Jumat, 28 Juli 2017

Pengangguran Menumpuk, Siapa Salah?

Pengangguran jadi momok yang menakutkan, tak usah jauh-jauh karena banyak kerabat kita yang masih menganggur karena belum memiliki pekerjaan tetap. Padahal mereka umumnya berpendidikan tinggi, semua berbanding terbaik dengan jumlah melek pendidikan makin meningkat dan tetap saja angka pengangguran tetap saja tidak turun.

Malah pendidikan tidak menjamin untuk tidak menganggur. Jumlahnya yang makin meningkat dari tahun ke tahun seakan jadi masalah bagi pemerintah. Ibarat bom waktu yang bisa kapan saja meledak andai pemerintah tidak mampu menangani dan para pengangguran mencari solusi atas masalahnya.

Di Indonesia sendiri ada sekitar 5,5% pengangguran di kuartal awal tahun 2017. Walaupun mengalami penurunan, tetap jumlah itu cukup besar pada beberapa daerah yang ada di Indonesia. Misalnya saja di Sumatera terselip Provinsi paling ujung di Sumatera yaitu Aceh yang punya angka pengangguran mencapai 7,4 %.
Daerah dengan jumlah pengangguran terbanyak
Itulah mengapa saat di pagi hari banyak Kaum Adam yang duduk di kedai sampai ongkang-ongkang kaki hingga siang. Bisa jadi karena mereka kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak. Sembari melupakan rasa pusing tak ada kerjaan, salah satunya ngopi sejenak.

Penyebab tinggi angka pengangguran ialah terbatasnya lahan pekerjaan dan perusahaan asing yang menanamkan modal di Aceh. Itu tidak boleh menjadi alasan karena banyak lahan pekerjaan lain yang ada atau malah tidak digubris.

Terlalu naif bila menyalahkan keadaan saat ini dengan hanya berpangku tangan tanpa berusaha sendiri. Pemerintah hanya memberikan inisiatif atau wadah dan kita sendiri yang mengembangkannya.
Saya pribadi bertanya-tanya, banyaknya pengangguran apa karena pemerintah kurang memberikan lahan pekerjaan atau orang tua kalian tidak punya relasi yang kuat?
Bila kita menyalahkan hal tersebut tidak ada habisnya, karena rezeki bisa datang dari mana saja asalkan jeli melihat peluang yang ada di sekitar. Ada beberapa hal yang membuat anda punya predikat pengangguran dalam waktu lama dan sebaiknya segera berubah. Apa sajakah itu, berikut ulasannya:

Faktor gengsi, gengsi jadi alasan mengapa banyak anak muda harus menganggur lama. Pasti di dalam pikiran anak muda yang terbesit ialah: sudah kuliah capek-capek, kok di dunia kerja malah dapat pekerjaan yang layak.

Sudah pasti sebuah kerugian, makanya banyak dari mereka yang melamar ke perusahaan ternama sebagai bukti mereka handal dan lulusan kampus ternama. Namun apa boleh buat, banyak yang ditolak karena bekerja dibutuhkan pengalaman dan skill bukan asal kampus dan IPK yang tinggi.

Jalan pikiran umumnya freshgraduate yaitu: Tamat kuliah tepat waktu > Dapat pekerjaan layak > Punya semua yang diinginkan > Mereka hidup bahagia selamanya. Hidup tidak semudah dan bercanda itu bro..!

Out of the box, Cara berpikir out of the box diperlukan saat kondisi sulit khususnya tidak ada pekerjaan. Masih luasnya hasil di darat yang di laut belum diolah jadi prospek tersendiri, berapa banyak yang seakan mengabaikannya, apalagi stigma sempit bekerja harus di kantoran, mengenakan seragam rapi dan harus bekerja 8 jam setiap harinya.

Bila itu yang dipikirkan, siap-siap saja anda harus menganggur lebih lama karena lowongan pekerjaan yang dibuka sedikit sedangkan pelamarnya sedikit. Jelas anda harus melewati proses tes yang sangat panjang dan lama, ditambah lagi banyak yang main curang untuk bisa lolos.

Dengan mengolah atau memanfaatkan peluang yang ada di sekitar dengan berpikir out of the box dijamin anda bisa mengakhir masa menganggur yang menjemukan.

Kurangi waktu santai, santai boleh saja asalkan setelah pekerjaan selesai atau mengambil waktu rehat sejenak untuk mengumpulkan tenaga bukan  karena terlalu lama menganggur. Apalagi rasa santai menimbulkan malas termasuk malas bekerja dan mencari pekerjaan.

Akibatnya menganggur lama membuat anda tidak produktif dan menghilangkan waktu perlahan demi perlahan. Ada baiknya pada masa menganggur dimanfaatkan dengan menambah kemampuan yang anda tidak punya. Saat ada lamaran atau peluang kerja menjanjikan, anda sudah mempersiapkan diri secara matang.

Terlalu lama menunggu, Ada banyak alasan yang membuat pengangguran makin banyak. Selain setiap tahunnya banyak lulusan yang tamat makin menambah jumlah pengangguran terdidik yang terjun ke dunia kerja. Banyak dari mereka yang begitu hijau di dunia kerja dan menganggap dunia kerja sama dengan dunia sekolah atau bahkan kuliah.

Nyatanya itu sangatlah berbeda jauh. Makanya jangan heran mereka yang idealis sering kali mendapatkan pekerjaan yang lebih lama dibandingkan dengan mereka yang mencari pekerjaan apa saja. Asalkan halal dan benar serta sebagai batu loncatan untuk masa depan.

Berpikir luas, banyak peluang rezeki yang datang dari luar tidak harus berharap pada pemerintah atau swasta sebagai lahan pekerjaan. Berpikir luas bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, apalagi negeri kita punya hasil alam yang sangat berlimpah baik di laut dan di darat. Itu belum lagi perkembangan teknologi yang sangat pesat.
Pengangguran Menumpuk, Siapa Salah?

Peluang rezeki menurut saya pribadi bisa dari hasil alam yang belum maksimal atau belum pernah diolah secara berkelanjutan, menjual barang atau jasa di keramaian, dan yang terakhir menjajaki peluang kerja di dunia internet. Di jamin angka pengangguran akan turun, apalagi jeli melihat peluang yang ada di sekitar.
Nah... selain itu ada beberapa kesalahan yang sering kali di dunia kerja dan memperparah banyaknya pengangguran. Ada beberapa mitos yang berkembang dan masih dipercaya, apa sajakah itu, berikut ulasannya:

Bekerja harus sesuai jurusan, siap-siap saja anda harus menganggur relatif lama karena bekerja harus sesuai dengan jurusan. Semua itu dikarenakan tidak semua kualifikasi dan formatur kerja punya jumlah yang sama dan dibuka setiap waktu. 

Kadang ada jurusan yang punya banyak peminat di dunia kerja, tapi saingannya juga tak kalah banyak. Ibarat pepatah, banyak ikan di laut, tapi nelayannya tak kalah banyak. Siap-siaplah bertarung dengan alat tangkap yang terbaik.

Yang benar ialah anda sendiri yang menentukan setiap pilihan kerja, bisa sesuai bidang andai geluti sebelumnya dan bisa juga sesuai minta dan bakat yang dimiliki. Tidaklah salah harus berbeda dari disiplin ilmu asalkan kalian merasa nyaman bekerja di sana.

Jurusan seni susah dapat kerja, anggapan ini harus dihilangkan karena bidang seni sering dianggap sebelah mata dan stigma tersebut masih begitu melekat. Malahan jebolan seni setelah lulus sukses besar di bidangnya, misalnya jadi seniman ternama dan setiap karyanya dihargai sangat mahal.

Sedangkan yang kuliah di jurusan terkemuka, lulusan dengan IPK mengagumkan saat di dunia kerja hanya jadi karyawan biasa. Nyatanya mau kuliah di mana saja dan berbagai latar belakang anda, asalkan mau berusaha keras maka kesuksesan akan mengikuti.

Bagaimana banyak CEO perusahaan ternama yang rela tidak menyelesaikan studinya di kampus atau tidak sempat mengenyam pendidikan hingga tuntas. Akan tetapi mereka membuktikan dengan kapabilitas yang dimiliki untuk sukses di bidangnya.

Pendidikan itu perlu ibarat jembatan anda dalam menuju kesuksesan, tapi pendidikan tidak menjamin sepenuhnya anda jadi apa di masa depan. Asalkan kreatif dan melihat peluang dengan jeli maka pekerjaan yang anda ingin bisa tercapai.

S2 Menjamin karier lancar, mitos ini sering ada di benak sebahagian orang terutama untuk menunjang agar karier anda nantinya. Mengingat banyaknya saingan di level sarjana, kuliah lagi hingga level Magister sering dianggap cara jitu untuk karier yang bagus. Nyatanya itu hanya mitos, apalagi pendidikan tinggi saat ini tidak sesulit di masa lalu.

Asalkan punya duit yang cukup dan waktu luang, menyambung pendidikan di level selanjutnya bukan hal masalah. Fenomena ini bisa terlihat jelas terutama freshgraduate yang bingung setelah tamat kuliah dan tidak mendapatkan pekerjaan layak.

Ada juga sebagai pelarian  dan menganggap saingan berkurang andai berada di jenjang lebih tinggi. Alhasil setelah studi S2 selesai dan melamar kerja, persaingan juga tidak kalah banyak. Saat diterima bekerja, upah yang diterima nyatanya sama dengan level sarjana. Menyakitkan bukan!

Sedikitnya pengalaman bekerja atau tidak adanya jam bekerja jadi alasan gaji yang diterima level S2 setara dengan level S1. Buru-buru mengambil S2 tanpa pengalaman kerja sudah pasti tidak menjamin di dunia kerja.

Malahan tidak salah mengambil studi lanjutan setelah kita membuktikan pengalaman kerja yang panjang. Di jamin anda akan mendapatkan pengalaman dan karier pendidikan yang sama baiknya.

Namun yang paling sering dipakai dalam dunia kerja adalah pengalaman, percuma IPK tinggi, cumlaude tapi saat disuruh bekerja malah tidak becus. Jadi anggapan berkarier dengan mengambil S2 tidak menjamin karier lancar, kecuali konsentrasi pendidikan lanjutan salah satunya seperti S2 untuk menunjang di bidang akademik dan profesi sangat membantu.

Pekerjaan orang selalu terlihat menarik, ibarat pepatah rumput tetangga lebih hijau dari rumput sendiri. Pasti kita sering merasa bosan atau tidak puas dengan pekerjaan yang digeluti saat ini. Mulai dari waktu kerja yang relatif panjang, pekerjaan yang berat dan menonton hingga permasalahan gaji.

Andai itu jadi alasan anda untuk beralih, pasti banyak yang harus bergonta-ganti pekerjaan. Memang setiap orang punya preferensi dasar dalam bekerja. Ada yang bekerja sesuai passion walaupun harus menerima upah yang kecil namun ia nyaman dengan pekerjaannya.

Ada juga yang bekerja tidak sesuai dengan passion namun punya bayaran yang besar hingga ada yang harus bekerja untuk mencukupi hidupnya walaupun tidak sesuai dengan passion dan bergaji besar, konsekuensi harus diambil.

Menunggu hingga karier terbaik datang, banyak pengangguran berilmu menganggur karena terlalu pemilih termasuk memilih karier terbaiknya datang. Waktu berjalan terus, hari demi hari hingga status anda bukan freshgraduate lagi. Selain itu kemampuan dan keilmuan semakin berkurang karena penambahan tahun.

Ada baiknya tidak menunda berkarier setelah tamat kuliah atau bahkan sudah mempersiapkan ancang-ancang sebelum tamat. Dengan begitu tidak banyak waktu anda yang terbuang sia-sia, karena karier impian akan datang dengan banyaknya mencoba dan dirasa anda sudah cukup berpengalaman. Saat itulah karier impian bisa didapatkan.

Apa yang sedang dijalani saat ini ibarat batu loncatan untuk jenjang karier selanjut. Andai anda terlalu menunggu dan menganggur, sudah pasti karier impian anda semakin lama datang. Saat ini silakan mencoba apa saja sebagai pengalaman berharga di masa depan.

Hobi tidak mampu menghasilkan apa-apa, anggapan ini harus segera disingkirkan karena terkesan menganggap remeh hobi. Begitu banyak orang saat ini yang bekerja sesuai hobinya. Misalnya yang suka traveling bisa menjadi turis guide, suka fotografi mampu menjadi fotografi handal hingga yang suka blogging dari iseng-iseng mampu menghasilkan jutaan setiap bulannya.

Syaratnya ialah jangan berhenti mencoba tanpa melupakan konsekuensi anda saat mengenyam pendidikan. Ibarat dilatih secara terus-menerus hasilnya terlihat jelas bahwa hobi yang anda lakukan menghasilkan dan anda dianggap profesional di bidangnya. Itu ditunjukkan dengan setiap karya dan skill yang dimiliki.

Pilih pekerjaan yang “aman”, sudah pasti banyak yang antre untuk mendaftar sebagai PNS dengan alasan sangat menjanjikan dan aman. Mau tidak masuk kerja dan target tidak tercapai, sudah pasti setiap bulan gaji masuk ke rekening tanpa pemotongan.

Sebenarnya tidak ada pekerjaan yang benar-benar aman, semua tergantung kita dalam bekerja. PNS yang dianggap sangat aman bisa saja berakhir pemecatan andai telah melakukan pelanggaran berat.

Sedangkan bekerja di swasta yang rentan pemecatan malah jauh jadi pemecatan atau lainnya karena kinerja menawan yang anda lakukan. Asalkan melakukan hal yang terbaik, semua pekerjaan cukup aman dan menjamin kehidupan anda di masa depan.

Gaji besar indikator kebahagiaan, salah kaprah selanjutnya ialah masalah besaran gaji untuk indikator kebahagiaan dalam bekerja. Begitu banyak pekerja yang harus keluar dari perusahaan ternama dan berbonafid walaupun digaji selangit.

Alasan kebahagiaan tidak selalu tentang gaji, bisa jadi kenyamanan dan tanpa tekanan jadi alasan orang rela digaji lebih rendah. So... asalkan apa yang dikerjakan memuaskan, masalah gaji bukan permasalahan berarti.

Itu sejumlah mitos yang sering ada di dunia kerja dan karena itu bagi anda yang masih belum memiliki pekerjaan tetap. Ada beberapa soft skill yang dapat dikembangkan sehingga memudahkan tawaran kerja yang anda inginkan. Apa sajakah itu, berikut soft skill tersebut:

Mengasah kreativitas, kemampuan ini sering dikesampingkan mengingat tidak terlalu berpengaruh. Nyatanya segala kreativitas sudah ada dan baru mampu dikembangkan serta dipelajari.

Misalnya kemampuan menggambar, melukis, dan menyanyi. Cara ini mampu mengalihkan stres yang dirasakan khususnya beban pekerjaan yang menumpuk dan cara ampuh mengelola stres.

Mengecek ulang, ketelitian jadi modal berharga yang dibutuhkan khususnya dalam fokus. Sering kali kecerobohan kecil dapat merusak segala pekerjaan besar yang dikerjakan sekian lama.

Oleh karena itu, anda harus melatih kemampuan mengecek ulang dan meningkat ketelitian hal kecil. Walaupun sederhana dan gampang, kemampuan ini harus diasah secara berkelanjutan.

Memecahkan masalah, kemampuan ini sangat dibutuhkan di mana saja. Karyawan dituntut harus mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh tempat dia bekerja. Cara pandang yang baik dalam menangani masalah dan solusi jitu sangat diharapkan dalam waktu cepat.

Cara memecahkan masalah mampu lahir dari banyaknya organisasi dan komunitas yang kalian ikut, baik di lingkungan kampus ataupun di luar. Pengalaman tersebut jadi modal berharga saat anda mendapatkan masalah yang serupa di dunia kerja.

Manajemen waktu, waktu ialah emas dan semua waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali lagi. Dibutuhkan kemampuan mengatur waktu yang baik dari anda. Salah satunya dengan membuat daftar skala prioritas yang akan dikerjakan untuk menghemat waktu.

Cara ini diyakini sangat jitu dalam mengefisienkan waktu, sehingga tahu mana harus dikerjakan dalam yang jangka panjang dan jangka pendek. Kemampuan ini harus dibiasakan, karena kebiasaan menunda dan ngaret dapat membuat anda tidak diandalkan di dunia kerja.

Rasa ingin tahu, kemampuan saja tidak cukup untuk membuat anda bisa menonjol di tempat kerja. Dibutuhkan rasa ingin tahu yang besar, dengan begitu anda merasa tidak pernah puas akan yang dicapai.

Salah satu caranya ialah memperbanyak pengetahuan membaca dan berlatih sedini mungkin. Andai tidak mengerti dapat menanyakan mereka yang tahu, sehingga anda punya kelebihan wawasan lebih dibandingkan orang lain.

Itulah sejumlah skill yang perlu dilatih dan menghindari anda dari menganggur lebih lama. Apalagi buat Kaum Adam, semakin lama menganggur maka semakin lama anda bisa mempersunting gadis idaman.

Well... dan bila ada pengalaman berharga anda saat masa menganggur atau sekarang sedang menganggur. Dapat diceritakan di kolom komentar dan akan diberikan solusi terbaik. Semoga memberi inspirasi
Share:

16 komentar:

  1. Kalo perspektif saya, karena kebanyakan orang tidak berusaha menaikkan kualitas dirinya, banyak orang yang maunya kerja enak tapi gaji lumayan (bukan banyak tapi lumayan), mereka banyak yang mempertanyakan dulu gaji berapa, padahal namanya kerja ga ada yang langsung enak. Kalaupum ada, itu berarti sebelumnya orang itu udah mencari banyak pengalaman buat persiapan masuk ke dunia kerja, dan biasanya dia pandai melihat atau memanfaatkan setiap peluang dan kesempatan yang ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat sekali, seringkali kali mengabaikan kemampuan yang dimiliki hingga jarang atau bahkan tidak diupgrade. Namun mengharap gaji yang besar. Jelas saja kualitasnya kalah dengan yang selalu belajar dan mengupgrade kemampuannya. Siap-siap saja harus tertinggal jauh. Makasih sarannya gan

      Hapus
  2. Kaalau menurut saya kerjakan saja apa yang sedang dihadapi dan terus fokus dalam satu hal tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran yang tokcer gan, fokus dan konsisten maka hasilnya menyusul kelak.

      Hapus
  3. Makanya itu gan saya lagi kuliah ini gk mau fokus ke satu skill aja saya juga nyoba belajar skill yg lain karena saat lulus nanti pasti saingannya berat banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo kembangkan gan, bisa jadi skill yang agan dalamin saat ini tergolong langka dan dibutuhkan di dunia kerja. Itu cara biar agan berbeda dengan teman lain saat lulus dan melamar kerja.

      Hapus
  4. Betul gan, sekarang itu dapat pekerjaan lumayan susah. Saya pun berekspektasi setelah kuliah itu harus kerja tapi kenyataan di negara kita itu cari kerja nggak segampang itu, setidaknya punya skill di bidang itu atau tidak ada bakat, so kita harus kerja apa yang kita sukai juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju agan, kita jangan berpangku tangan kepada pemerintah dan mengharapkan relasi yang orang tua kita punya. Tapi skill dan bakat yang kita asah hingga jadi pekerjaan yang menghasilkan

      Hapus
  5. banyak pengangguran karena masih banyak SDM yang kompetitif gan.
    kalo saya sih makanya mulai belajar nulis gan salah satunya ya di blog karena dengan menulis otomatis saya rajin membaca gan sehingga dari membaca saya mendapat banyak ilmu baru yang sekiranya berguna untuk mempersiapkan masa depan.

    Jujur aja saya takut sama masa depan gan karena merasa belum mempersiapkan dengan baik padahal sudah menginjak level mahasiswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo dipersiapkan segera gan, dunia kerja dan dunia kuliah berada pada dimensi yang berbeda. Banyak jebolan dunia kuliah yang tertatih-tatih saat masuk ke dunia kerja.

      Hapus
  6. Nice post gan,majuin terus perkembangan blog nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih saran dan kunjungannya gan

      Hapus
  7. Sepakat bahwa pemahaman tentang hobby tidak menghasilkan apa-apa harus segera disingkirkan. Ingat bahwa banyak pengusaha sukses yang memulainya dari Hobby. Tidak ada pekerjaan yang lebih baik selain mengubah hobby menjadi ladang bisnis. Terima kasih sharing nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama penjelasannya, apalagi hobi yang dibayar begitu mengasyikan. Walaupun awalnya terasa sulit dan banyak jalan terjal.

      Hapus
  8. Hehe bener juga kita kak, untuk jaman sekarang kita harus bisa berfikir kreatif
    ,


    Terimakasih sudah berkunjung di YUKGAS ID

    WWW DOT ATASLAPTOP DOT ONLINE

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mas, kreatif dan inovatif harus sepaket!

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis