Jumat, 26 Juni 2015

Gimana Berbuka yang Disarankan?


Bulan Ramadhan identik dengan puasa, sudah menjadi hal yang lumrah sahur dan berbuka jadi komponen penting dalam menjalankan ibadah puasa. Dalam berpuasa yang paling sering ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa adalah waktu berbuka, karena waktu berbuka ngga bisa ditunda-tunda sedangkan sahur bisa ditunda asalkan tidak melewati waktu imsak. Selain itu berbuka di awal waktu selain disunahkan, juga bila di akhir waktu malah makanan berbuka bisa dicomot orang lain.
Berbukalah dengan yang manis, jangan berbuka dengan penjual makanan yang berparas manis
Saat berbuka begitu makanan yang dijual tapi saat sahur sangat terbatas itulah kenapa saat berbuka jadi waktu yang tepat banget buat membeli panganan berbuka yang lebih beragam.
Berbuka itu yang penting ala kadarnya, bukan berbuka malah melebihi takarannya
Kenapa ya.. sebelum berbuka ingin makan ini dan itu, namun setelah berbuka yang di depan saja ngga habis..? Sebelum berbuka banyak yang ingin dimakan, tapi selepas berbuka malah yang di depan mata saja tak habis dimakan. Itulah nafsu dan harus dilawan bukan dituruti terus-terusan karena bisa bikin kantong cekak.
Melalaikan waktu berbuka banyak cara yang ditempuh salah satunya ikut ngabuburit di jalan raya. Apa dengan mencari menu berbuka di dekat rumah tetapi malah nyari yang jauh sambilan bisa ikutan ngabuburit. Bila pagi hari masih ngantuk dan siang hari panasnya buat tubuh rentan dehidrasi dan lemas. Itulah kenapa ngabuburit paling enak di sore hari jelang berbuka sambil jalan-jalan ke luar rumah. Auranya terasa walaupun macet-macetan daripada disuruh-suruh emak di rumah, hehe.

Begitu banyak menu berbuka yang dijual dan sangat mudah ditemukan di pasaran dibandingkan di bulan lain serta harganya tetap terjangkau. Bagi berjiwa bisnis, ni jadi kesempatan emas bagi penjual dadakan belajar mengembangkan potensi berbisnis bermodal lapak dan menu yang dijajakan di pinggir jalan yang ramai lalu-lalang pembeli. Duitnya lumayan dan keuntungannya cukup buat beli pakaian lebaran. #AjibBener

Bila dihitung-hitung, banyak kemacetan di jalan raya di luar bulan Ramadhan dikarenakan waktu pulang kerja. Hmm.. di Bulan Ramadhan malah sebaliknya. Bulan puasa banyak dari para pekerja yang jam kerjanya dikorting agar memudahkan pulang kerja. Andai dikalkulasikan, hampir 80% pengguna jalan di sore hari menghabiskan bensin sambil menunggu berbuka, 10 % adalah yang membeli makanan berbuka dan 10% lagi adalah orang-orang yang mau pulang tapi harus terjebak macet oleh pengguna jalan ikutan menghabiskan bensin di jalan ngabuburit.

Pemandangan kontras terjadi, setengah jam sebelum waktu berbuka jalanan menjadi lengang. Para pengguna jalan tidak mau melewatkan berbuka puasa tepat waktu. Berbuka tepat waktu itu sunah dan pertimbangan lain tak mau jatah berbuka dimakan orang lain.

Puasa bukan berarti menekan biaya makan, bisa karena dengan bulan puasa membuat jadwal makan lebih teratur walaupun hanya dua kali dalam sehari. Inilah yang mendorong banyak orang yang berpuasa untuk mempersiapkan waktu sahur dan yang paling utama waktu berbuka dengan berbagai menu yang sehat dan cukup bergizi.

Walaupun pengeluaran di Ramadhan sama banyak dengan bulan lainnya, namun dibarengi dengan banyak pula yang ikut bersedekah. Memberi makanan untuk yang berpuasa pahalanya sama dengan yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Karena berpedoman pada dalil tadi, banyak yang menyedekahkan sedikit makanan buat orang yang berbuka. Tapi bila makan di warteg restoran jangan sampai kamu ngga bayar dan bilang:
Kan ini Bulan Ramadhan, memberi makanan buat orang yang berpuasa pahalanya gede
Langsung deh kamu disuruh nyuci piring dan ngepel di belakang.

Tak hanya melatih iman dan kesabaran, ketepatan (read: ngaret) selama bulan puasa malah meningkat terutama saat berbuka. Malah beberapa menit sebelum Bedug banyak orang yang berpuasa sudah duduk rapi di meja makan. Sembari berujar: ini kok bedugnya lama sekali berbunyi pasti ada yang ngebajak.

Persoalan lain yang muncul saat berbuka adalah saat berbuka banyak yang lupa akan perintah wajib lainnya yang harus tetap ditegakkan di mana pun berada yakni salat. Berbuka buat banyak yang salatnya bolong karena terlalu banyak makan hingga kewajiban utama ketinggalan. Makan di tempat bukber (read: buka bareng), apakah Mushallanya jauh, antre wudhu lama, dan air mampet. Akhirnya ngga salat. Wah parah banget!!!

Ada baiknya berbuka puasa cukup dengan ala kadarnya dengan minum berbuka dan cemilan berbuka, Salat sejenak dan setelah perintah salat selesai, baru deh ronde makan kelas berat dimulai. Well... sekian saran berbuka dari gue semoga buat kita lebih pentingkan berbuka tepat guna dibandingkan berbuka berbagai macam tapi malah mubadzir sia-sia.

Salam Ramadhan
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis