Rabu, 21 Maret 2018

10 Anggapan Keliru yang Dipercayai Orang Mengenai Blockchain dan Cryptocurrency


Besarnya antusias berbagai kalangan terhadap Blockchain dan Bitcoin seakan menimbulkan rasa sensitivitas berlebihan. Mulai dari melanggar hukum serta tindakan kriminal hingga dianggap haram menurut agama.

Kepercayaan itu sering sekali dipercayai langsung oleh orang awam saat mendengar Blockchain dan Bitcoin. Apalagi pemberitaan yang datang dari media saat ini seakan melekat pada pemahaman masyarakat.

Baiklah.... saya akan mencoba beberapa anggapan yang salah kaprah dan kemudian dipercaya oleh banyak orang mengenai sistem Blockchain tersebut, cekidot:

Blockchain sangat tak aman, Bagi masyarakat awam jaringan internet sungguh tidak-tidak aman, bisa saja sewaktu-waktu bisa diretas oleh siapa saja. Pengalaman dari peretasan yang dilakukan oleh sekelompok yang terjadi di tahun kemarin dengan menyebarkan virus Ransomware jadi bukti internet sangat rentan. 

Namun nyatanya sistem Blockchain sangat berbeda jauh dengan jaringan komputer yang disusupi oleh virus Ransomware karena bersifat desentralisasi. Semua pihak punya peran penting di dalam jaringan sehingga sangat tidak mungkin Blockchain diretas karena semua punya peran di dalamnya.

Sangat tidak mungkin peretas harus men-shut down jaringan Blockchain dalam satu waktu untuk pengguna internet. Berbeda dengan peretas yang menyerang sebuah perusahaan yang berbasis sentralisasi, peluang itu ada namun tidak untuk jaringan desentralisasi.

Blockchain bersifat anonim, Penggunaan mata uang kripto sering dianggap dengan tindakan yang melawan hukum. Apalagi para penggunanya sangat sulit untuk bisa dilacak keberadaannya. Kita hanya mengetahui Address Number. Tanpa tahu orang dibalik pemilik akun tersebut.


Nyatanya semuanya bisa dilacak dengan sangat jelas, ini sebuah kesalahan yang paling banyak dipercaya oleh banyak orang. Namun sistem di Blockchain menerapkan konsep Peuseodonim. Yaitu kita bisa melihat dengan jelas transaksinya ke mana, berpindah ke tangan siapa, dan lain sebagainya. Sangat transparan menurut saya dan bisa dipertanggung jawabkan.

Misalnya saja sistem Bitcoin yang menerapkan konsep Blockchain. Setiap anggota Vip Bitcoin diminta KTP-nya, foto dirinya, tanda tangannya agar semuanya jelas. Bila ada transaksinya besar, maka ia harus mengisi sumber dana dan transaksi. Tujuannya adalah untuk mengetahui bahwa ekosistem pengguna mata uang kripto tanah air bersih dari tindakan kriminal.


Pengguna mata uang kripto bisa dilacak dengan jelas seperti aliran dananya ke mana dan kemudian mencocokkan dengan Address Number si pemilik. Bila melakukan pelanggaran dapat dikenai tindakan pidana.

Selain itu, Address Number itu seperti nama akun kita di sosial media atau domain Blog Misalnya saja  pemilih akun lupadaratan.com (itu bukan nama sebenarnya) akan tetapi nama saya adalah Muhammad Iqbal. Informasi itu didapatkan dari para penyedia layanan tersebut dan profil pengguna, karena saya sudah melampirkan syarat yang ketat dalam proses pendaftaran.

Makanya untuk bisa menghilangkan faktor negatif, dibutuhkan regulasi yang mengatur Marketplace dalam digital aset dalam hal ini di Indonesia berada di bawah Bitcoin.co.id. Sehingga setiap Marketplace melakukan pelaporan atas transaksi negatif yang terjadi pada pemerintah.

Mata uang kripto akan gantikan mata uang sebuah negara, Ketakutan ini seakan membuat pemerintah melakukan larangan peredaran dan transaksi mata uang kripto di tanah air. Alasannya selain menjaga kestabilan ekonomi serta nantinya akan menggantikan mata uang tersebut.


Namun nyatanya mata uang kripto dan mata uang sebuah negara ibarat dua fungsi berbeda. Mata uang kripto lebih tepatnya sebagai aset digital atau komoditi digital berbentuk protokol teknologi. Sama halnya emas, perak, nikel atau benda lainnya namun itu berbentuk wujud yang bisa dipegang. Sangat tidak mungkin dilakukan transaksi dengan benda-benda tersebut.

Tak hanya itu juga, mata uang digital tetap dilarang di tanah air. Sama halnya dengan Anda berbelanja di pasar menggunakan mata uang asing seperti Dollar atau Euro. Anda harus mengonversikan terlebih dahulu dalam bentuk Rupiah.

Sedangkan Rupiah adalah mata uang resmi negara kita, tidak ada aspek yang saling tumpang tindih. Karena Rupiah adalah mata uang resmi yang wajib digunakan di negara ini sedangkan Bitcoin adalah komoditi (berbentuk digital) layaknya komoditi lainnya.

Saya mencoba mengambil contoh kasus lainnya pada perusahaan teknologi Microsoft dan Dell di Amerika Serikat. 
Mereka menerima pembayaran menggunakan Bitcoin, namun apakah mata uang yang digunakan adalah Bitcoin? 
Jawabannya tidak, tetap saja Dollar.  


Bitcoin hanyalah digunakan untuk teknologi pembayarannya saja. Hampir sama dengan penggunaan Visa Master Card-nya. Mata uang kripto tidak akan pernah menggantikan mata uang tetapi sebagai protokol teknologi.

Harga Mata uang kripto fluktuatif (bubble), Anggapan ini cukup membuat orang takut berinvestasi pada mata uang kripto. Harganya yang bisa berubah sewaktu-waktu seakan bisa merugikan atau bahkan menguntungkan suatu pihak. Ini dianggap wajar, karena mata uang kripto sama halnya dengan komoditi lainnya yang relatif berubah dengan cepat.


Saya mencontohkan bagaimana harga emas yang sempat cukup tinggi di tahun 2011, kemudian mulai melemah di tahun berikutnya dan tidak pernah naik lebih tinggi dari tahun tersebut. Ada juga komoditi kelapa sawit yang sangat menguntungkan beberapa tahun lalu. Kini harganya malah turun karena kebutuhan dengan persediaan lebih banyak akan persediaan.

Atau saat awal 2010 perang minyak yang dilakukan oleh negara barat sehingga membuat harganya melambung tinggi, namun kini pamornya menurun. Yang ingin saya katakan bahwa semua komoditi punya harga fluktuatif masing-masing. Itu itulah perlu dikaji berbagai aspek seperti faktor sosial, hukum, ekonomi, dan lainnya.

Sehingga saat Anda membeli suatu komoditi tidak merugikan Anda dan semuanya berlaku seperti itu. Kelebihan yang dimiliki oleh mata uang kripto jumlahnya yang terbatas, misalnya saja jumlah total Bitcoin adalah 21 juta dan baru habis di tahun 2124. Saat ini proses produksi sudah mencapai lebih dari 16,3 juta.

Semakin sedikitnya jumlah produksi makin tahun dan ditambah dengan tingginya permintaan. Jelas harganya melambung tinggi. Berbeda dengan sejumlah komoditi saat ini yang tidak bisa diperhitungkan dengan tepat jumlah pastinya. Kelebihan ini yang membuat pamor aset digital selangkah lebih maju.

Kripto digunakan untuk tindakan kriminal, Selalu saja ada berita miring mengenai mata uang kripto yang dianggap sarang kejahatan dan melawan pemerintah. Misalnya seperti rentan aksi transaksi ilegal, pencucian uang, hingga mendanai terorisme. Semua lengkap dan padu menyalahkan seluruhnya pada mata uang kripto. 

Sebagai contoh besar adalah situs bawah tanah seperti Deep Web yang setiap transaksinya menggunakan mata uang kripto Bitcoin. Setiap pengguna dan pemilik situs segala identitasnya tersembunyi, salah satu mata uang yang digunakan adalah Bitcoin.

Selain itu berbagai aksi terorisme dan pembunuhan pendanaannya menggunakan mata uang kripto. Namun cap buruk itu semata hanya isu belaka mengingat jauh sebelumnya Deep Web sudah lebih dahulu menggunakan mata uang tunai sebagai proses transaksi.  

Awal mula Deep Web berdiri tahun 1992, jauh sebelum mata uang kripto pertama muncul Bitcoin hadir di tahun 2009. Artinya ada sekitar 17 tahun lebih segala transaksi ilegal yang ada di Deep Web lebih dahulu menggunakan uang tunai. Aliran uang tunai jauh lebih-lebih sulit dilacak dibandingkan dengan mata uang kripto karena sistem transparan dari Blockchain yang diterapkan.

Bila ditelusuri lebih lanjut, pengguna menggunakan mudah ditemukan walaupun tidak terdapat nama dan alamat pengguna hanya kode unik yang ia miliki. Untuk itu dalam memerangi aksi tersebut, adalah dengan memperketat regulasi. Sehingga setiap pengguna bisa terdata dengan jelas melalui Marketplace penyedia layanan Misalnya di tanah air ada Bitcoin.co.id.

Andai pelaku mencoba bermain-main di jaringan Blockchain, sama dengan mencetak kunci penjaranya sendiri. So.... anggapan yang selama ini kita anggap salah.

Blockchain mematikan kreativitas, Kelahiran Blockchain seakan menghadirkan sesuatu yang baru yaitu sosial media berbasis desentralisasi. Sifatnya yang banyak menyontek sejumlah aplikasi dari media sosial umumnya dianggap mematikan kreativitas.

Nyatanya malah sebaliknya, bila dahulunya kita hanya sebagai User (pengguna) semata. Saat ini dengan boomingnya media sosial berbasis desentralisasi seakan membuat pengguna punya peran aktif di dalamnya. 

Salah satunya adalah kehadiran Steemit yang mampu menyalurkan berbagai kreativitas dari para konten kreator. Tidak perlu syarat yang sulit untuk bisa mendapatkan pundi-pundi penghasilan. Asalkan mau menjaga rasa orisinalitas dan tidak melanggar TOS yang diterapkan dari Steemit.

Anda juga dapat mengetahui sebuah sistem bekerja dengan baik yang dahulunya hanya sebatas User saja. Selain itu Anda bisa mengatur relasi dengan pengguna lainnya termasuk juga mengatur keuangan.

Hanya generasi millenial yang paham, Anggapan yang mengatakan bahwa Blockchain hanya dimengerti generasi millenial. Memang saat ini distribusi pengguna mata uang kripto dan jejaring sosial berbasis Blockchain datang dari generasi Millenial. 

Nyatanya itu tidak benar, banyak dari generasi Millenial yang belum tahu tentang Blockchain. Sedangkan malah banyak dari generasi sebelumnya, misalnya generasi X yang sangat fasih dengan Blockchain.

Semua itu kembali pada diri masing-masing yaitu mau belajar dan memahami segala seluk-beluk dunia Blockchain. Karena di dalam sistemnya ada bisa memahami banyak hal yang kompleks dan dibutuhkan di zaman kini.

Misalnya saja saat ini Blockchain bukan hanya sebatas sistem keuangan saja, namun sudah merambah ke bidang pendidikan, sistem pemerintahan, sistem keamanan negara hingga jejaring sosial. Kesempatan kita untuk belajar agar tidak tertinggal dengan zaman.

Mata uang kripto hanyalah Bitcoin, Banyak masyarakat awam yang menganggap bahwa mata uang kripto hanya ada 1 yaitu Bitcoin. Pamornya yang sangat mengemuka seakan mata uang kripto hanyalah Bitcoin. Harus Anda ketahui bahwa saat ini ada sekitar 1.523 yang ada di coinmarketcap.com (tempat perdagangan mata uang kripto).

Sejumlah mata uang kripto

Sedangkan baru ada sekitar 1.178 mata uang kripto yang sudah memiliki nilai. Jumlah ini bisa saja bertambah dari tahun ke tahun. Setiap mata uang kripto punya kriteria dan keunggulan masing-masing. Untuk itu kita harus pintar-pintar memilih dan mencari tahu tentang mata uang tersebut.

Misalnya saja STEEM yang merupakan mata uang kripto dari Steemit. Setiap pengguna dapat menukarkan Reward-nya dalam bentuk STEEM. Reward yang didapatkan adalah dengan menghasilkan konten kreatif yang kemudian mampu mendatangkan Vote potensial.

Selain itu hindari mata uang kripto yang tidak jelas dan menawarkan iming-iming besar saat Anda bergabung. Bisa saja ia menerapkan skema Ponzi yang mampu menipu para investor. Tanyakan mereka yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang kripto sebelum berinvestasi. Jangan tergiur oleh iming-iming yang menggiurkan.

Mata uang kripto tidak berwujud, Kita mungkin menganggap bahwa setiap barang katanyalah seperti emas memiliki wujudnya. Sedangkan mata uang kripto tidak ada wujudnya dan tidak bisa dipegang sehingga bisa saja diselewengkan.

Baiklah.... setiap proses transaksi di mata uang kripto. Pasti ada barang yang dibeli dan dijual. Bedanya barangnya tidak berbentuk fisik namun berbentuk digital. Ada barang yang berpindah dari proses membeli dan menjual. 

Walaupun tidak ada bentuknya, nilai yang nyata karena saat orang membeli dan menjualnya. Ia dapat menentukan harganya masing-masing, sehingga muncul harga kesepakatan yaitu harga beli dan harga jual.

Mata uang kripto sama dengan e-commerce atau Paypal, Sebelumnya sudah mulai berkembang pesat industri Financial Technology (Fintech) yang dijalankan oleh sejumlah e-commerce. Tak hanya itu saja, jauh sebelumnya sudah ada Paypal. Namun mereka pendekatannya berupa e-money.



Mengapa seperti itu? 
Itu semua dikarenakan di dalamnya ada perusahaan yang bertanggung jawab penuh dalam menerbitkan angka-angka uang di dalamnya sistemnya. Tanggung jawab itu diberikan pada Paypal selaku pihak yang menjamin. Sehingga cukup banyak potongan di dalamnya.

Sedang pada sistem Blockchain dan mata uang kripto, yang menjalankan proses penerbitan adalah komputer-komputer (Node) yang menjalankan sistem penerbitan tersebut dalam proses minning (menambang). Semua bisa menjalankannya yaitu dengan memecahkan kode-kode matematika rumit.

Itulah sejumlah anggapan yang sering menjatuhkan sistem Blockchain. Nyatanya kita sendiri di zaman saat ini sangat butuh perubahan dalam menunjang kemajuan teknologi. Blockchain adalah solusi paling tepat menjawab kebutuhan masyarakat modern yang penuh dengan keterbukaan.

Semoga postingan ini memberikan pencerahan untuk kita semua tentang Blockchain. Bila ada tanggapan, dapat melalui kolom komentar.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email