota layaknya dirinya dahulu. Beliau merasanya nyaman ingin ia tularkan termasuk pada anak-anaknya termasuk hidup sederhana ala masyarakat kampung.

Saya yang berkesempatan datang ke rumah Pak Rahman sebelum resepsi anaknya. Rumahnya begitu sederhana, jauh dari sejumlah perangkap modern. Ia ingin jauh dari hidup glamor karena baginya kebahagian itu datangnya dari hati bukan apa yang orang perhatikan.

So.. di akhir kunjungan itu saya pribadi baru sadar, banyak orang yang hijrah untuk mencari ketenangan batin dan kebahagiaan sebenarnya. Begitu banyak orang mencari kebahagiaan dan sukses menurut mereka, nyatanya itu hanyalah hal yang fana.

Banyak orang yang membeli kebahagiaan karena berada tetapi ia tak mendapatkan, malah kebahagian itu dapat dari hal biasa bukan sesuatu yang luar biasa. Kisah Pak Rahman seakan menginspirasi saya pribadi bahwa kadang yang kita kerja dan inginkan hanya tak menjamin kepuasan batin. Malah akan menjadi kejenuhan dan beban di kemudian hari.


So... bagaimana kalian, apa arti sukses dan bahagia menurut kalian?

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis