Kamis, 21 Desember 2017

10 Tips Membangun Personal Branding Di Media Sosial

Ayo.... berapa jam sehari buat ngabisin waktu di media sosial? 
Pasti jawabannya banyak dan lama...
Mulai dari menge-check aplikasi instant messanging, nge-like foto di IG hingga ngabisin paket kouta sambil nonton Youtube.

Well... sebenarnya banyak hal yang lebih menarik dan menguntungkan di media sosial. Salah satunya dengan membangun personal branding yang baik di media sosial.

Perkembangan media seakan jadi arus bahwa manusia digital harus punya brand yang sama baik dan bermanfaatnya seperti di dunia nyata.


Kini media sosial sudah bertransformasi menjadi alat branding dalam merepresentasikan diri Anda pada orang lain.

Semua dinilai dari perbandingan dirinya di dunia maya dan di dunia nyata. Bahkan dari setiap postingan di berbagai platform media sosial.

Agar dapat membangun branding yang bagus, maka dibutuhkan pula personal branding yang sesuai dan harus mempertahankan sesuai dengan jejak reputasinya yang berhasil dibangun. Jelas bila reputasi Anda buruk akan berpengaruh dari stigma orang lain terhadap Anda.

Saya memberikan contoh, misalnya seorang yang suka dengan sesuatu bidang, katakanlah motivator atau penceramah. Maka ia harus membangun brandingnya di media sosial sesuai dengan yang ia geluti.

Seorang motivator atau tokoh publik harus menyadari tentang posisinya kini dalam menggunakan media sosialnya misalnya tidak menulis sesuatu yang alay atau terkesan galau. Karena itu akan merusak brandingnya sendiri.

Itulah mengapa, personal branding yang dibangun tidak boleh berseberangan dengan apa yang kita lakukan. Karena publik akan menilai seberapa baik Anda membangun personal branding itu sendiri.

Sebenarnya, apa itu personal branding?
Baiklah... personal branding ibarat sebuah bagian yang ingin kita jual dan dinikmati oleh publik. Iya juga berperan dalam  membangun citra seseorang di media sosial.

Bos sekaligus CEO retail Amazon, Jeff Bezos pernah mengatakan:
Personal branding itu ialah tentang apa yang orang lain katakan saat Anda tidak berada di ruangan.
Kini orang lain melihat seseorang dari sudut pandang yang berbeda. Umumnya patokan berdasarkan bidang studi atau pekerjaan orang tersebut, akan tetapi orang tersebut tak punya ciri khas.

Dengan personal branding, ia mampu mengembangkan kemampuan yang ia miliki dan mampu dinikmati oleh orang lain.

Mengapa personal branding penting?
Menurut saya personal branding sangat penting. Satu sisi, personal branding mirip dengan pencitraan pada diri sendiri.

Orang lain umumnya akan melihat apa-apa yang nampak terlebih dahulu saat belum terlalu mengenal diri Anda.

Pencitraan berguna buat menampakkan sebagian sisi seorang ke pada publik, bukan semuanya. Khususnya yang mampu menjual dan punya daya tarik pada publik.

Kita semua berbakat dan tak semua orang tahu dengan bakat yang Anda miliki. Dengan sedikit show off di media sosial, orang lain akan menganggap dirimu berbakat.

Misalnya saja, sering menulis di Blog berarti Anda punya bakat yang mumpuni di bidang Blog. Atau punya bakat menyanyi dari hasil unggahan di sejumlah aplikasi musik sehingga menarik minat orang lain.

Nantinya tinggal bagaimana publik menilai hasil personal branding yang Anda bangun. Apakah sudah cukup baik atau perlu ditingkatkan lagi.

Apa yang perlu dipersiapkan?
Membangun personal branding perlu banyak hal yang dipersiapkan. Saya pun membagi sejumlah hal yang dapat membuat Anda tetap fokus di jalur personal branding yang benar.

Berikut ini kiat-kiat yang perlu dipersiapkan dalam membangun branding yang baik:

#Step 1 Membangun Passion
Personal branding erat sekali kaitannya dengan sesuai minat dan passion. Semakin besar kecintaan di bidang tersebut maka semakin besar pula Anda menekuninya tanpa lelah.

Untuk itu, saat membangun personal branding diharuskan punya minat yang besar di bidang tersebut. Melakukan apa saja yang dicintai akan memberikan dampak jangka panjang.

Misalnya saya mencontohkan Anda sangat menggemari dunia fotografi. Maka harus mencintai bidang tersebut, salah satu upayanya dengan sekuat tenaga ingin memiliki perangkap dalam menunjang fotografi. Serta tahu seluk beluk mengenai dunia fotografi.

Berkat itu semua, Anda terdorong untuk terus berinovasi dalam menghasilkan karya fotografi. Memang awalnya agak sulit, tapi karena punya kegemaran dan passion yang kuat. Kesulitan itu bisa teratasi.

Punya minat menulis yang besar, bisa membangun branding melalui dunia Blogging. Suka jalan-jalan bisa membangun diri dengan berbagai destinasi dalam maupun luar negeri. Tinggal Anda membangun branding tersebut sebaik mungkin.

Misalnya saja dengan menonjolkan salah satu media sosial atau media sharing hasil karya dan minatmu. Nanti orang lain akan menilai passion yang Anda miliki sudah cukup mumpuni.

Selain itu, saat melihat dirimu khususnya di media sosial. Maka mereka langsung mengingatmu dari branding yang diangkat.

Misalnya Anda seorang Blogger yang membahas tentang teknologi, lalu ada juga Anda seorang traveler ke sejumlah tempat wisata anti mainstream dan lain sebagainya.

#Step2 Punya Ciri Khas
Setelah membangun passion yang baik, kini saatnya membangun ciri khas tersebut. Misalnya saja di dunia menulis. Dari hasil tulisan Blog-mu punya ciri khas yang berbeda daripada orang lain.


Mulai dari sudut pandang, gaya bahasa, dan pembahasannya.  Dengan begitu saat orang melihat atau membaca. Mereka langsung tahu itu adalah dirimu, itulah nilai unik yang bisa ditonjolkan.

Saya pun bicara sedikit mengenai dunia Blogging, saat ini begitu banyak Blog yang membahas masalah traveling. Apalagi kini traveling sudah sangat booming di berbagai kalangan.

Sebenarnya tidak masalah, semakin banyak persaingan makin baik. Namun bila tidak punya ciri khas yang unik dan menarik, maka dirimu akan tenggelam dengan orang yang menggiat hal serupa.

Makanya dibutuhkan karakter dan ciri khas yang jelas dan kuat dalam membangun personal yang mampu memikat orang lain.

Ini jadi identitas yang wajib sekali dibuat dalam personal branding, bisa saja berdasarkan latar belakang pendidikan dan hobi.

Salah satunya yaitu saya menggunakan nama domain lupadaratan.com karena berkaitan dengan bidang studi saya saat masih duduk di bangku perkuliahan.

Selain itu saya membangun brand selain nama asli saya. Alasannya karena nama saya pribadi yaitu Iqbal sangatlah banyak. Dari hasil pencarian domain hampir seluruhnya sudah dimiliki oleh orang lain.

Hampir semuanya telah dimiliki orang

Tak hanya itu saja, selain terdengar sangat familiar andai saya menggunakan nama saya pribadi sebagai branding Blog juga tidak terlalu menjual. Makanya inisiatif tersebut saya memilih dengan nama yang unik dan punya nilai jual tersebut.

Untuk itulah saya menyarankan Anda dalam membangun branding salah satunya dari Blog dengan memberikan sesuatu yang unik. Khususnya artikel yang disajikan, andai punya nama yang familiar.

#Step3 Punya Jiwa Kreatif
Menjalankan apa yang sesuai passion, pasti mendorong untuk terus kreatif dalam menghasilkan karya yang diinginkan.


Seakan passion menjadi bahan bakar dalam menggaji potensi yang ada di dalam diri untuk terus berinovasi. Caranya dengan strategi promosi branding yang benar.

Mulai dari cerita yang diangkat dari platform tersebut. Bisa dengan tulisan, gambar, video, dan suara. Dari situlah semua cerita dimulai, setiap waktu yang telah dijadwalkan.

Selanjutnya durasi postingan, dalam memilih sosial media juga berpengaruh dengan jumlahnya.

Misalnya saja media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, mengharuskan setiap hari penggunanya aktif. Itu harus masuk dalam pertimbangan Anda, agar tidak buntu di tengah jalan.

Bila Anda kreatif, akan selalu ada inovasi yang hadir setiap harinya dari platform yang dikelola.

#Step4 Membangun Citra Baik
Seperti yang saya katakan di awal tadi. Untuk bisa terlihat profesional dan orang lain mempercayai kredibelitas Anda. Mulailah dengan membangun citra baik di dunia maya.

Berbagai isu yang berkembang kadang buat diri kita mudah emosi. Tanpa mencernanya lebih lanjut. Hujatan dan postingan tak bermanfaat seakan memperburuk citra Anda.


Apa yang dibangun nantinya akan menjadi gambaran jelas. Jangan sampai karena citra buruk di media sosial. Maka akan merusak semua kerja keras Anda selama ini di dunia nyata.

Saat ini manusia di era digital menilai dari dua sisi berbeda, dari dunia nyata dan dunia maya. Untuk itulah salah satu cara di antaranya:

Berpikir sebelum memposting,  di dunia nyata kita akan dinilai dari apa yang kita lakukan. Sedangkan di dunia maya kita akan dinilai dari segala tindak tanduk salah satunya melalui postingan.

Misalnya orang yang tak Anda kenal bisa langsung menghakimi hanya karena postingan Anda yang bernama marah-marah. Walaupun di dunia nyata sebenarnya Anda orang yang ramah.

Saya pun pernah menulis di SINI

Salah satu hal yang saya soroti di tulisan tersebut ialah membagikan hal privasi dan keluhan di dunia maya. Sehingga hal itu jadi preferensi orang lain mengenai diri Anda.

Sebaiknya pikirkan baik-baik dari setiap postingan yang Anda posting. Jangan sampai orang lain punya prasangka buruk tentang Anda. Lagi pula tak semua orang tahu maksud yang Anda posting dan berakibat salah persepsi.

Membagikan hal yang positif, orang akan menilai dari seberapa yang Anda posting. Untuk itu bagikanlah sesuatu yang bernilai positif bagi orang lain. Bukan hanya untuk kesenangan pribadi. Konsep pikiran dahulu sebelum membagikan harus ditanamkan.

Memang sebenarnya media sosial ialah batas buat berkreasi, tapi bila tak mampu mengontrolnya sesuai koridor. Citra diri Anda akan buruk, sehingga akan sulit membangun karier branding yang baik.

#Step5 Gunakan Profil Terbaik
Pandangan pertama itu penting, karena termasuk dalam pencitraan di dunia maya. Bila di dunia nyata penampilan dan sikap jadi salah satu hal yang paling disoroti.

Di media sosial yang paling menarik perhatian ialah dari foto profil. Dari situlah Anda dinilai layak atau tidak.

Personal branding yang dibangun di dunia maya ibarat CV online-mu. Bisa saja klien atau HRD memperhatikan dirimu dengan seksama dari setiap aktivitas Anda di jagat maya.

Salah satu media sosial yang dapat membangun personal branding Anda secara profesional adalah Linkedin.

10 Tips Membangun Personal Branding Di Media Sosial

Saya pun pernah membahasnya secara detail di SINI

Untuk itu, pilihlah foto profil yang terbaik dan terlihat keren. Tidak harus terlihat mewah dan glamor. Karena orang lain tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, lebih pada penampilan awal Anda.

Akan tetapi cobalah untuk terlihat seprofesional atau sesuai dengan bidangmu. Misanya saja, seorang dokter dengan seragamnya ada profilnya. Atau bisa juga bidang yang digeluti saat ini.

Dalam pemilihan foto profil yang baik dalam membangun personal branding, saya mengambil contoh dari Neil Patel.  

Neil Patel merupakan seorang internet marketer handal pendiri dari Website neilpatel, quicksprout hingga crazyeeg. Ia pun punya influencer yang besar di bidang tersebut, termasuk menjadi kolumnis di majalah Forbes.

Ia merupakan salah satunya yang saya soroti ialah dalam penampilannya di media sosial. Ia sangat konsisten dengan penampilan yang sederhana. Ia selalu menggunakan pakaian serba putih dan sesekali dibalut dengan jas ataupun blazzer.

Neil sendiri menggunakan sejumlah media sosial sebagai bagian membangun brandingnya. Ia hanya menggunakan Website, Twitter, dan Youtube. Ia sangat aktif di ketiga platform tersebut khususnya dalam mempromosikan bidangnya.
 
Sejumlah website dan medsod yang ia miliki
Tidak diharuskan memiliki semua akun media sosial yang nge-hits saat ini. Semuanya punya alasan karena media sosial tersebut sangat tepat dalam membangun branding yang ia miliki.

Tak hanya itu saja, pemilihan warna yang kuat ia berikan. Saya memperhatikan berbagai platform yang sangat erat dengan warna oranye. Ia punya alasan yang kuat dalam menggunakan warna tersebut dalam membangun branding.

Menurut ilmu psikologi kekuatan warna punya pengaruh yang besar, menggambarkan kesan interaksi, rasa percaya diri, dan kreativitas. Gabungan dari warna merah dan kuning tersebut membuat setiap penggunanya merasa nyaman.

Dari segala yang ia tawarkan, pasti para klien tertarik bekerja sama dan ingin lebih banyak tahu mengenai dirinya.

Cara ini bisa Anda coba dalam membangun branding yang baik, mungkin jadi referensi Anda dalam pemilihan konsep foto profil yang baik.

#Step6 Fokus Sesuai Media
Untuk membangun personal branding tidak mengharuskan untuk aktif di semua media sosial. Tapi yang dirasakan tepat dalam membangun brandingnya.


Saya contohnya misalnya punya minat menulis, salah satu platform yang mewadahi ialah Blogspot atau Wordpress.

Memang banyak media lain yang bisa ia kembangkan, seperti Steemit, Kaskus, Kompasiana, Tumblr dan sebagainnya.

Akan tetapi tidak diharuskan seorang yang punya bakat dan hobi menulis memiliki semua akun tersebut.

Walaupun menurut saya, bila itu selaras lebih baik dimiliki karena bisa menambah relasi dan menambah jam terbang di berbagai platform tersebut.

Lebih baik sedikit tapi tetap eksis dibandingkan banyak hanya buat narsis.

#Step7 Konten Sesuai Brand
Membangun konten atau postingan haruslah sesuai dengan brand yang diangkat. Misalnya saja Blog tentang teknologi, tetapi malah menerima content placement atau iklan yang tidak ada hubungan dengan bidang.

Walaupun pun ada, pastikan hanya ¼ dari konten keseluruhan. Memang boleh saja tapi menghilangkan tujuan awal akun tersebut.

10 Tips Membangun Personal Branding Di Media Sosial

Follower atau pembaca setiap pasti akan merasa risih dengan banyaknya iklan yang tak sesuai konten. Memang rezeki sangat sulit untuk tidak ditolak, tapi coba batasi jumlahnya.

Walaupun menguntungkan, mengingat branding yang Anda bangun telah menarik banyak pihak bekerja sama.

Tetap saja harus punya prinsip kuat dalam membatasi kerja sama yang tidak sesuai brand. Cara ini mampu menaikkan kelas Anda, bahwa branding yang Anda bangun tidak sembarangan.

#Step8 Konsisten
Dalam membangun personal branding dibutuhkan konsistensi besar. Sangat sulit memang untuk konsisten di bidang tertentu bila tak ada persiapan yang matang.

Orang lain akan menganggap diri Anda labil dalam membangun branding sehingga bisa saja mengurungkan niat untuk bekerja sama.

Bila ingin berekspresi, maka gunakan akun lain karena akun tersebut sudah menjadi akun personal branding.

Sebagai contoh Anda pemilik akun sosial media yang menjual peralatan olahraga. Di dalam akun tersebut Anda harus konsisten dalam meng-update postingan peralatan olahraga.

Akan terlihat aneh di akun tersebut malah ditemukan foto tidak terkait seperti foto pribadi Anda. Jelas akan merusak branding yang Anda bangun karena dinilai tidak profesional.

#Step9 Membangun Relasi
Setiap sosial media punya komunitas masing-masing. Dengan bergabung di dalamnya maka Anda berpeluang memperkenalkan diri lebih lanjut. Sekaligus mampu belajar lebih banyak.

Relasi Anda akan kuat apabila promosi yang dilakukan secara rutin. Salah satu hal yang wajib dilakukan ialah mengikuti akun dan situs terkait preferensi bidang Anda.

Misanya saja segala akun atau Website mengenai dunia fotografi. Anda akan punya gambaran jelas bidang terkait. Mereka yang sudah expert di bidang tersebut serta apa yang perlu Anda persiapkan nantinya.

#Step10 Bersikap Jujur
Membangun personal branding itu mudah, tapi bersikap jujur dengan brand yang melekat dengan diri kita sedikit susah. Banyak sekali mereka yang tidak jujur dalam membangun brandingnya.

Misalnya Anda menyukai dunia fotografi tapi tidak mau belajar mengenai dunia fotografi. Malahan semua hasil foto didapatkan dari hasil mencomot di mesin pencari.

Suka travelling tak tak pernah jalan-jalan, hanya berdasarkan pada perkataan orang lain dan tulisan di Blog orang. Kemudian dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi tulisannya.

Untuk itu, saya ada tekankan di awal bahasan. Sebaiknya mulailah sesuai passion dan pikirkan sejauh mana Anda berada pada track yang benar. Bila tidak, akan buntu dan kesulitan dalam proses membangunnya.

Branding itu memang bersifat pencitraan, akan tetapi pencitraan yang memang benar-benar diri Anda bergelut dan mampu di dalamnya. Bukan dengan membohongi diri Anda dan orang lain.

Keuntungan dari Membangun Personal Branding
Banyak keuntungan akan didapatkan dari personal branding yang benar, berikut uraiannya:

Membangun citra yang baik di bidang tersebut, saya pun mengambil contoh misalnya Anda ingin membangun citra di salah satu bidang.

Saya contohnya di bidang menulis, untuk membangun pamor dan kemampuan menulis yang mumpuni. Dibutuhkan citra mentereng dari menulis.

Misalnya dengan memiliki Blog yang profesional, konten yang punya nilai lebih hingga mendapatkan rekomendasi dari pembaca.

Bila Anda sudah mendapatkan atau sudah berada di level tersebut, berarti Anda cukup sukses dalam membangun branding diri Anda sebagai penulis. Baik itu Blogger, creative content, sebagainya.

Menginspirasi banyak orang lain, siapa yang tidak senang karena berhasil menjadi influence buat orang lain.

Baik itu dari tulisan, jepretan hingga postingan videonya di berbagai platform. Sesuatu yang Anda lakukan mampu membuat banyak orang memulai langkah yang serupa seperti Anda.

Salah satu yang saya perhatikan ialah Youtuber fenomenal tanah air Raditya Dika. Saat tulisan ini ditulis, Radith sudah memiliki lebih dari 3 juta-an subscriber dan puluhan jutaan penonton.


Jelas dari setiap postingan mampu menarik animo yang sangat besar dan juga mempengaruhi orang lain dalam melakukan hal serupa.

Kemampuannya dalam mempengaruhi para penontonnya seakan jadi magnet kuat, selain menginspirasi ia juga punya membuat orang lain melakukan hal serupa.
 
Setiap upload-nya berhasil menarik banyak penonton
Anda pasti ingin berada di tahap ini, bila branding yang Anda buat sudah baik. Dipastikan Anda bisa berada di level serupa.

Mendapatkan pengakuan dan penghormatan dari orang lain, Setelah proses di atas dilewati, akan ada masanya orang lain punya rasa hormat dan pengakuan dari orang lain.

Mulai dari segala karya dan prestasi yang berhasil ditorehkan akan berpengaruh pada diri Anda dan orang lain.

Segala kerja keras akan terbalas setelah branding yang Anda bangun mendapatkan pengakuan. Pastinya dengan citra positif dan track record yang berhasil dibangun.

Sarana promosi produk, Dalam konteks ini promosi bisa dari miliki sendiri atau milik klien. Semua datang dari personal branding yang berhasil dibangun.

Bisa saja sesuai dengan bidang yang ia geluti atau tidak, ini kesempatan besar dalam mendapatkan pundi-pundi pendapatan tambahan.

Saya rasa pasti sulit ditolak, karena pengaruh diri Anda terhadap produk tersebut sangat menjual bagi para follower dan pembaca Anda. Semua akan didapatkan dari kerja keras Anda dalam membangun branding.

Kesimpulan
Itulah sejumlah cara dalam membranding diri Anda di sosial media, makin baik apa yang dibangun maka semakin baik pula brand yang melekat di dalam diri Anda.

Jadi tunggu apalagi, lakukan branding sebaik mungkin dan segala tips di atas mampu Anda praktekkan dengan maksimal.

Semoga memberikan inspirasi.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email