Sabtu, 12 Desember 2015

Harbolnas, Antara Godaan Harga dan Kebutuhan

Teman gue dapat Iphone keluaran terbaru hanya modal 10.000 IDR 
Masak, kapan?
Waktu harbolnas!! 
Nyesal ngga ikutan.

Banyak yang masih bingung dan bertanya-tanya apa itu Harbolnas, kepanjangannya adalah hari belanja nasional. Sejak pertama sekali digagas di tahun 2012, animo masyarakat buat berbelanja online semakin lama semakin meningkat.
Selain mudah dan ngga ribet, di Harbolnas cukup banyak harga promo. Maka dipilihlah tanggal 12 Desember sebagai Harbolnas nasional, atau lebih dikenal dengan istilah 1212.

Walaupun hanya melibatkan 7 e-commerce di awal menggelar Harbolnas, namun animo masyarakat sangat besar. cara ini lumayan efektif untuk mengedukasi masyarakat bahwa kemudahan yang ditawarkan dalam belanja online. Selain itu mampu memajukan sejumlah e-commerce dan memanfaatkan pertumbuhan pengguna internet dalam negeri yang semakin tahun terus meningkat.

Ada beberapa problematika saat Harbolnas tiba, banyaknya e-commerce yang terlibat sudah pasti banyak yang rela banting harga untuk mendapatkan konsumen sebanyaknya. Pelanggan pasti tergiur dengan sejumlah harga yang ditawarkan.

Untuk mengakali agar tidak tergoda dengan barang yang bukan ingin dibeli. Berikut ini tips yang berguna agar belanja online lancar dan ngga salah beli, cekidot:

Tentukan jumlah anggaran, belanja harus ada batasnya, apa yang harus terdesak dibeli atau hanya sebatas keinginan. Harbolnas membuat kebutuhan dan keinginan terlihat semua dengan harga yang miring. Akan muncul di benak pikiran-pikiran:

Ahh... mumpung lagi ada diskon dan promo, beli saja ah., Mana tau nanti ke pake.

Di satu sisi menguntungkan andai di kemudian hari jadi sangat bermanfaat karena bisa dapat dengan harga relatif miring. Namun bila tak terpakai akan jadi sesuatu yang mubazir. 
Baca juga: DahulukanApa, Kebutuhan atau Keinginan?

Adanya anggaran belanja yang sudah dikalkulasi sesuatu apa yang dibeli, dijamin bisa menekan angka pengeluaran untuk membeli barang tak perlu selama Harbolnas berlangsung. Apalagi Harbolnas berlangsung jelang tutup tahun, sudah pasti banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Jangan sampai kesulitan nantinya hanya karena mementingkan keinginan.

Perhatikan harga normal, diskon dan promo jadi sesuatu yang menggiurkan, siapa saja bisa goyang imannya melihat harga tak masuk akal. Eiiits.. tunggu dulu, perhatikan pula harga produk atau barang yang ditawarkan. Apakah memang sesuai dengan harga normal. 
Baca juga: Kamu Termasuk Tipikal Belanja Online Seperti Apa?

Banyak yang terpengaruh melihat jumlah diskon, nyatanya ialah harga semula dari barang setelah dinaikkan dan didiskon. Cara tersebut lumayan efektif menggaet pembeli yang kurang perhatian pada harga normal.

Selain itu pastikan barangnya bagus, karena akhir tahun sejumlah e-commerce yang melakukan aksi cuci gudang dan diskon gila-gilaan. Salah satu strateginya untuk menjual produk sisa dengan harga miring. Tak ada salahnya, mereka untung dan anda bisa dapat barang bagus namun harga ramah dengan kantong.

Pakai Voucher dan Kupon, cara ini sangat jitu di tengah banyaknya sejumlah e-commerce membanting harga saat Harbolnas. Selain mendapatkan potongan harga lebih dari e-commerce terkait, cara ini mampu mengurangi jumlah pengeluaran.

Jangan boros, Harbolnas terjadi di kuartal awal jelang menengah bulan Desember. Ini sungguh berisiko andai anda memakai uang kebutuhan sehari-hari tanpa menyediakan anggaran belanja khusus. Alhasil, jelang akhir tahun malah kalap kehabisan uang. Padahal banyak kebutuhan mendesak lain yang diutamakan. 
Godaan belanja online memang tak bisa ditolak, tapi lebih baik dibandingkan bokek kelak

Terakhir sebagai penutup, sebaiknya hasil belanja online yang akan dikirim sekali antar. Biar para kurir ngga kelelahan mengantarkan barang berbeda dalam waktu. Supaya tenaga mereka tak lemas bolak-balik ke rumah anda saja.

Selamat Harbolnas, teman-teman!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis