Sabtu, 11 Maret 2017

Plogging, Era Baru yang Sedang Ngehits

plogging

Kini telah muncul era baru untuk bisa mengetahui segala perkembangan informasi dengan mudah. bagi sebahagian kalangan, namanya terdengar masih begitu asing konsep itu bernama Plogging. Hasil dari gabungan kata Platform dan Blogging. 

Secara tak langsung Plogging menawarkan konsep yang lebih sederhana dalam mengaksesnya. Meningkatnya jumlah pembaca yang mengakses internet secara tak langsung menambah berbagai kanal informasi yang ingin dihadirkan.

Ini jadi kesempatan yang menarik bagi sejumlah platform termasuk sosial media kekinian untuk bisa menjaring para penggunanya. Apalagi blog menjadi primadona yang tak tergantikan semenjak awal mulanya eksis di akhir 90-an. Semenjak itulah Web Blog menjadi salah satu referensi informasi di internet.

Lahirnya Plogging seakan membuat citra Blog sedikit memudar, walaupun Blog punya segmen pembaca sendiri yang tak tergantikan oleh zaman. Platform tersebut ingin menyajikan sejumlah kategori berita dalam satu aplikasi dengan kemampuan fast load.

Walaupun pada Blog yang punya niche (bidang yang dibahas) beragam juga memiliki karena hanya diurus oleh pemiliknya sendiri atau beberapa penulis pembantu. Berbeda dengan Plogging yang menawarkan segala tulisan dari penulis dengan cara menyeleksi.

Selain lebih menghebat kouta, juga fast loading, semua kategori yang begitu nge-hits ada sesuai keinginan pembaca. Tanpa harus membuka situs lain, maka semua informasi sudah bisa didapatkan dalam satu platfom tersebut.  Selain menghemat waktu dan tidak harus membuka halaman lain untuk menemukan informasi yang dicari.

Selain banyak berita ringan dan renyah, Plogging seperti naik kelas dan mulai digandrungi oleh pembacanya. Apalagi banyaknya sejumlah sosial media mulai ikutan membuat konsep Plogging di medianya.

Awal mulanya Plogging sebenarnya sudah ada semenjak sosial media Twitter dengan 140 karakter atau yang mau lebih panjang bisa di sosial media besutan Mark Zuckerberg yaitu 63.206 karakter (waduh.. panjang banget).

Twitter lebih mirip dengan microblogging dan terlihat gampang. Penggunanya harus kreatif dalam memanfaatkan 140 kata dari tweet yang ditulis sedangkan Facebook lebih leluasa terutama fitur yang mereka tawarkan untuk berbagi berita.

Umumnya pengguna blog sering men-share setiap tulisannya ke sosial media dan salah satunya Facebook. Selain mampu menaikkan jumlah trafik, juga meningkatkan branding Blog yang ada. Ternyata sosial media tak kenal diam, apalagi sosial media konvensional yang terkenal dengan tampilan sederhana mulai menjaring pembaca juga.
 
Tampilan Tumblr, menunjukkan eksisnya Era Plogging
Lahirnya sejumlah nama beken tanah air seperti: Kaskus, Kompasiana dan Babe mampu bersaing dengan sosial media berkonsep Ploogging ternama seperti Linkedin, Tumblr, Line. Dengan menghimpun sejumlah penulis handal untuk berbagi dan juga mencari nafkah. Walaupun umumnya mereka punya Blog pribadi, Plogging ialah cara lain untuk terkenal selain dari nama blognya, apalagi pengunjung Blog akhir-akhir ini seperti menurun.

Kaskus, Forum yang menganut plogging
Sejumlah Blogger dan penulis konten mulai menjajaki dirinya masuk ke ranah Plogging. Selain sebagai promosi blognya, ia bisa meninggalkan atau menanam link yang terkoneksi ke blognya. Plogging lebih simpel terutama ringkasan suatu informasi dan sebagai perpanjangan tangan dari Blog.
 
Linkedin, web jaringan bisnis yang menawarkan plogging
Plogging punya segmen sendiri terutama yang senang bersosial media. Saat ini sosial media tidak hanya berinteraksi dengan orang terdekat saja, namun sosial media jadi mendapatkan banyak hal salah satunya informasi up to date.

Inovasi inilah membuat sosial media kekinian menambah durasi penggunanya dengan segala informasi. Bekerja dengan awak media dan blogger sehingga sejumlah berita bisa nangkring di Timeline sosial media tersebut.

Tampilan yang atraktif jadi dorongan yang membuat Plogging menang dibandingkan Blog. Inilah yang membuat Plogging mau yang lebih terdepan dengan konsep yang ditawarkan. Namun itu semua kembali ke kita semua menilai, semua punya segmennya yang berbeda. Untuk hal-hal yang ringan-ringan, Plogging mampu menawarkan hal lebih. Tetapi sesuatu yang detail, gaya bahasa sendiri dan memperkuat keakraban, Blog menawarkan hal semuanya.

Semua kembali dengan kita semua selaku pengguna, karena intinya mampu berbagai segala informasi up to date dalam segala hal. Plogging dan Blogging bukan saling bersaing untuk jadi siapa yang terbaik, tetapi saling mengisi satu sama lain.

Share:

2 komentar:

  1. Kalo macam UC News, Babe, apakah itu masuk Plogging? Lagi hype juga soalnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Mereka termasuk plogging yang merangkul penulis atau blogger handal dalam satu platform.

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis