Senin, 22 Desember 2014

Mengakali Efek Nyata Old Date Syndrome


Menjelang akhir bulan sering banget dari kita mengalami sindrom yang hampir semua pernah alami yakni Old date Syndrome. Lebih familiar di kenal dengan nama kondisi sulit di tanggal tua (akhir bulan). Salah satu ciri-ciri utama adalah kemampuan kombinasi konsumsi nasi + lauk menjadi, Nasi + nasi.

Banyak lembar-lembar rupiah pergi entah ke mana, hanya menyisakan Kapten Pattimura yang pedangnya mulai karatan. Akhir bulan cobaan semakin lama semakin berat, apalagi durasi bulan tersebut panjang sampai tanggal 31.

Itu ditambah perih saat buka dompet, yang kamu temukan hanyalah Kapten Pattimura lagi sendirian. Ia ngga tau harus ngomong sama siapa lantaran teman-temannya yang berpangkat nominal lebih besar lagi pada piknik.

Tinggallah nominal uang kecil lusuh yang malu untuk ditukar, takut dikira itu duit apa korban kekerasan tukar-menukar di tangan manusia.

Membicarakan Old Date Syndrom berarti membicarakan sistem manajemen keuangan yang baik. Sistem pembagian gaji dan uang jajan berdasarkan bulan sangat berpengaruh pada kapasitas menu terutama sekali di old date syndrom. Alhasil, begitu euforia di awal bulan dan malah tertatih lesu di akhir bulan.

Di awal bulan makan enak di tempat-tempat ternama, agak ke tengah bulan makannya mulai ke warteg-warteg dan di akhir bulan makan beli mie instan sekardus buat persediaan bertahan hidup di akhir bulan.

Pembagian gaji pekerja di tanah air itu memang lebih efektif terutama tak perlu repot-repot pergi ke bank setiap Minggunya. Berbeda dengan pekerja di luar negeri yang menerima bayaran setiap Minggunya.

Tetapi jadi dilema saat tak mampu menahan godaan belanja yang berat di awal bulan dan buruknya mengelola keuangan memperburuk nasib di Old Date Syndrome.

Sebenarnya begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari efek Old Date Syndrome yang bisa memperburuk kualitas hidup.

Nah di sini gue mau membahas cara-cara elegan yang dilakukan saat kalender sudah berada di angka puluhan dan berbagai tips yang mampu membantu permasalahan kamu saat tanggal tua. Apa sajakah itu, cekidot:

Kurangi melihat kalender, terlalu banyak memperhatikan waktu yang tertera di tanggal berakibat pada efeknya terasa begitu lama waktu berlalu. Alhasil kamu terlalu terpaku menunggu hari bukan melawati hari seperti biasanya.

Permainan perasaan juga membuat waktu berjalan begitu lama, berharap kapan dapat gajian dan menerima kiriman malah terasa begitu gregetan. Cobalah sedikit rileks dan juga tak terlalu terpaku dengan waktu.

Makan di rumah, cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menekan biaya pengeluaran yang membengkak jelang akhir bulan. Hampir sebahagian besar pengeluaran manusia yang paling besar berasal dari biaya konsumsi.

Dengan makan rutin di rumah dan bawa bekal akan mengurangi pengeluaran makan. Mengingat begitu banyak uang yang harus dikeluarkan bila kamu doyan banget jajan di luar.

Sering minta traktiran, cara ini sangat mujarab sekali apalagi banyak teman yang ulang tahun. Budaya kita yang mengharuskan orang yang ulang tahun mentraktir teman-temannya jadi berkah tersendiri apalagi yang jatuh di tanggal tua.

Siapa sih yang tidak senang bayar makan, semua terasa enak apabila ada yang bayar dan terasa pahit bila sudah ngga enak, mahal, dan pakai duit sendiri.

Acara traktiran seperti ulang tahun, teman dapat gaji, teman buka usaha hingga teman dompetnya lagi subur langsung refleks minta traktiran.

Mengoleksi tanggal hajatan, adalah cara terbaik untuk bisa menahan gempuran tanggal tua. Hajatan begitu banyak terutama di akhir pekan. Bermodalkan baju rapi dan sopan sudah cukup pergi ke hajatan.

Walaupun yang melakukan prosesi hajatan adalah sahabat teman jauh dari teman yang paling jauh (bingung bukan). Yang penting bisa meminimalisir pengeluaran konsumsi ke kebutuhan lain.

Menggabungkan makan, seperti sarapan dengan makan siang atau makan siang dengan malam bisa menekannya pengeluaran. Apalagi terlalu menuruti cemilan-cemilan bisa membuat kantong bengkak.

Walaupun dampaknya ngga terlalu baik, itu adalah upaya yang masuk akal dibandingkan kehabisan duit di tengah jalan. Di bandingkan harus berhutang sana-sini, mengakali dengan mengurangi porsi makan adalah solusi cerdas yang layak di coba.

Rajin puasa, salah satunya adalah Puasa Senin Kamis mampu menekan biaya jajan. Hampir sama caranya dengan menggabungkan porsi makan, tetapi puasa malah membuat diri tak makan sedikit pun (menahan diri) sepanjang hari.

Sedangkan menggabungkan porsi makan masih kemungkinan buat ngemil. Selain bisa menekan gejala akhir bulan, puasa juga mendatangkan ketenangan jiwa dan yang pasti malah menambah pahala.

Rajin menabung, ini cara yang paling baik dalam menghadapi gejala Old Date Syndrome. Kebetulan saya punya teman yang kebiasaan aneh dari yang lain. Ia sangat suka menyimpan uang jajan untuk bisa dinikmati di akhir bulan.

Pepatah yang cocok buat dirinya adalah:

Berlapar-lapar dahulu, kenyang bego di kemudian hari.

Nyata saat yang lain harus makan-makanan yang bergizi hingga menunggu bulan muda. Dia malah makan enak dan doyan belanja di akhir bulan. Selain itu sisa jajannya banyak disisihkan ke tabungannya kelak.

Jadi, mulai sekarang rajin-rajinlah menabung bukan malah menabung hutang di warteg terdekat. Dan saat membayar harus mengap-mengap nan kalap. Sekian postingan saya yang bisa memberikan pencerahan akan melawan efek old date syndrome.

Pengalaman dan tips lain apakah yang kamu akali saat akhir bulan, silakan share di kolom komentar. Bye..
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis