Senin, 04 September 2017

Cyberbullying, Kejahatan Model Baru yang Menyakitkan

Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Awas... nanti sepulang sekolah awas ya, gue bully elo di medsos!! 
Foto memalukan elo akan diupload di sosmed dan gue tag elo biar malu 
Rasain itu akibat pelit bagi jawaban waktu ujian..
Kejahatan tak hanya datang dari dunia nyata saja, kini muncul kejahatan yang menyakitkan datangnya dari dunia maya. Kejahatannya berbentuk secara virtual mulai dari penyebaran tulisan, gambar, dan audiovisual yang mengakibatkan korban malu, tak nyaman, dan merasa terancam. 
Aksi ini sedang ngehits dan yang paling banyak merasakan ialah para generasi millenial. Di tengah banyaknya media sosial, lahirlah pembully online bernama cyberbullying. Bermodalkan gawai, rangkaian kata-kata menyakitkan, dan bahkan akun anonim. 

Cukup membully orang lain mulai dari ciutan, postingan hingga gambar. Nah... dalam sekejap langsung viral di jagat maya dan bisa dilihat oleh siapa saja. Korban langsung merasakan dampaknya.
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
berikut jumlah persentasenya
Menurut data dari databoks, total 132 juta dari masyarakat Indonesia pengguna internet aktif. Paling rentan yaitu direntang umur 10 – 24 tahun yang datang dari generasi Z dan generasi Alfa. Kelompok umur yang paling banyak mengakses internet dan angkanya mencapai 75,5% dari pengguna total internet. 
Jumlah pengguna internet Indonesia
Banyak efek yang ditimbulkan mengingat masih bergejolaknya jiwa anak-anak. Mulai dari rasa cemas, perubahan pola tidur, minder, hingga bahkan aksi bunuh diri.

Mengapa bullying terjadi dengan mudahnya?
Bully jadi permasalahan klasik yang terjadi di kehidupan sosial dengan beragam motif . Apalagi hampir 1 dari 6 anak di dunia pernah merasakan bullying, jelas itu sangat mengganggu dan harus ditindak tegas. Alasannya  cyberbullying terjadi di antaranya.

Iri, Ini jadi alasan yang cukup kuat mengapa bully terjadi, korban sering sekali jadi rasa iri dari pembully. Pelampiasannya ialah pada sejumlah media sosial korban, bisa saja kata-kata sindiran, meremehkan, hingga penghinaan. 
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Sejumlah alasan terjadinya cyberbullying
Pelaku akan mencari celah menjatuhkan korban, apalagi tidak berani di dunia nyata bisa lampiaskan di dunia maya. Cukup mencari nama korban, dan langsung serang dengan sporadis akun korban.

Tidak punya pencapaian, Di dunia maya alasan orang melakukan bully secara sepihak akibat rasa iri hati. Iri yang paling besar ialah karena tidak punya karya atau prestasi serupa. Caranya dengan menjelekkan hasil orang lain secara sepihak. Tujuannya beragam dan yang pasti korban tertekan saat membacanya.

Misalnya saja korban punya prestasi mentereng, bisa saja pelaku membully setiap postingannya atau bahkan mengancam melalui instan messaging korban. Alhasil korban sedikit tertekan melanjutkan pencapaian atau karya yang dimiliki.

Iseng,  pembully kadang ingin menguji diri Anda dengan iseng mengganggu dan menunggu respons yang Anda berikan. Bila Anda menanggapi dengan serius, maka pelakunya makin merajalela. Sudah cukup membuat harimu buruk sepanjang hari. Sebaiknya tak perlu menggubris sesuatu yang terlihat tidak penting karena itu menguras pikiran dan perasaan.

Mempermalukan tanpa ketahuan, Media sosial punya kemampuan ajaib salah satunya membully orang lain tanpa ketahuan siapa pelakunya. Bisa dengan menggunakan akun media sosial palsu atau dengan menggunakan akun anonim. Jelas itu sangat mengganggu terutama hasil postingan Anda yang dipenuhi komentar miring dan menjatuhkan.
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Dengan banyaknya media sosial jelas makin banyak sasaran yang disasar tanpa ketahuan. Menurut Kelly Warner, target yang paling besar datang dari Facebook dengan angka 84,2%, disusul dengan Instagram 23,4% dan Twitter 21,4%. Sedangkan Instant Messanging relatif kecil karena bersifat privasi. Jumlah yang besar penggunanya terutama Facebook jadi sasaran empuk oleh orang lain.

Tak hanya itu saja, cyberbullying juga menyasar para pesohor terkemuka, pembully lebih masuk ke dalam aksi trolling dari kerjaan para hater atau bahkan fans sendiri. Cara ini terlihat kejam dan banyak akun dari pesohor yang harus rela menutup akunnya sendiri.

Baru-baru ini saya membaca bahwasanya Ed Sheeran rela menutup akun Twitternya karena jengah memperhatikan ciutan dari warganet, Alhasil Twitter Ed Sheeran hanya menyertakan hasil link dari Instagram ke Twitternya.  Nah,... sekarang fans sendiri jadi susah berkonsultasi dengan idolanya akibat olah mereka sendiri.
Kejahatan Model Baru Bernama Cyberbullying

Siapa lebih berbahaya cyberbullying dengan bullying dunia nyata?
Lebih bahaya cyberbullying karena efeknya lebih lama dan luas, kalau bullying di dunia nyata hanya sebatas sekolahnya saja. Sifat media sosial cukup canggih dalam melakukan aksi cyberbullying khusus di dunia maya. Kemampuan menyembunyikan identitasnya dengan menggunakan akun anonim buat dikomentari atau banyak akun lainnya

Tindakan cyberbullying kejahatan berbalut teknologi ditambah dengan beragamnya jejaring sosial. Dengan mudah orang lain melakukan tindakan mulai dari fitnah, hinaan, ancaman, pemalsuan identitas, dan aksi lainnya.

Siapa saja yang jadi korban cyberbullying pasti akan terganggu psikis dan kejiwaannya. Bisa korban akan mengalami tekanan seperti kecemasan berlebih, ketakutan, stres, dan gangguan jiwa lainnya. Paling rentan yang menerimanya adalah anak-anak. Itulah mengapa anak-anak harus dibatasi terhadap penggunaan gawai khususnya peran besar orang tua di dalamnya.

Saya pun pernah pernah menerima bullying saat awal mula nge-Blog. Di awal-awal yang sulit saat itu. Setelah sekian lama menulis Blog, namun tidak ada yang mengomentarinya. Jelas sebuah kesia-siaan pastinya.

Pada suatu ketika, ada yang menuliskan komentar dan berkata dengan kasar. Salah satu komentarnya ialah menyangkut tulisan yang belepotan. Pelaku pun menggunakan akun anonim, jelas itu bentuk cyberbullying dan cyberstalking di dunia maya.

Hingga saat itu mampu membuat diriku hampir putus asa nge-Blog, mungkin kalau saya putus asa dan patah arang. Bisa saja Blog ini sudah dipenuhi sarang laba-laba tanpa pernah diisi dengan konten baru. Sungguh cyberbullying sangat kejam bisa merusak bakat banyak orang hingga membuat dirinya jadi mental block.

Kebebasan korban bully bisa terganggu khususnya saat ia mengakses dunia maya. Hampir sebagian besar dari media sosial yang dimiliki dipenuhi pembully yang siap kapan saja untuk membully.

Bagaimana cara membuat jera pelaku cyberbullying?
Ada beberapa cara yang dapat dicoba dan cukup ampuh mengurangi aksi bullying. Di mulai dari tahap awal dalam menangkal cyberbullying yaitu:

Jangan terima pertemanan asing, sering kali menerima pertemanan orang asing berdampak buruk. Teman yang anda terima di dunia maya mungkin tidak kenal dengan tabiat Anda. Saat Anda memposting sesuatu yang ia rasa menyimpang, langsung saja ia membully atau bahkan menyebarkan orang lain hingga sampai viral.

Makanya harus selektif dalam memilih teman terutama di dunia maya, akibatnya Anda dapat dirugikan di kemudian hari. Bukan hanya cyberbullying yang datang, cybercrime juga mengintai Anda saat berselancar di dunia maya.

Aktivasi akun jadi privat, cara awal ini cukup baik terutama menyaring berbagai teman yang Anda kenal hingga yang tidak dikenali. Walaupun ada konfirmasi pertemanan, Anda dapat mengecek lebih lanjut apakah bisa diterima atau tidak.

Hindari mengumbar masalah pribadi,  kebiasaan salah yang sering terjadi yaitu membagikan segala informasi secara privat. Mulai dari nomor kontak, alamat rumah, foto dan dokumentasi pribadi serta beberapa hal privasi lainnya.
Mengumbar hal yang tidak sepatutnya hingga membuat orang lain menganggap diri Anda tidak baik. Itulah kejamnya dunia maya, belum kenal dan belum bertatap muka secara langsung tapi sudah menghakimi Anda habis-habisan.

Tak cukup sampai di situ, berkat informasi para pembully di dunia maya melakukan aksinya, masih untuk tindakan yang dilakukan hanya cyberbullying. Bagaimana kalau pencurian data dan bahkan sampai peretas akun media sosial. Jelas lebih merugikan lagi, sebaiknya jangan mengumbar informasi penting ke internet.

Pelaku bahkan dengan sungkan-sungkan misalkan saja menelepon Anda untuk melakukan aksi bully langsung ke nomor Anda. Aksi cyberbullying tak cukup sampai di situ, pelaku bahkan mungkin pergi ke rumah untuk melanjutkan aksi bullying. Sangat berbahaya bukan.

Jangan menerima panggilan asing, dampak dari cyberbullying Anda bagikan ialah panggilan telepon tidak Anda kenal. Pelaku akan meneror dan bahkan melanjutkan bully hingga memeras. Sebaiknya tidak terima dan cek kembali nomor tersebut, bila merasa terganggu dapat melaporkan aduan kepada operator penyedia layanan.

Tidak perlu ditanggapi, terlalu menggubris akan membuat pembully senang, apalagi mereka sering mencari perhatian. Andai saja Anda menggubris secara berlebihan, ia akan terus memancing bully tersebut karena anda telah masuk ke dalam perangkapnya.

Batasi pengguna gawai, cyberbullying hanya terjadi di dunia nyata, salah cara jitu ialah membatasi penggunaan gawai. Anda bisa istirahat sejenak dari gawai hingga pikir menjadi jernih. Media sosial sedang tidak kondusif, caranya dengan mengurangi intensitasnya mulai dari 3 – 4 jam menjadi hanya sejam saja.

Log out sejumlah akun dan menggantinya dengan membaca dan mencari informasi, dijamin ilmu Anda bertambah. Cara ini cukup jitu dengan tetap mempertahankan durasi di dunia maya namun mengalihkan ke hal lain yang lebih positif.

Curhat pada orang dekat, menumpahkan perasaan dengan bercerita dengan orang terdekat jadi salah satu solusi terbaik. Khususnya anak-anak yang masih sedikit rentan aksi cyberbullying, orang-orang terdekat punya solusi yang terbaik.

Bagi anak-anak jelas aksi bullying bisa membuat mentalnya jatuh. Saya pun beberapa waktu yang lalu datang ke salah satu akun Youtuber seorang anak-anak bernama Yosafat. Sayangnya channel Youtube yang pertama telah tiada dan beberapa bulan yang lalu ia membuat channel baru dan kini ada sekitar 4 video baru yang sudah ia posting.
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Channel Youtube terbaru Yosafat
Di usia yang masih belia yaitu 13 tahun, ia sudah memiliki channel Youtube yang dilihat oleh banyak orang. Saya pribadi di usia tersebut masih kerja menangkap ikan gabus di selokan dekat rumah dan ini bocah sudah punya channel Youtube yang ditonton oleh banyak anak-anak dengan ide film cerita sederhana.

Namun ada beberapa problem mulai dari resolusi rendah, audiovisual minus, pengambilan serta cerita yang kurang terarah dan sebagainya. Itu dianggap wajar, karena anak-anak masih belum memiliki duit yang cukup buat membeli perangkat mumpuni seperti kamera dan HP serta belum mengetahui proses editing video yang baik.

Itu bisa dimaklumi karena butuh modal yang besar untuk jadi Youtuber yang handal, Yosafat sendiri mengakui bahwa dirinya merekam dengan menggunakan kamera HP jadul dan kamera Laptop. Itulah sebabnya resolusi dan audiovisualnya tidak terlalu baik dan Yosafat di channel keduanya ia mulai memperbaiki resolusi dan audiovisual.

Sesuatu yang bikin saya heran ialah komentarnya sangat keterlaluan dan dada panas saat membacanya. Segala permasalahan yang saya bahas di atas datang dari kritik penonton. Paling parah menyuruh mereka berhenti main Youtube, jelas cara itu membuat Youtuber bocah tersebut patah arang dan bakatnya hilang.

Saya pun juga tertarik dengan kreativitas yang dikembangkan karena mereka masih muda telah memulai. Ada juga nama Jidate Ahmad yang juga tenar dari Youtube dengan channel Youtube Michaelmaracell. Pasti wajahnya tak asing dan sempat viral terutama sejumlah review  beragam jenis pomade dan penggunaannya.
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
channel youtube fenomenal dari Michaelmaracell
Namun banyak yang membullynya terutama di kolom komentar khususnya masalah fisik. Padahal dari proses editing dan materi cukup mumpuni. Jangan sampai ia harus berhenti ngeVlog karena ada orang yang tidak suka dan iri atas kemampuannya.

Saya pribadi salut karena konten yang mereka sajikan jauh dari konten yang melanggar walaupun masih banyak kekurangan. Namun itu sudah cukup buat terlihat ahli di bidangnya dibandingkan anak seusianya yang cuma bisa menonton Youtube.

Bila mereka salah, berikan kritis yang membangun agar mereka belajar ke tahap lebih lanjut dan kemudian mampu menghadirkan video yang lebih bagus. Bila tak suka cukup tutup tab tersebut, bukan menghakimi dan membullying karyanya.

Bocah-bocah yang main Youtube itu datang dari generasi millenial yang mendapatkan kemampuan ngeVlog bukan dari bangku sekolah tapi dari proses belajar otodidak. Sedangkan mereka yang lebih tua hanya bisa mencela dan mengkritik tanpa membangun. Jelas itu bentuk cyberbullying.
Seberapa banyak bakat anak yang harus padam karena bullying di lingkungannya dan di media sosial. Mungkin saja karena frustrasi, mereka berhenti berkarya dan memulai hal lain yang menyimpang karena mental mereka belum cukup matang menerima bully.

Banyak dari orang yang berbakat dahulu memulai dari yang biasa dan sederhana sebelum melangkah menjadi orang hebat di bidangnya. Walaupun belum disempurnakan karena banyak orang yang mengkritisi dan membullying korban agar ia terlihat lebih pintar dan kuat. Jelas cyberbullying kejahatan yang tak bisa didiamkan.

Harus diingat bahwa menghasilkan karya yang orisinal itu sulit, butuh waktu dan proses yang lama termasuk salah satunya edit video. Menonton dan meng-Like sudah termasuk apresiasi besar bahwa sang pembuat konten sudah berusaha keras dalam menghasilkan sebuah video.

Banyak karena kritik yang berlebihan dari cyberbullying sehingga anak-anak tersebut berhenti.
Semua boleh berkomentar dan mengkritisi, tapi jangan merusak mimpi besar mereka dengan komentar negatif yang mungkin akan dituai di kemudian hari. Bijaklah sebagai warganet.

Blokir akun pengganggu, cara ini yang paling jitu untuk sementara apalagi Anda ingin tetap aktif bersosialisasi di media sosial. Dengan begitu Anda aman dari gangguan orang yang tidak menyenangkan. Memprivasi akun juga sebuah anjuran yang baik sehingga anda bisa dengan dengan hati-hati menerima konfirmasi orang lain yang bersifat anonim.

Laporkan pada penyedia internet, Strategis ini ialah cara terakhir walaupun terlihat begitu rumit. Namun akan membuat akun pembully diblokir oleh penyedia layanan media sosial, hampir semua media sosial memilik fitur itu mengingat cyberbullying sangat marak saat ini.

Sejumlah media sosial memiliki fitur aduan pengguna seperti yang dilakukan Facebook, Twitter, dan Instagram. Cara ini dianggap cukup jitu menangkal aksi cyberbullying di media sosial. Berikut link yang cukup berguna dan bisa anda coba biar pelaku jera.

Facebook:
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Tampilan aduan pada Facebook
Pada link tersebut, Anda dapat melaporkan berbagai hal mulai dari cara melaporkan, jenis laporan, dan apa yang terjadi setelah laporan.

Instagram:
Instagram juga melakukan tautan serupa, apalagi mereka tunduk di bawah Facebook yang telah mengakusisi perusahaan tersebut. Termasuk dalam kebijakan memerangi cyberbullying di jagat maya.

Twitter:
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru
Pada link tersebut, Twitter akan menerima aduan anda mulai dari laporan media sensitif, spam dan sampai dengan laporan penyalahgunaan.

Apa hukuman yang tepat buat pembully di jagat maya?
Hukuman bagi pembully harusnya cukup berat, pelaku bisa saja terjerat UU ITE No. 11 tahun 2008 dan Pasal 28G ayat 1 dan 2 UUD 1945. Salah satunya ialah konten yang mengandung unsur pornografi, kekerasan berlebih, sikap dan diskriminatif, SARA, dan hal yang meresahkan.
Kominfo juga menerima aduan secara langsung sebagai berikut:
Cyberbullying, Kejahatan Model Baru

Termasuk di dalamnya cyberbullying dan peran aktif masyarakat dan korban sangat diperlukan untuk melakukan aduan.

Itulah sejumlah aksi cyberbullying yang berbahaya pada sekitar, tetap hati-hati di internet terutama aksi cyberbullying yang semakin marak. Apa kalian punya cerita tentang pengalaman cyberbullying, silakan ceritakan di kolom komentar.
Share:

2 komentar:

  1. Benar sekali karena dengan cyberbullying ini juga bisa membuat kita akhirnya jadi malu untuk eksis didepan orang-orang, Kita juga akan ragu untuk berkarya. Nice article

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. Bullying via dunia Maya lebih kejam dan lama efeknya. Jangan sampai karya dan bakat orang mati karena bullying yang diterima korban.

      Hapus

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis