Rabu, 10 Desember 2014

Mengapa Cita-Cita Anak Kecil Cenderung Sama?

cita-cita anak kecil
Anak-anak.... ibu mau tanya sama kalian semua, 
Tanya apa bu guru? *Dengan kalem* 
Nanti kalau besar kalian mau jadi apa?

Sontak anak-anak menjawab:

Saya bu, kalau besar mau jadi tentara jawab budi 
Saya bu, kalau besar mau jadi dokter biar bisa mengobati orang jawab Wati 
Saya bu, kalau besar malah mau jadi pilot biar bisa jalan-jalan jawab Antok

Begitulah respons jawaban yang diberikan anak-anak TK Bungoeng Seuleupok saat ibu guru mengasih gambaran masa depan ingin jadi apa. Jawaban mereka lumayan normal mengingat masih terbatasnya usia dan pekerjaan hanya yang sering mereka lihat. Serta lebih mudah menjelaskan profesi seperti itu kepada anak-anak semisal: guru, polisi, dan dokter. Anak kecil juga profesi orang tuanya terdahulu yang mayoritasnya bekerja di bidang itu.
Tak masalah, toh.... anak kecil masih polos dan hanya tahu cita-cita itu. Dan di kala mereka dewasa pasti malah banyak pekerjaan yang aneh semisalnya jadi Buzzer atau praktisi Adsense, aneh bukan. Itu terjadi karena pertambahan luas lahan pekerjaan terutama di bidang digital.

Era itu di mulai dengan lahirnya internet pada tahun sekian 1992, lalu di tahun 1998, duet antara Sergei Brin dan Larry Page melahirkan sebuah perusahaan yang begitu besar terhadap perkembangan teknologi berupa Search Engine terbesar, siapa lain kalau bukan Google. Perkembangan itu berlanjut dengan begitu banyak melahirkan berbagai perusahaan bergerak di bidang IT dan developer handal di bidangnya.

Perubahan zaman juga mengubah cita-cita,bila dulunya cita-cita yang sangat mainstream di masyarakat seperti kelebihan kouta dengan persaingan yang mengglobal. Anak-anak yang menjawab ingin jadi apa waktu besar mengalami transformasi hidup yang mengubah dirinya menjadi apa yang pernah ia cita-citakan.

Semisal gagal lulus di kampus kedokteran karena persaingan yang begitu keras. Alhasil beralih ke jurusan lain yang kemudian pekerjaan yang berbeda dan sangat berbeda dengan cita-cita masa kecil. Saat dijalani ternyata di situ lebih menarik dan berkembang, andai mengikuti cita-cita masa kecil, belum tentu hasilnya seperti itu.

Saat beranjak besar dan kemajuan zaman berubah pesat. Cita-cita yang general itu seakan sulit dan kouta penerimaannya terbatas. Akibatnya cita-cita kecil jarang yang bisa terwujud. Faktor lain berupa perubahan pola pikir dan lokasi tempat mengenyam pendidikan. Semua seakan mengubah segala haluan keinginan.

Saya juga melihat adalah lahirnya ide-ide dan inovasi hingga menghasilkan ladang pekerjaan baru sesuai zaman. Ini pun semakin melebarkan manusia yang dulunya masih bocah lugu untuk tertarik bekerja di sana dan mengabaikan cita-cita masa kecil.

Selain itu yang paling mendasar kenapa saat besar segala macam kesamaan cita-cita setiap anak-anak karena pertimbangan tuntutan dan passion. Pertama karena tuntutan, seperti seleksi yang sulit buat jadi dokter, polisi sampai guru.

Kedua karena mengikuti passion, berbagai pola pikir dan minat hobi ternyata begitu mengasyikkan andai jadi sebuah pekerjaan yang menghasilkan. Apa salah dan cita-cita kecil yang umumnya hanya ikut-ikutan akan pudar saat menemukan passion sebenarnya.

Ada juga cita-cita anak kecil ada pula yang tetap bertahan dikarenakan ia menganggap sejak kecil punya potensi besar di bidang tersebut. Tidak ada salahnya dan bukti keberanian dari mengangkat tangan sembari mengatakan cita-citanya di hadapan bu guru.

Well.. masa depan tak ada yang tahu dan bercita-cita dan bermimpi tak ada yang salah. Mana tahu di masa depan anak kecil bisa melebihi ekspektasi dari cita-cita mereka yang seragam. Karena anak kecil kini akan jadi para anak muda dengan beragam minat dan bakat yang mampu mengubah wajah bangsa lebih keren. Ayo semangat adik-adik mewujudkan cita-citanya kelak.

Kalian punya cita-cita masa kecil yang berbeda dengan diperoleh saat ini? Bila ada, silakan sharing di kolom komentar.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis