Minggu, 04 Februari 2018

Kenal Dekat Dengan Sistem Kerja Blockchain

Blockchain mulai mengambil hati para pengguna internet apalagi kinerjanya yang bersifat desentralisasi, berbeda jauh dengan platform dan sistem umumnya. Banyak pengguna internet yang masih bingung dengan kerja Blockchain berjalan, pertanyaan seperti ini sering terlontar:
Bagaimana sistem Blockchain berjalan?
Siapa sih yang pertama sekali mempelopori blockchain dalam sistem internet? 

Pertanyaan itu sering sekali terlintas di pikiran kita dan Saya rasa itu dianggap wajar. Masih banyak pengguna yang masih tabu dan belum mempelajari lebih lanjut sistem tersebut secara rinci. Saya mencoba menjelaskan dengan bahasa sederhana dan bisa memberikan pencerahan buat  kita semua. Berikut ulasan lengkapnya:
Awal mulanya sistem Blockchain lahir
Jauh sebelum seseorang atau sekelompok bernama Satoshi Nakamoto menekan tuts di komputernya hingga melahirkan sistem uang digital di tahun 2009. Blockchain sudah ada jauh sebelumnya di saat perang dunia kedua.

Penemuan Enigma yang digunakan oleh tentara NAZI jadi sebuah teka-teki oleh para sekutu hingga akhirnya Alan Turing berhasil memecahkan kode enskripsi pada Enigma di situ diketahui cikal-bakal Blockchain yang penuh dengan enskripsi dimulai.



Di awal tahun 90-an dari gagasan oleh Stuart Haber dan koleganya W. Scott Stornetta dalam sistem Kriptografi. Setelah dianggap sedikit mantap, mereka berdua mengajak seorang temannya di bidang komputasi jaringan Bayer untuk mengembangkan konsep Merkle Tree (Pohon Merkle) dalam sebuah dokumen blok yang hanya mengetahui adalah mereka sendiri.

Lebih dari satu dasawarsa berlalu tepatnya di periode millenium barulah tepatnya David Mazieres dan Dannish Shasha mencoba sistem Blockchain dalam sistem keuangan di perbankan. Mereka beranggapan bahwa sistem perbankan yang tertentu membuat hanya pihak bank saja yang mengetahui keuangan kliennya.

Namun sistem ini kurang diterima karena terkesan tidak ada kerahasiaan lain. Hingga akhirnya Satoshi Nakamoto (nama samaran) yang menggebrak dunia dengan melahirkan uang digital bernama Bitcoin hingga melahirkan mata uang kripto lainnya. Blockchain berupa sistem yang menyimpan data transaksi mata uang secara digital tanpa campur tangan pihak ketiga seperti bank namun semua pengguna.

Memahami sistem Blockchain berjalan
Baiklah... sejarah di atas terasa begitu rumit dan saya mencoba menganalogi secara sederhana tentang sistem Blockchain melalui sistem transaksi sederhana sekelompok orang

Katakan saja di dalam sebuah pertemanan ada 3 sekawan, ada Iqbal, Ziqi, dan Yamin. Mereka bertiga sepakat untuk bertransaksi antar sesama dengan rincian akun masing-masing tanpa mengetahui identitas orang lain dalam hal perbankan katakanlah saja nomor ATM sebagai kode unik.


Kemudian mereka punya grup sendiri berupa grup chatting sendiri dan yang dibutuhkan oleh mereka bertiga peralatan berupa folder kosong, kertas, dan pena. Benda-benda tersebut bertujuan mencatat setiap transaksi yang mereka lakukan.

Suatu hari Iqbal mengirimkan uang sebesar 100 STEEM kepada Ziqi dan mengumumkannya dalam grup chat rahasia mereka. Dan setiap peserta bisa memeriksa saldo Ziqi bahwa kirimannya sudah sampai dan setiap anggota (Yamin) akan mencatat setiap transaksi di buku catatannya bahwa transaksi sudah berhasil.

Setiap transaksi tersebut mereka berikan segel khusus di dalam folder tadi. Sebelum menyimpannya di dalam folder tersebut, mereka semua sepakat dengan memberi segel dalam transaksi tersebut. Tujuannya agar tidak ada yang mengubah transaksi tersebut sehingga bisa disimpan dalam waktu yang sangat lama.

Sistem itulah yang disebut dengan Blockchain, dan di dalam setiap blok terdapat berbagai 3 unsur pendukung. Mulai dari data transaksi, segel lama, dan segel baru sebagai setiap transaksi sebelumnya. Di dalam proses pembuatan segel dibutuhkan mesin segel yang akan mengeluarkan kombinasi huruf dan angka secara acak. Proses menebak kombinasi angka menjadi sebuah kode unik disebut dengan *Proof of Work.*



Katakanlah saja mencari kombinasi huruf dan angka dari Bace 86. Setelah dicoba beribu berkali-kali di dalam mesin segel kemudian didapatkan angka 14056 sebagai Bace 86. Data tersebut kemudian disimpan di dalam folder. Kemudian di transaksi selanjutnya adalah dengan memasukkan angka segel lama 14056 + (calon segel kode baru) ke dalam mesin hingga akhirnya ditemukan 14023 sebagai data selanjutnya.

Begitulah kurang lebih sistem kerja dari Blockchain yang terdiri dari data, segel lama, dan segel baru. Atau kurang lebih dikenal dengan Genesis Block. Kemudian Iqbal selaku pengirim mengumumkan bahwa hasil perhitungan transaksi selanjutnya di dalam grup tersebut bahwa 14023 adalah segel baru dan kemudian anggota lainnya mencatat setiap transaksi.

Setiap transaksi Iqbal, Ziqi, dan Yamin disebut dengan Block sedangkan folder penyimpanan mereka adalah Blockchain. Sedangkan proses penyegelan dengan menggunakan mesin disebut dengan proses minning.

Sebagai ganjarannya para Minning yang bekerja keras mencari, menebak, dan memecahkan kode tersebut mendapatkan bayaran berupa mata uang kripto. Mata uang kripto berharga karena kesepakatan dari anggota tersebut, anda saja anggotanya bertambah.

Katakanlah Rizki dan Rahmad juga bergabung maka nilai mata uang kripto tersebut makin tinggi. Selain itu Rizki dan Rahmad yang bergabung terakhir mendapatkan hasil salinan semua data sejak awal bukan saat mereka bergabung di dalam folder mereka. Hasil salinan transaksi selanjutnya juga akan diterima pada setiap anggota termasuk anggota baru.


Begitulah kurang lebih sistem Blockchain karena transparansi data yang diketahui oleh semua penggunanya. Sistem ini mulai dianut oleh berbagai sistem keuangan sampai pada sosial media dan Blog, salah satunya Steemit.

Lahirnya Steemit yang berjalan di sistem Blockchain
Bila sebelumnya telah lahir mata uang kripto berupa Bitcoin yang hanya mengenal proses transaksi dan penyegelan (minning) semata. Kemudian Ned Scott serta koleganya Dan Larimer dalam mengembangkan sistem sosial media dan Blog yang berjalan dengan sistem Blockchain.




Dengan cara membayar setiap konten kreator yang bergabung di dalamnya dengan mata uang khusus yang digunakan. Dalam hal ini STEEM dan SBD yang makin berharga karena meningkatnya pengguna.

Segala proses pembayaran reward yang diberikan kepada konten kreator di Steemit akan tercatat dalam buku digital. Bila tadi contoh Iqbal, Ziqi, dan Yamin menggunakan Folder kosong, kertas, dan pena. Karena sistem Steemit berjalan melalui jaringan komputer, maka segala transaksi bila dilihat dengan jelas di Wallet.


Ke mana saja dan dengan siapa proses transaksi pembayaran terjadi, semua tercatat. Semua pengguna Steemit dapat melihatnya dengan jelas. Transparansi ini yang membuat sistem Blockchain sangat sulit diselewengkan oleh segelintir orang.

Tak hanya itu saja, Steemit memberikan peluang konten kreator lebih dihargai lagi khususnya reward yang ia terima. Ini sebuah peluang besar yang memaksimalkan kreativitas yang kita semua miliki menjadi sebuah nilai berharga.

Terakhir sebagai penutup, kita semua tidak menolak datangnya masa depan dan teknologi Blockchain ialah salah satu sistemnya yang berkembang pesat kelak. Beruntunglah kita yang sudah mulai menjejakkan kaki di Steemit. Bisa menghasilkan konten terbaik dan akrab dengan dunia Blockchain Berbeda dengan orang di luar sana yang masih meraba-raba apa itu Blockchain.


Semoga penjelasan di atas bisa memberikan sebuah pencerahan tentang Blockchain dan apabila ingin ditanyakan dapat di kolom komentar.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis