Selasa, 12 Agustus 2014

Skripsi dan Efek Menyesekkan yang Dirasakan Mahasiswa Tua

mahasiswa akhir
Alhamdulillah akhirnya sidang juga sekian lama menggarap skripsi

Itulah potongan kalimat yang sakti keluar saat setelah begitu lama umur yang diberikan sang pencipta yang cuma dihabiskan oleh penelitian, revisi, revisi dan frustrasi. Walaupun sidang skripsi pasti akan datang cepat atau lambat banget, tetapi itu sebuah uji hidup yang menguras perasaan sekali.

Menjadi mahasiswa tahap akhir bebannya tergantung berapa rajin dan berapa hokinya bermain. Maksud hoki di sini, seberapa beruntung dapat pembimbing yang baik hati dan mau mudah proses skripsi. Itu jadi kunci wajib menentukan pembimbing yang baik dan serta merta mengurangi lamanya dirimu di kampus.

Saya melansir beberapa efek nyata yang terlihat dari mahasiswa tahap akhir dari penampilan fisik akibat skripsi yang terus membebat, apa sajakah itu. Berikut ulasannya:

1.        Performa Tampang
Bila pemakai narkoba tampangnya berubah akibat pengaruh zat adiktif kamu berubah karena reaksi zat stres yang menumpuk dan performa tampang kamu terlihat tua. Sama halnya dengan pengaruh radiasi buat performa tampang ikutan menua.

Rela begadang malam hari memperbaiki hasil revisi. Sudah capai disusun sedemikian rupa, apa lacur harus dicoret kembali. Pengalaman buruk ini memberikan kesan stres mendalam dan menambah beban pikiran.

Coba dibandingkan saat awal mula menginjakkan kaki di perguruan tinggi, kesan-kesan cubby, muda, dan ceria. Masa-masa indah itu berubah saat tumpukan tugas, deadline dan skripsi yang tak kunjung arah kelarnya.

Perubahan itu semakin jelas dan terasa. Dulunya penuh dengan berbagai kegiatan kampus dengan enteng dilakukan. Jelang akhir masa perkuliahan hanya skripsi saja beban minta ampun.

Jadi makin tua wajah dan tinggi tingkat stres mahasiswa akhir, coba ditilik lebih lanjut. Mana tahu makin berat pembimbingnya dan makin berat proses penuaan yang terjadi *Penelitian ngehe*

2.        Sering Kebayang-Bayang
Kata-kata dan bayang-bayang skripsi sering membayang di dalam kepala dan itu terngiang di mana pun berada. Misalnya saat pergi ke tempat makanan cepat saja.
Bro mau pesan apa? 
Ayam jumbo atau ayam Krispi? 
Apa? Ayam skripsi? 
Ayam krispi bukan ayam skripsi 
*Akibat kelamaan revisi*
Atau 
Di laptop kamu ada aplikasi paint ngga? 
Apa Nge-print? Atau pinjam printer 
Ngga ada!!! 
Bukan cuy, aplikasi paint 
*akibat kebanyakan ngeprint revisi-an*

3.        Hafal Jadwal Dosen
Skripsi punya efek baik dan nyata, pada masa itu dengan segenap tenaga si mahasiswa akan mencari jadwal yang tepat bisa bertemu dengan dosen pembimbingnya. Ia akan waktu mengajarnya, kapan selesainya, hentak sepatunya sampai bau parfumnya. Aneh-aneh buka?

Namanya saja usaha buat lulus dan kadang saat dosennya tidak berhadir, rasa gundah dan cemas menghampiri. Sambil berujar, bila tidak jadi Minggu ini berarti harus tunggu Minggu depan. Beliau jadwalnya hanya sehari dalam sepekan, waduh... harus menunggu Minggu depan lagi.

4.        Insomnia
Penyakit kronik yang menggerogoti mahasiswa tahap akhir adalah insomnia. Gejala susah tidur ini makin menjadi-jadi. Durasi tidur yang tidak teratur ditambah beban stres yang membebat pikiran makin menambah kronik insomnia.

mahasiswa tua


Apalagi insomnia besoknya ingin konsul, niat ingin mau tidur cepat malah takut bingung saat dilontarkan pertanyaan. Tidur telat buat belajar malah besok bangun kesiangan. Akibatnya ketemu pembimbing terkantuk-kantuk, layaknya ayam.

5.        Terbawa Perasaan
Hal yang paling menyakitkan dari proses menjalani tugas wajib (skripsi) adalah melihat teman, kolega dan orang tercinta lulus dengan sendirinya. Pikiran semakin bercampur aduk saat mereka bahagia, kamu merasa diri sengsara.

Memang perasaan tidak bisa berbohong, seperti ada rasa tak nyaman. Apalagi kamu adalah orang terakhir yang belum lulus. Makin lama tinggal di kampus makin bingung juga minta bantu sama siapa.

Jadi untuk mengakhir segala masa kelam itu, bisa bersegera cepat tamat. Supaya radiasi skripsi tak lama membebat otak dan membuat umur. Banyak hal lain yang bisa dilakukan dan bermanfaat andai kuliah telah selesai ditempuh.

Kalian punya pengalaman ngenes saat menyelesaikan skripsi, bisa saling sharing di kolom komentar. Salam mahasiswa akhir di tangan dosen pembimbing.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis