Selasa, 09 Februari 2016

Kerja Keras vs Kerja Cerdas

Gambar via codeforce
Setamat dari SMP Antok tak mau melanjutkan pendidikan lebih tinggi lagi. Ia merasa di usia yang muda ingin segera bekerja. Apalagi pekerjaannya mengelas galangan kapal dan kerja serabutan lebih banyak menghasilkan duit dibandingkan mendengarkan guru menerangkan pelajaran.

Kamu Bace ngapain pergi ke sekolah, enak jadi gue. Kerja langsung dapat duit. Pergi sekolah paling keluar duit dan ujung-ujungnya mencatat di papan tulis. Membosankan!!

Si Bace hanya diam dan dia teguh pendirian bahwa pendidikan akan memberikan efek di masa depan.

Waktu pun berjalan dengan cepat, tak terasa mereka yang dulunya dua sahabat kecil ingusan berubah menjadi orang dewasa. Nasib pun mulai berubah, dahulunya si Antok sudah menghasilkan uang buat jajan sehari-hari. Kini ia hanya menjadi kepala galangan kapal, pekerjaannya masih layaknya buruh kasar tetapi sedikit lebih berpengalaman.

Ada yang tau Bace menjadi apa?

Setamat sekolah ia melanjutkan pendidikan di kampus terkemuka tanah air di bidang teknik perkapalan dan kemudian ia kembali melanjutkan magisternya di luar negeri. Kembali ke tanah air, Bace menjadi seorang ahli insinyur muda penuh pengalaman.

Ada yang tau ia bekerja di mana? Ia bekerja di tempat pengalangan kapal tempat temannya bekerja dan menjadi bos temannya. Temannya yang dulu berkata untuk sekolah tinggi-tinggi, enak kerja. Kini malah temannya yang gigih kuliah menjadi bawahan temannya karena punya kemampuan lebih.

Baiklah... dari cerita di atas bisa disimpulkan dua orang sahabat untuk mengambil jalan hidup. Saat keduanya masih mengenyam pendidikan, si Antok mengambil inisiatif buat bekerja. Ia merasa bekerja lebih jelas orientasi untuk memiliki penghasilan secepat mungkin.

Temannya si Bace tetap ingin bersekolah setinggi mampu, apalagi secara ekonomi orang tuanya masih mampu. Apalagi Bace adalah siswa yang gigih mengejar cita-citanya, ia merasa melalui pendidikan bisa mengubah masa depan.

Walaupun banyak yang menganggap untuk apa berpendidikan tinggi, berhasil dijawab oleh si Bace. Ia berhasil menggapai cita-citanya sedangkan kawannya yang terlebih bekerja, hanya jalan di tempat.

Sangat jelas dari cerita di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan sesuatu yang sangat penting. Memang tak menjamin dengan pendidikan tinggi bisa sukses, tetapi pendidikan tinggi lebih banyak peluang yang terbuka. Berbagai persyaratan bisa dipenuhi dan paling utama level pekerjaan lebih ringan, bekerja cerdas.

Begitu banyak pekerja keras dengan pendidikan rendah banting tulang dan bayar dengan upah minimum. Di sisi lain, para profesional hanya bekerja sedikit dan santai namun dibayar dengan upah yang sangat fantastis.

Pembedanya karena kemampuan dan pengalaman, tidak mungkin pekerjaan profesional bisa dikerjakan oleh bawahan atau sebaliknya. Proses menjadi profesional juga butuh waktu dan usaha besar, terutama sekali mengenyam pendidikan. Saat itulah pendidikan sangat penting.

Saya punya cerita lain
Dua orang penebang pohon di pagi buta bergegas pergi ke hutan untuk memotong pohon. Mereka berdua berbeda kontras fisik satu sama lain, yang satu anak muda nan gagah sedangkan seorang lain orang tua renta di penghujung karier. Sama-samalah mereka bergegas bergerak ke hutan.

Karena masih muda, si pemuda sangat kuat dan cekatan. Ia segera menebang pohon dengan secepat tenaga, sedang si pak tua lebih dahulu beristirahat sambil ngopi. Waktu pun berjalan, si anak muda yang duluan memulai belum selesai menebang pohon besar dan menghujam tanah.

Si pak tua memulai dan ia mengukur sisi mana yang harus dipotong dan mana titik jatuh pohon. Terpenting ia sudah menyiapkan amunisi berupa gergaji tajam, dalam sekejap pohon besar menghujam tanah.

Si anak muda tercengang, ia kalah strategi dan pak tua memanggil koleganya yang ajak beristirahat sambil ngopi bersama. Sedangkan pekerjaan si anak muda masih belum selesai, masih gergaji yang menggantung di pohon yang enggan tumbang.

Begitulah kerja cerdas teman-teman, lebih memikirkan strategi dan taktik bukan asal turun namun lupa akan persiapan. Begitu banyak orang yang bekerja keras namun digaji kecil dan ada segelintir uang dibayar besar namun bekerja sedikit dan efisien. Semua karena kerja cerdas mengalahkan kerja keras tanpa lupa berpikir.

Cara mendapatkan kerja cerdas salah satu jembatannya adalah mengenyam pendidikan dan memperkaya pengalaman. Selaku masih muda jangan mudah sekali terperanjat pundi-pundi uang fana.

Saya sering melihat teman-teman yang langsung berorientasi kepada uang, ia lupa makna pendidikan bagus lebih menjamin masa depan. Alhasil pendidikan terbengkalai dan apa yang ia cari (uang) malah menghilang. Sebuah kerugian besar bukan, mengabaikan proses menggapai kerja cerdas untuk bekerja terlalu keras.

Jadi bila ada teman-teman yang sedang mengalami periode seperti ini, bisa segera mengubah anggapannya. Bersabar sebentar layaknya ibarat peribahasa: bersakit-sakit dahulu, berenang-renang ke tepian. kelak bisa goyang-goyang kaki sambil menyempatkan ngopi di saat orang lain lagi bekerja sangat keras dengan hasil kecil.
Jadi tunggu apalagi
Well.. kalian masuk ke tipe yang mana, coba sharing segenap pengalaman kalian dan sekali lagi semoga menginspirasi.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis