Jumat, 13 April 2018

Ketahui Lebih Jauh Mekanisme Smart Contract di Blockchain


Sistem Blockchain mampu melahirkan konsep desentralisasi yang begitu fleksibel bagi pengguna, salah satunya pengguna Smart Contract. Sifatnya yang desentralisasi tanpa terikat dengan pihak mana pun dan segala transaksi akan tercatat dengan jelas di catatan digital.

Konsep ini awal mulanya dicetus oleh seorang ahli komputer, sarjana hukum, dan pakar kriptografi asal Amerika Serikat, Nick Szabo. Ia merupakan lulusan terbaik dari Washington University dan di dalam jurnalnya ia membahas konsep dari Smart Contact. Konsep ini  mengenai proses pengikatan kerja sama dalam perdagangan dan transaksi digital dengan orang lain secara transparan.

Tak hanya itu saja, di tahun 90-an Nick juga mengatakan akan muncul emas digital yang nilainya cukup berharga. memudahkan segala proses transaksi antar tanpa jarak dan minim biaya bagi penggunanya. Konsep ini mirip dengan Bitcoin dan mata uang kripto lainnya saat ini yang bersifat terbatas. Proses mendapatkan emas digital itu butuh pemecahan teka-teki rumit termasuk mendukung konsep Smart Contract.

Perbedaan mendasar Smart Contract dengan kontrak biasa
Dalam salah satu jurnalnya, Nick mencerita konsep dasar dari Smart Contract. Konsepnya tidak jauh berbeda dengan kontrak biasanya, hanya saja yang membedakannya hanya pada bentuknya. Smart Contract berbentuk kode-kode yang tersimpan di dalam sistem Blockchain dan hanya mampu diakses oleh orang yang ada di jaringan tersebut.


Beda dengan kontrak bisa yang berada di atas hitam dan putih, sehingga bisa saja diubah oleh salah seorang pihak yang membuat kesempatan. Selain itu perjanjian hanya pihak-pihak yang terlibat saja mengetahui setiap kontrak tersebut sehingga rawan pelanggan. Di Smart Contract segala perjanjian yang sudah dibuat tidak dapat diubah oleh siapa pun karena sudah disimpan di jaringan sebagai catatan digital.

Menganalogikan Konsep Kerja dari Smart Contract
Nick Szabo pun menganalogikan sistem Smart Contract layaknya sebuah Vending Machine.  Misalnya saja Anda haus, Anda bisa memasukkan koin dan memilih minuman apa yang ingin Anda inginkan pada Vending Machine. Dalam sekejap ia akan mengeluarkan minuman yang Anda inginkan sesuai pesanan. 
Konsep dari Vending Machine yang diterapkan smart contract
Sama halnya dengan sistem Smart Contract, apabila Anda ingin membuat perjanjian, Anda tinggal memasukkan perjanjian tersebut dan Smart Contract akan mengeluarkan kontrak agar kesepakatan itu tidak akan dilanggar.

Misalnya Anda ingin membeli sebuah Game keren terbaru di sistem Blockchain, namun Anda belum yakin dengan kredibilitas si penjualnya atau sebaliknya. Untuk itu, mereka berdua sepakat untuk menggunakan sistem Smart Contract dengan virtual dengan kesepakatan bersama. Supaya tidak ada kecurangan di salah satu pihak. 
Konsep ini menggunakan istilah Jika-Maka,

Misalnya: Jika Anda mendapatkan nomor seri dalam waktu tertentu (misalnya 1 jam), maka uang akan kembali pada pembeli. Sedangkan jika dalam kurun waktu tertentu berhasil mendapatkan kode seri, maka Anda akan mendapatkan bukti pembayaran serta Game yang berhasil dibeli. Hasil pembelian tersebut akan tercatat dalam transaksi di Smart Contract akan tercatat dan disimpan dengan sangat aman di jaringan Blockchain.

Mengapa Saat ini Smart Contract Dibutuhkan?
Rasa kepercayaan adalah harga yang sangat mahal dalam sebuah sistem. Salah satunya sifat manusia yang sering sekali menyalahgunakan sebuah perjanjian sebuah perjanjian bersama. Apalagi hal yang bersangkutan dengan transaksi mata uang dengan orang lain.

Misalnya saja pada konsep online shop atau e-commerce, pembeli mentransfer uangnya untuk membeli barang dagangan si penjual. Tidak adanya aksi (hit & run) dalam transaksi, apakah itu dari pembeli ataupun penjual. Semua itu berdasarkan rasa percaya pada sistem tersebut. Sehingga segala aktivitas dan transaksi berhasil dicatat dan tidak ada penyalahgunaan perjanjian bersama.

Mengenal konsep Smart Contract seutuhnya
Konsep ini hampir sama dengan perjanjian kontrak dengan menggunakan materai 6000. Akan tetapi, sistem ini masih cukup rawan dengan aksi kecurangan kesalahan data saat proses transaksi berlangsung. Karena sifatnya bukan digital, salah satu pihak bisa saja mengubahnya begitu saja.

Cara ini tidak bisa terjadi dalam sistem Smart Contract, karena setiap data transaksi bersifat permanen tanpa seorang pun bisa mengubahnya. Dan kemudian akan disimpan secara aman di jaringan Blockchain, sehingga tak ada seorang pun orang yang bisa melanggar kontraknya.

Keunggulan yang ditawarkan oleh Smart Contract
Konsep ini memiliki sejumlah keunggulan mengingat otomasi ke dunia digital sudah merambah ke semua bidang, termasuk dalam perjanjian kontrak. Berikut ini keunggulannya:

Bersifat Mandiri, Pengguna tidak perlu terlibat dalam pihak ketiga selama penengah dan badan hukum di sebuah perjanjian. Semua kontrak sudah dibuat di jaringan Blockchain pengguna punya kesepakatan bersama dalam kontrak mereka yang tidak boleh dilanggar dalam perjanjian. Bila dilanggar, maka proses transaksi tidak akan terjadi karena bukti transaksi tidak ada.

Rasa Kepercayaan Tinggi, Konsep ini sangat dijunjungi tinggi oleh penggunanya, apalagi bagi mereka yang kurang yakin dengan reputasi masing-masing orang. Seperti tadi contohnya pada aktivitas membeli Game antara pembeli dan penjual. Mereka dapat saling percaya dengan adanya konsep Smart Contract dan membuat kebijakan bersama hingga proses transaksi terjadi.

Backup Data, Segala transaksi akan disimpan di dalam sebuah jaringan Blockchain sehingga semua pengguna di layanan tersebut dapat melihat segala transaksi yang melibatkan semua pengguna. Tidak ada satu pun yang dapat mengubah kode yang tersimpan di Blockchain tersebut.

Penyimpanan Database, Proses penyimpanan yang relatif aman tersebut jadi dasar bahwa Blockchain sangat cocok sebagai Database virtual setiap pelanggannya. Segala aktivitas transaksinya selama di jaringan Blockchain akan tercatat dengan baik dan disimpan di dalam blok secara aman.

Permasalahan dalam penerapan Smart Contract
Implementasi Blockchain dan Smart Contract masih belum luas dikenal oleh masyarakat. Walaupun begitu Smart Contract masih sulit diterima oleh masyarakat karena bersifat terlalu kaku dan masih belum bisa menjawab semua transaksi di kehidupan sehari-hari.

Smart Contract bisa menyelesaikan transaksi dan perjanjian secara digital, akan tetapi dalam kehidupan di dunia nyata belum mampu dan masih diragukan oleh banyak pihak. Belum lagi sifat Blockchain yang bersifat transparan pada siapa saja yang ada di jaringan. Sehingga dinilai menghilangkan sifat kerahasiaan sebuah perjanjian. mulai dari persoalan hukum, keamanan, dan semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Tak hanya di masalah sosial semata, konsep Smart Contract masih terkendala dalam sistem distribusinya. Dari sekian Cryptocurrency saat (ada 1400 mata uang kripto), hanya ETH yang paling terbaik dalam penerapan Smart Contract. Namun kapasitas transaksinya masih sangat kecil untuk setiap transaksi. Misalnya saja ETH hanya bisa melayani 25 transaksi/detik, kalah jauh dengan sistem Paypal yang mampu melayani 193 transaksi/detik.
 
Sangat mencolok dan tertinggal jauh
Bertambahnya pengguna di masa depan, jelas ini jadi sebuah kendala besar yang harus dihadapi oleh semua sistem Cryptocurrency. Tak hanya itu saja, sistem Smart Contract sering mengalami kesalahan dalam proses penulisan kode transaksi oleh orang yang bertugas membuat kontrak tersebut.

Kasus ini pernah terjadi di akhir tahun kemarin, saat pencurian 3,6 juta koin Ethers yang mencapai 30% jumlah keseluruhan koin di DAO. Akibatnya pihak DAO mengalami merugikan 70 juta dollar dalam semalam. Jelas ini sesuatu yang sangat ditakutkan oleh pengguna Blockchain.

Konsep Smart Contract masih memiliki banyak kekurangan khusus setiap perjanjian yang melibatkan kontrak sosial dan yang bersifat masif. Akan tetapi di masa depan konsep Smart Contract akan berbenah sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan masyarakat pada sistem Blockchain.

Mengingat kinerja Smart Contract sangat baik dalam sistem pengelolaan Database di jaringan Blockchain. Sebagai bukti aktivitas transaksi penggunanya akan tercatat dengan baik di catatan digital. Tak ada lagi manipulasi data dan tidak ada lagi pihak yang dirugikan karena sebuah perjanjian. 
Smart Contract adalah solusinya, kini dan di masa depan. 
Semoga postingan ini memberikan pencerahan untuk kita semua, silakan komentarnya di kolom komentar.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email