Minggu, 28 Februari 2016

Kegundahan Hati Wanita

 kegundahan hati wanitta

Aduh...!!! teman se-geng hampir semuanya udah duluan nikah sekarang tinggal aku sendiri yang belum menikah. Mungkin ada yang salah dengan diriku. Kenapa jodoh ngga muncul-muncul sambil membawakan seikat bunga dan sekotak coklat mewah sambil berucap:
Marry with me                   
Siklus saat wanita galau karena jodoh belum datang untuk melamar tapi tekanan hidup yang terus meningkat dari hari ke hari.

Mencari pelarian lewat nikah dengan alasan: ada lelaki yang setia, senang susah bersama dan rela nanggung nafkah walaupun pas-pasan > ternyata setelah nikah galaunya malah tambah banyak > Bathin makin tertekan.

Lewat tweet random yang bikin para cowok yang baca jadi perhatian dan kasihan, moment foto sosial media di tempat kondangan sahabat atau teman dekat yang menikah dengan hastage #KiniGiliranAku #SiapaBersedia #AyoDatanglah hingga maksa siapa yang mau dia nikahin segera. Ngga terima syarat yang muluk-muluk.

Penulis selaku pria sejati yang ngga ada modal turut prihatin saat mendengar keluh-kesah seorang wanita gundah hati yang kini membutuhkan sesosok imam idaman, tapi penulis hanyalah sebatas muadzin cadangan :(. Berarti ngga bisa ikut meramaikan bursa calon imam idaman.

Sebenarnya jodoh itu cerminan diri kita, tapi masalahnya cerminnya belum kunjung siap dan datang. Makanya dibutuhkan banget kesabaran mengingat usia yang terus bertambah setiap harinya serta makin banyak yang tanyain. Dulunya hanya sebatas keluarga, teman dekat dan tetangga. Sekarang malah bertambah dari orang yang baru dikenal dan saat menyinggung masalah sensitif (read: nikah) langsung nyambung ke arah sini:
Kapan rencana nikah? 
Apa sudah punya calon? 
Memang ada yang rela dan setia? 
Ingat umur, tuh teman-teman sudah punya anak!! 
*Langsung nangis masuk kamar*
Pertanyaan yang makin membuat hati para wanita jadi gundah gulana ngga karuan, akibatnya banyak wanita yang harus mengatakan sesuatu yang berat bercampur pasrah:
Siap pun saja yang berani datang ke rumah menemui orang tuaku langsung diajak menikah, syarat dan ketentuan ngga berlaku atau urusan belakangan

Andai saja yang datang calon imam yang ngga bener atau tampangnya mirip Smeagol di Film Lord of The Ring, ngeri bukan!!! Bukannya gundah hilang tapi malah bertambah sama rasa takut sewaktu-waktu kamu bisa dijadikan santapan siang saat masakan kamu ngga enak.

Ngomongin hal sensitif seperti kapan nikah, jodohku siapa, dan teman-teman sudah menikah semua butuh sabar. Anggaplah sebagai angin lewat, kok penulis sok bijak begini layaknya motivasi jempolan.

Pengalaman ini penulis sampaikan dan tuliskan berdasarkan rasa perhatian yang penulis tujukan kepada kaum wanita termasuk teman-teman penulis yang mulai  berpikiran negatif akan kedatangan jodoh yang ngga kunjung muncul. Dan akibat gatal tangan dengan segera penulis refleks menulis tulisan ini setelah beberapa hari yang lalu pergi ke kondangan teman sekolah dulu yang sudah menikah. Respons teman-teman perempuan kebanyakan bahagia tapi miris dalam hati seperti begini:
Kapan yah bisa di pelaminan bersandingan dengan orang yang kami cintai?
Siap sih yang rela menunggu lama walaupun apa yang ditunggu hal yang sudah pasti “menunggu bikin pikiran dan jiwa bete”

Penulis kasih contoh misalnya kamu adalah penumpang yang menunggu angkutan umum buat pergi ke tujuan yang kamu mau, suasana saat itu tanpa disadari cuaca saat itu sedang begitu ekstrem. Bisa hujan deras + angin kencang atau panas terik menyengat dan ngga ada sebatang pohon buat kamu berlindung. Salah satu cara ialah menunggu angkutan umum yang melalui tujuan kamu tiba walaupun butuh waktu lama.

Di lain sisi, penumpang yang baru nunggu sebentar malah langsung dapat angkutan yang dia tunggu tanpa pake *kata lama*. Kamu iri banget melihatnya dan karena ngga sanggup nunggu lagi berniat naik angkutan yang bukan tujuan kamu walaupun urusan salah tujuan urusan belakangan. Nanti pun mana tau ada angkutan tujuan lain yang bersedia ngantarin.
Bila ngga ada angkutan yang bersedia ngantarin gimana?Itu berarti harus nungguin lagi dan nambah biaya. Bisa-bisa kamu tersesat, hayo!!!!
Problematika mendasar yang dialami oleh kebanyakan wanita saat ini yang sedang galau dan gundah yang bertambah-tambah akibat jodoh yang belum keliatan hilalnya. Karena ngga sanggup menerima kritikan dan perkataan ngga penting dari orang ngga penting. Kamu langsung ngambil inisiatif sendiri buat membungkam suara-suara sumbang dengan nikah biar ngga dikatain terus-terusan. Akibatnya bukan kebahagiaan abadi yang didapat tapi Miss komunikasi karena memilih jodoh terdesak keadaan.

Jadi solusinya apa?
Semua butuh kesabaran dan ngga ada salahnya menunggu sedikit lebih lama, andai kamu sabar nunggu angkutan yang merupakan tujuan kamu walaupun datangnya cukup telat. Bisa karena trayek yang dilalui jauh, terjebak macet atau jumlah armada yang terbatas. Eh... siapa yang bisa menyangka saat angkutan yang kamu tuju ternyata lebih mewah dan nyaman, beda dari angkutan dan trayek lain.

Dan sopirnya ramah dan ngga ugalan-ugalan, asal naik dan baru turun langsung ngegas serta berhenti sembarangan. Kamu jadi penumpang yang beruntung, coba bandingkan dengan penumpang yang duluan dapat angkutan tapi jantung lemas, badan pucat, dan perut mules akibat sopirnya mengemudi secara ugal-ugalan.

Berkah seorang wanita menunggu sedikit lebih lama dari teman-temannya yang udah duluan, bisa jadi jodohnya lagi giat-giatnya menabung dan memperbaiki diri. Senang sih ngga harus datang duluan tapi bisa datang belakangan tapi bikin bahagia selamanya.

*Tulisan itu penulis tulis setelah pulang nikahan teman sekolahan dulu, dan yang nikah ialah teman perempuan. Dan di situ penulis dapat inspirasi absurd saat melihat teman perempuan yang lain senang dan bahagia temannya nikah walaupun bercampur rasa galau menunggu kapan gilirannya*
Share:

2 komentar:

  1. lagi-lagi masalah jodoh, makin larut saya sama jodoh yang tak datang :D senasib kita bro :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena intensitas kondangan yang meningkat setiap akhir pekan = galau nambah.

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis