Senin, 02 Juli 2018

Blockchain serta Andil Besar pada Perdamaian Korea


Pagi itu musim semi mulai muncul dan menyapa semenanjung Korea. Jumat pagi di tanggal 27 April 2018 jadi hari bersejarah buat perdamaian dua Korea (Korea Selatan dan Korea Utara). Negara yang saling berselisih puluhan tahun akhirnya melunak, dahulu saling sikut dan kini saling merangkul. Mereka kini rela duduk dalam satu meja membahas perdamaian besar. Deklarasi damai antara keduanya akhirnya terjalin yang dikenal dengan Deklarasi Panmunjom.


Sekilas tentang Panmunjom, merupakan ialah zona militer dan perbatasan antara Korut dan Korsel. Daerah ini diyakini tempat paling ketat dan berbahaya di dunia, siapa saja yang mencoba melintas khususnya imigran dari Korut. Langsung saja tembakan dilancarkan. Sedangkan di sisi Korsel, setiap pengunjung atau wisata yang ingin berlibur di perbatasan ini harus menanggung segala risiko yang ia hadapi. Semua sudah tertulis di surat perjanjian.

Namun kini Perbatasan kedua negara yang begitu angker seakan jadi saksi saat kedua kepala negara Kim Jong Un dan Moon Jae-In saling bertukar posisi di batas negara serta tebar senyuman. Tak cukup itu saja, kedua tentara yang saling merangkul, seakan tak pernah ada perang sama sekali.

Daerah yang terkenal rawan pecah kontak senjata, kini berubah menjadi lokasi kedua pemimpin negara semenanjung untuk mengubah arah kedua bangsanya. Masyarakat semenanjung korea seakan merasakan euforia tersebut, masyarakat kedua negara menitikkan air mata atas resolusi damai tersebut.

Ada 9 poin-poin yang terjalin di dalam Deklarasi Panmunjom dan salah satunya adalah menghentikan tindakan permusuhan yang sudah berlangsung sejak tahun 1950 – 1953. Seakan ini sebuah lembaran baru setelah lebih setengah abad berselisih paham. Sesuatu yang selalu gagal setiap tahunnya terjalin, isu di semenanjung korea seakan tak pernah habisnya. Kini akhirnya berakhir dengan romantis.

Blockchain sebuah lembaran baru perdamaian
Peristiwa bersejarah tersebut tak ingin dilewatkan secara langsung oleh seorang programmer dan pengembang game asal negeri ginseng Ryu Gi-hyeok. Ia mencoba mencatat proses deklarasi tersebut ke dalam jaringan Blockchain. Blockchain sendiri menggunakan mekanisme Smart Contract dan pastinya tidak dapat diubah oleh siapa pun karena sudah tercatat di ledge book (buku digital)

Blockchain yang digunakan oleh Ryu Gi-hyeok adalah Ethereum. Saat ini Ethereum menjadi aset berharga nomor dua setelah Bitcoin dalam kapitalisasi aset digital. Penemu Ethereum adalah seorang anak muda energik kelahiran Rusia, Vitali Buterin. Di dalam Whitepaper yang diterbitkan, ia menjelaskan tentang kinerja dari Smart Contract dan aplikasi yang terdesentralisasi (Decentralized Autonomous Organization)  pada Ethereum.
 
Hasil deklarasi yang tercatat di jaringan blockchain ethereum
Pada deklarasi tersebut tertera alamat pengirim yaitu 0xe456064545f872b311ae7432689a0fece90c9a29 kepada penerima yaitu
0xe456064545f872b311ae7432689a0fece90c9a29 Tercatat proses deklarasi digital itu berlangsung pada pukul (Apr-28-2018 05:04:36 AM +UTC). Atau beberapa jam setelah waktu mula deklarasi sebenarnya berlangsung.

Bila Anda penasaran, Anda dapat melihat linknya di SINI

Mekanisme kinerja Ethereum
Kinerja yang lebih bertenaga dan proses transaksi jadi salah satu kelebihan dari Ethereum. Pada sistemnya, Ethereum menggunakan metode scripting atau lebih dikenal dengan Smart Contract (yang dikenalkan oleh Nick Szabo).

Konsep dari Smart Contract dari Ethereum membuat ia lebih unggul dalam berbagai OpCode khusus proses pengulangan data. Jika BTC hanya fokus pada proses transaksi, Ethereum punya kelebihan lainnya dalam proses pembuatan state baru sebelum disimpan dalam blok.

Tak hanya itu saja, karena setiap data state hanya berada pada blok terakhir. Nah.. secara tak langsung mampu menghemat ruang blok hingga 5-20 kali dibandingkan BTC. Sehingga proses transaksi jadi lebih cepat tanpa harus waktu tunggu lebih lama. Inilah yang menjadi dasar Ryu Gi-hyeok memilih ETH.

Metode konsesus yang ada pada ETH berjalan pada model konsesus Proof of Work (PoW), serupa dengan model yang digunakan oleh BTC. Proses ini mengharuskan para minner butuh energi dan kemampuan komputasi mumpuni pada proses menambang. Namun di masa depan ETH mencoba mengubah sistemnya karena konsep PoW sangat banyak memakan energi dan tak ramah lingkungan. Salah satu cara dengan menggunakan metode Proof of Stake (PoS).

Nantinya nama dari ETH akan berubah menjadi Ethash, cara ini dinilai mampu mengurangi beban  dari komputer super (ASIC) dan mahalnya harga peralatan tambang dari waktu ke waktu. Pihak yang paling merasa terganggu salah satunya adalah gamer. Beralihnya sejumlah proses penambangan digital aset akan membuat gamer tidak kesulitan memberi kartu grafis.

Saat ini Ethereum punya nilai kapitalisasi yang cukup besar dan sangat menjanjikan. Walaupun sistem Ethereum baru saja berjalan pada 30 Juli 2015. Namun mampu menarik minat para peminat aset digital. Kini total kapitalisasi mencapai US$58 Miliar. Nilai ini bisa terus dengan bertambahnya minat pada Ethereum dan bahkan menggeser Bitcoin. Popularitasnya bahkan mampu terus naik di masa depan.

Bukti Blockchain yang mampu mengubah dunia
Peran Blockchain dalam perdamaian bersejarah dua Korea seakan membuka jalan bahwa blockchain bisa digunakan di berbagai bidang. Apa yang dilakukan Ryu Gi-hyeok seakan membuktikan blockchain yang dahulunya identik dengan Bitcoin (selaku alat pembayaran digital). Seakan bertambahnya edukasi masyarakat bahwa blockchain lebih dari sekedar alat pembayaran, namun menyangkut segala aktivitas yang jadi solusi di era digital kini.

Terakhir bahwa, perdamaian yang hakiki jadi bukti kesadaran masyarakat akan menderitanya saling berperang satu sama lain. Kini dengan blockchain, masyarakat mampu mengontrol pemerintah yang transparan dalam dana militer, termasuk tetap menyurakan damai. Karena perang bukan mencerminkan tingkah polah manusia modern.

Semoga postingan ini memberikan pencerahan dan rasa damai untuk kita semua. Tanda bukti perdamaian Korea mampu menular ke seluruh belahan dunia, karena begitu banyak darah dan nyawa tak berdosa harus terenggut oleh perang.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email