Sabtu, 06 Februari 2016

7 Spot Basa-Basi yang Lumrah Ditemui

7 spot basa-basi
Mengungkapkan sesuatu punya seni dan tata krama tersendiri, bisa secara to the point (read: blak-blakan). Melalui cara berantai hingga bisa mengarah dari arah pembicaraan sebenarnya, lebih dikenal dengan pembicaraan basa-basi. Sifat ini wajib dilestarikan pada tempat tertentu supaya biar terlihat lebih afdhol, terlebih lagi kita selaku orang timur suka berbelit-belit dengan apa yang mau dibicarakan.
Selain menyita waktu yang relatif lama, akan tetapi basa-basi mampu menciptakan kondisi hubungan keakraban sejenak antara dengan lawan bicara kamu. Kesan basa-basi yang jadi budaya timur yan menjunjung tinggi keakraban dengan sesama. Kapan lagi orang sekarang bisa berbasa-basi dengan sepenuhnya sambil ngeluarin kouta omongan kamu dan berbicara secara lepas. Bukan dengan via chat tapi secara tatap muka secara langsung. Seru bukan!!.

Nah gue mau sedikit ngasih tau tempat yang strategis buat ngelancarkan niat basa-basi kamu kepada lawan bicaramu, di jamin ngga percuma apa yang kamu omongin, cekidot:

1.      Ruang Tamu
Ruang tamu sangat penting didesain sedemikian rupa, letaknya strategis, dan nyaman terutama dalam melancarkan basa-basi apabila tamu datang ke rumah. Ruang tamu umumnya sengaja dirancang berada pada ruangan terdepan rumah yang dipenuhi sofa empuk, buat semua yang duduk jadi betah berlama-lama tanpa rasa gerah, pantat kebas hingga gangguan-gangguan lain. Strategi buat basa-basi sih bisa langsung dimulai. Baik itu yang dibuka dari inisiatif si pemilik atau tamu yang datang.

Sebagian besar pemilik rumah mendesain ruang tamu jadi ruangan yang bikin betah buuat basa-basi antara tamu dengan pemilik rumah. Dan sofa yang empuk, ventilasi udara dan pencahayaan yang baik. Nah itulah kenapa basa-basi sifatnya informal, kan jadi ngga seru obrolan kamu bersifat formal, padat dan singkat seakan seperti interview kerja. Pemilik rumah yang baik sudah pasti mempersiapkan minum dari secangkir kopi hangat, segelas sirup segar dan berbagai aneka kue nastar. Aksi basa-basi segera dimulai hingga kopi jadi dingin dan nastar habis.
Hal yang paling lumrah yang sering pemiliki rumah katakan ialah: maaf rumahnya berantakan atau maaf rumahnya kecil
Pemilihan waktu berkunjung ke rumah orang jadi acuan durasi basa-basi kamu dengan pemilik rumah. Sebaiknya pergilah saat waktu sore hingga sebelum waktu istirahat malam bila weekday, sedangkan weekend mungkin siang hari kamu bisa bertamu. Yang terpenting terlebih dahulu mengabari pemilik rumah agar basa-basi kamu ngga terhalang:
Maaf ya, saya ada kesibukan/kerjaan yang harus diselesaikan
2.      Saat PDKT
Kenalan dengan lawan jenis butuh banget proses yang panjang dan harus dibumbuhi dengan kata-kata basa-basi. Berawal kontak mata dan dari sok kenal terus kenalan, sok tau dan ngerti menjadi ngerti hingga ketemu satu titik puncak yaitu jadian.

Apakah itu bisa lakukan dengan seharian chat atau ketemuan?

Jawabannya tidak, nah setiap proses inilah yang butuh waktu dan ngga bisa lakukan dengan sekejap.

Misalnya gini, bila seorang cowok dekat dengan seorang cewek langsung katakan cinta dan suka kepadanya. Si cewek bingung dan langsung dengan jelas-jelas nolak serta kamu dibilangin orang gila.

3.      Transaksi Jual Beli
Jual beli punya nilai seni dan tawar-menawar antar penjual dan pembeli untuk barang yang dibeli. Proses transaksi punya waktu yang cukup lama bila dirunut dari lokasi transaksinya, semakin tradisional tempat belanja juga ramai makin lama proses transaksi, misalnya kayak pasar atau toko kelontong.
Akan ada transaksi serta basa-basi yang niatnya untuk terlihat akrab, mau tau dan ramah.

Penjual: Untuk apa beli sabun?
Pembeli: Ya.. Buat mandi dan cuci baju
Penjual: Itu kan shampo motor
Pembeli: Tadi mas yang bilang sabun *Serba Salah*

Kasus lain
Penjual: Untuk apa beli alkohol 70% terlalu banyak?
Pembeli: Buat eksperimen laboratorium
Penjual: Jangan-jangan, mau kamu oplos jadi alkohol + Autan
Pembeli Memang perut saya banyak nyamuk

Bila jawaban yang kamu kasih ngga berbobot dan berbelit-belit akan jadi pertanyaan lain yang lebih sulit timbul. Namanya saja basa-basi kepo menjurus interogasi. Selaku pembeli yang ramah ada baiknya kamu ladeni dengan jawaban kampret pula si penjual ngga bertanya lagi. 

Baca juga: 8 Cara Aneh Kenalan Gebetan

Basa-basi berlanjut dari gimana kabar orang tua, sekarang kerja di mana hingga kapan nikah?. Berat ya, dari niat beli kemiri malah basa-basi akan kehidupan pribadi. Easy going saja karena dengan sering-sering basa-basi dan sok akrab, bisa dapat potongan harga serta ngutang kapan saja.

4.      Tempat Nongkrong
Hang out seru bareng teman di cafe atau warkop punya daya magis begitu besar sehingga menciptakan waktu jalan begitu cepat. Hang outnya siang ngga taunya malam dan hang outnya malam ngga taunya sudah dini hari sampai-sampai pelayan cafe/warkop sudah ngasih kode kita buat pulang.

Kenapa bisa?
Karena basa-basi sudah jadi hal wajib, bila nongkrong dengan teman yyang sudah lama banget jumpa, yang ditanyakan ngga jauh-jauh kayak:
Gimana kabar akhir-akhir ini, sibuk apaan dan kerja di mana, sudah punya pacar belum, terus yang kemarin gimana. Hingga cerita kenangan terdahulu waktu hidup di zaman prasejarah
Bila sering jumpa dan sering nongkrong bareng pasti yang diomongin teman-teman yang ngga ikutan pergi nongkrong. Kegemaran/hobi misalnya cowok identik ngomongin tim olahraga favoritnya, gadget hingga selera musik. Sedangkan cewek lebih lugas ke arah kegemaran belanja, make-up, hingga hobi ngomongin mantan.

5.      Adegan Film
Basa-basi pada setiap scene film sudah jadi hal lumrah, selain buat film terasa panjang juga penjahatnya ngga langsung mati digebukin oleh pahlawannya dan biar penonton antusias. Adegan film yang kita nonton sudah bisa ketebak, penjahat pasti kalah dan jagoan pasti menang. Walaupun tinggal selangkah lagi buat mengalahkan si jagoan, tapi kalah akibat lengah dan kebanyakan basa-basi.

Dari adegan penjahatnya curhat masa lalunya, kenapa dia jadi penjahat, hingga kenapa tetangganya suka puterin dangdut kencang-kencang di siang hari, ngga nyambung banget. Saat si penjahat lengah dan di situ ada kesempatan, langsung sang jagoan nyerang dan si penjahat kalah. Makanya di dalam adegan film basa-basi itu perlu biar penjahatnya bisa keliatan eksis

6.      Mengutarakan Perasaan
Kode-kodean pada saat mengutarakan perasaan kepada yang kamu cintai ngga selamanya butuh nyali besar, tampang mumpuni dan sudah lama kenal. Tapi juga butuh basa-basi agar si doi bisa peka. Hampir sama basa-basi saat proses PDKT, tindak lanjutnya yaitu mengutarakan perasaan dengan yang kamu cinta. Dari awalnya ngomongin perasaan kepada dia, segala pengorbanan yang telah kamu lakukan dan yang terakhir ialah menyampaikan uneg-uneg kepada si doi. Bahwa kamu punya perasaan dengan doi.

Bila ngga ada rasa basa-basi ke doi, bisa bikin si target terkejut sambil bengong sambil berkata:

Ini apa??? Kok ngga bilang-bilang sih! *GagalRencana*

7.      Ucapan Sahabat vs Teman
Kedekatan emosional antara sahabat dan teman dibatasi jurang yang begitu tipis bila dilihat sekilas sahabat cenderung blak-blakan (to the point) ngomong tentang sahabat dekatnya. Semuanya dilakukan buat kebaikan, kejujuran dan juga perhatian.
Bro... bagiin tugas yang mau dikumpulin esok, jangan pelit-pelit. Kalo mau nilai tinggi ngga bagi-bagi. Giliran kamu yang kesusahan langsung ada baiknya.

*perkataannya lugas dan ngena*
Beda banget dengan teman selalu ada basa-basi keliatan diplomatis, niatnya mau pinjam duit malah ngomongin yang lain dulu. Muter-muter dulu pembicaraannya sebagai pengalihan isu dan kemudian baru deh ke tujuan yaitu: pinjam duit. Karena rasa ngga enakan!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis