Minggu, 22 November 2015

Mengapa Banyak yang Memilih Melanjutkan Kuliah Lagi?

melanjutkan kuliah lagi
Sekarang lebih enak lanjut kuliah dibandingkan nyari kerja cuy, saingannya banyak. Jaman dahulu enakan kerja malah susah minta ampun buat sekolah.

Bukan hal yang asing anak muda paruh baya punya gelar magister dan mendengar bertitel doktor ngga kedengaran wah seperti dulu. Itu dikarenakan kuliah tak sesukar dahulu, pernah kalian mendengar orang tua dahulu untuk bisa mendapatkan gelar sarjana lebih dari 7 – 10 tahun. Sekarang sih juga masih ada sih, kaum mahasisa. Hehehe!
Sekarang untuk jenjang S1/sederajat cukup 3,5 sampai 4 tahun, selebihnya sih salah memilih pembimbing. Mudahnya menyelesaikan kuliah buat animo anak muda berkuliah meningkat.. Itu ditunjang dengan banyak kampus negeri dan swasta dalam menerima mahasiswa baru.

Saya pribadi melihat mudahnya berkuliah kini bukan seberapa penting daya serap pasar (dunia kerja). Namun lebih kepada mengkomersilkan pendidikan, lahirnya jurusan-jurusan yang setelah tamat tak tahu ke mana arah.

Melanjutkan kuliah ke jenjang selanjutnya kini juga sangat mudah, sangat banyak beasiswa yang ditawarkan. Syarat terberat umumnya hanya dari IPK dan kemampuan berbahasa asing. Bila tak mau melanjutkan kuliah dari beasiswa, bisa memakai uang pribadi. Mengurus beasiswa memang sedikit sulit dan proses seleksi begitu ketat, pakai uang pribadi sedikit mengurangi beban terutama beban pengabdian kelak.

Memilih jalan berkuliah lagi saya rasa karena bingung setelah lulus. Hampir 7 dari 10 lulusan banyak bingung setelah lulus. Malah ada yang berpikiran setelah lulus langsung ada lowongan, sekali mencoba langsung lewat, tak berapa lama kerja langsung kaya dan hidup bahagia selamanya.
Hidup ngga sebencana dan sebercanda itu cuy
Banyaknya yang kuliah dipastikan banyak kaum intelektual bertambah jumlahnya dan di pikiran mereka rata-rata ingin bekerja bukan membuka lahan kerja. Akibatnya terjadi titik jenuh di tempat kerja, peluang kerja menyempit karena jumlah masuk dengan pensiun sangat kontras.

Cara terbaik adalah dengan mencari kesibukan salah satunya bergumul di dunia pendidikan. Memang melanjutkan pendidikan sangat bagus menunjang ilmu dan karier di masa depan. Orang berilmu sangat dipandang lebih di kalangan masyarakat. Tapi urgensi pendidikan saat ini banyak sebagai bentuk pelarian.

Kaum lelaki frustrasi tidak mendapat pekerjaan atau pekerjaan yang didapatkan tidak membuat gairah sesuai pendidikannya. Alhasil kuliah cara terbaik. Kaum wanita lebih kepada masalah hati, kegalauan belum ada yang datang ke rumah membuat mereka berinisiatif kuliah lagi. Sambil memantaskan diri, perempuan kini bersekolah bukan menyaingi pria tetapi lebih menularkan ilmunya kepada keluarganya kelak.

Dari dahulu, anak muda yang potensial dalam menuntut ilmu bukan mengharap gelar semata. Potensi yang cerah di masa depan caranya dengan tetap belajar, salah satunya melanjutkan studi hingga level tertinggi. Anak-anak muda yang intelek dan mampu mengaplikasi ilmu sangat dibutuhkan oleh negeri.

Pemerintah juga tak mau tinggal diam, berbagai program beasiswa ditambah biayanya yang makin tahun bertambah jadi motivasi bagi para pemburu beasiswa. Ini seperti sebuah alternatif terbaik saat sulitnya bersaing di dunia kerja dan usia masih muda. Kapan lagi dibiayai dan jalan-jalan gratis hanya disuruh sekolah, duit sisanya bisa ditabung.

Pengalaman selama studi juga melihat segala macam peluang di masa depan. Mana tahu dengan berkuliah kelak telah menjamin satu kaki mendapatkan pekerjaan yang layak. Mampu mewujudkan bisnis yang ingin digarap di daerah asal.

Saat studi beasiswa, umumnya jaraknya jauh dari kampung asal. Saat ini dirinya menyesuaikan dengan kontur daerah baru. Secara pola pikir lebih terbuka dan lebih berani keluar dari zona nyaman.
Mengapa Banyak yang Memilih Melanjutkan Kuliah Lagi?
Jadi tak ada yang salah mau memilih lanjut kuliah lagi atau langsung terjun ke dunia kerja. Semua kembali ke berapa besar pengabdian dan dedikasi yang diberikan kepada masyarakat. Ingatlah, semua itu pilihan hidup, bukan sebagai pemaksaan jalan hidup.

Semoga memberi secercah pencerahan.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis