Minggu, 09 Oktober 2016

Penggandaan Uang, Modus Money Game Menggaet Korban

Penggandaan uang, modus money game menggaet anggota

Akhir-akhir ini sedang heboh-hebohnya penangkapan pelaku penggandaan uang yang punya begitu banyak pengikut dan telah merugikan banyak korban. Proses penangkapan pun sedikit berjalan alot apalagi dihalangi oleh begitu banyak yang mengatasnamakan pengikutnya.

Alhasil polisi membutuhkan hampir 2.000 tim gabungan timnya dan TNI untuk bisa menangkap pelaku. Terutama untuk menghindari akan perlawanan pengikut dan warga sekitar. Alasan penangkapan atas dasar perencanaan pembunuhan terhadap pengikutnya serta penggandaan uang.
Waduh duit bisa digandakan?

Itu berarti tak perlu kerja, cukup menggandakan kelipatan uang terbesar terus langsung kaya deh. Usut pun usut ternyata itu semua adalah modus penipuan. Korbannya pun telah banyak tersebar dari penjuru daerah, hampir puluhan ribu jadi korban dan punya ratusan pengikut setia yang kerjaannya menghitung uang hasil penggandaan.

Semua sudah pasti di tayangan dan berita yang heboh akhir-akhir ini. Tentang kesaktian pelaku yang menggunakan nama kanjeng itu untuk bisa menggandakan uang. Kalau menggandakan dokumen itu sih kerjaan tukang foto kopi.

Tumpukan uang menggunung ibarat tumpukan kertas bekas revisi skripsi, serta beredar video viral penggandaan uang di Televisi dan Youtube. Apalagi media sangat senang dengan pemberitaan yang sangat hangat dan ingin terdepan mengabari kepada pemirsa yang haus informasi.

Baca juga: Permainan Kolosal Media, Semua Ikut Terpana

Untuk bisa menggandakan uang, ada beberapa peralatan nyeleneh yang digunakan untuk  melakukan ritual penggandaan uang, seperti:

Baju Jubah, Tujuan ini baju adalah baju besar saat proses ritual penggandaan uang serta menyembunyikan uang yang ternyata palsu, biar para pengikut dan korbannya percaya. Apalagi di dalamnya ada kantung yang muat segepok uang monopoli hasil penggandaan.

Kantung Ajaib, Mirip kantong milik Doraemon tetapi letaknya ada di dalam baju jubah. Fungsinya bisa mengeluarkan uang dan perhiasan palsu tadi saat pelaksanaan ritual.

Dapur ATM, Terbuat dari kayu dan berbentuk persegi mirip dengan ATM umumnya yang banyak dimanfaatkan buat ngadem sejenak menarik duit. Dapur ATM ini konon bisa mengeluarkan uang sebanyak 5 juta/hari cukup dengan menempelkan uang 10 ribuan di tulisan Arab pada ATM tersebut.

Bolpoin Laduni, Ini barang bukti yang paling aneh, barang siapa yang memegang itu pulpen, langsung fasih berbicara 7 bahasa asing. Aduh, tak usah susah-susah ikut privat dan beli kamus bahasa asing. Nyatanya mirip bolpoin yang mudah dijumpai di kaki lima dan tak ada efek apa-apa.

Nah... terpenting dari semua adalah sebuah kursi singgasana berwarna putih bermotif bunga-bunga tempat si kanjeng duduk dengan gagahnya sambil mengeluarkan lembaran uang 100 ribuan. Semua yang menyaksikan ikut terpana dan bengong. Kok bisa ya?

Ia melakukan ritual dengan memakai jubah dan topi sambil membaca mantra-mantra nyeleneh.  Lalu dengan sendirinya uang bisa keluar dari kantong sakunya. Anehnya lagi adalah banyak yang percaya aksi tersebut. Awal mulanya itu hanya tempat jasa pengobatan namun kini telah jadi lokasi penggandaan uang.

Bila ditelusuri lebih lanjut, mana mungkin bisa menggandakan uang apalagi saat ini zaman sudah serba canggih. Percaya hal yang tak masuk akal, termasuk kata pelaku punya jin Ifrid yang bisa mengantarkan uang pesan pelanggan. Makin aneh bukan!!

Ini mirip modus Money Game dan tak ada proses penggandaan nominal investasi uang korban, yang ada perputaran para anggota (korban) disuruh menyetor uang dalam nominal tertentu.

Otomatis sangat menguntungkan dirinya selaku pelaku selaku Top Leader, sedangkan korban selaku Downline uangnya terkuras habis-habisan bila tak bisa menemukan anggota baru yang bisa diajak gabung untuk uangnya bisa digandakan selanjutnya. Jelas-jelas bisnis ngibul.

Patut dicurigai adalah selalu saja bisnis penggandaan bermula lokasi pengobatan yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit yang katanya tak ada obatnya. Ataupun menjual obat yang bisa menyembuhkan beragam penyakit hanya dengan satu macam obat itu. Siapa yang tidak tergiur apalagi masih banyak yang suka pergi berobat ke dukun dibandingkan ke dokter yang katanya mahal.

Terakhir saat sudah punya banyak anggota, pengobatan dan obat yang ditawarkan hanya sebagai pelicin sistem penipuan. Ujung-ujungnya minta menyetorkan sejumlah uang yang disetujui untuk memuluskan bisnis. Dengan harapan, kelak akan mendapatkan iming-iming yang besar seperti penggandaan uang.

Agar memuluskan bisnisnya bisa dikenal oleh banyak orang adalah dengan manipulasi foto dengan pejabat tokoh ternama. Itu sudah salah satu hal yang wajib ditambah lagi dengan banyaknya aplikasi edit foto. Ini cara terbaik buat para korban percaya bisnis ini mendapatkan kepercayaan orang penting kenamaan.

Namun dari itu semua saya berpikir, penggandaan uang yang dilakukan mirip dengan Money Game, arisan berantai hingga skema Ponzi. Caranya masih sederhana, masih mengandalkan adanya kemampuan gaib yang bisa menambah jumlah materi yang diberikan kepada pelaku.

Target yang dicari pun dari kalangan masyarakat setempat dan luar daerah yang masih masih kuat dan kentalnya akan kepercayaan animisme. Semuanya berawal dari menjual barang atau jasa sebagai salah satu mencari anggota sekaligus korban.

Bidang yang paling banyak disusupi adalah bidang medis, apalagi sakit itu pasti dan itulah kenapa orang pergi berobat tak pernah sepi. Salah satu caranya pengalihan dengan mendirikan tempat pengobatan, menawarkan jasa kesembuhan, dan menjual obat-obatan buatan mereka.

Itulah kenapa setelah ditelusuri lebih lanjut mengapa begitu banyak aksi Money Game berlatarkan arisan berantai menjual barang dan jasa di awal untuk meyakinkan korban.

Contoh mudahnya seperti ini, misalnya seorang yang mengatakan seorang ahli pengobatan berbagai penyakit tradisional bisa menyembuhkan banyak pasien. Melihat animo yang besar, saat itulah ia membuka kedoknya dengan menawarkan bisnis cepat kaya, sedangkan pengobatan tadi hanya magnet penarik korban.

Otomatis begitu banyak yang tergiur apalagi iming-imingnya sangat besar. Mirip seperti kasus yang sedang heboh kini.

Hampir semua Money Game yang terbongkar berasal dari penawaran barang dan jasa. Contoh lainnya adalah Bapak A punya usaha bisnis obat kecil-kecilan, karena usahanya tak kunjung maju, alhasil ia mengutus orang kepercayaannya untuk menjajakan obatnya tidak lagi di toko.

Singkat cerita mereka berkelana ke sana kemari mencari anggota untuk membeli obat. Strateginya bagi setiap anggota harus membayar sekian walaupun lebih mahal dan walaupun obat tersebut mutunya sangat rendah.

Namun, lupakan itu barang (obat), komisi andai bisa merekrut 2 anggota sebagai kaki (istilah yang biasa dipakai dalam sistem Money Game untuk downline) sangat menggiurkan.

Tujuan utama dari menjual obat telah bergeser dengan mencari anggota sebanyak-banyaknya, padahal tujuan utama agar obat yang dijual mampu laku keras di pasaran. Mereka yang bergabung bukan sebagai distributor barang tetapi sudah mengarah ke arah mencari anggota yang mementingkan profit dari iming-iming keuntungan yang begitu besar. Nah itu prinsip dari Money Game.

Sebenarnya tidak ada uang yang digandakan tetapi itu hanya perputaran uang dari hasil keuntungan investor sebelumnya, untuk menutupi adalah mencari anggota baru lagi. Mereka yang untung besar adalah yang pertama sekali berkecimpung di skema itu.

Alur yang biasa Money Game terjadi:

Memberikan pengobatan, menjual jasa, dan barang > Mencari anggota > Menawarkan kelipatan keuntungan menggiurkan > Korban tertipu > Uang masuk para Top Leader

Kini bisnis Money Game sudah terlihat modern dan profesional, berbeda dengan penggandaan uang mengandalkan trik menggandakan uang melalui kekuatan gaib. Mereka menyasar orang yang sedang dirundung krisis keuangan dan butuh uang cepat. Biasanya mereka sangat gencar menjual mimpi dan salah satu caranya dengan terlihat profesional dan bonafide atas perusahaan yang dijalankan.

Salah satu langkahnya dengan foto anggota perusahaan Money Game itu yang sukses dengan bergelimpangan harta. Misalnya mobil dan rumah mewah serta jalan-jalan ke luar negeri walaupun diragukan keabsahannya. Hingga pamer kapal pesiar walaupun berbentuk miniatur  dan wahana pesawat ulang-alik NASA.

Anggota Money Game juga harus pintar pamer kepada calon korban agar mereka percaya dengan bisnis yang dijalankan. Kemampuan berbicara dan meyakinkan klien jadi modal misalnya harus terlihat necis nan parlente agar korban percaya akan bisnis ini bikin sukses.

Umumnya mereka menyasar para kalangan yang tergiur iming-iming yang sangat besar tapi dengan cara singkat tanpa harus kerja keras. Salah satunya contoh yang banyak terjaring sebagai korban banyak berasal dari masyarakat kalangan bawah dan mahasiswa baru yang masih sangat mudah dipengaruhi.

Gebrakan yang dilakukan oleh bisnis Money Game yang mengatasnamakan MLM. Itu membuat citra MLM jadi buruk. Apalagi hampir semua MLM dianggap Money Game padahal tidak dan jauh sekali berbeda.

Sekilas tentang MLM
Baiklah sedikit saya perjelas, berbeda dengan Money Game yang sangat antusias menawarkan seribu janji kepada korban. Serta tujuan utama mereka adalah mencari profit melalui perputaran uang para anggota, sedangkan barang atau produk sebagai pengalih para pelanggan yang ingin bergabung.

MLM lebih menekankan akan penjualan produk kepada para konsumen, anggota yang direkrut punya target tertentu untuk bisa menjajakan produk. Para anggota perlu seleksi ketat dan dituntut bisa mencapai target yang diinginkan. Nantinya bonus menyusul dengan sendirinya, namun mereka tetap punya gaji tetap atas kerja kerasnya.

Sedangkan Money Game mendapatkan uang penghasilan murni proses dari menggaet uang korban yang telah menjadi downline-nya. Sulitnya membedakan MLM legal yang bersertifikasi di tengah maraknya mengatasnamakan MLM tapi nyatanya Money Game yang merugikan korban. Terpenting, ingatlah...!!  MLM bukan fokus menjual mimpi tapi fokus menjual produk.

Money Game itu berskema Ponzi
Hampir semua Money Game menggunakan skema Ponzi yang berbentuk piramida. Makin mengerucut ke puncak dan semakin tinggi level (Top Leader), maka semakin mengguntungkan posisi orang tersebut. Sedangkan downline makin menderita, apalagi untuk mencari anggota dan mengembalikan modal susahnya minta ampun.

Zaman kini pun Money Game berkembang dengan berbagai cara, ada secara tradisional dan modern, semuanya sama-sama dengan sistem prospek mencari anggota korban dan menggandakan uang.

Foto bersama tumpukan uang, kendaraan mewah, jalan-jalan ke luar negeri dan pejabat hebat nasional sudah jadi hal yang wajib walaupun itu semua terlihat seperti hasil edit.

Hanya saja yang beda Money Game tradisional dan modern, pangsa calon korban yang digaet dan modus operandi Money Game sangat beragam dan menyasar semua kalangan yang salah arah serta mudah tergiur.
Baca juga: Anak Muda dan Rayuan Duit

Targetnya uang yang butuh uang cara instan, apalagi di tengah maraknya gaya hidup mewah makan menjamin gengsi yang lahir juga besar. Alhasil cara paling cepat mencapai tujuan itu adalah termakan rayuan bisnis berkedok Money Game.

Kenapa banyak yang tertipu?
Masalah keuangan, ini jadi kondisi pelik yang hampir semua manusia pernah mengalaminya, kecuali kamu terlahir sebagai anak semata wayang raja minyak dari Arab. Kebutuhan yang semakin hari semakin bertambah makin menambah peliknya neraca keuangan yang lebih besar pasak daripada tiang.

Mengakali segala masalah itu adalah mencari pekerjaan yang layak dan terlihat mudah. Salah satu yang paling mudah tergiur adalah janji-janji perusahaan Money Game yang mengatakan manusia menolong manusia.

Keadaan terdesak seperti itu membuat banyak yang tergiur bermodalkan uang hasil menggadaikan barang atau pinjam kepada orang lain dan mencari 2 orang selaku anggota baru sebagai kaki. Mencari orang tak gampang, niat mengembalikan susah minta ampun ditambah mencari orang. Kasihan bukan mereka, masalah keuangan malah makin membelit.

Iming-iming yang besar, sebuah hal yang menarik apalagi sifat manusia yang sulit merasionalkan sesuatu hal saat mendapatkan iming-iming besar. Korban umumnya ialah orang yang mengharapkan iming-iming besar mudah termakan rayuan tersebut.

Bila dilontarkan sebuah pilihan sulit berupa:
Kerja keras dan di bawah standar tetapi gajinya pas-pasan dengan kerja santai tanpa tekanan dan iming-iming gaji besar.

Langsung pilihan kedua jadi pilihan semua orang walaupun ujung-ujungnya itu hanya sebuah iming-iming dan sebuah kata-kata manis. Tak semudah itu mendapatkan pekerjaan yang layak, gaji besar dan kerjanya santai sedangkan kamu tak punya keahlian khusus. Bisa jadi itu modus Money Game. Saat sudah di dalam, mau keluar tetapi sudah terjebak, begitulah ibarat pepatah.

Ambisi ingin cepat kaya, menurut hemat saya mengapa banyak yang terjebak di Money Game akibat ingin terlihat kaya. Tak mau usaha besar tetapi minta profit besar, para pembuat sistem Money Game sangat tertarik dengan orang-orang yang ingin cepat kaya.

Mereka akan dijebak dan diberikan kata-kata surga hingga bikin terpana. Misalnya bisa punya mobil mewah, rumah bertingkat, kapal pesiar bahkan sampai pesawat ulang-alik NASA.

Mengingat manusia adalah manusia yang senang akan kata-kata indah, alhasil si korban terjerat dengan ambisi ingin cepat kaya walaupun cara yang ia pilih salah arah.

Faktor Pendidikan, korban yang terjerat banyak dari mereka yang pendidikannya sedikit rendah atau kurangnya pengetahuan akan bisnis yang tak benar. Itulah kenapa sangat penting mengenyam pendidikan agar tidak gampang tertipu akan banyak iming-iming yang bisa menambah dan melipat gandakan uang dalam sekejap.

Para pelaku pulalah menargetkan masyarakat yang hidup di daerah, para kaum putus sekolah, petani, nelayan dan lainnya yang bisa termakan rayuan. Apalagi penawar bisnis umumnya terlihat sangat menjanjikan.

Mengingat banyak orang yang melihat kesuksesan dari penampilan selaku hal yang tampak, wajar banyak yang terkecoh.

Padahal yang menjamin sukses dan berhasil itu kembali dari seberapa hal yang tak perlu tampak tapi sangat berharga bila ditampakkan kepada orang banyak

Kurang akan pengetahuan, mengapa yang menjadi korban kebanyakan mereka yang masih “hijau” dan lugu bahwa kaya bisa digapai dengan mudah? Karena mereka kurang informasi dan mencari bahwa mencari uang itu susah.

Para penggiat Money Game sangat mudah mencuci otak mereka yang masih lugu dan polos. Langsung deh mudahnya saat diminta menyetorkan uang dan mencari anggota baru dengan mudahnya mangut-mangut percaya.

Punya uang namun tak tahu dialirkan ke mana, tak hanya mereka yang memiliki keterbatasan finansial yang menjadi korban Money Game, tetapi mereka yang punya begitu banyak dana tapi bingung menyalurkan ke mana.

Alih-alih disalurkan ke tempat ibadah, lembaga sosial dan lembaga non profit lainnya karena dinilai tak menguntungkan. Malah dialirkan ke para ahli yang bisa menggandakan uang. Hasilnya uang raib dibawa kabur, apalagi korban dari penipuan penggandaan uang andai mencapai nominal fantastis yakni 200 Miliar.

Terakhir sebagai pesan buat kita semua, biar kita tidak tertipu dengan iming-iming keuntungan yang besar. Karena segala kesuksesan butuh kerja keras bukan mengharap uang jatuh dari langit dan uang hasil penggandaan dari orang lain.

Semoga memberikan pencerahan agar tak mudah percaya sesuatu instan dan mudah bisa langsung mendapatkan profit besar. Kecuali semua itu telah dilalui dari proses panjang, kerja keras, konsistensi, dan doa yang menyertai semua perjuangan diberkahi oleh Yang Maha Kuasa.

Bila anda pernah tertipu, menjadi korban rayuan manis dan menyelamatkan orang lain untuk masuk ke lingkaran Money Game, bisa ceritakan pengalamannya di kolom komentar. Sekian dari saya, semoga kita semua tak tergiur iming-iming menjual mimpi tetapi bisa mewujudkan mimpi dengan cara sendiri. Cihuy!!

Share:

2 komentar:

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis