Sabtu, 30 Juli 2016

Ingat, Jangan Pernah Remehkan Orang Lain


Baru-baru ini gue nonton sebuah film Box Office bergenre Comedy Central Intelegence arahan Sutradara Rawson Marshall Thurber. Film ini diperankan langsung oleh mantan pegulat terkemuka WWF Smack Down, Dwayne Johnson lebih dikenal dengan The Rock. Spoiler di situ The Rock yang memerankan sebagai Bob dan temannya yang diperankan oleh Kevin Hart sebagai sebagai Calvin.
Saat  duduk di bangku SMA Bob (The Rock) adalah pecundang di kelasnya dan ia dianggap oleh siswa lemah dan gagal serta postur tubuh yang kecil. Setiap hhari ia menjadi korban bully-an teman-temannya. Temannya Calvin adalah siswa yang digadang-gadang jadi orang hebat dan besar di masa depan. Semua menaruh respek pada Calvin.

Waktu berlalu begitu cepat, masa-masa remaja berlalu begitu saja. Di suatu waktu mereka bertemu kembali, kondisinya berbeda dari sebelumnya. Temannya yang diperankan oleh Calvin  malah hanya jadi pegawai akuntan biasa, bertubuh pendek tambun layaknya pecundang.

Ada yang tau The Rock (Bob)? ia bertansformasi menjadi lelaki tangguh dan kuat. Tahukan kerja The Rock jadi apa? Yup... dia jadi agen terkemuka CIA bertugas menumpas penjahat. Kontras dengan masa lalunya yang sering dibully dan dianggap sangat lemah.



Saat bertemu terjadi moment canggung, semua berubah karena waktu. Acara reuni SMA mempertemukan mereka. Calvin terkejut dengan penampilan Bob saat ini, ia takut Bob membalas dendam atas perlakuannya dahulu. tapi Bob tak dendam dengan temannya yang usil dulu dan mengajak dalam misi berbahaya sebagai partnernya.

Untung saja teman yang diremehkan dan dibully mau berbaik hati dengan mengajak bergabung walaupun pada misi berbahaya. Bob di sini ngga mau melakukan praktek balas dendam terlebih lagi dia sudah besar (pangkat) dan kuat. Sah-sah saja buat balas perlakuan buruk temannya terdahulu. Karena biasa korban bully sering melakukan balasan terhadap pelakunya.

Nah... dari cerita singkat di atas gue sedikit berargumen bahwa jangan pernah meremehkan orang yang dulu bukan siapa-siapa. Mana tahu ke depan jadi orang besar yang dikenal dan berpengaruh bagi siapa-siapa.

Malah dari praktek bully yang diterima, korban makin terpacu untuk mengubah nasib. Sedangkan yang digadang-gadang jadi orang hebat kelak malah gagal memenuhi ekspektasi. Mungkin merasa sudah di puncak dan lupa berbenah, saat yang merasa lemah dan tertindas terus berbenah. Tanpa di sadari ia sudah di bawah, tertinggal jauh.

Mereka yang biasa saja dan ngga diperhitungkan malah melejit di luar perkiraan. Pasti dari kita pernah punya sahabat yang biasa saja saat sekolah dulu tapi jadi yang paling dikenal dan berpengaruh di mana-mana. Yang dulunya begitu hebat malah jadi orang suruhan.

Hukum alam berlaku dan roda kehidupan berputar begitu cepat, itulah hidup bukan membanggakan di saat tinggi tak tetap merendah karena hidup seperti roda siklus yang naik dan turun. Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi masa depan, malah orang yang dijamin bermasa depan cerah malah terpuruk sedangkan yang bermasa depan gelap malah terjamin di masa depan.

Well.. jangan pernah melihat temanmu yang biasa-biasa saja tak punya masa depan, malah ia bisa melejit berkat anggapan remeh dan sinis dari dirimu. Saat berjumpa dia berbeda 180 derajat dibandingkan dahulu dirimu malah ketinggalan. Jangan merasa sakit hati dan irinya, hidup orang lain punya jalan sendiri dan tak ada yang tahu.

Terakhir sebagai penutup adalah hentikan kebiasaan membully orang lain karena dia kurang tenar, pintar dan tajir. Malahan kamu menjadi anak buahnya kelak, untung-untung diajak kerja bareng. Bila malah gantian dibully seperti dulu, ngenes cuy.

Semoga di atas menginspirasi.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis