Selasa, 04 Agustus 2015

Twitter dan Pola Pikir Penggunanya

twitter dan pola pikir

Media sosial kini berkembang semakin beragam sesuai dengan kebutuhan pengguna yang mereka inginkan. Bila sangat suka berbagi foto cocok dengan Instagram, suka video pendek bisa dengan Vine dan suka curhat panjang lebar tanpa takut putus bisa kembali ke Facebook.
Menurut saya twitter punya sesuatu yang beda banget dibandingkan dengan berbagai media sosial yang booming kini. Kemampuan Twitter cukup banyak yang tidak bisa dilakukan oleh media lain, hampir kebanyakan link dari beragam sosial media terkoneksi langsung ke Twitter tapi media lain belum tentu mampu.

Kini pengguna Twitter mulai menurun, timeline yang dulunya ramai mendadak sepi. Ada yang bermigrasi ke sosial media sebelah yang katanya lebih asyik dan menarik. Apalagi sifat manusia gampang banget bosan. Ada pula yang mendadak pensiun melihat teman-temannya tidak main Twitter. Dan yang paing parah saat akun Twitter dibajak menjadi pasukan boot apalagi masa politik.

Seakan-akan banyak yang merasa saat akunnya dibajak, mau memulai kembali seperti semua terasa begitu berat. Harus mencari follower, mengikuti following lagi dan memulai tweet dari nol lagi. Sudah pasti banyak malas, dibandingkan repot-repot lebih baik langsung pensiun dini dari jagat Twitter.

Banyak kasus twitwar yang berakhir dengan adu jotos atau terlalu menganggap serius apa yang orang lain tweet. Selain itu kasus dikaitkan pada masalah hukum, etika, SARA dan agama. Tujuan banyak manusia bermain sosial media selain mencari hiburan dan kenyamanan, jadi tak etis saat timeline-nya penuh dengan nada kebencian, keributan, pamer dan curhat. Alhasil lebih memilih rehat dalam waktu tak ditentukan.

Itu saya rasakan sendiri saat melihat teman-teman saya satu persatu pensiun di sosial media si burung biru. Bahkan bisa dikatakan saya termasuk yang masih sangat eksis di dunia Twitter, terlihat aneh saat yang lain lebih suka memakai sosial media kekinian.

Ah... kamu ketinggalan, masak masih main Twitter?
Saya hanya diam dan meresa Twitter tetap yang paling asyik dan terpenting berpengaruh dalam pola pikir.

Nyatanya Twitter tetap adem dan menarik andai bisa memfollow akun yang sesuai dengan minat. Bila tertarik di bidang olahraga, musik dan pengetahuan, follow-lah akun seperti itu jangan follow akun yang bikin dada terasa panas. Jangan sungkan-sungkan men-unfollow teman sendiri, bukan berarti tidak berteman namun lebih kepada pandangan prinsip di sosial media lain di dunia maya.

Saya pun memperhatikan sesuatu yang berbeda jauh saat melihat teman-teman dahulunya sangat sering berkicau di Twitter.  Kini saat bertemu seakan kemampuan menerima dan menanggapi suatu masalah yang sedang berkembang jadi lemah. Bukan harus main twitter biar bisa pandai. Sifat Twitter yang up to date serta langsung dari sumbernya menjadikan ia paling dipercaya.

Saat ada bencana, berita dan kehebohan. Trending topic Twitter adalah tempat terbaik mencari kegaduhan apa yang terjadi. Saat pembahasan di Twitter sudah basi, barulah media sosial lain berbondong-bondong heboh dengan beragam pandangan yang berbeda. Twitter juga saya rasa tidak se-rasism Instagram yang hanya didominasi wanita berprofile menarik, namun Twitter bisa mengembangkan potensi yang dimiliki. Apakah tertarik dengan tweet, foto dan gambar.

Jangan heran pengguna Twitter aktif lebih informatif dan bisa tahu segala yang terjadi tanpa harus buka media elektronik secara langsung. Termasuk teman yang sudah lama pensiun, ia seakan-akan banyak tidak tahu dari yang tahu dan juga gampang diprovokasi.

Kehebatan lain yang dimiliki oleh Twitter adalah semua orang enggan bermain Twitter. Namun saat sosial media favoritnya mendadak error, Twitter jadi pelampiasan menumpahkan kekesalan. Itu bukti Twitter ditinggalkan tetapi tetap selalu dirindukan ibarat mantan terindah.

Well... sebagai penutup semua sosial media punya berbagai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kini setiap netizen selaku pengguna sosial media harus bijak dalam penggunaan sosial media dan tidak gampang terprovokasi. Karena tujuan utama sosial media terbentuk buat memudahkan manusia dan membuka segala pemikirannya tiap sesuatu yang terjadi.

Salam hangat, warga Twitter setia.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis