Kamis, 08 Oktober 2015

Fisik Bukan Masalah, Terpenting Mental dan Keberanian

mental dan keberanian

Bombom bocah paling besar di antar temannya, selain besar ia juga paling kuat diantar temannya. Setiap temannya yang lemah selalu ia bully, paksa dengan cara merampas uang jajan, hingga memalak bocah lainnya. Bace adalah bocah berbada kecil nan kurus, hampir tanpa hari ia kena bully dan mematuhi peraturan Bombom lakukan.
Besok kita main bola di depan lapangan rumah Pak Kumis

Tapi... beliau orangnya terkenal galak ditambah kumisnya yang tebal bikin semua orang merinding dan takut menghadapinya. Semua bola yang mengarah ke rumahnya diambil dan dibelah pake golok.

Kalian termasuk kamu Bace takut...? biar gue hadapin, yang penting besok kita main bola bareng.

Hari yang ditunggu pun tiba, seperti janji mereka yaitu main bola di lapangan yang bersebelahan dengan rumah Pak Kumis. Musibah pun terjadi, tendangan keras Bombom meluncur deras melewati pagar. Terdengar suara pecahan benda dalam rumah Pak Kumis.

Siapa yang main bola di luar, teriak Pak Kumis

Semua anak-anak panik termasuk Bombom, ia seperti kencing di celana dan lari terbirit-birit. Nyalinya ciut walaupun badannya besar. Tinggallah Bace dan beberapa temannya yang ia rasa bersalah di lapangan. Mau lari, wajah mereka sudah ditandai. Apa boleh buat selain menghadapi kenyataannya.

Kami yang menendang dan kami semua merasa bersalah hingga bolanya meluncur ke rumah bapak serta sampai menghancurkan kaca jendela.

Tak ada maaf buat kalian, kalian harus ganti rugi dan bolanya tetap dibelah.

Merasa teman Bace yang punya bola pikirannya kalut, ia tak rela bola barunya dibelah dan dibeli hasil tabungannya. Dengan menguatkan diri dan keberanian si Bace memberanikan untuk bicara dengan pak lurah.

Begini pak, kami minta maaf sebesar-besarnya. Masalah kerusakan bisa kami ganti dan bola tidak dibelah karena teman kami membelinya dengan uang tabungannya. Mohon ya pak ujar Bace.

Pak Kumis berpikir dan ia menjawab, baiklah kali ini kalian saya maafkan dan mengganti kaca yang rusak. Bolanya saya kembalikan dan jangan ulangi lagi.

Baik pak, jawab Bace serta para temannya

Para temannya sangat salut dengan badan Bace yang kecil tapi nyali dan keberaniannya teruji. Si Boomboom berbadan besar malah lari menghilangkan jejak. Akibatnya beberapa temannya respek dan tak percaya lagi dengan Boomboom.

Dari sepenggalan cerita di atas punya pesan bahwa keberanian ngga harus dari orang berbadan besar dan kuat. Ada begitu banyak problematika yang terjadi dan permasalahan tak selalu dengan otot, kecuali anda seorang petarung bebas. Itu pun harus terjadi di arenanya sendiri.

Selain itu Bace membuktikan badannya kecil namun ia punya nyali menyelesaikan masalah sangat besar. Itu patut diapresiasikan karena dalam tubuh yang kecil ia membuktikan jiwa yang besar. Malahan ada berbadan besar tetapi berhati kecil dan itu sering ditemui di sekitar kita.

Sangat berani memalak atau memaksa temannya tapi saat bertemu pihak sekolah malah gemetaran sampai kencing di celana. Makanya keberanian tak memandang ukuran tubuh, dengan keberanian walaupun punya fisik kecil sangat ditakuti lawan.

Pernah kalian mendengar kisah pahlawan revolusi Prancis, Napoleon Bonaparte. Konon menurut sejumlah ahli sejarah tubuhnya pendek berbeda dari postur kalangan Eropa. Karena ia selalu naik kuda, terlihat gagah dan ditakuti semua musuhnya. Ia membuktikan fisik bukan halangan yang penting tekad.

Nah... itulah sifat yang harus dibangun jangan sampai sudah bertubuh kecil , punya jiwa kecil pula. Semakin lengkap penindasan yang terjadi. Sedangkan berbadan besar tingkatkan pula kebesaran jiwa agar semakin disegani oleh orang lain.

Sekali lagi, sebagai penutup semoga menginspirasi.
Share:

2 komentar:

  1. Serius nggak masalah, bukannya banyak yang menilai dari fisiknya doang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. fisik hanya acuan awal saja. Saat sudah kenal dekat dan tahu keahlian yang dimiliki, fisik jadi urusan nomer sekian

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis