Selasa, 30 Juni 2015

Ramadan Tiba, Inilah 7 Hal yang Spesial

ramadan tiba

Bulan puasa yang penuh akan rahmat pun tiba diawali dengan iklan sirup, obat kumur hingga sarung di TV tiap iklan. Kemudian barulah muncul menteri agama sambil buat konferensi pers bahwa hilal Bulan Ramadan telah datang, menteri agama paling cuman nongol waktu menentukan kapan awal Ramadan dan awal Bulan Syawal. 
Share:

Jumat, 26 Juni 2015

Gimana Berbuka yang Disarankan?


Bulan Ramadhan identik dengan puasa, sudah menjadi hal yang lumrah sahur dan berbuka jadi komponen penting dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam berpuasa yang paling sering ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa adalah waktu berbuka, karena waktu berbuka ngga bisa ditunda-tunda sedangkan sahur bisa ditunda asalkan tidak melewati waktu imsak. Selain itu berbuka di awal waktu selain disunahkan, juga bila di akhir waktu malah makanan berbuka bisa dicomot orang lain.
Berbukalah dengan yang manis, jangan berbuka dengan penjual makanan yang berparas manis
Saat berbuka begitu makanan yang dijual tapi saat sahur sangat terbatas itulah kenapa saat berbuka jadi waktu yang tepat banget buat membeli panganan berbuka yang lebih beragam.
Berbuka itu yang penting ala kadarnya, bukan berbuka malah melebihi takarannya
Kenapa ya.. sebelum berbuka ingin makan ini dan itu, namun setelah berbuka yang di depan saja ngga habis..? Sebelum berbuka banyak yang ingin dimakan, tapi selepas berbuka malah yang di depan mata saja tak habis dimakan. Itulah nafsu dan harus dilawan bukan dituruti terus-terusan karena bisa bikin kantong cekak.
Share:

Senin, 08 Juni 2015

Membanding-Bandingkan Adalah Kesalahan Besar

membanding-bandingkan adalah kesalahan besar

Wah..... itu abang anaknya teman mama sudah mapan dan dalam waktu dekat akan segera menggelar pernikahan. 
Itu anak tetangga yang satu kelas dengan abang sudah lanjut kuliah S2 sedangkan kuliah saja masih banyak ngulang. 
Kamu tampang cakep, tapi kok sampai saat ini ngga punya pacar? Mungkin jodohnya belum lahir!

Kumpulan dari sejumlah anggapan di atas pasti kalian serring alami di kehidupan nyata. Masa saat dibanding-bandingkan dengan pencapaian orang lain oleh orang terdekat. Itu ditambah lain perasaan membanding-bandingkan keberhasilan orang lain dengan diri pribadi. Itu sebuah kesalahan besar, apalagi keberhasilan orang lain membuat beban pada diri sendiri.

Andai saja tindakan itu dilakukan oleh kalangan terdekat dari keluarga, saudara, dan teman maka kamu yang melakukan tindakan ini secara ngga langsung sama dengan membully. Kebiasan membully bukan hanya kontak fisik tetapi sekedar sindiran halus atas segala pencapaian yang belum optimal tercapai oleh korban. Itu sangat berpengaruh dan mengganggu pencapaian yang ia jalanin walaupun belum memenuhi ekspektasi.

Bagi orang yang memberikan nasihat, memberikan perbandingan orang yang selangkah lebih mau bisa jadi nasehat yang manjur. Akan tetapi bagi yang menerima nasihat tersebut akan merasa jatuh semangat, minder, frustasi dan kadang menyerah sebelum tujuan.

Tanpa disadari dari niatnya menasehati tanpa solusi, bentuk candaan dan mengarah bully akibatnya malah jadi dendam bagi korban. Ia seakan-akan menjadi orang yang bersalah akibat pencapaian yang belum sesuai harapan. Apalagi itu berlangsung terus-menerus, pasti jengah dan kadang berefek fatal.

Dibandingkan dengan orang lain termasuk bully kah?
Iya.. secara tidak langsung itu berefek ngga baik bagi yang menerimanya apalagi berulang kali dan sifatnya ejekan persuasif. Dan apalagi secara terus-terusan membandingkan apa yang kita alami dengan orang lain lebih ngga sehat. Niat awal sebagai pelecut agar mampu selevel dengan yang kita bandingkan.

Apakah itu berupa prestasi, kesuksesan, pangkat hingga harta. Namun bila bertolak belakang atau pun gagal, kamu malah depresi. Kebanyakan mimpi terlalu besar tapi kecil dalam usaha sama saja gagal dan berujung depresi berat.

Jadi apa yang bisa dilakukan?
Terpenting adalah menghargai pencapaian kecil setiap orang lakukan, walaupun belum optimal karena ia sedang berusaha. Toh selama berada di jalan yang benar, bukan hal yang salah. Namanya saja sebuah proses dan menghargai kerja keras serta proses bukan melihat hasil yang telah orang lain raih.

Ibarat sebuah fenomena gunung es, jelas saja yang ingin dilihat adalah yang tampak saja dan mengabaikan tak tampak termasuk keberhasilan orang lain raih. Seperti itu pula yang sedang dibangun oleh yang kini sedang dibullly. Ia bak ibarat sedang membangun gunung es terbawah yang tak tampak ke permukaan air.

Cara terbaik adalah memberikan motivasi terbaik dan memberi akses (cara) menggapainya. Semua pencapaian membutuhkan orang terdekat dalam mendukung. Saat itulah jadi cara terbaik mencapai tujuannya dan bahkan melebihi orang yang dibanding-bandingkan terlebih dahulu.

So... bila kalian sering melakukan tindakan bully, ganti dengan cara seperti ini. Jangan sampai hubungan kekerabatan rusak karena bully-an membanding-bandingkan, tetapi dipupuk dengan saling memotivasi dan mengingatkan.

Sebagai penutup, semoga tulisan ini memberikan secerah inspirasi. Sampai berjumpa di tulisan lainnya.
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis