Sabtu, 20 Agustus 2016

Kamu Termasuk Korban Ultah Ababil Beginian?

 Ultah ababil

Hari ulang tahun jadi sesuatu kebanggaan tersendiri, apalagi ulang tahun bisa dijadikan sebagai pencapaian resolusi yang dilakukan selama setahun. Tentunya apa saja yang telah berhasil diperbuat saat mencapai pada usia tertentu.
Penambahan usia menjadi patokan sejauh mana keinginan dan cita-cita yang sudah tercapai. Mau tamat kuliah umur sekian, dapat pekerjaan dan mapan umur sekian, nikah umur sekian, Hingga yang bosan hidup, kangen mati umur sekian.

Di negeri ini pertambahan umur (ulang tahun) dilakukan dengan tindakan konyol oleh teman-temannya sendiri. Khususnya kaum Ababil (ABG labil) dalam memperlakukan teman ultah. Berharap ada sesuatu yang spesial di hari kelahiran, malah berujung tindakan bullying kepada yang ultah. Orang lain yang melihat pun berkata: 
Apa mereka ngga ada kerjaan!!

Merujuk dari negeri sakura, Jepang. Teman yang ulang tahun rasakan moment penuh suka cita. Hari itu dia jadi Raja dari teman-temannya yang melayani dengan sepenuh hati. Tak ada kesan penyiksaan seperti di negeri ini, hari istimewa (ultah) harus diperlakukan istimewa. Bukan malah jadi korban bully-an teman-teman.

Kadang gue bingung dengan tingkah polah yang dilakukan oleh anak-anak muda kini yang sangat trengginas kala ada sahabat dekatnya ultah. Sudah jadi tradisi yang ngga tau kapan dan dari mana asal mulanya.

Gue pribadi pernah menerima perlakuan yang sama dahulu saat remaja dulu. Sekolah gue yang bernuansa islami saja masih ada perayaan seperti itu dan ngga tau kenapa para teman-teman seperti kerasukan roh jahat. Korban diperlakukan dengan diceburkan ke dalam kolam ikan atau dimandikan air comber. Memang mereka yang ulang tahun adalah manusia penuh nista? Tindakan yang menurut gue keterlaluan banget.

Baru-baru ini sedang heboh anak sekolahan yang diperlakukan kayak pelaku maling jemuran oleh teman-temannya. Korban adalah seorang siswi SMK diikat di tiang hingga ngga bisa memberikan perlawanan lagi. Teman-temannya sudah berbagi tugas sebelumnya, bagian pengalihan target, bagian penyedia logistik seperti telur busuk dan tepung. Serta bagian penyedia tali andai target melawan.

Foto-foto korban pun diunggah ke laman sosial media sebagai bukti aksinya berjalan sesuai rencana. Gue melihat malah keterlaluan banget, ngga ada lucunya sedikit pun.

Gue mau melansir beberapa tindakan ultah Ababil (ABG labil) yang ngga cuma merugikan yang ultah tapi membuat orang lain yang melihatnya merasa itu bukan hal yang lucu namun sudah keterlaluan.

Berikut hal yang menurut gue yang biasa dilakukan oleh Ababil di saat temannya ultah. Apa sajakah itu, cekidot:

1.      Dimusuhi Teman-Teman
Modus pura-pura marah atau membenci kepada target. Beberapa hari sebelum si target ultah, teman-temannya sudah merancang penyebab marahan dan konflik. Pura-pura akting marahan tanpa sebab yang jelas sambil melabrak, pura-pura buang muka atau ngga ngomong jauh-jauh hari. Ternyata sampai segitunya ya?

Coba teman yang mau ultah adalah siswa terpintar di ruangan kelasnya. Beberapa hari sebelum dia ultah malah ada ujian yang sulit. Sudah terlanjur akting marah-marahan, mau minta sontekan nanti aktingnya gagal sesuai skenario. Hasilnya malah nilai ujian jeblok!!!. Makanya pikir-pikir dulu sebelum bertindak dan marahan lebih dari 3 hari aja udah dosa lho.

2.      Harus Traktir Teman
Ini budaya dari mana coba. Sudah habis-habisan dikerjai, kemudian harus traktirin pelaku yang buat korban sengsara dan malu. Misalnya kamu habis dilempar telur, tepung, dimandikan air comberan, dimasukkan kandang buaya hingga level terekstrem dilempar dalam bara api buatan pengikut Raja Namrud. Korban malah nyengir senang dan bahagia, budaya aneh bukan?


Dari mana kewajiban, ulang tahun wajib mentraktir teman. Yang dulunya ngga terlalu akrab, saat ultah malah tiba-tiba mendekat biar dapat jatah traktiran.

Pepatah yang cocok:
Besar pasak daripada tiang, besar keluar uang traktiran dibandingkan ucapan
Dengan tubuh yang sudah penderitaan dikerjain tadi, kini giliran harus kantong yang menipis buat traktirin teman-teman. Oke sih bila teman-teman ngga minta macam-macam atau ala kadarnya. Andai ngajak ke tempat mahal dan kamu ke situ aja malah ngga pernah. Itu keterlaluan dan uang jajan sekejap mata bisa ludes.

Seandainya ultah jatuhnya ditanggal tua, cobaan malah lebih berat lagi. Terpaksa harus pinjam duit buat traktirin orang yang ngerjain habis-habisan. Alasan karena merasa ngga enakan:

Yah apa boleh buat, kan buat kawan sendiri ujar teman yang ulang tahun. (Duh pemikiran bego).

Buang pemikiran ini jauh-jauh, kamu hari itu jadi Raja bukan malah jadi kacung teman-teman. Ada yang minta traktiran, cukup traktirin mereka air galon sepuasnya, hehe.

3.      Wajib Dikerjain
Dari mana asalnya hingga yang ultah harus dikerjain, mirip tindakan pembully-an yang terencana. Mereka sudah menyediakan telur busuk, tepung, hari comberan hingga tinta permanen. Bila kamu kena, langsung deh yang dulunya putih malah jadi hitam permanen. Andai dilakukan setelah pulang sekolah, pakaian yang kena harus dicuci berkali-kali, atau malah ngga bisa dipakai lagi.

Level ngerjain lainnya adalah nekat melempar temannya ke dalam kolam buaya ikan, korban ternyata ngga bisa berenang atau benda-benda berharga di dalam dompet atau ponsel ikutan tercebur. Hasilnya, korban dirugikan, niat bercanda berujung petaka.

Bully sangat mempengaruhi mental korban, misalnya dilabrak, ditangkap dan dipukulin. Diikat di tiang kayak jemuran hingga dilempar dalam kolam buaya. Korban bisa saja terluka atau trauma berkepanjangan seperti rasa pede dan mengasingkan diri pasca perbuatan tadi. Apalagi dilakukan di depan khalayak ramai. Merugikan banget, jati diri korban bisa jatuh.

Ultah dengan ngerjain orang lain selain masuk tindakan bully-an fisik dan motif penganiayaan terencana. Harus ada sanksi tegas, biar budaya yang ngga benar ini cepat minggat dari negeri ini. Negara sendiri tak mau tinggal diam, dengan memberlakukan sanksi tegas seperti tindakan penganiayaan termasuk pada korban ultah alay.

Berdasarkan pada pasal 351, pelaku yang sengaja bisa mendekam di jeruji besi hingga paling lama dua tahun delapan bulan. Niat bercanda teman, eh.. malah tidur di dalam penjara. Sebaiknya ngerjain orang harus lebih manusia dan edukatif bukan malah mengarah pada tindak kriminalitas.

4.      Motif Balas Dendam
Korban yang ngga terima, berujung bisa melakukan hal yang seru kelak jauh lebih kejam. Menurut gue, kekerasan dan dendam sifatnya menular dan ia akan mencari target pelampiasan di masa yang akan datang. Bisa kepada orang yang memperlakukannya dulu atau malah sama orang lain.
Baca juga: Problematika Maba
Korban yang sekarang diikat dan dilempari telur ayam busuk, karena sakit hati. Ke depan ia melakukan hal yang lebih sadis misalnya melemparkan dengan telur Tyrex (dapat dari mana ya?) dan diikat dengan tali penambat kapal kontainer. Yang lebih sadis lagi bila bukan pake telur tapi pake bongkahan batu mirip hukuman rajam. Makanya pikir-pikir terlebih dulu sebelum bertindak, karena sakit hati orang lain kadang balasannya lebih pedih lagi. Dan korban juga harus mengedepankan rasa maaf dan lapang dada.

5.      Hanya Ucapan Via Sosial Media
Sudah selayaknya orang yang ultah merasa deg-degan beberapa hari sebelum ultahnya. Nanti ada kado apa, kejutan apa hingga siapa yang ngasih. Berkembangnya sosial media walaupun ngga sosial banget membuat segala jadi gampang. Yang dulunya harus kirim ucapan via surat sekarang bisa via Skype atau chat.

Tahukan anda, malah hal yang begituan sekarang terasa spesial. Sesuatu yang sifatnya ribet malah jadi spesial. Ngasih ucapan via surat dan dikirim buat teman yang ultah, dia merasa tersanjung dengan pemberian karena butuh proses persiapan yang matang.

Ngirim hadiah kado, si teman sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan rela merogoh kocek. Di zaman sosial media, sekarang cukup ucapan singkat yang kadang karena lagi ramai yang ucapkan. Bisa juga saat buka sosmed malah tau ternyata hari ini adalah ultah, sekalian aja buat ngucapin.

Langsung deh nulis:

HBD y!

Meet Milad  ya...

Curiga nih suka nulis singkat-singkat, jangan-jangan teman kamu dulunya pengguna setia kartu Esia hidayah, 1 Rp/karakter. Dahulu ngirim kado dan kue, sekarang  hanya sebatas emotical, stiker kado dan kue. Di makan ngga bisa dan kenyang pun ngga dapat.

Saat ultah atau sakit di dunia nyata, malah teman-teman dekat rumah yang ngga punya terlalu aktif di sosial media yang ngucapin ulang tahun secara lisan, anterin kado, dan jenguk saat kamu sekarat di rumah sakit. Yang ngirim chat atau stiker kado malah ngga hadir atau tiba-tiba sibuk. Modalnya hanya ngirim emotical atau kata GWS, Ironi bukan!!
Mau yang praktis tapi ngga memberi kesan yang manis
Sambil menutup kali gue, pikirkan baik-baik makna ulang tahun. Sahabat terbaikmu akan selalu memberikan yang terbaik dan bikin senang bukan menyengsarakan. Kebiasaan yang ngga bener tadi bisa dihilangkan, apalagi saat hura-hura buang-buang bahan makanan. Banyak di daerah lain malah kelaparan dan bingung mau makan apa.

Ultah jadikan sebagai batu loncatan yang lebih baik lagi ke depan, karena pertambahan umur adalah penambahan tanggung jawab dan pola pikir yang relevan. Karena umur yang telah kamu lewati diminta pertanggungjawaban kelak. Makanya jadikan sebagai resolusi yang lebih baik ke depan bukan malah melakukan hal yang ngga jelas.

Apa saja pengalaman yang pernah alami dan menyaksikan dari ultah alay yang ngga ada lucunya, mari share di bawah kolom komentar.
Share:

2 komentar:

  1. Yang sudah punya domain tambah keceh ni :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas bantuannya kemarin. Kapan-kapan kita ngopi bareng, tapi non sianida ya!!

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis