Selasa, 25 Oktober 2016

Wanita dan Paradoks Kedai Kopi

kedai kopi

Paradoks kaum Wanita pergi ke kedai kopi masih terkekang oleh pemikiran tabu terdahulu. Kedai kopi lebih digambarkan sebagai tempat para Kaum Adam duduk sambil melepas lelah, hanya sepenuhnya Kaum Adam punya kewenangan duduk di sana.

Apalagi kedai kopi identik dengan minuman utama yakni kopi berkafein tinggi dan kumpulan lelaki dewasa. Kedai kopi pulalah lebih mengikat ke arah gender dan nilai-nilai maskulinitas pengunjungnya. Anggapan itu sudah begitu lama melekat di kalangan masyarakat.
Share:

Selasa, 18 Oktober 2016

Mengapa Mengedit Lebih Sukar Daripada Menulis?

mengapa mengedit ebih sulit dari menulis?

Ini kayak tulisan yang gue tulis sudah yang paling keren dan indah. Tertawa sambil menatap tulisan yang baru ditulis *tutup laptop sambil senyam-senyum* Keesokan harinya saat buka draft tulisan yang ditulis semalam.

Apa... itu kok ngga mengalir banget 
Ini kok malah ngga nyambung 
Kok gue nulis bisa se-absurd ini 
Kok banyak yang typo dan meluber ke mana-mana

Itu namanya Swasunting!

Sering banget kamu bisa nulis dengan secepat kilat, dengan mudahnya tulisan mengalir begitu deras dengan dari kepala ke Word. Suara-suara dari tuts Laptop berbunyi begitu cepat, semua berjalan lancar apalagi mood sedang tinggi-tingginya siapa yang tidak banget kerja keras menelurkan tulisan.

Fase paling sulit adalah menulis dan memulai dari mana, dan setelah melewati fase itu yang paling berat adalah fase editing. Menulis itu mengeluarkan emosi, pemikiran, opini dan juga ide segar yang mengalir begitu deras di dalam kepala. Kadang di posisi itu kita bisa mengeluarkannya terlalu vulgar.

Di fase editing kita harus kembali membumi, mengingat apa yang kita tulis layak atau tidak layak. Apakah ini bisa dipotong, dibuang, dimodifikasi atau dipertahankan. Namun harus diketahui, waktu menulis sebaiknya bisa digunakan semaksimal mungkin untuk menulis bukan mengedit. Saat mengedit hal sebaliknya bisa dilakukan, semisal menulis ulang kalimat tak nyambung atau putus di tengah jalan. Ada beberapa opsi yang bisa dipilih, apakah itu ingin segera diperbaiki atau terkesan berulang-ulang lebih baik di delete saja.

Ada beberapa kiat yang ingin saya bagian untuk bisa menghasilkan tulisan terbaik dan menjadi kepuasan sendiri khusus dan pembaca umumnya. Apa sajakah, berikut penjelasannya.

Merevisi, saat dengar kata-kata keramat itu langsung saja terbayang masa tersulit bagi mahasiswa tahap akhir. Saat sang dosen pembimbing mengatakan: kamu revisi ulang semuanya, langsung tubuh terkulai lemas.

Tapi tunggu dulu, ini revisi yang dilakukan oleh diri sendiri. Selaku Blogger ia menjadi orang yang paling berhak atas segala tulisan yang ia tulis. Buah pikiran yang ingin di posting tak ingin sekedar lewat atau tak punya nilai tambah kepada pembaca. Itu dimulai dari hal-hal kecil, misalnya ejaan, kata tak nyambung dan sampai maksud keluar dari jalur.

Cara terbaik proses self editing ini dengan membaca dengan suara keras. Saat itu anda memposisikan diri sebagai pembaca bukan penulis. Bila tidak, anda merasa tulisan yang anda tulis terlihat seluruhnya benar. Bagi yang tak terbiasa jadi sangat memberatkan, bila dibiasakan akan jadi mudah dengan sendirinya.

Sama halnya bila anda ingin mengajukan naskah anda ke penerbit, pasti saat naskah diterima penerbit ia akan bergerak ke meja editor. Tulisan yang telah jadi dan renyah dibaca dan tertaruh rapi di rak toko buku ialah proses revisi yang berkali-kali. Kadang naskah awal yang ditulis dengan yang terbit terlihat begitu berbeda, tujuan utama ialah penerbit, penulis, dan pembaca untung.

Memotong tulisan, Memang menulis terlihat mudah saat dibayangkan, ingin nulis ini dan itu. Ceritanya malah berbeda saat menatap layar laptop dan menulis di word, pikiran serasa miskin ide. Semua yang dipikirkan tadi mulai lupa atau bahkan yang masih diingat malah terlihat begitu sedikit.

Alhasil malah menulis sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan materi yang ingin diangkat. Problem lain yang akan muncul saat proses pemotongan tulisan yang melebihi batas, alhasil banyak yang kena proses pemotongan tulisan.  Menulis 1000 kata, tapi yang layak hanya 700 kata. 300 lagi menjadi korban delete tak bersisa. Kalimat rancu dan kata hubung yang tak sesuai harus siap-siap kena deleted. Memotong tulisan rasanya begitu tega, apalagi banyak ide dan waktu yang terkuras, namun itu salah satu cara terbaik

Menulis ulang, Cara lain dan bijak adalah menulis ulang segala tulisan yang banyak kekurangan dan terkesan dipaksakan. Pada proses ini ide tulisan tetap dipertahankan semaksimal mungkin, namun gaya bahasa dan proses penulisan yang berbeda. Selain itu menulis ulang membuat nuansa baru terutama tulisan lama. Ada energi segar yang mengalir dan setiap kata yang terangkai.

Menyiapkan tulisan, Setelah semuanya selesai dari menulis mengedit, merevisi, memotong dan sampai menulis ulang. Kini saatnya melakukan sentuhan terakhir yakni menyiapkan tulisan. Semua langkah yang dijalankan jadi jalan menuju tulisan yang memuaskan.

Memang menulis tak hanya menulis, banyak faktor lain yang menentukan kesuksesan tulisan anda dan kesempatan itu jangan dilewatkan percuma. Karena swasunting dan menulis ibarat komponen yang ngga bisa dipisahkan.

Share:

Rabu, 12 Oktober 2016

Menakar Peluang Bisnis Kedai Kopi di Banda Aceh

menakar peluang kedai kopi di banda aceh

Siapa sih yang tak tahu bahwa Kota Banda Aceh punya sebutan kota seribu kedai kopi. Hampir di setiap sudut kota hingga ke perkampungan warga dihiasi oleh berbagai macam kedai kopi. Ngopi ibarat sebuah ibadah wajib sebelum melakukan segala aktivitas dan menjadi kebiasaan turun-temurun masyarakat Aceh umumnya.
Share:

Minggu, 09 Oktober 2016

Penggandaan Uang, Modus Money Game Menggaet Korban

Penggandaan uang, modus money game menggaet anggota

Akhir-akhir ini sedang heboh-hebohnya penangkapan pelaku penggandaan uang yang punya begitu banyak pengikut dan telah merugikan banyak korban. Proses penangkapan pun sedikit berjalan alot apalagi dihalangi oleh begitu banyak yang mengatasnamakan pengikutnya.

Alhasil polisi membutuhkan hampir 2.000 tim gabungan timnya dan TNI untuk bisa menangkap pelaku. Terutama untuk menghindari akan perlawanan pengikut dan warga sekitar. Alasan penangkapan atas dasar perencanaan pembunuhan terhadap pengikutnya serta penggandaan uang.
Waduh duit bisa digandakan?

Itu berarti tak perlu kerja, cukup menggandakan kelipatan uang terbesar terus langsung kaya deh. Usut pun usut ternyata itu semua adalah modus penipuan. Korbannya pun telah banyak tersebar dari penjuru daerah, hampir puluhan ribu jadi korban dan punya ratusan pengikut setia yang kerjaannya menghitung uang hasil penggandaan.

Share:

Sabtu, 01 Oktober 2016

Pembajakan, Ayo Dilawan Bersama!

 Pembajakan, Ayo Sama-sama kita lawan

Siapa di sini yang ngga pernah pakai hasil bajakan? 
Pasti sontak semuanya menjawab: tidak ada (nihil).

Hampir semua dari kita pernah memakai produk dan karya orang lain versi bajakan. Apalagi kurang ketatnya regulasi dalam perlindungan karya orang lain. Memakai hasil bajakan dan melanggar hak cipta sudah jadi kebiasaan masyarakat, malah ada yang bisa didapatkan dengan cara gratis.

Perkembangan pesat teknologi semakin memudahkan hasil bajakan tersebar dengan cepat terutama melalui dunia virtual. Seperti software, musik, karya tulis di dunia maya (berbagai jenis), film, dan lainnya.

Karya cipta berbentuk hard (perangkat keras) dan karya rupa mengalami hal serupa. Penggandaan dilakukan dengan cara menghasilkan produk menyerupai tapi tiruan. Istilah ini mengacu pada berbagai jenis dari kelas Premium, Grade Ori, Black Market, KW super, KW1, KW2 hingga KW1000. Buset!!!
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis