Selasa, 13 Desember 2016

Menulis Tema Lingkungan, Mengapa Minim Peminat?

menulis tema lingkungan

Akses informasi dunia digital begitu mengalir deras setiap hari, memenuhi trafik blog seorang blogger. Anggapan Blogger yang dulu dianggap sebelah mata, kini menjadi ancaman sangat serius mengalahkan sejumlah media massa online terkemuka. Pamornya mampu menggaet begitu banyak pembacanya dari setiap postingan.
Dari sekian banyak postingan yang masuk ke kantung trafik si Blogger, umumnya hanya membahas isu yang sedang hangat dan digandrungi pembaca. Di kolom media massa, isu yang diangkat kebanyakan berasal dari politik, gosip, olahraga, dan, percintaan. Masalah itu seperti tidak pernah ada habisnya. Pembaca seakan jenuh dan ingin sesuatu yang menarik dan tidak kaku.

Melihat kondisi tersebut, Blogger hadir sebagai penengah. Ia memberikan informasi menurut temannya melalui sudut pandang yang berbeda yang ia sampaikan. Lebih manusiawi dan lebih berdasarkan opini atau pengalaman pribadi. Pembaca seakan terbawa dengan penyampaian yang disampaikan dan menyampingkan media ternama sekali pun.

Namun dari sekian banyak postingan, sangat sedikit Blogger berani mengulas tentang masalah lingkungan. Setiap bulannya selalu selalu ada perlombaan yang mengangkat tema lingkungan, baik dari pemerintah atau LSM lingkungan, tetapi sangat sedikit yang mau terlibat. Hadiahnya tak kalah menggiurkan, namun iming-iming itu tempat partisipasi sedikit.

Nah, saya mau mengulas mengapa banyak Blogger yang enggan sekali membahas masalah lingkungan untuk diangkat dan berada di postingannya, berikut ini penjelasannya.

Trafik yang sepi, bagi siapa saja yang menulis dan memposting sebuah informasi terasa sia-sia andai target pembacanya sedikit. Walaupun berada di halaman pertama mesin pencari Google sekali pun. Terasa percuma kalau menulis trafiknya sedikit walaupun materinya sangat berbobot. Lebih baik materinya ringan-ringan saja namun mendapatkan sejumlah trafik dan share berlimpah dari pembaca.

Masalah lingkungan tidak terlalu seksi untuk diulas lebih lanjut. Sedikit mendatangkan trafik, menurunkan nilai komersial tulisan si Blogger. Faktor itulah yang mendorong mengapa banyak media dan bahkan Blogger sangat sedikit mengulas serta mencurahkan tulisannya ke masalah lingkungan.

Peluang informasi bisa menjadi viral dan mendapatkan share relatif sedikit. Keengganan itulah membuat isu lingkungan seperti kalah pamor dengan isu politik, percintaan, gaya hidup, dan olahraga.

Data terbatas, menulis dan merangkai menjadi sebuah opini butuh sejumlah data dan fakta. Apalagi tulisan yang diangkat mengenai masalah lingkungan. Kesulitan itulah menjadi kendala besar isu lingkungan bisa muncul ke permukaan, data itu hanya dimiliki dan diakses oleh kalangan tertentu.

Faktor itu seakan membuat Blogger malas mencari lebih tahu atau pusing-pusing menyatukan antara satu fakta dan data dengan yang lainnya hingga berkaitan satu sama lain. Sudah pasti waktu menulisnya lebih lama berbeda dengan tema yang khusus si Blogger angkat.

Kini tak usah takut dan khawatir, segala data mengenai masalah lingkungan bisa di akses di Mongabay-Indonesia. Beragam informasi jadi acuan kuat para Blogger menulis tulisan yang atraktif dan mengajak pembacanya larut dengan tulisannya.

Isu Lingkungan temanya luas, menulis tema lingkungan punya ruang lingkup begitu luas. Khususnya di Indonesia, permasalahan lingkungan yang paling banyak melanda berasal dari bencana alam seperti: banjir, tanah longsor, kekeringan, dan kebakaran hutan.

Selain itu faktor efek pencemaran lingkungan dan kerusakan ekosistem serta perburuan sejumlah satwa langka. Isu yang begitu luas dan kompleks mengharuskan penulis punya sejumlah pengetahuan yang harus ia angkat untuk memuaskan dahaga para pembaca.

Jangan sampai ia terkesan “sok tau” atau malah tulisan yang diangkat kurang berbobot. Daripada mengambil risiko itu, lebih baik tidak menulis anggapan sejumlah Blogger.

Tidak semua Blogger yang memenuhi halaman mesin pencari berlatar belakang ahli lingkungan atau praktisi lingkungan. Bisa jadi kemampuan mereka hanya menulis tips-tips ringan, menulis tema lingkungan jadi sebuah tantangan sendiri yang banyak yang tak menyanggupinya.

Materinya berat, isu lingkungan masih terkesan isu yang kurang ditanggapi dan terlihat berat. Butuh pemahaman lebih lanjut agar pembaca paham agar  isu yang diangkat. Dibandingkan pusing-pusing, banyak pembaca mencari artikel yang  menarik dan ringan. 
Banyak yang pusing membayangkan proses mencairnya es di kutub sambil menyelutuk. Udah jangan buang sampah saja sudah cukup, ngga usah pikirin kejauhan deh.

Tulisan yang terkesan berat bagi umumnya pembaca tidak tertarik dan cenderung membosankan hingga paragraf terakhir. Kemampuan Blogger teruji saat ia mencoba menulis yang bukan bidang. Sekalian beramal dan mengingatkan tentang masalah lingkungan, tak ada yang salah bukan!

Kurang Perhatian, tema lingkungan seperti masalah pemberitaan dan pamornya dengan sejumlah isu politik, gaya hidup, percintaan, dan olahraga. Porsinya sangat kecil dan saat kondisi sudah terdesak. Misalnya ada bencana alam terkait masalah lingkungan, barulah isu lingkungan naik ke permukaan. Lalu saat bencana berlalu, isu itu turun dan kembali terabaikan.

Sebaiknya harus ada perhatian lebih, karena kini isu lingkungan kini tak setabu dahulu. Malahan isu lingkungan sudah termasuk isu sensitif yang dibahas ke ranah publik. Sejumlah bencana yang terjadi akhir-akhir ini akibat perubahan alam yang drastis.

Kurang kesadaran, masih banyak yang tak percaya isu lingkungan. Ada 17% Australia, 15% Norwegia, 13% Selandia Baru, dan 12% masyarakat Amerika tak peraya isu perubahan iklim.
Mereka berdalih bahwa perubahan iklim murni isu dari pemerintah dan pihak media. Lebih para lagi adalah negara yang paling banyak menghasilkan emisi karbon pulanya yang punya persentase tersebut.

Walaupun tak ada data pasti dari Indonesia, sikap skeptis akan lingkungan sudah bisa dihilangkan. Masalah lingkungan harus ada porsi khusus terutama dari postingan para Blogger. Mereka yang punya banyak pengunjung dan subscribe dijamin bisa menggerakkan sejumlah pembacanya yang kurang sadar pada lingkungan. 
Satu memberi inspirasi, sejuta terpengaruhi dan terinspirasi

Itu jadi bukti mengapa sudah saatnya semua sadar lingkungan jadi aspek penting yang harus diketahui dan publikasi oleh Blogger.  Dan nantinya isu lingkungan sama seksinya dengan sejumlah isu hangat lainnya.
Semoga memberikan pencerahan.

Share:

3 komentar:

  1. Artikel yg menarik. Menurut saya membuat blog adalah koleksi pribadi yg sedang dipamerkan. Namun meskipun sedikit pembaca namun ada kepuasan tersendiri apabila koleksi itu kita bisa nikmati sampai waktu yg akan datang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tepat sekali, apalagi bila tulisan kita jadi inspirasi dan perubahan bagi banyak orang yang membaca

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis