Kamis, 15 September 2016

Motivasi atau Bacotan Kosong?

Motivasi atau Bacotan Kosong
Sebelum memotivasi orang lain, kamu harus sukses dahulu biar orang lain percaya setiap kata-kata motivasimu. Kalau tidak ucapan kamu sebatas bacotan tak berguna.

Sudah jadi sesuatu wajar manusia modern butuh motivasi supaya dirinya bisa lebih baik lagi. Maka dari itu banyak manusia hidup dari motivasi orang lain, bahkan sampai kata-kata bijak rokok jadi sebuah motivasi bagi banyak orang.
Salah satunya jejaring sosial media ialah wadah paling banyak menyediakan adalah akun kata-kata motivasi. Dari kata-kata penyemangat, penyegaran hingga sarkasme jadi pemantik motivasi serta pencerahan bagi membaca.

Tak ayal, dengan beratnya tekanan hidup serta besarnya kegagalan yang datang menjadikan lahirnya perangkai kata dan pemantik makna. Lewat itulah lahir para motivator ulung, punya segudang pengalaman serta rangkaian kata-kata bisa memotivasi siapa saja yang menyaksikannya.

Jiwa-jiwa kurang asupan kata-kata bijak menjadikan motivasi yang keluar dari para motivator sebagai pemantik semangat walaupun terasa sulit diwujudkan.
Wah... keren banget kata-kata bijaknya, sungguh menyejukkan!

Ada pula yang menghujat karena setiap motivasi sulit terwujud dengan kata-kata:
Dasar motivator..., modal bacotan doang langsung terkenal dan dapat bayaran. Coba dia lakukan sendiri, mungkin belum tentu bisa.
Menjadi motivator terlihat sebuah pekerjaan gampang, bermodal kemampuan merangkai kata-kata dan berpembawaan tenang. Posisi paling sulit jadi penontonnya, bingung mengaplikasikannya setiap ucapan sang motivator dan duitnya habis bayar tiket masuk. Semisal:

Jika ingin mendapatkan pasangan yang sempurna,  mulailah mencari tujuh bola Dragon Ball *Motivasi sulit*

Tidak bisa dipungkiri banyak dari kita yang merasa begitu senang akan puji setinggi langit walaupun itu berlebihan dan palsu. Sebaliknya saat diberikan kata-kata realita namun nyata malah marah tak terima.

Saya rasa, orang-orang sukses di bidangnya lebih layak memberikan kiat sukses untuk memotivasi orang lain  bukan para motivator. Pengalaman dan jerih payahnya uuntuk sukses jadi inspirasi pendengar bukan motivasi dari motivator yang menganggap dirinya nomor satu. Ibarat kecap, selalu menganggap dirinya nomor satu.

Merujuk ke negeri sebelah maju, motivasi bukan sebuah profesi yang ditekuni. Hampir semua jiwa manusia merasa terpacu saat melihat orang lain ikut maju. Pikiran mereka adalah ikut melesat maju atau mundur dari lintasan. Berbeda dengan masyarakat kita yang begitu menggebu-gebu saat mendengar kata-kata motivator, lalu meredup setelah selesai mendengarkan ocehan si motivator.

 Saya rasa menjadi motivator mumpuni tak harus tayang di televisi, semua bisa menjadi motivator untuk diri sendiri. Kalau menurut saya, menasihati orang lain itu hal mudah di saat pikiran tak kalut nan berkabut. Tetapi saat orang yang menasihati mengalami kondisi yang sama seperti yang ia nasihati mungkin ia akan putus asa dan kalut.

Hal lain kini yang mendera yakni motivator kini terlihat kurang inovatif dalam menyampaikan materi. Tak ada hal baru yang disampaikan, hanya saja penggunaan bahasa dan kiasan yang terlihat agung. Padahal maksudnya tetap saja sama hanya gaya bahasa yang tak berubah, tujuannya agar para penonton takjub.

Pengaruh bahasa pun juga mempengaruhi level motivasi yang diterima, saya mengamati hal itu berapa banyak akun pemberi motivasi dari bahasa asing terutama sekali Bahasa Inggris. Terlihat begitu megah tetapi artinya saat diterjemahkan maksudnya sering didengar. Memotivasi sambil terlihat keren, begitulah tepatnya.

Baiklah sebagai penutup, dari segala motivasi yang paling baik adalah motivasi dari diri sendiri karena bahan bakarnya tak pernah habis tanpa perlu pasokan dari luar (baca: motivator). Semua motivasi akan jadi bacotan semata saat kamu tidak yakin dengan orang lain ucapkan, malahan bacotan orang lain dengar namun teguh dan yakin itu jadi motivasi berharga menggapai mimpi.

Ayo jadi termotivasi dari diri sendiri sembari mewujudkan mimpi!!!

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis