Selasa, 22 Desember 2015

7 Jasa-Jasa Ibu yang Begitu Luar Biasa


Mengingat di akhir bulan Desember tepatnya tanggal 22 Desember jadi perayaan khusus hari ibu. Banyak banget orang-orang terutama kaula muda tiba-tiba ganti foto profil dengan ibunda tercinta tapi tidak dengan ibu kost ataupun ibukota. Terlepas dari benar-benar sayang dengan ibunya atau biar terlihat eksis di sosial media, banyak banget jasa-jasa ibu yang ngga kita tahu.
Share:

Sabtu, 12 Desember 2015

Harbolnas, Antara Godaan Harga dan Kebutuhan


Teman gue dapat Iphone keluaran terbaru hanya modal 10.000 IDR 
Masak, kapan?
Waktu harbolnas!! 
Nyesal ngga ikutan.

Banyak yang masih bingung dan bertanya-tanya apa itu Harbolnas, kepanjangannya adalah hari belanja nasional. Sejak pertama sekali digagas di tahun 2012, animo masyarakat buat berbelanja online semakin lama semakin meningkat.
Share:

Kamis, 10 Desember 2015

Ayo Cari Tahu Definisi Gaptek Saat Ini

gaptek saat ini

Siapa di sini yang tak punya perangkat teknologi? Hampir semuanya dengan serentak menjawab punya. Pergeseran orang yang gaptek saat ini bukan orang yang tidak memiliki gadget, namun lebih kepada penggunaan sewajarnya dan seperlunya.

Banyak yang punya gadget canggih tapi hanya digunakan untuk hal yang tak perlu. Misalnya punya ponsel spesifikasi yang sangat tinggi dan mumpuni tapi hanya digunakan sekedar untuk sosial media, foto, mendengarkan musik dan searching internet.

Saya memperhatikan anggapan gaptek kini lebih kepada kecenderungan kemampuan user dalam memberdayakan teknologi yang ia pakai.  Teknologi yang setiap hari berkembang saat pesat membuat gaptek tak tahu mengoperasikan teknologi terasa hilang. Memang secara kasat mata menghilang namun sebenarnya tidak.

Sebelumnya saya mau menjelaskan tentang beberapa generasi yang masih hidup kini, saya membaginya dalam beberapa varian yakni X, Y, dan Z. Klasifikasi ini menjadi pembanding gaptek setiap generasi.

Kita mulai yang pertama yaitu dari generasi X, mereka ialah generasi saat teknologi gadget belum ada. Generasi ini sekarang kakek dan nenek kita yang sudah penuh dengan ubanan. Mereka tidak mengerti penggunaan teknologi bahkan tidak peduli dengan teknologi.

Sangat jarang atau bahkan tidak ada kita melihat orang tua renta yang sibuk ngecheck notifikasi sosial media. Di usia yang sudah senja yang paling penting minyak urut dan sandal rematik jangan hilang. Urusan teknologi mereka cuek karena terasa menyulitkan dan tak mau tahu.
Baca juga: Membaca, Mengapa Malasnya?
Selanjutnya ada generasi Y, mereka ini diisi oleh orang-orang yang lahir saat teknologi mulai dirintis dan berkembang. Di usia sekarang ini, walaupun tak terlalu senja mereka sedikit banyak paham dengan teknologi. Mereka umumnya datang dari kalangan generasi ayah dan ibu kita.

Mereka umumnya hanya mengenal teknologi hanya sekedarnya. Mengerti penggunaan berbagai gadget walaupun tak sepenuhnya paham tentang hal remeh-temeh. Golongan seperti ini sebenarnya bukan masuk generasi yang gaptek, segala kesibukan dan priorita lainnya buat teknologi tidak terlalu dipikirkan.

Sangat jarang generasi Y yang menjadi praktisi IT kecuali sejak mudanya bergelut ata hobi di bidang tersebut. Hal itu hanya bisa ditemui dari para CEO perusahaan teknologi besar dunia kini. Walaupun begitu generasi Y punya andil besar dalam kemajuan teknologi yang berkembang kini selaku pelopor.  Gagasan dari beberapa ahli teknologi dari generasi Y mampu dirasakan oleh generasi terakhir yakni generasi Z.

Terakhir adalah generasi Z, lahir dan dibesarkan dengan di kelilingi oleh teknologi gadget yang berkembang. Sudah pasti anggapan mereka sangat fasih teknologi. Hmm... jangan salah banyak sebenarnya mereka gaptek.

Saya pun mengamati dan berpendapat bahwa dominasi pengguna teknologi adalah generasi Z, tidak bisa dilakukan perbandingan apple to apple dari beda generasi. Kadang yang sudah sangat melek di generasi X atau generasi Y tidak bisa samakan dengan generasi Z. Mereka punya pemahaman sesuai kebutuhan.

Baiklah... kita kembali ke permasalahan gaptek lagi khususnya generasi Z. Mereka bersembunyi atau tak terlihat dengan serangkaian gadget yang digunakan. Punya gadget kelas satu namun segala bentuk penggunaan hanya sekedarnya. Sungguh disayangkan, apalagi gadget sudah bergeser ke gaya hidup bukan sekedar kebutuhan.

Ibarat membeli sebuah supercar, hanya buat mengaspal di jalanan macet. Andai si gadgetnya protes sambil berujar: jadi kenapa beli saya mahal-mahal tapi tidak dioptimalkan secara benar.

Di generasi Z pula gaptek berpengaruh pada gender, banyak dari yang gaptek dari kalangan wanita. Sifat mereka yang tak suka ambil ribet dan hanya memakai gadget sesuai yang diketahui menjadikan penyumbang gaptek.

Tapi jumlah penetrasi dan kebutuhan akan teknologi yang memudahkan segala keperluan. Kini kaum wanita mulai berbenah dan belajar mengejar ketertinggalan itu. Malah saat mereka diberikan peluang untuk belajar, kaum lelaki bisa disaingi dan bahkan ada yang lebih.

Sebenarnya bagaimana solusi agar gaptek bisa hilang?
Menurut hemat saya pribadi, semua tergantung bagi diri sendiri mau belajar dan tidak malu mengakui tingkat gapteknya. Andai terlalu sungkan membuka kekurangan itu kelak gaptek itu terus menghantui sampai kapan pun.

Bila terlalu risih buat belajar dengan orang lain, mulailah dengan tutorial yang berseliweran di internet. Tinggal mengikuti segala macam tutorial yang dimaksud, nah cara itu sangat jitu apabila tidak ada yang tahu saat diajak bertanya.

Perbanyak pula durasi dengan gadget yang kurang diketahui kegunaannya, walaupun sebenarnya itu ngga menjamin. Karena yang paling utama rasa ingin tahu dan saya ingin perkataan salah seorang dosen saat di bangku perkuliahan. Mau paham betul dengan laptop, hp dan gadget lain, perbanyak durasi penggunaan terutama berbagai fungsi. Kelak si gadget jadi ibarat teman, makin dipelajari maka makin banyak tahu segala triknya.

Sebagai penutup, di zaman kini yang paling utama adalah kemampuan melek teknologi. Tertinggal dan tidak melek teknologi jadi pukulan telak kita dalam ketertinggalan. Bukan berarti harus maniak atau pecinta gadget tapi cara pengoperasi yang terpenting.

Gadget yang dimiliki boleh murahan dan kelas dua tapi kemampuan penggunaan nomor satu bukan gadget elit dan kelas satu tapi sering bingung minta ampun.

Sekian dari saya, dadah sampai jumpa!

Share:

Minggu, 22 November 2015

Mengapa Banyak yang Memilih Melanjutkan Kuliah Lagi?

melanjutkan kuliah lagi
Sekarang lebih enak lanjut kuliah dibandingkan nyari kerja cuy, saingannya banyak. Jaman dahulu enakan kerja malah susah minta ampun buat sekolah.

Bukan hal yang asing anak muda paruh baya punya gelar magister dan mendengar bertitel doktor ngga kedengaran wah seperti dulu. Itu dikarenakan kuliah tak sesukar dahulu, pernah kalian mendengar orang tua dahulu untuk bisa mendapatkan gelar sarjana lebih dari 7 – 10 tahun. Sekarang sih juga masih ada sih, kaum mahasisa. Hehehe!
Share:

Minggu, 15 November 2015

Membaca, Kenapa Malasnya?

membaca, kenapa malasnya?

Kali ini saya sedikit membahas mengapa masyarakat kita sangat malas dalam membaca menurut sudut pandang saya. Padahal membaca ibarat jendela awal mengetahui dunia. Akibatnya banyak penulis dalam negeri malas ikut berkreasi, terlebih sedikitnya minat kalangan masyarakat dalam membaca.
Share:

Sabtu, 07 November 2015

8 Penyebab Kenapa Setelah Tamat Malah Nganggur?


Peristiwa bersejarah yang kamu rasakan setelah susah payah menyelesaikan berbagai mata kuliah rumit hingga yang deg-degan waktu nyusun skripsi. Skala penulisan skripsi dari hitungan bulan, tahun dan hingga ganti rektor berkali-kali. Sampai pada waktunya saat rektor dan dekan memberikan ijazah dan menggeserkan tali di topi toga dari kiri ke kanan.
Share:

Sabtu, 31 Oktober 2015

6 Tipe Penonton Sepak Bola Layar Kaca

Fans bola layar kaca sejati
Siaran sepak bola kini ibarat kacang goreng renyah yang disukai oleh berbagai kalangan dari fans garis keras yang selalu setia nonton timnya kapan pun berlaga hingga fans yang gonta-ganti tim terutama saat pemain idolanya pindah klub atau tim yang dia dukung musim sebelumnya mengalami penurunan prestasi serta permainan lebih dikenal dengan fans karbitan. Kadang meledaknya keras nan kencang, kadang juga ngga meledak akibat kemasukan air dan angin. Begitulah perumpamaan fans karbitan

Kita semua bukan tinggal di daerah atau negara tim sepak bola top tapi hanya bermodal TV bisa dibilang penonton sepak bola layar kaca. Walaupun pun loyalitas yang gede banget, tetap aja buat nonton langsung ke stadion hal yang sulit nan mustahil.

Kebayang ngga, buat nonton langsung ke stadion tim kesayangan biayanya gede apalagi tim kesayangan kamu berasal dari benua biru. Buat ke sana sangat jauh dan sulit, salah satu caranya ialah nonton langsung lewat layar kaca.

Masyarakat kita hanya nonton tim top Eropa berlaga modalnya dari Siaran TV lokal, TV kabel dan yang ngenes itu lewat streaming yang gambarnya seperti markas semut. Apalagi tim yang kamu dukung ngga top banget, salah satu cara lewat streaming. 

Nonton via streaming itu ngga enaknya waktu kouta internet lelet. Bolanya kelar, streaming baru jalan. Atau lagi seru-seru dan laga berlangsung saat alot kouta dan pulsa malah habis, maka sayangilah pejuang pencari streaming.

Kembali ke topik kita tentang penonton layar kaca yang biasanya banyak faktor yang buat kenapa kamu nonton bola, nah gue mau jabarin tipe-tipe penonton layar kaca yang tiap akhir pekan atau tengah Minggu nonton, cekidot:

1.      Nonton Tim Kesayangan
Nonton tim kesayangan bertanding adi pertaruhan yang berat banget mulai dari jadwal mainnya yang tengah malam, tengah pekan, senin dini hari hingga waktu premier yang saat kongkow bareng teman serta orang yang kamu cintai. Apalagi udah janji jauh-jauh hari, dan nuansa nonton selain di TV memang ngga ngena banget seperti livescore.com atau scrolling timeline.

Derita lain yang buat nonton tim kesayangan kamu di layar kaca saat ngga ada yang siaran di siaran lokal dan siaran luar juga malu-malu akibat tim kesayangan kamu tim semenjana kurang populer (rating) dan kouta kamu abis. *Pasrah*. Nyeseknya setelah bela-belain nyari link streaming, tim kesayangan kamu malah kalah dan malu-maluin #NgunyahKartuKouta.

Selaku fans sejati yang dukung tim kesayangan, kamu harus dukung kencang saat menang dan saat dapat hasil negatif kamu harus rajin-rajin sembunyi biar ngga keseringan dicengin teman #Tips

2.      Nonton Tim  Rival Lawan
Penonton layar kaca di tempat nonbar umumnya terbagi 3 golongan dari tim pendukung, tim kontra (rival tim tersebut) dan golongan nontonin kedua fans ribut alias netral. Saat tim lawan main, golongan kontra hanya menyimak terhilang seperti penonton netral.

Namun saat tim rivalnya ketinggalan atau digempur habis-habisan oleh tim lain langsung suara mereka keluar dan buat suasana memanas, dan bila tim rival menang langsung deh mereka menggunakan ilmu ngeles tingkat dewa mabuk:
Ah payah beruntung, pasti kiper tim anu kurang poding, masak sekali ditendang langsung kebobolan.
Komentar yang lebih parah:Bek-nya kurang antisipasi dan larinya lambat, coba dikejar naik ojek pasti penyerang lawan mampu dihentikan dengan mudah.
3.      Yang Penting Nonton
Saat malam Minggu-an ngga tau kemana dan ngga tau apa yang harus dilakuin terutama yang telah lama jadi tuna asrama salah satu wadah yang bisa dilakuin buat ngilangin kebosanan yaitu keluar ikut rapat besar karang taruna. 

Kebetulan malam minggu saat itu rapat batal dan ngga tau ngapain salah satu pilihan yaitu nonton siapa yang berlaga walaupun tim yang kamu nonton ialah pertandingan sepak bola replay sekalipun.
Minimal saat orang atau teman nanyain kesibukan yang kamu lakuin, kamu dapat berkilah dengan sibuk menyaksikan klub top bertanding #Pembelaan

4.      Nonton Liat Pemain Tampan
Gaya penonton layar kaca dikategorikan dari kaum penonton fanatik, kaum penonton netral, kaum nyari hiburan dan kaum nyari pemain bola berparas tampan nan brewokan. Umumnya sih dari fans hawa yang ngga lain dan ngga bukan nonton hanya buat pemain tampan idola mereka. Jangan harap pemain sangar bergaya spartan bikin lawan takut kayak Balotelli, Pepe dan Lukaku jadi idola kaum hawa.
Yang ada mereka bilang gini: Itu pasti pemain jahat dan kasar, liat aja sendiri muka mereka. Kami ngga suka cowok kasar...!
Selain itu buat kaum hawa sepak bola dilihat dari segi paras sedangkan segi lain dan juga kadang mereka buta. Paling saat wasit meniupkan peluit tanda offside dan penyerang andalan yang kebetulan tanpa idola mereka berhadapan satu lawan satu dengan kiper. Cewek bingung..

Kenapa ditiup peluitnya, padahal hampir saja pemain idola mereka mencetak gol. Ngga adil nih wasit, dasar cowok ngga pengertian.. #Bingung

Klub sepak bola yang pemainnya banyak pemain bintang dan tampan jadi alasan cewek dukung klub tersebut selain faktor pacarnya juga tim yang sama. Tapi alasan kedua ngga terlalu menguatkan, maka sedikit cewek dukung tim yang pemainnya mayoritas pemain kulit hitam berasal dari benua Afrika dan berwajah petarung. #Rasis

5.      Nonton Liat Stylish
Hal lain yang untuk dari penonton layar kaca yaitu nonton pertandingan layar kaca buat melihat tren yang lagi berkembang saat ini. Pemain top sepak bola sekarang banyak banget yang menari nafkah buka hanya dari kemampuan mengolah si kulit bundar tapi dari kemampuan berakting atau bergaya di depan kamera untuk berbagai merk produk terkemuka dengan bayaran buat mereka ngga usah main bola lagi.

Karena pemain bola yang menjadi bintang iklan berpengaruh banget dari penampilan di dalam dan luar lapangan yaitu seperti salah satunya gaya rambut kekinian yang sering gonta-ganti setiap berlaga, sepatu bola keluar terbaru, kostum klub dan lainnya.

Tertarik ngikutin...?
Banyak kaum yang ngikutin gaya idolanya dan nonton terpaku pada yang digunakan idolanya. Mereka ngga terlalu peduli tim idolanya kalah, toh aku kan ngefans pemainnya bukan klubnya.

Dan ada juga yang nonton bola buat beli baju bola klub yang menurut mereka menarik baik kostum home, away, jaket, dan kostum latihan. Bila ada teman kamu punya koleksi berbagai baju klub umumnya pengetahuan bolanya remedial tapi urusan nyari kostum yang bagus tanyain sama dia.

6.      Nonton Buat Taruhan
Judi atau taruhan adalah tindakan yang ngga baik banget dan sudah jauh-jauh hari bang Haji Rhoma Irama bilangin buat kamu rugi secara finansial bila kamu lagi sial. Penonton bola yang nyeselin itu yang doyan banget pasang taruhan yang berbagai macam dari tebak skor, tebak siapa yang nyetak gol duluan, berapa kali bola corner, siapa yang dapat kartu kuning atau merah duluan hingga nebak siapa nama tukang kebun si pemain. 

Aneh-aneh bukan, namanya pejudi. Sudah pasti yang untung besar bandar yang kalah harus ngutang buat taruhan lagi sampai kamu harus menjual semua yang kamu punya buat taruhan. Penonton yang nonton sepak bola hanya buat taruhan punya kemampuan luar biasa akan tim sepak bola yang ia pertaruhkan dari berbagai belahan dunia sampai tim divisi II sekalipun. Yah namanya aja pejudi...!!!

Makanya kenapa pengaturan skor yang dilakuin oleh bandar judi merugikan banyak pihak terutama bila penonton yang capek-capek nonton secara langsung ke stadion secara langsung dan bayar tiket mahal-mahal. Pertandingan yang kamu nonton ternyata udah diatur jauh-jauh hari bandar judi. Stop taruhan dan judi dari sepak bola saatnya nonton bola yang sehat bila klub kesayangan menang didukung dan bila kalah mari cari kambing hitam buat di qurban kelak.

Kamu termasuk tipe penonton layar kaca seperti apa, share di kolom komentar.
Share:

Selasa, 27 Oktober 2015

Milad Blogger Nasional, Bangganya Jadi Blogger

hari blogger nasional

Blogger Nasional bersuka cita setelah memiliki hari Milad, bertepatan dengan tanggal 27 Oktober 2007 terpilihlah sebagai Hari Blogger Nasional. Hasil cetusan dan inisiatif menteri pendidikan saat itu Bapak Muhammad Nuh.

Tingginya minat anak-anak muda dalam negeri menulis segala macam pengalaman di berbagai platform semisal Blogspot dan Wordpress serta platform lainnya menjadikan anak negeri punya potensi lebih di dunia tulis menulis di dunia maya.
Share:

Kamis, 08 Oktober 2015

Fisik Bukan Masalah, Terpenting Mental dan Keberanian

mental dan keberanian

Bombom bocah paling besar di antar temannya, selain besar ia juga paling kuat diantar temannya. Setiap temannya yang lemah selalu ia bully, paksa dengan cara merampas uang jajan, hingga memalak bocah lainnya. Bace adalah bocah berbada kecil nan kurus, hampir tanpa hari ia kena bully dan mematuhi peraturan Bombom lakukan.
Share:

Selasa, 22 September 2015

Belajar Sukses dari Fase Kegagalan


Mae adalah seorang profesor bidang ilmu matematika terapan. Para mahasiswa bimbingan skripsinya sedikit marah bercampur rasa kecewa karena sering disalahkan akibat tidak terlalu paham konsep yang beliau ajarkan. Menanggapi keluhan mahasiswanya Prof Mae pun menceritakan kisah kesulitan dan kegagalannya di masa lalu.

Saya lebih buruk dari kalian walaupun dulu tak bisa apa-apa, saya belajar dari kegagalan dan ketidakmampuan ujar beliau. Mahasiswa bimbingannya pun bingung kenapa beliau bisa sangat jenius di bidang ilmu yang dikuasai.

Share:

Rabu, 16 September 2015

Kamis, 03 September 2015

Pengagum Rahasia dan Deritanya

Pengagum rahasia

Hampir sebagian besar penyesalan yang paling besar adalah dari cinta terpendam tak pernah berhasil diutarakan dan berbalas. Sebatas pengagum rahasia.

Pernyataan di atas saat saya membacanya malah ikutan merasakan nyesek mendalam. Iya hampir semua dari kita punya cinta terpendam tapi ngga sempat atau berani diungkapkan. Semua penyesalan dan rasa ngenes bercampur aduk di dalam benak pikiran.  Saya menamai itu dengan istilah cinta tak berbalas dan sesosok pengagum rahasia.
Share:

Sabtu, 22 Agustus 2015

Netizen Kini, Ganasnya Minta Ampun

netizen kini

Siapa sih yang ngga suka mengikuti perkembangan informasi setiap hari. Berbagai jenis perangkat gadget makin memudahkan buat mengakses berita yang dimau. Dari gaya hidup, olahraga, politik, ekonomi, dan sama masalah hati.

Bila dulu di awal perkembangan gadget, mau mencari berita harus ke warnet dulu. Biaya operasionalnya mahalnya minta ampun, bisa-bisa uang jajan terkurang. Perangkat dahulu pun tak bisa portable, bentuknya begitu besar. Andai saja tak ada inovasi terhadap teknologi, wanita yang doyan selfie pakai ponsel bisa-bisa otot bisepnya besar akibat memangkul gadget sedemikian besar.

Kini gadget semakin multifungsi dan bentuknya begitu ramping, mudah dibawa ke mana saja. Segala kemudahan itu buat semua kalangan punya gadget dan salah satu fungsinya ialah mengikuti segala perkembangan informasi.

Melahirkan pengakses dan pengguna layanan internet, mereka semua bernama netizen. Kata itu lahir dari gabungan net (internet dan citizen yang berarti warga), jadi netizen ialah warga pengguna internet.

Awal mulanya netizen dicetus oleh Michael F. Hauben, selaku penulis dan pencetus internet. Di masa-masa itu internet mula berkembang, ia menganggap di masa depan setiap manusia akan saling terhubung satu sama lain melalui internet dan melahirkan generasi virtual tanpa terhalang jarak.

Membludaknya jumlah para penggunaan internet aktif, melahirkan generasi internet baru dan terus bertambah dengan sering waktu. Ini menjadikan wajah netizen penuh dengan anak-anak baru kemarin sore, meramaikan jagat maya.
Baca juga: Semua tentang Nomophobia
Saya pun memperhatikan dalam-dalam setiap komentar, kadang ada nilai tambah lebih dari berita, postingan dan segalanya yang mampir di Timeline setiap pengguna. Ada yang menghujat, mengecam, menghakimi dan ada yang memuji.

Saat di postingan ada yang menghujat sedang mayoritas memuji, si penghujat malah mendapatkan hal serupa atau sebaliknya. Netizen kini punya pihak pro dan kontra, saling membenarkan segala bentuk pendapatnya. Saling balas komentar sudah jadi bumbu sehari-hari, ini dunia internet jadi ngga usah takut ujar netizen cupu

Kadang saya juga pernah memperhatikan dan mencari tahu siapa dibalik tukang hujat di komentar atau yang menyebarkan berita hoax tanpa diproses lebih lanjut. Umumnya mereka masih berusia belia, bahkan saya pernah menemui si penghujat adalah anak sunat saja belum (belum dewasa).

Saya mau cerita, hobi saya yang sangat menyukai berita olahraga terutama sepak bola. Selain karena sepak bola punya basis penggemar yang begitu besar di tanah air. Saat saya membaca berita tentang klub kesebelasan favorit saya, selalu saja ada komentar sinis dan penuh dengki saat tim saya mendapatkan hasil positif, saat kalah negatif saja.

Akibatnya saya mencari tahu siapa orang yang sering berkomentar, mencari id dan namanya. Mengejutkannya adalah bocah kelas 2 SMP, wajahnya masih begitu polos. Mungkin dia pakai gadget orang tuanya untuk berkomentar. Hmm.. begitulah warga netizen kini.

Internet seakan membuat seseorang begitu ganas dengan kata-katanya, namun begitu cupu saat bertemu. Harimau di dunia maya, kucing di dunia nyata begitulah tepatnya. Bersembunyi dibalik keyboard gadgetnya masing-masing, istilah perang komentar di dunia maya jadi hal yang sering terjadi.

Saya mengharapkan bahwa netizen sedikit bisa mengontrol diri dengan menjaga ucapannya, tata krama dan juga menyebarkan berita yang tidak bisa dipastikan keabsahannya. Netizen bukan sekadar pengamat dan pelempar opini semata yang terjadi di publik, mereka bisa jadi pemberi solusi dan ide di sekitarnya.

Kebebasan setiap warga mengeluarkan pendapat sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 ayat 1 dan 2. Ini membuktikan setiap pendapat warga negara didengarkan dengan seksama oleh pemangku kekuasaan. Bukan memperkeruh keadaan dan memprovokasi orang lain dan menganggap pendapat diri sendiri benar.

Marilah dengan ini kita sama-sama menjadi warga netizen yang saling menghormati orang lain. Jangan sampai karena komentar pedas netizen yang mengganggu, pihak yang dirugikan melaporkan ke pihak berwajib. Alhasil, karena iseng semata malah harus diinterogasi pihak berwajib.

Baiklah, itu saja pendapat saya tentang netizen dalam negeri. Bila ada pendapat dan pengalaman yang sama, silakan share di kolom komentar.
Semoga kita jadi warga netizen jempolan.

Share:

Rabu, 12 Agustus 2015

Selasa, 04 Agustus 2015

Jumat, 31 Juli 2015

Jumat, 17 Juli 2015

Tipikal Pengguna Path, Anda Masuk Tipe Mana?

path

Path kini sudah jadi sosial media baru yang digandrungi oleh kalangan anak-anak muda kekinian. Pamornya mengalahkan sejumlah sosial media yang lebih dahulu eksis, khususnya di Indonesia Path adalah terbesar di dunia.

Si pendirinya yakni Dave Morin meyakini aplikasi yang ia kembangkan berkembang begitu pesat terutama di Indonesia, apalagi kesan warga Indonesia yang suka berbagai foto dan gambar, tukas dirinya.

Kesan warna merah tua dari Path seakan buat penggunanya lapar batin buat pamer. Warna merah dan kuning punya kesan kuat baut pengguna ketagihan. Jangan heran kenapa begitu banyak warung makan tradisional dan fast food berlatar warna merah dan kuning. Efeknya makin betah dan lapar.

Berikut ini saya berbagi beberapa tipikal pengguna Path di tanah air yang makin hari jumlahnya bertambah pesat, berikut ulasannya:

1.    Berteman dengan Orang Asing
Di awal mula berdirinya, Path berinisiatif  hanya ada 150 orang teman atau kenalan, mereka beralasan kemampuan manusia mengingat orang lain hanya kini ditambah menjadi 500. Kesan eksklusif sepertinya pudar dari Path. Banyak yang mengeluh dan ada pula yang menanggapi hal positif itu bertambahnya pertemanan.

Efeknya terasa dengan banyak yang rela berteman dengan orang asing yang tidak dikenalnya. Risiko berteman dengan orang lain beragam, dari bisa dikuntit saat check in, diculik, percakapan dan gambar di screen shoot buat dimanfaatkan buat kepentingan pelaku.
Banyak yang sudah menjadi korban, apalagi orang asing tak mengenal anda sepenuhnya. Aib anda bisa disebar luaskan. Jadi hati-hatilah menerima orang asing yang kadang tidak bertanggung jawab.

2.    Rata-Rata Fitur Terkesan Pamer
Rata-rata fitur yang tertanam di dalam Path terkesan kentara pamer dari beberapa fitur yang tersedia seperti:

Geotagging,  pengguna bisa check in di tempat berkelas, walaupun sebatas menumpang lewat semata.

Upload Foto/Video, penggunanya bisa memamerkan segala sesuatu yang wah menurut dirinya.

Music/Book/Movie, pengguna bisa pamer segala macam musik, buku dan film keren sekalian sebagai bentuk pamer bahkan menjurus curhat. Semisal, lagi galau playing now-nya lagu-lagu sendu.

Sleep/Wake up, Pengguna bisa buktikan bahwa dirinya sudah tiduran saat bingung tak tahu mau postingan apa, serta Wake up buktikan dirinya seakan-akan dirinya masih hidup.

Semua fitur ini juga bersifat daily activities si pengguna. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Namun kesannya seperti pilih tebang, misalnya hanya check in di tempat mewah sedangkan di tempat biasa-biasa saja ngga.

Logo Path yang berawalan P seakan menegaskan Pamer dalam aplikasi ini dan pengguna terbesar datang dari kalangan Perempuan. Bukan berarti lelaki tidak ada, memang banyak tetapi tidak sebanyak moment yang wanita tampilkan. Dan semua juga kembali ke pribadi masing-masing menanggapi beragam sosial media yang ada.

3.    Pribadi Konsumtif
Secara ngga langsung Path membuat penggunanya mencari tempat-tempat baru, gambar-gambar baru dan berbagai bacaan/film/musik. Sebenarnya bagus, tetapi banyak yang terkesan dipaksakan dan menjurus ke arah konsumtif.

Misalnya mencari tempat makan baru dan memesan menu yang aneh, tujuannya hanya untuk pamer. Namun hanya dimakan sedikit saja. Kebayang ngga, saat orang lain kesusahan buat makan, ini malah dibuang-buang karena hanya sebagai objek moment di Path.

Sah-sah saja bila mampu, namun bagi yang secara finansial masih pas-pas, jangan terlalu memaksakan moment harus check in dan makan di tempat mewah. Nonton film yang kekinian walaupun kamu ngga suka. Sebaiknya jangan dipaksakan, hayoo.. nanti lama-kelamaan kewalahan.

4.    Menaikkan Level
Kebanyakan dari pengguna membuat akun Path untuk menaikkan taraf level kekiniannya, harus disadari itu. Beberapa seperti sejumlah fitur makin menunjang agar levelnya naik. Jarak sekali yang suka mendengarkan musik Now-Playing musik rendahan. Harus dari penyanyi papan atas tanah air dan luar negeri. Dirinya merasa level-nya mendadak meroket naik.

Banyak pengguna yang beranggapan, namun menurut saya pribadi. Semua media sosial semuanya sama tergantung kebutuhannya. Bila suka menulis kata-kata lebih suka beralih ke Facebook dan Twitter yang jelas terjamin. Suka gambar atau fotografi bisa memilih jalan di Instagram lebih intens di situ dan suka musik bisa di Soundcloud.

Mengapa harus Path?
Jelas karena banyak yang beranggapan bisa pamer dan merasa jadi dirinya naik. Apa kalian masuk tipe tersebut?

5.    Menampilkan Kebiasaan Sehari-Hari
Segala fitur yang ada di dalam Path bersifat aktivitas sehari-hari. Fitur yang hadir di dalam Path terkesan dengan fitur dari bangun tidur Wake up sampai dengan tidur Sleep. Dari aplikasi lagi nongkrong di mana check in, mendengarkan/nonton apa, membaca apa semua tertanam di Path.

Ngga jarak menjadikan semua kehidupan pribadinya di ekspos, seakan tak ada lagi rahasia. Manusia sebenarnya butuh privasi dan bila semuanya dipaparkan jelas di sosial media, jadi apa yang spesial?

Nah... itulah semua ulasan pengguna Path saat ini, semoga sosial media yang kita gunakan ngga membuat diri kita mengabaikan dunia nyata tempat manusia sebenarnya tinggal. Well.. itulah cerita yang saya sampaikan, bila kalian punya pengalaman bisa share di kolom komentar.
Semoga memberi pencerahan.


Share:

Sabtu, 11 Juli 2015

Mood yang Dirasakan oleh Fans Sepak Bola

fans sepak bola

Sepak bola sudah menjadikan rutinitas wajib nan dinanti oleh para pencintanya. Di saat ada jeda internasional atau libur musim panas dan dingin, dahaga menonton sepak bola terasa begitu membuncah.

Para kalangan suporter sepak bola beragam macamnya, dari suporter sejati kelas satu yang hidup dan tinggal di tempat klub itu bernaung hingga fans layar kaca nan jauh di sana yang gonta-ganti klub saat suatu klub performanya mengalami grafik yang sangat bagus.
Share:

Selasa, 30 Juni 2015

Ramadan Tiba, Inilah 7 Hal yang Spesial

ramadan tiba

Bulan puasa yang penuh akan rahmat pun tiba diawali dengan iklan sirup, obat kumur hingga sarung di TV tiap iklan. Kemudian barulah muncul menteri agama sambil buat konferensi pers bahwa hilal Bulan Ramadan telah datang, menteri agama paling cuman nongol waktu menentukan kapan awal Ramadan dan awal Bulan Syawal. 
Share:

Jumat, 26 Juni 2015

Gimana Berbuka yang Disarankan?


Bulan Ramadhan identik dengan puasa, sudah menjadi hal yang lumrah sahur dan berbuka jadi komponen penting dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam berpuasa yang paling sering ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa adalah waktu berbuka, karena waktu berbuka ngga bisa ditunda-tunda sedangkan sahur bisa ditunda asalkan tidak melewati waktu imsak. Selain itu berbuka di awal waktu selain disunahkan, juga bila di akhir waktu malah makanan berbuka bisa dicomot orang lain.
Berbukalah dengan yang manis, jangan berbuka dengan penjual makanan yang berparas manis
Saat berbuka begitu makanan yang dijual tapi saat sahur sangat terbatas itulah kenapa saat berbuka jadi waktu yang tepat banget buat membeli panganan berbuka yang lebih beragam.
Berbuka itu yang penting ala kadarnya, bukan berbuka malah melebihi takarannya
Kenapa ya.. sebelum berbuka ingin makan ini dan itu, namun setelah berbuka yang di depan saja ngga habis..? Sebelum berbuka banyak yang ingin dimakan, tapi selepas berbuka malah yang di depan mata saja tak habis dimakan. Itulah nafsu dan harus dilawan bukan dituruti terus-terusan karena bisa bikin kantong cekak.
Share:

Senin, 08 Juni 2015

Membanding-Bandingkan Adalah Kesalahan Besar

membanding-bandingkan adalah kesalahan besar

Wah..... itu abang anaknya teman mama sudah mapan dan dalam waktu dekat akan segera menggelar pernikahan. 
Itu anak tetangga yang satu kelas dengan abang sudah lanjut kuliah S2 sedangkan kuliah saja masih banyak ngulang. 
Kamu tampang cakep, tapi kok sampai saat ini ngga punya pacar? Mungkin jodohnya belum lahir!

Kumpulan dari sejumlah anggapan di atas pasti kalian serring alami di kehidupan nyata. Masa saat dibanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain oleh orang terdekat. Itu ditambah lain perasaan membanding-bandingkan keberhasilan orang lain dengan diri pribadi. Itu sebuah kesalahan besar, apalagi keberhasilan orang lain membuat beban pada diri sendiri.

Andai saja tindakan itu dilakukan oleh kalangan terdekat dari keluarga, saudara, dan teman maka kamu yang melakukan tindakan ini secara ngga langsung sama dengan membully. Kebiasan membully bukan hanya kontak fisik tetapi sekedar sindiran halus atas segala pencapaian yang belum optimal tercapai oleh korban. Itu sangat berpengaruh dan mengganggu pencapaian yang ia jalanin walaupun belum memenuhi ekspektasi.

Bagi orang yang memberikan nasihat, memberikan perbandingan orang yang selangkah lebih mau bisa jadi nasehat yang manjur. Akan tetapi bagi yang menerima nasihat tersebut akan merasa jatuh semangat, minder, frustasi dan kadang menyerah sebelum tujuan.

Tanpa disadari dari niatnya menasehati tanpa solusi, bentuk candaan dan mengarah bully akibatnya malah jadi dendam bagi korban. Ia seakan-akan menjadi orang yang bersalah akibat pencapaian yang belum sesuai harapan. Apalagi itu berlangsung terus-menerus, pasti jengah dan kadang berefek fatal.

Dibandingkan dengan orang lain termasuk bully kah?
Iya.. secara tidak langsung itu berefek ngga baik bagi yang menerimanya apalagi berulang kali dan sifatnya ejekan persuasif. Dan apalagi secara terus-terusan membandingkan apa yang kita alami dengan orang lain lebih ngga sehat. Niat awal sebagai pelecut agar mampu selevel dengan yang kita bandingkan.

Apakah itu berupa prestasi, kesuksesan, pangkat hingga harta. Namun bila bertolak belakang atau pun gagal, kamu malah depresi. Kebanyakan mimpi terlalu besar tapi kecil dalam usaha sama saja gagal dan berujung depresi berat.

Jadi apa yang bisa dilakukan?
Terpenting adalah menghargai pencapaian kecil setiap orang lakukan, walaupun belum optimal karena ia sedang berusaha. Toh selama berada di jalan yang benar, bukan hal yang salah. Namanya saja sebuah proses dan menghargai kerja keras serta proses bukan melihat hasil yang telah orang lain raih.

Ibarat sebuah fenomena gunung es, jelas saja yang ingin dilihat adalah yang tampak saja dan mengabaikan tak tampak termasuk keberhasilan orang lain raih. Seperti itu pula yang sedang dibangun oleh yang kini sedang dibullly. Ia bak ibarat sedang membangun gunung es terbawah yang tak tampak ke permukaan air.

Cara terbaik adalah memberikan motivasi terbaik dan memberi akses (cara) menggapainya. Semua pencapaian membutuhkan orang terdekat dalam mendukung. Saat itulah jadi cara terbaik mencapai tujuannya dan bahkan melebihi orang yang dibanding-bandingkan terlebih dahulu.

So... bila kalian sering melakukan tindakan bully, ganti dengan cara seperti ini. Jangan sampai hubungan kekerabatan rusak karena bully-an membanding-bandingkan, tetapi dipupuk dengan saling memotivasi dan mengingatkan.

Sebagai penutup, semoga tulisan ini memberikan secerah inspirasi. Sampai berjumpa di tulisan lainnya.
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis

Kumpulan Tulisan