Sabtu, 24 September 2016

Relationship Goal Salah Kaprah

Aku tak bisa hidup tanpa kamu walaupun hanya sedetik.
Semuanya akan aku lakukan hanya untukmu semata.
Ke manapun dirimu pergi melangkah, aku akan selalu ikut denganmu.
Hanya dirimu saja yang ada di dalam hati dan pikiranku.
Baiklah, cukup itu saja kata-kata yang gue lampirkan karena kalau terlalu banyak, kalian semua akan jijik dan ngga nafsu makan selama seminggu. Kalimat-kalimat romantis seperti itu sedang sangat Booming di kalangan anak remaja kekinian yang sedang dirundung cinta.
Model percintaan dengan kata-kata manis sering sekali menghiasi sosial media sebagai bukti cintanya ke pasangannya. Dunia ABG yang begitu labil dan mudah salah arah itulah yang meracuni jiwa-jiwa anak muda kini.

Siapa sih yang kesengsem manja saat salah satu pasangan menerima kata-kata santet romantis seperti di atas. Tak cukup sampai di situ, malah kini tak kalah banyak foto romantis tak layak. 

Kiblat anak muda kini berasal dari referensi selebtweet, selebgram dan selebtube ternama yang memperkenalkan latar belakang kisah romantis ala mereka.

Semenjak Booming-nya Relationship Goal yang dibuat oleh akun-akun sosial media luar negeri. Kini giliran anak negeri yang ikutan unjuk gigi membuat dalam bentuk versi mereka. Alhasil, malah terlihat sangat vulgar, lebay dan jauh dari budaya Timur.

Foto-foto mesra khas anak muda bertebaran di jejaring sosial dan foto pacaran ala barat pun merambah dengan hashtag: #RelationshipisGoal. Saat gue lihat, ini adalah hal yang ngga benar dan berlebihan.

Pertama, seperti kata-kata di atas misalnya:
Hanya kamu di pikiran dan di hati, aku tak bisa hidup tanpamu, hingga semua akan kulakukan untukmu. 
(Keliatan terlalu posesif dan seakan-akan malah jadi budak cinta)

Gue menyimpulkan itu adalah sifat posesif dan ngga ada kerjaan, pikiran hanya dicurahkan hanya untuk dia, waktu untuk si dia dan ke mana-mana barengan. Jangan-jangan saat cowoknya mau pergi Jumatan,  si cewek minta ikutan pula. Sungguh keterlaluan bukan.

Di sosial media foto-foto mesra diumbar dan jadi santapan publik. Kedua pasangan menganggap serta mengartikan hubungan ke pacar adalah segalanya dan berlebihan.

Butuh publikasi biar semua orang tau. Sebahagian orang ada yang memuji, merasa  iri, hingga mencerca habis-habisan.
Ingin terlihat paling bahagia padahal publikasi ngga menjamin bahagia itu sebenarnya

Keadaan berbalik 180 derajat saat ternyata yang diagung-agungkan bukan Relationship is Goal malahan jadi Relationship is Sh*t. Sesuatu yang digadang-gadang terlihat begitu manis malah berakhir pedis.

Alhasil harus menanggung malu yang berlipat-lipat. Misalnya semua foto yang sudah tersebar di sosial media harus dihapus satu persatu. Bagaimana capeknya kalau ternyata foto yang tersebar jumlahnya ribuan? Bisa-bisa sampai keseleo jempol buat menghapusnya.
Intensitas mempengaruhi kualitas, hubungan itu membutuhkan kualitas bukan harus terlihat bersama seperti rutinitas.

Pikirkan dulu baik-baik sebelum nantinya malah salah jalan.

Kedua, Relationship Goal salah kaprah selanjutnya yaitu:
Semuanya akan aku lakukan untuk dirimu semata
Bila dipikir-pikir, ini terlihat seperti menurutkan keinginan orang lain serta kata-kata tersebut membuat dirimu seperti budak cinta.

Banyak hal bermanfaat lainnya yang bisa dilakukan, karena terlalu mementingkan pasangannya malah terlihat seperti pengangguran berkedok cinta. Sehingga hubungan tak tau harus dibawa ke mana.

Saat jatuh cinta kadang hidup seperti terbawa arus perkataan, tak peka mendengarkan perkataan orang lain kecuali pasangannya sendiri. Hanya orang-orang terdekat yang mampu melihat dan membantu menyadarkan.

Saat itu cara terbaik adalah dengan membimbing sahabat atau temanmu, bukan menertawai atau menghakim segala tindak-tanduk temanmu. Karena cara hubungan yang mereka lakukan itu salah kaprah, yang mereka butuhkan sebuah pengarahan.

Ketiga, Relationship Goal adalah ingin melakukan segala hal bersama di mana saja. Misalnya, menyeberangi jalan harus dipapah dan pegangan tangan. (Memang pacarnya buta apalagi saat itu jalan sedang sibuk-sibuknya). Alhasil malah berakhir di rumah sakit.

Bentuk pengakuan Relationship Goal lainnya adalah agenda perayaan anniversary, dari yang hitungan Tahun, Bulan, Minggu. Hingga yang paling parah setiap Hari ada perayaan jadian mereka.

Mereka pun sadar bahwa hubungannya tak berlangsung lama, jadi butuh anniversary setiap saat. Gue asumsikan hubungan seperti ini rentan ribut masalah kecil, kemudian berakhir di kata-kata:  Kita putus saja.

Apalagi sifat manusia yang terlalu mudah berubah haluan apalagi tak ada rahasia dan kejutan. Sudah jadi sifat manusia kenapa saat saling bersama dan ke mana-mana selalu berdua cepat akan menimbulkan sebuah rasa bosan dan jenuh.

Tak ada lagi sesuatu yang spesial, dari bangun tidur hingga tidur rutinitas hanya bersama si dia. Rasa risih bercampur bosan menghinggapi, segala sesuatu yang kecil bisa menjadi permasalahan besar. Saling tuding dan curiga jadi alasan hubungan terganggu.

Berbeda banget bila antara dua insan punya kesibukan masing-masing. Di jamin mereka tak ada terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil, karena itu bukan skala prioritas dalam berhubungan.

Keempat, Relationship goal hanya dirimu yang di pikiran ini. Bentuk kata-kata relationship yang mengada-ada. Jadi setiap waktu memikirkan dia, lagi kerja iya, lagi tidur pula, hingga lagi ngeden juga memikirkan dia. Jadi memikirkan yang lain kapan?

Sekedar informasi, kapasitas kapasitas otak manusia yang menurut penelitian kapasitas maksimumnya hingga 2,5 Petabyte. Setara dengan 1 juta Gigabyte.

Waduh, sia-sia sekali, apalagi seluruh energi dan fokus otak hanya dicurahkan ke pasangan kamu sedangkan banyak hal lain yang bisa dipikirkan. Ibaratnya main Game Zuma dan Soliter di Macbook Pro Retina Display keluaran terbaru. *Mubazir*

Cobalah pikirkan hal yang bermanfaat dan menambah akan pengetahuan, misalnya memikirkan cara kerja teori Relativitas Einstein.

Kelima, kumpulan kata-kata Relationship Goal membuat banyak muda-mudi melupakan banyak hal, termasuk orang-orang yang berpengaruh dalam hidup sebelum pasangan itu datang. Seperti kedua orang tua, sahabat dekat, dan sanak keluarga.

Akibat mengikuti kata-kata Relationship Goal, alhasil kedudukan pacar lebih istimewa dan tinggi kedudukannya daripada orang tua, sahabat dan sanak keluarga.

Giliran putus dan kesusahan malah minta bantuan sama orang tua, teman dan sanak keluarga. Giliran lagi bahagia, mereka semua terlupakan begitu saja.

Keenam, Relationship goal yang bertentangan lainnya adalah dengan suka rela mengorbankan kesucian diri buat pasangan yang belum halal dan belum tentu mau tanggung jawab.

Apalagi tingginya hubungan anak muda yang membuktikan rasa cinta dan sayangnya dengan mengorbankan jati diri. Salah satu pihak dirugikan apabila kemudian ditinggal pergi. Selain itu tindakan bodoh seperti itu bertentangan dengan norma agama dan adat kita.

Terakhir, adalah terlalu menuruti segala keinginan pujaan hati terutama masalah pengeluaran, sesekali boleh saja. Tapi bila sudah keseringan bisa-bisa kantongmu jebol dan di akhir bulan harus bertahan hidup dengan mie instan.

Apalagi uang jajan yang kamu terima masih dari beasiswa orang tua. Malah kamu merelakan begitu banyak uang pribadimu buat memberikan makan “anak orang”. Bisa jadi kamu dimanfaatkan, hayooo!!!

Baiklah, kesimpulan dari pembicaraan panjang lebar gue:
Relationship itu ngga perlu diumbar hingga terlihat salah kaprah, karena yang dianggap goal malah berakhir sebagai jadi goal kick.

Orang yang bahagia ngga perlu publikasi tetapi bukti. Relationship sebenarnya bukan hanya semata pamer di sosial media tetapi relationship bermuara ke KUA. 

Sekian dari gue semoga angka Relationship Goal salah kaprah bisa berkurang dengan tulisan ini. Kalian pernah mengalami atau melihat Relationship Goal salah kaprah, silakan cerita di kolom komentar.

Semoga memberikan banyak pencerahan.
Share:

6 komentar:

  1. Setuju relationship goal adalah bermuara ke KUA

    Budy | Travelling Addict
    Blogger abal-abal
    www.travellingaddict.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segara, tunggu apalagi sebelum semua biaya naik.

      Hapus
  2. Intinya mah Nikah ya!....
    Lamaran, KUA, Nikah, Resepsi... Real Relationship

    Emang harus disegerakan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.. bila tidak doi-nya dipepet orang lain *rugi dua kali*

      Hapus
  3. Betul nih..., relationship god tuh ngerepotin ak, mending mikirin kerja dlu baru nikah biar jdi pasangan kaya dan cerdas

    BalasHapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis