Selasa, 22 Maret 2016

Kata Siapa Main Twitter tak Asyik Lagi?

Kata Siapa Main Twitter tak Asyik Lagi?
Kamu masih main Twitter?
Emang masih jaman?
Kan di situ sarang orang marah-marahan dan akun bot? 
Kan yang main Twitter orang tua, anak kekinian pada minggat?
Pertanyaan begituan banyak banget gue dengar dari teman-teman gue yang mulai beralih ke sosial media kekinian atau kembali ke sosial media terdahulu salah satu Friendster Facebook. Selain karena mulai sepi ditinggal pengguna dan saat kalian buka twitter ada banyak Bahasa Inggris ngga nyambung dan kompak walaupun beda akun misalnya:
5 person followed me and 2 people unfollowed me//automaticallyy checked by http://fllwrs.com.
Habis liburan ke kandang komodo #BibirMelet #komodoImut #AduhDikejar #Kirainbiawak instagram.com/si/ikan/bace.
With gebetan  at Kuburan Massal sambil Jangain lilin bareng – path.com/p/eeq.
Eh... tau ngga ternyata saipul jamil satu sel bareng ketua PSSI La Nyala? Coba Check// bit.ly/kampretto/hoax.
Menyambut satu dasawarsa lebih twitter berdiri tepatnya 21 Maret 2006, dari sebuah tweet hingga kini telah miliaran tweet memenuhi timeline. Serasa nostalgia ke masa lalu saat twitter sangat ramai dan penuh kegaduhan tanpa mengenal waktu pagi, siang dan malam. Bermunculan berbagai selebtweet yang menghibur timeline orang-orang yang lagi galau, baper, dan butuh hiburan cerdas melalui permainan kata-kata dan hastage.
Kini twitter seakan kehilangan jati dirinya dipenuhi akan akun sebelah yang terkoneksi dengan twitter walaupun penggunanya telah lama pensiun ataupun sudah pindah alam. Tetap saja twitternya ngetweet sendiri. Itu pun juga berpengaruh dengan saham twitter yang makin hari makin anjlok dan bentuk twitter yang semakin mirip dengan media sosial lawas besutan Mark Zuckerberg.

Menurut hemat gue, twitter masih jauh mengasikkan dan juga up to date dibandingkan media sosial kekinian yang rame-rame pengguna sosial media berbondong-bondong pergi hijrah mencari hal yang baru. Sudah jadi sifat manusia yang gampang bosan pada sesuatu hal dan penasaran pada hal baru termasuk dalam penggunaan aplikasi sosial media yang semakin beragam.

Alasannya beragam, biar ngga ketinggalan zaman, twitter tampilannya gitu-gitu melulu, banyak akun bot, rawan pencurian tweet oleh akun yang tidak bertanggung jawab, teman-teman dekat pada pensiun, dan malas kembali memulai buat twitter lagi akibat lupa password, hingga merasa wadah menulisnya kurang akibat hanya dibatasi oleh 140 karakter serta gampang tertimpa oleh tweet lain sehingga memilih kembali ke Facebook.

Mengenai sedikit tentang akun bot, hampir semua sosial media kini menggunakan jasa akun bot terutama bagi pengguna sosial media yang gila akan follower palsu. Dengan modal tertentu yang dia siapkan dan juga penyedia akun bot dari akun Instagram orang lain yang berhasil dia ambil alih, langsung deh followernya bertambah drastis.

Artis buka, orang terkenal bukan, dan bukan siapa-siapa tapi punya follower banyak. Besar kemungkinan jasa menggunakan jasa beli follower. Untuk apa coba punya follower banyak di sosial media akan tetapi saat kamu kesusahan di dunia nyata ngga ada yang peduli tentang kamu sepenuhnya. 
Baca juga: Warkop dan Waktu yang Terbuang
Banyak orang twitwar yang berakhir dengan adu jotos atau terlalu menganggap serius apa yang orang lain tweet dan kemudian dikaitkan pada masalah hukum, etika, SARA dan agama. Menganggap dirinya paling sempurna dalam berpendapat sehingga mengacuhkan pendapat orang lain, twitter pun jadi wadah saling hina, kata-kata kasar, dan lempar batu sembunyi tangan. Tanpa klasifikasi yang tepat dan terbawa isu following atau followernya langsung deh menyalahkan pihak lain.

Twitter punya kehebatan yang ngga dimiliki oleh sosial media lain yaitu sosial media lain bisa terkoneksi ke twitter tapi sosial media lain belum tentu terkoneksi dengan twitter. Makanya banyak banget link sosial media lain masuk ke twitter walaupun pemilik akun sudah lama banget ngga pernah ngetweet. Tidak ada batasan pertemanan dan yang paling ditakutkan oleh netizen bukan saat sosial media kekinian error, tapi saat twitter error. Karena mereka kesulitan nyari bahan dan kata-kata mutiara yang selalu berseliweran setiap saat di twitter.

Untuk menghilangkan sesuatu yang menjengkelkan dan buat kalian bosan, anggaplah twitter itu taman bunga punya kalian yang sudah lama tidak dirawat secara rapi karena kamu lagi pergi cukup lama ke luar kota. Saat kalian melihatnya banyak bunga yang layu, hama dan gulma menggerogoti hingga ilalang yang telah merenggut zat hara bunga kalian. 

Singkirkanlah yang tidak perlu seperti berantas hama dan gulma serta babat habis ilalang hingga bungamu tumbuh mekar kembali. Begitu pula akun twitter-mu yang berantakan akibat banyak akun bot, ngirim link sosial media lain, doyan marah-marah ngga jelas menyebar berita fitnah dan akun yang telah lama tidak aktif.

Karena itu kebunmu, jangan pilih-pilih bunga mana yang kamu anggap perlu ataupun tidak perlu. Anggap saja bunga itu adalah analogi teman dekat kamu namun kamu rasa pandanganmu tidak sesuai atau terasa panas dadamu ngga enak saat dia ngetweet. Silahkan unfollow saja dari daftar following kamu.
Tidak saling follow dan meng-follow bukan tanda tidak berteman di sosial media tapi cenderung pada pandangan yang berbeda sekaligus mencari teman baru.
Kamu butuh sesuatu yang baru di kebunmu yang kosong setelah banyak yang kamu bersihkan, pilihannya adalah tanamlah (follow-lah) akun yang bikin kamu menambah informasi dan bikin kamu melupakan sejenak penatnya hidup di dunia nyata. Saat buka twitter ternyata banyak akun-akun yang bikin kamu tertawa lepas, mendapat tweet inspirasi, dan informatif.

Akun yang anak-anak kekinian gemari tapi semua joke-joke serta informasi up to date yang telah basi di twitter tapi baru heboh beberapa hari di sosial media karena copas dari twitter. Gue selaku orang tua yang tidak bisa pergi dari kebun yang telah berdiri satu dasawarsa ini (read: twitter) merasakan seperti ibarat pepatah:
Rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri, setiba di rumput tetangga ternyata rumput tetangga adalah rumput sintetis
Well... sambil menutup curhatan gue tentang masa kejayaan twitter. Semua media sosial punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Yang paling penting adalah bijak dalam menggunakan dan tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di situ. Karena kita harus sadar bahwa dunia nyata adalah tempat kita sebenarnya berada bukan terlalu lama larut pada dunia maya yang sifatnya fana.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis