Kamis, 15 Maret 2018

Pemblokiran, Bukan Solusi Cerdas Menciptakan Internet Smart User


Minggu lalu jagat maya dihebohkan dengan aksi pemblokiran salah satu sosial kenamaan bernama Tumblr. Keputusan itu bulat diambil oleh pemerintah di bawah Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Alasan keputusan tersebut diambil adalah karena banyak sejumlah konten yang ada di Tumblr mengandung konten asusila dan tidak sesuai dengan kebijakan dari Kominfo.

Sedikitnya Kominfo menemukan ada sekitar 360 konten asusila yang tidak sesuai dan dianggap sebagai melanggar konten positif yang ada di Indonesia. Salah satu kebijakan yang diambil adalah proses pemblokiran hingga waktu yang tidak ditentukan.

Mengenal Sosial Media Tumblr
Tumblr sendiri merupakan sosial media dan sosial sharring. Memang Tumblr tidak sepopuler media sosial dan microblogging seperti Blog atau Twitter. Namun konsep yang ditawarkan pada pengguna jauh lebih sederhana dan tak ingin repot (Seperti Blogspot dan Wordpress). Selain itu tumblr kaca dengan desain artistik dan tulisan menarik yang memanjakan mata.

Saat ini ada sekitar 12% pengguna internet tanah air yang mengakses Tumblr. Umumnya datang dari kalangan konten kreator, mulai dari penulis, designer, fotografer, dan sebagainya hidup dengan mengandalkan Tumblr. Pemblokiran ini jelas menghambat para konten kreator dalam mengakses platform yang mereka gunakan.

Bisa dikatakan semua platform mana pun punya konten yang bersifat asusila dan itu semua kembali kepada penggunanya. Tumblr sendiri juga punya peraturan ketat dalam penggunaan tag terhadap konten dewasa. Sehingga hanya bisa diakses oleh orang tertentu, namun dengan pengguna yang cukup besar, mencapai 130 juta. Tidak semuanya mematuhi peraturan tersebut.

Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bell Labs yang kemudian dipublikasikan oleh Cornell University Library di tahun 2017. Ada sebanyak 0,1% pengguna Tumblr yang jadi produsen konten pornografi, 21,54% adalah para konsumen yang mencari konten pornografi dan ada 28,46% yang tidak sengaja melihat konten pornografi yang ada di Tumblr.

Sebuah angka yang cukup kecil dan ada lebih 72% pengguna dari 130 juta yang tidak pernah melihat konten asusila tersebut. Akibatnya ada sekian banyak pengguna lainnya menjadi korban kebijakan tersebut.

Tumblr sendiri punya cara mengatasi konten pornografi yaitu dengan mekanisme pelaporan sebuah akun, mirip dengan platform lainnya. Selain itu ada Safe Search dan Safe Mode untuk memblokir konten asusila di dalamnya.

Mengenang nasib serupa dari Reddit dan Vimeo
Jauh sebelum aksi pemblokiran sosial media Tumblr, sudah ada terlebih dahulu korbannya. Mereka adalah Reddit dan Vimeo. Di tahun 2013 banyak sosial media luar negeri yang diblokir pemerintah dengan alasan mengandung pornografi. Alhasil pemerintah memblokir kedua media bermanfaat tersebut hingga sekarang. 
Mereka harus jadi sasaran pemerintah
Reddit mirip forum sharing berbagai informasi mirip dengan Kaskus dan bahkan Steemit seperti saat ini. Jadi Anda bisa menemukan begitu banyak pengetahuan di Reddit, namun hanya karena nila setitik, Reddit diblokir hingga saat ini tidak bisa diakses.

Kemudian ada Vimeo, berupa platform video sharring menyerupai Youtube. Anda bisa melihat sejumlah video menarik yang kadang tidak dibagikan di Youtube ada di Vimeo. Namun karena dianggap melanggar, nasib Vimeo tak jauh berbeda dengan Reddit. Hingga kini tidak bisa diakses.

Para konten kreator yang bermain di media tersebut jelas gigit jari, konten yang menarik dan informatif sepi pengunjung. Pemblokiran membuat viewer dari tanah air jadi sedikit. Memang banyak cara untuk bisa mengakses akun yang diblokir seperti menggunakan VPN atau Proxy. Namun tetap saja itu ilegal, bagi pengguna internet pemula seakan kehilangan media sosial tepat ia berselancar atau bahkan berkarya di platform tersebut.

Para investor dan konten kreator harus mundur berkarya. Mereka menganggap pemerintah lebih bertujuan mencari konten yang tidak baik namun mengabaikan begitu banyak konten baik di sebuah platform. Hampir semua platform punya konten seperti itu, namun kini bukan memblokir platform tersebut tetapi mendidik penggunanya.

Diam dan media favorit menghilang
Tindakan yang dilakukan oleh pemerintah menurut saya sangat protektif terhadap media yang mengandung unsur pornografi. Memang niatan pemerintah sangat bagus khususnya memerangi pornografi yang merusak bangsa, namun niat itu kadang terlalu berlebihan.

Hanya karena sebuah media mengandung konten pornografi, semua postingan baik lainnya dianggap sama. Ibarat gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. Bisa saja akan banyak konten kreator yang harus kehilangan wadah berkreasi karena media yang ia gunakan tidak bisa lagi diakses secara normal.

Bila boleh kita pukul rata, hampir semua media punya konten yang pornografi. Bisa saja semuanya kena blokir oleh Kominfo. Membendung konten pornografi itu sangat sulit dan bahkan mustahil, namun yang paling penting adalah mendidik dan melakukan penyuluhan penggunanya. Cara ini menjadikan para pengguna internet sebagai smart user. Bila tidak, pengguna punya berbagai cara bisa tiba di situ yang ia inginkan.

Memperbaiki mental lebih baik dibandingkan tindakan blokir, andai pemblokiran terus saja terjadi tak tertutup kemungkinan Indonesia akan mirip dengan Tiongkok yang mengawasi segala aktivitas masyarakatnya dengan intranet.

Pasti di tahap ini segala kreativitas dan inovasi jadi terbatas. Pemblokiran bukan solusi terbaik namun memperbaiki mental pengguna. Karena semua pembuat platform punya niat baik yaitu bermanfaat buat penggunanya.

Semoga menginspirasi dan silakan komentarnya di kolom komentar.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email