Sabtu, 18 November 2017

Transformasi Wajah Unsyiah Masa Kini

Transformasi Wajah Unsyiah
Bulan November penuh dengan ingatan manis, tepatnya 2 tahun yang lalu diriku berhasil meraih gelar sarjana dari kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh tersebut. Kini diri ini termasuk dalam jajaran ratusan ribu alumni Unsyiah yang tersebar luas di seluruh pelosok negeri.

Aura berbeda pasti dirasakan, sudah pasti setelah tamat durasi berkunjung ke kampus menjadi berkurang, kecuali ada keperluan mendadak seperti mencari referensi bahan bacaan dan acara wisuda di kampus.

Begitu kentara perubahan sekilas dari Unsyiah yang telah genap lebih dari 56 tahun tersebut. Sejak mulanya berdiri pada 2 September 1961, pasang surut dan masa kelam pernah dirasakan Unsyiah. Mungkin saya dari ribuan alumni terdahulu pernah merasakan masa kelam dahulu.

Saat pertama kali menginjakkan kaki kampus Jantong Hatee Rakyat Aceh terasa sangat berbeda dengan kini. Memori lama seakan kembali terulang, Unsyiah 7 tahun yang lalu dengan kini telah bertransformasi segala aspek.

Sekilas dahulu Unsyiah layaknya kampus sederhana, sangat sedikit ditemukan gedung tinggi, jalanan dipenuhi berdebu dipenuhi pembangunan gorong-gorong sepanjang jalan. Kampus Unsyiah terasa sangat gersang, sangat sulit ditemukan pepohonan rindang yang mampu menghadang panas terik panas matahari.

Semua berubah kini, Unsyiah mulai bersolek dari tampilan fisik berupa bangunan menjulang dan tertata rapi. Suasana asri saat masuk Unsyiah dengan deretan pepohonan, mahasiswa yang berdiskusi dengan tugas mereka masing-masing. Seakan mencerminkan suasana kampus masa modern. 

Transformasi Unsyiah ke Arah lebih baik
Mengubah hal besar dimulai dari hal terkecil, konsep inilah yang diterapkan Unsyiah untuk mengembalikan muruahnya yang hilang. Sejumlah strategi terus dilakukan pihak kampus, berbenah menghadapi perubahan masa depan yang begitu pesat. Gebrakan dan sejumlah transformasi yang Unsyiah lakukan dalam beberapa tahun terakhir sehingga layak didapuk sebagai kampus terbaik di Aceh. Berikut transformasi yang Unsyiah lakukan.

Transformasi Pengajar, Segala pembenahan dimulai dari hal terkecil, itu dimulai dengan meningkatkan mutu Unsyiah lebih baik. Paling utama ialah peningkatan kualitas pengajar. Saat ini ada sekitar 1.062 jumlah pengajar dan 462 yang bergelar doktor. Ada sekitar 80% di antaranya merupakan jebolan dari kampus di luar negeri. Jumlah tersebut masih di bawah 50% dari total pengajar.
 
Pengukuhan sejumlah guru besar di Unsyiah
Alasan tersebutlah yang mendorong Unsyiah melalui rektornya, Prof Dr Samsul Rizal M.Eng akan meningkatkan jumlah pengajar pendidik Unsyiah menjadi 700 doktor di tahun 2020. Nantinya Unsyiah akan dipenuhi berbagai pendidik bergelar doktor dengan spesialisasi kemampuan terbaik di bidangnya. Peningkatan pengajar berpengaruh pada mutu Unsyiah dalam bersaing dengan kampus ternama di tanah air.

Transformasi Pembangunan fisik, Pembangunan sangat gencar dilakukan oleh Unsyiah kini, berbeda jauh saat saya masih duduk di bangku perkuliahan di Fakultas Kelautan Perikanan. Permasalahan yang paling klasik yaitu tidak adanya gedung dan ruangan memadai. Mahasiswa harus berpindah-pindah dari satu RKU ke RKU lainnya, belum lagi kondisi RKU yang tidak terurus makin mengganggu para mahasiswa. Tak hanya itu saja, proses praktek laboratorium harus menumpang ke FMIPA dan FKIP.
sejumlah lokasi pembangunan kampus baru
Perubahan besar yang dilakukan salah satunya dengan proyek pembangunan sejumlah bangunan fisik kampus. Tahun ini ada 3 fakultas yang mendapatkan pembangunan gedung baru di antaranya Fakultas Kelautan Perikanan, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Kedokteran Hewan. 

Proses pembangunan menghabiskan dana sebesar 314,7 miliar dengan cakupan area seluas 30.000 meter persegi. Nantinya hampir seluruh bangunan yang ada di Unsyiah merupakan bangunan baru dan konstruksinya tahan terhadap gempa. Diharapkan pada akhir tahun 2018 rampung dan memudahkan mahasiswa kampus terkait dalam proses belajar dan mengajar.

Sebuah kebanggaan bagi Unsyiah sendiri, apalagi Unsyiah termasuk dalam proyek 7 in 1 yang didanai oleh sejumlah donatur seperti Islamic Development Bank (IDB) bersama Saudi Fund for Development (SFD) di bawah koordinasi Belmawa Kemristekdikti. Tender pembangunan sendiri dipegang oleh PT Pembangunan Perumahan.

Tak cukup sampai di situ, Unsyiah juga memperbaiki prasarana dan sarana. Di mulai dari memperbaiki jalanan, mempercantik taman, hingga sarana olahraga di lingkup Unsyiah. Tidak ada lagi lahan tidur di kawasan kampus yang tidak digunakan selain menunjang segala aktivitas.

Transformasi Wajah Unsyiah Masa Kini
Fasilitas Olahraga dan Taman bermain di lingkup Unsyiah
Transformasi Sistem KRS, Pengisian KRS tempo dulu adalah problematika yang sangat mengganggu. Dii mulai dari pembayaran uang SPP yang hanya bisa dilakukan di beberapa Bank saja hingga pengisian KRS. Kendala mulai dari sistem jaringan yang sering mengalami gangguan sehingga menghambat proses pengisian KRS sangatlah sulit.
 
Transformasi Wajah Unsyiah
Tampilan dari KRS online yang atraktif
Mahasiswa harus pergi ke kampus dan mengantre panjang menggunakan komputer yang tersedia di PUKSI atau yang berada di lingkup Unsyiah. Sangat disayangkan bagi mahasiswa yang sedang berada di luar kota. Tak hanya itu saja, data mahasiswa Unsyiah juga sangat sulit diakses karena sistem penyedia yang sering mengalami gangguan karena akses berlebih dalam satu waktu.

Kini hal itu tidak menjadi kendala lagi, Anda dengan mudah dapat mengakses KRS Online Unsyiah  di mana saja dan kapan saja termasuk via mobile. Tampilan terlebih lebih ringan tanpa takut jaringan mengalami gangguan sewaktu-waktu.
 
Transformasi Wajah Unsyiah
Tampilan informasi akademik Unsyiah
KRS Online Unsyiah terhubung secara langsung dengan sejumlah data mahasiswa Unsyiah yang tersebar dari 13 kampus. Lalu ada fitur Mata Kuliah Prodi dan Mata Kuliah Umum (MKU). Mahasiswa dapat melihat Mata Kuliah yang akan diambil pada semester tersebut.

Transformasi Organisasi dan UKM, Unsyiah memang terkenal dengan berbagai kegiatan publikasi jurnal terbanyak di Indonesia setelah kampus UI dan UGM. Namun untuk skala organisasi dan UKM, Unsyiah masih banyak tertinggal jauh. Sejumlah organisasi dan UKM Unsyiah hanya punya nama di tingkat Aceh saja dan tak mampu berbicara banyak di tingkat nasional.

Unsyiah sadar potensi kegiatan organisasi dan UKM sangat membantu mahasiswa setelah tamat kuliah nantinya. Jebolan Unsyiah mampu berbaur dan bekerja sama dengan masyarakat sambil mengasah kemampuan soft skill-nya.

Salah satu pusat organisasi dan UKM yang ada di Unsyiah berada di Gelanggang Unsyiah, berada di Jln. Syeikh Abdurrauf No.1 termasuk kantor pusat BEM Unsyiah. Sejumlah UKM tidak hanya merekrut anggota dari mahasiswa Unsyiah saja, namun kampus lain hingga warga sekitar yang tertarik bergabung.

Sejumlah acara seperti halnya seminar internasional, kunjungan tamu luar, dan agenda lainnya. Unsyiah tak perlu kesulitan dalam mencari penampilan sejumlah UKM untuk unjuk gigi dan organisasi dalam membantu acara.

Selain itu, sejumlah mahasiswa mampu mengharumkan nama Unsyiah berkat peran aktifnya di organisasi dan UKM. Kini Unsyiah pun memberikan ganjalan yang setimpalan kepada mahasiswa yang mengharumkan nama Universitas di berbagai ajang. Salah satunya pemberian penghargaan hingga pembebasan biaya kuliah.

Transformasi Melek Literasi, karya tulis mahasiswa mulai dari  karya ilmiah, jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi setiap tahunnya bertambah. Saat Anda mengakses pustaka Unsyiah, akan ditemukan puluhan ribu naskah tersebut.

Namun ada sebuah penyakit menghinggapi sejumlah mahasiswa yaitu masalah plagiarisme di lingkup kampus. Bukan hanya di Unsyiah, mungkin hampir semua kampus di tanah air tidak lepas dari kebiasaan menjiplak karya orang lain.

Untuk itu para pembimbing dan penguji Unsyiah melakukan seleksi ketat dari setiap lulusan. Baik dari proses riset, pengumpulan data, dan proses penulis karya. Nantinya mahasiswa mampu menghasilkan karya tulis yang orisinal dari kerja kerasnya di bangku kuliah.

Pengajar Unsyiah pun menginginkan para lulusan jadi melek dengan literasi dan itu jadi modal berharga setelah tamat. Nantinya Unsyiah mampu melahirkan para lulusan yang tidak hanya mampu menulis karya ilmiah yang dimuat pada jurnal internasional namun mampu menulis hal fiksi yang mampu mempengaruhi banyak orang.

Transformasi Perpustakaan, Gebrakan yang dilakukan dengan mengubah pandangan pustaka bukan hanya sebagai lokasi meminjam dan membaca buku, namun bersifat multifungsi segala kegiatan kemahasiswaan. Pembenahan Pustaka untuk meningkatkan kembali mutu pendidikan yakni dengan cara meningkatkan minat baca dan kunjungan mahasiswa serta dosen ke pustaka.

Mengingat Unsyiah yang terkenal dengan publikasi terbaik tingkat nasional, akan terasa sia-sia bila tidak didukung dengan perbaikan di pelayanan pustaka. Cara yang dilakukan untuk menaikkan taraf Pustaka Unsyiah menjadi kompeten dan bersaing di level nasional.

Ganjarannya dari segala kerja keras tersebut terbayar karena Pustaka Unsyiah berhasil mengantongi akreditasi Nasional A dan sertifikasi ISO 9001:2008 mulai dari tahun 2013 dari Lembaga Perpustakaan Nasional RI. Itu tergambar jelas dari motonya Knowledge is Free at Our Library, Just Bring Your Own Container. Jelas Pustaka Unsyiah bukan hanya sekedar pustaka namun banyak hal menarik yang ditawarkan.


Konsep pustaka modern diterapkan di pustaka Unsyiah, pencarian buku kini telah dipermudah dengan sistem UILIS (Unsyiah Integrated Library Information System). Sistem ini terintegrasi dengan OPAC (Online Public Acces Catalog) dan setiap lantai dari Pustaka memiliki komputer yang terhubung dengan OPAC. Ini memudahkan para pengunjung mencari buku yang diinginkan hanya dengan pencarian kata kunci.

Menurut data dari Onesearch, sedikitnya ada sekitar 116.683 koleksi buku yang ada di Perpustakaan Unsyiah dengan rincian 81.805 katalog pustaka, 22.973 ETD, 11.905 katalog, dan jurnal dari sejumlah kampus di Unsyiah.  Angka tersebut membuat Pustaka Unsyiah adalah pemilik koleksi pustaka terbanyak nomor 7 di Indonesia dan di peringkat ke 3 untuk tingkat Universitas. 
 
Transformasi Wajah Unsyiah Masa Kini
Suasana dari Pustaka Unsyiah
Pustaka Unsyiah bukan hanya sekedar pustaka biasa, banyak fasilitas menarik yang ditawarkan oleh pengunjung hingga betah berlama-lama di sana. Mulai dari Libri Cafe sambil rehat sejenak,. Lounge Room sambil membaca buku, dan penjualan pernak-pernik khas Unsyiah.

Transformasi Tampilan Website, Tak hanya aspek nyata seperti pembangunan fasilitas fisik dan SDM di l Unsyiah saja. Pihak kampus bekerja keras meningkatkan kualitas Website utama Unsyiah yang terlihat profesional dan mudah diakses dari berbagai perangkap teknologi.

Pengalaman yang saya rasakan dahulu, saat mengakses Website Unsyiah layaknya Website tak profesional dan sering mengalami gangguan. Sejumlah berita yang ada di lingkup Unsyiah banyak yang tidak diliput dan ditampilkan pada Website, sehingga banyak mahasiswa tidak tahu. Sangat menyesalkan khususnya sejumlah seminar dan kegiatan lainnya sering terlewatkan.

Unsyiah memulai mentransformasikan dengan menggubah tampilan Website lebih profesional dan terkoneksi dengan berbagai layanan informasi yang ada di lingkup Unsyiah. Mahasiswa bisa mencari apa yang ia inginkan dengan mudah dari Website utama Unsyiah.


Kini Website Unsyiah tidak pernah lagi mendapat keluhan dari penggunanya. Saya yang notabennya telah menjadi alumni masih tetap tidak mau ketinggalan informasi seperti seminar internasional dan berbagai kegiatan lain yang diadakan oleh Unsyiah. Itu dikarenakan Website yang tampilannya atraktif dan ringan.

Lalu dari tampilan Website Humas Unsyiah, dengan mudah Anda dapat menemukan sejumlah kegiatan yang dilakukan di lingkup Unsyiah dari dari informasi tingkat UKM hingga rektorat. Pada halaman selanjutnya, terdapat laman Warta Unsyiah dalam bentuk e-book yang dapat diunduh secara gratis oleh pengunjung. Sehingga dengan mudah bisa mendapatkan informasi luas tentang Unsyiah.
 
Transformasi Wajah Unsyiah Masa Kini
Tampilan aktraktif dari website Humas Unsyiah
Humas Unsyiah punya strategis promosi yang sangat menarik, apalagi anak muda kekinian sangat menyukai platform sosial media dalam berinteraksi setiap harinya. Mulai dari Facebook, Twitter, dan Instagram.  Hal itu yang mendasari Humas Unsyiah aktif di sejumlah platform tersebut. Membagikan sejumlah informasi dan kegiatan Unsyiah secara yang mampu menarik minat mahasiswa, alumni, dan pihak di luar kampus.
 
Aktivitas kampus Unsyiah dari berbagai platform media sosial
Transformasi Prestasi, Prestasi Unsyiah dalam sepuluh tahun terakhir yaitu Biro akademik, Biro Perencanaan dan Humas, serta lembaga pengembangan pendidikan dan perencanaan Mutu (LP3M) berhasil meraih sertifikat ISO 900 12015 setelah diaudit oleh badan sertifikasi asal Jerman PT TUV Rheindland Indonesia.

Transformasi Keamanan Kampus, Kejahatan bisa terjadi di mana saja termasuk di lokasi kampus. Kasus kehilangan barang jadi hal yang pelik. Mulai dari keamanan barang saat prosesi ibadah baik di masjid atau musala hingga lokasi parkir.

Pihak Unsyiah sadar bahwa kampus punya otoritas khusus dalam melindungi para pengajar dan mahasiswanya dari gangguan keamanan. Itu dimulai dengan pembangunan tembok yang mengitari Kampus Unsyiah. Cara ini mampu mengurangi masyarakat sekitar dan yang tidak berkepentingan sulit masuk ke Unsyiah.

Walaupun belum sepenuhnya, mungkin ke depan pihak kampus mampu mengatur kampus jadi steril sepenuhnya dengan penggunaan sistem masuk elektronik. Sehingga kasus pencurian dan pedagang liar tidak memasuki kampus.

Cara lainnya ialah mengakomodir sejumlah kendaraan dan sejumlah titik dengan pengadaan CCTV dan pihak keamanan kampus. Baik itu terletak di Masjid, Perpustakaan, dan setiap kampus. Lokasi parkir pun dilakukan hal serupa, telah tersedia lokasi parkir yang aman diawasi oleh CCTV dan pihak keamanan kampus. 
Salah satu lahan parkir di RKU

Menurut data yang saya akses, ada lebih dari 26 ribu mahasiswa aktif yang ada lingkup Unsyiah. Jumlah ini belum termasuk staf dan pengajar di Unsyiah, dibutuhkan lahan parkir luas dan keamanan ekstra. Kabar gembiranya, kampus baru Unsyiah yang sedang dibangun memiliki sistem parkir bawah tanah sehingga menghemat lahan dan seluruh lokasi parkir kampus dibebaskan dari biaya.

Transformasi Akreditasi dan Peringkat kampus, Ada lompatan besar yang dilakukan Unsyiah dalam beberapa tahun terakhir, berbeda jauh saat saya masuk menjadi mahasiswa. Saat itu Unsyiah sempat terpuruk bagi dari segi mutu dan kualitas, dengan berat hati Unsyiah harus mendapatkan akreditasi C. Sebuah catatan hitam pastinya, mengingat Unsyiah salah satu kampus tertua di tanah air.

Nama besar Unsyiah jadi taruhan besar dan berbenah ialah cara terbaik memperbaiki itu semua. Dalam waktu singkat grafik peringkat pun mengalami peningkatan dari tahun ke tahun hingga pada tanggal 10 Juli 2015 Unsyiah mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) tertera dalam SK BAN-PT No. 736 tahun 2015. Itu membuktikan kapabilitas Unsyiah sebagai kampus terbaik di tanah air.


Menurut Rangking Web dari Webometrics, Universitas Syiah Kuala menduduki peringkat 11 nasional dan nomor 2 di Sumatra setelah Universitas Riau. Sedangkan menurut Kementrian Riset dan Teknologi Unsyiah menduduki peringkat ke 27 dari 100 universitas terbaik di tanah air untuk tahun 2017.  Itu semua berkat pembenahan Unsyiah yang pernah terpuruk dan kemudian bangkit dari keterpurukan.

Transformasi Para Jebolannya, Cukup banyak jebolan Unsyiah yang tersebar di seluruh negeri, banyak dari mereka yang bertransformasi ingin mewujudkan cita-cita bekerja di bidang kreatif sesuai dengan minat. Mungkin dahulu banyak dari lulusan Unsyiah yang sangat terpaku pada bekerja di instansi pemerintah.

Jebolan Unsyiah tersebut mampu mengembangkan sejumlah kreativitas dan minatnya, mulai dari sebagai pelaku bisnis, entrepreneur, motivator, hingga penulis. Hasilnya Unsyiah sendiri yang diuntungkan, berkat mereka nama Unsyiah harum di mata dunia. Lulusan yang dicetak sesuai dengan keinginan zaman yang saat ini bergerak ke arah digital.

Itu semua berkat Unsyiah yang mampu menstimulasikan para mahasiswa untuk aktif berkreasi sejak bangku kuliah, bukan menunggu setelah tamat. Di mulai dari dengan adanya pelajaran yang membuat mahasiswa mau berwirausaha dan menghasilkan karya kreatif. Tak cukup sampai di situ, hampir setiap minggunya Unsyiah mengadakan seminar yang mampu memotivasi mahasiswa untuk melakukan hal yang kreatif pula.

Tak hanya itu saja, para lulusan mampu dengan mudah membagikan ilmu kepada para mahasiswa untuk aktif di bidang kreatif. Dengan begitu para lulusan mampu mengajak lulusan terpelajar yang banyak menganggur untuk bekerja sama dalam bidang kreatif yang digeluti.

Itulah sejumlah transformasi besar yang dilakukan oleh Unsyiah di usianya yang telah lebih dari setengah abad. Kerja keras yang dilakukan oleh para rektorat mampu memberikan dimensi berbeda Unsyiah.

Semua itu didapatkan dari proses kerja keras selama dan kekompakan dalam menjalankan visi dan misi serta semangat kejujuran untuk Unsyiah yang lebih baik. Selamat Ulang Tahun Unsyiah yang ke-56 dan terus melahirkan lulusan yang membangun untuk negeri.

*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Unsyiah*
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis