Jumat, 03 April 2015

Keranjingan Ngegym, Dampak Obsesif Apa yang Dirasakan?


Hobi berlatih di tempat kebugaran (gym) ternyata memberikan dampak obsesif yang nyata, apalagi sampai terlalu keranjingan berat.

Aktivitas yang tujuan utama tubuh bisa bugar dan mengeluarkan keringat malah berdampak buruk buat diri sendiri dan anggapan orang lain.

Apa sajakah efek yang obsesif dari keranjingan fitnes yang sudah salah kaprah ini, cekidot:

1.      Meremehkan Orang Lain
Terlalu banyak nge-gym membuat sebuah dampak yang lumayan buruk terutama bagi orang-orang yang memiliki bentuk tubuh yang tidak ideal. Bisa karena kegemukan, massa otot yang kurang dan tak proporsional.

Di karena selama latihan kita sering melihat badan-badan yang proporsional. Setelah pergi keluar melihat lingkungan sekitar, kamu akan membanding-bandingkan.

Ah pasti dia kebanyakan makan makanan berlemak. 
Dia pasti kurang makan protein makananya cuungkring. 
Itu badannya tak mengalami perkembangan karena pola latihannya salah. 
Dan dia pendek dan jelek itu memang karena takdir.

Pertanyaan itu sering sekali terlontar apabila sudah terlalu lama di tempat gym, walaupun itu semua kembali ke pribadi masing-masing. Tetapi umumnya pasti ada sifat meremehkan bentuk tubuh orang lain.


Ada yang menasehati berupa memberikan tips untuk bisa diet dan memperoleh tubuh ideal. Yang paling parah adalah dengan berkata secara terang-terang.

Dasar gendut, nanti kamu bisa mati dalam obesitas 
Kamu kurus banget, itu saat angin lebat kamu harus diikat 
Badan kamu ngga ada ototnya, ibarat lelaki kemayu

Sebaiknya kurangi sifat meremehkan orang lain, berikan anjuran yang baik bagi orang-orang sekitar yang tubuhnya belum proporsional bukan malah menghakimi mereka.

2.      Banyak Pantangan
Memperoleh hasil tubuh ideal itu tak mudah, butuh sekali konsistensi dibarengi dengan komponen nutrisi dan istirahat yang teratur. Sebagai patokan seperti ini, seorang atlet ataupun aktor film butuh waktu mendapatkan tubuh ideal yakni 1000 jam di tempat fitnes.

Waktu itu bisa didapatkan dengan latihan yang lama dan konsisten. Sebagai perbandingan setiap latihan ideal adalah 1/hari, dengan asumsi 5 hari/minggu, jadi dalam sebulan ada 20 jam waktu latihan yang kamu gapai.

Alhasil setahun kamu hanya bisa mendapatkan waktu latihan selama ± 240 jam. Jadi butuh lebih dari 4 tahun lebih untuk bisa mendapatkan tubuh ideal yang kamu mau dengan rutin. Berat bukan.!!

Selama proses itu, kamu melewatkan makanan yang menjadi pantangan terutama saat ada kondangan hingga lebaran yang kaya akan makanan manis.

Sulit menolak dan merasa bersalah andai tak bermuak tak enak. Keranjingan fitnes saat itulah waktu yang paling berat untuk dihadapi.

Memang ada waktu-waktu tertentu bisa makanan tinggi kalori, namun jangan terlalu sering. Alhasil proses yang ingin kamu jalani akan sia-sia apalagi begitu banyak wwaktu yang terbuang percuma.

Serta jangan terlalu menuruti pantangan, apalagi sifat orang kita yang gampang banget ngga enakan. Makan secukupnya sebagai bentuk penghormatan, apalagi kamu sebagai tamu undangan.

3.      Merasa Selalu Kurang
Aduh berat badan turun 1 kg, 
Lingkaran pinggang bertambah sekian setimeter. 
Kapan yang bisa lebih atletis dan bagi cewek bisa lebih ramping?

Keranjingan fitnes menghasilkan sesuatu sifat perfeksionis termasuk salah satunya yakni merasa sesuatu yang kurang. Sifat itu wajib terutama penyusutan massa otot, berapa badan yang naik hingga lingkar pinggang yangg bertambah.

Merasa selalu ada yang salah apalagi saat melihat orang lain yang punya tubuh perfeksionis. Sifat manusia yang ingin instan menjadikan banyak anggota gym yang mencari jalan pintas. Salah satunya dengan mengkonsumsi jus (steroid).

Sekilas tentang steroid yang digunakan oleh para anggota hingga bina raga. Alasannya adalah untuk mencapai tahap akhir yang lebih cepat. Menurut saya pribadi, berlatih di pusat kebugaran butuh dana yang tidak sedikit.

Dari biaya keanggotaan yang semakin tahun semakin mahal, biaya transportasi ke situ hingga yang paling utama biaya untuk pemenuhan segala nutrisi. Dengan mengambil jalan pintas bisa sedikit menekan pengeluaran di pemenuhan nutrisi melalui steroid.

Walaupun berefek samping pada jangka waktu panjang, semua rela dikorbankan untuk memperoleh tubuh proporsional yang mendapatkan pujian dari orang lain.

Tujuan olahraga kini sudah bergeser maknanya, bukan sekedar mengeluarkan keringat semata, tetapi gengsi dan prestisi akan segala puja-puji.

4.      Buang-Buang Waktu
Terlalu obsesif di tempat fitnes membuat anda menjadikan menghabiskan waktu di tempat fitnes lebih lama, dari berlatih, ngobrol hingga kadang nginep di situ. Apalagi di situ bisa sekalian cuci mata melihat kaum hawa yang berlatih.

Efek keranjingan fitnes membuat dirimu terlihat seperti karyawan gym. Setiap saat selalu di situ, sehingga semua anggota kenal denganmu. Itu ibarat anggota gym berkedok pengangguran banyak kerjaan.

Sebaiknya kurangi waktu berlatih dan terlalu banyak menghabiskan waktu. Latihan yang optimal hanya berlangsung 40 sampai dengan 60 menit.

Selebihnya waktu yang dihabiskan lebih banyak termakan dengan ngobrol, istirahat, plototin gadget hingga perhatikan orang lain yang latihan sehingga kamu lupa esensi dari latihan.


Berapa banyak waktu yang terbuang apabila terlalu obsesif, apalagi di tempat gym gampang sekali kuman berkembang biak. Pertukaran udara yang buruk terutama tempat yang sempit dengan begitu banyak anggota. Sehingga bau keringat dan pengap tercium ke mana-mana.

Sebaiknya bila sangat tertarik di dunia kebugaran, pergunakan waktu di luar gym sambil melihat dunia luar. Bisa dengan berlatih outdoor atau mempelajari tentang teknik berlatih dengan benar. Efekti bukan?

5.      Membatasi Pertemanan
Walaupun tidak sepenuhnya benar tetapi terlalu lama di tempat gym membuat kamu membentuk komunitas teman-teman yang sama. Sifat manusia yang mencari pertemanan dari hobi dan kegemaran memicu hipotesis ini.

Alhasil, kamu hanya punya teman yang sama-sama punya ketertarikan yang sama. Selain nyambung bila diajak berbincang-bincang serta bisa saling latihan bareng dan ssaling menyemangati.

Sedangkan teman yang memiliki kegemaran lain sulit memulai pertemanan dan tak nyambung bila diajak ngomong. Dan terlalu keranjingan itu membentuk komunitas pertemanan di luar maupun dalam gym.

Namun di tempat gym pula kamu bisa kenal begitu banyak berbagai teman dari latar belakang berbeda tetapi punya visi yang sama. Kamu bisa saling berbagi pengalaman tentang rutinitas kamu di luar. Bermanfaat bukan!

6.      Terlihat Aneh
Terlalu keranjingan dan obsesif membuat orang lain melihat kamu aneh dari yang lain. Mereka men-cap dirimu dengan stigma negatif sama halnya dengan kamu men-cap stigma negatif pula.

Namun jangan berkecil hati, walaupun kamu terlihat aneh kamu bisa berbagi berbagai tips dan cara yang benar. Siapa sih yang tak mau punya badan yang proporsional. Tak ada ruginya berbagi.

Alhasil, rasa aneh terhadap anggap dirimu berhasil ditampik dengan pencerahan yang kamu lakukan tentang kebugaran tubuh. Intinya jangan terlalu obsesif karena kamu tak akan terlihat aneh.

Terakhir, punya banyak proporsional tak harus selalu dipamerkan, seperti pakai baju ketat atau bertelanjang dada ke mana-mana. Nanti dianggap kamu ngga sangat beli baju yang layak. Hehehe.

Cukup sekian penjabaran yang saya berikan, semoga keranjingan fitnesmu mampu dikurangi dengan melakukan kegiatan lain yang lebih bermakna di luar. Karena sehat itu mahal, salah satunya adalah hal itu salah satunya rutin olahraga.

Semoga memberikan pencerahan nyata!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis