Selasa, 28 Februari 2017

Kamis, 23 Februari 2017

Hidup Sesuai Passion? Sebaiknya Pikirkan Dulu Matang-Matang

hidup sesuai passion
Aku besar ingin jadi pesepakbola handal, ternyata saat besar harus kerja kantoran. 
Aku ingin jadi musisi tenar dengan punya banyak  fans setia, ternyata harus rela jadi pegawai bank. 
Aku ingin jadi seniman yang punya karya fenomenal, ternyata tak ada pilihan lain selain jadi pelayan toko.

Itulah hidup tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Berniat mengikuti passion sebenarnya namun tak punya prospek yang lumayan cerah. Akibatnya tak ada pilihan lain selain bekerja mengikuti desakan orang lain serta zaman.

Kita tarik undur ke belakang, saat masih kecil begitu banyak bakat potensial yang dimiliki. Namun perlahan-lahan menghilang karena itu semua hanya sebatas hobi yang tak berkembang lebih lanjut. Tak ada lahan menyalurkan bakat-bakat unik dan istimewa itu, alhasil bakat tersebut terkubur bersama cita-cita besar sang anak.
Share:

Kamis, 16 Februari 2017

Acara-Acara TV yang Terlalu Membosankan


Bingung cara membunuh rasa bosan apalagi kouta mendadak habis, saya pun memilih menonton TV untuk mencari tayangan yang bisa membunuh rasa bosan. Well... setelah sekian lama menghabiskan waktu buat memencet remote televisi hingga jempol sakit. Akhirnya tak ada acara TV yang menarik. Apa boleh buat, terpaksa harus menonton sejumlah acara yang random.

Setelah diperhatikan sekian lama menonton, saya mengambil kesimpulan hasil dari menonton TV lokal. Mungkin banyak yang sepakat bahwa kualitas tontonan TV lokal sudah sangat menurun. Sejumlah acara random menghiasi televisi lokal, berbeda dengan televisi berbayar. Andai sanggup bayar, cukup pilihan acara sesuai keinginan dan dijamin pas sesuai pilihan.
Share:

Rabu, 08 Februari 2017

Lapangan Bola, Masih Adakah Engkau?

lapangan bola, masih adakah?

Hampir setiap sore setelah waktu asar penulis bergegas  mengganti pakaian menjadi jersey sepak bola. Membawa tas berisikan peralatan seperti sepatu bola, jersey, pelindung betis dan paling penting ialah sarung tangan. Itu sudah dimulai semenjak kecil penulis tak pernah lupa merumput, minimal 2 kali sepekan.

Namun kini ada hal aneh, tak ada lagi rasa capek dan sakit sekujur tubuh setelah bermain bola. Penulis yang sementara harus pulang kampung orang tua lebih sering duduk di depan laptop atau mengecheck notifikasi yang masuk dari gadget. Sungguh hidup yang tak ada serunya, berbeda dengan dengan sejumlah baju kotor dan berkeringat, lalu pulang diomelin emak. Itu sebuah kesenangan.
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis