Selasa, 30 Desember 2014

Akhir Tahun Saatnya Untuk?

akhir tahun

Tak terasa sebentar lagi adalah waktu tutup tahun dan sebagai gantinya tahun baru datang menghampiri. Waktu berjalan begitu cepat, yang tadinya masih merasa paling muda malah sudah mulai tua dan yang tua makin lebih tua. Dulunya masih seorang Mahasiswa baru bertampang lugu dan imut, kini jadi mahasiswa sisa yang menunggu surat DO datang dari fakultas.
Share:

Senin, 22 Desember 2014

Mengakali Efek Nyata Old Date Syndrome


Menjelang akhir bulan sering banget dari kita mengalami sindrom yang hampir semua pernah alami yakni Old date Syndrome. Lebih familiar di kenal dengan nama kondisi sulit di tanggal tua (akhir bulan). Salah satu ciri-ciri utama adalah kemampuan kombinasi konsumsi nasi + lauk menjadi, Nasi + nasi.
Share:

Rabu, 10 Desember 2014

Mengapa Cita-Cita Anak Kecil Cenderung Sama?

cita-cita anak kecil
Anak-anak.... ibu mau tanya sama kalian semua, 
Tanya apa bu guru? *Dengan kalem* 
Nanti kalau besar kalian mau jadi apa?

Sontak anak-anak menjawab:

Saya bu, kalau besar mau jadi tentara jawab budi 
Saya bu, kalau besar mau jadi dokter biar bisa mengobati orang jawab Wati 
Saya bu, kalau besar malah mau jadi pilot biar bisa jalan-jalan jawab Antok

Begitulah respons jawaban yang diberikan anak-anak TK Bungoeng Seuleupok saat ibu guru mengasih gambaran masa depan ingin jadi apa. Jawaban mereka lumayan normal mengingat masih terbatasnya usia dan pekerjaan hanya yang sering mereka lihat. Serta lebih mudah menjelaskan profesi seperti itu kepada anak-anak semisal: guru, polisi, dan dokter. Anak kecil juga profesi orang tuanya terdahulu yang mayoritasnya bekerja di bidang itu.
Share:

Kamis, 27 November 2014

Anak Muda dan Rayuan Duit


Rojo adalah orang yang punya ambisi yang begitu besar untuk bisa kaya, segala sesuatu ia lakukan untuk bisa kaya. Ia menganggap gebetan yang pernah menolaknya dulu akan menyesal di kemudian hari kelak. Karena ia punya bakat jadi jutawan dan semua yang dia inginkan bisa terbeli.
Share:

Kamis, 13 November 2014

5 Perasaan Suka Duka Pasangan LDR

pasangan LDR

Sekarang makin banyak hubungan percintaan dan asrama yang berlandaskan pada dasar-dasar hubungan jarak jauh atau lebih di kenal dengan LDR (Loe Dimana Relationship atau Long Distance Relainshit buat yang ngenes merasa hubungan jarak jauh itu ngga enak. Dan buat yang merasa bahagia walaupun pada dasarnya ngga bahagia singkatan itu lebih jelas dengan Long Distance Relationship.

Banyak banget saat ini harus memperjuangkan persoalan cintanya dengan alasan LDR dan umumnya ngga enak banget, walaupun perkembangan yang begitu pesat dibarengi dengan kemajuan alat komunikasi dan media sosial yang banyak banget. Tetap saja LDR itu ngga enak, ibarat makan nasi tapi lauknya nasi juga. Begitulah tepatnya.

Nah gue di sini  mau jelaskan berbagai tipe-tipe kaum LDR yang ngga sering kita lihat dan mungkin yang ngerasain hubungan hanya di ujung telepon tapi jarang bertatap langsung, cekidot:

1.      LDR Beda Kota
LDR yang banyak banget di alami oleh segala jenis kaum ialah LDR beda kota, misalnya cowoknya di Jakarta dan ceweknya di Bekasi. (memang Bekasi masuk bumi ngga dekat Jakarta cuma buat ke sana harus mengorbankan tenaga dan juga bensin. Kita tak ada yang gratis.

Dan cinta beginian termasuk LDR dan yang harus selalu ada di samping kaum LDR yaitu alat komunikasi yang mumpuni misalnya ponselnya keren tapi pulsa dan kouta malah kaga ada, atau semuanya lengkap apa itu ponsel, pulsa/kouta tapi sinyal malah ngga ada. Eeeh.. ternyata pasangnya tinggal di daerah terpencil..! mesti kirim pakai surat dan untuk tunggu suratnya sampai harus menunggu 2 Minggu lamanya. #Kasihan

BTW.... orang dulu yang minim banget alat komunikasi hanya mengandalkan surat. Tapi masalah percintaan dan rindu mereka menggebu-gebu banget dan umumnya langgeng seumur hidup dan malah dengan banyak juga mudahnya komunikasi malah bikin cinta jadi mudah basi. Gue permisalkan tentang masalah mengingatkan hal yang ngga penting.

Cowok  : Sayang... kamu udah makan, kalo belom jangan lupa makan yach..  
Cewek  : Apahh..! jadi kamu cuman ngingetin makan..? sedangkan minum kaga,  
gimana kalo aku mati keselek? *Tanggung jawab*  
Cowok : Cowo selalu salah..

Atau begini..

Cowok: Hai sayang, buruan shalat duhur ya 
Cewek: Apa!!! kamu cuman ngingetin shalat aja, wudhu kaga..! percuma sayang  shalatnya ngga sah juga.  
Cowok: Ambil nyawaku tuhan..!

Hubungan per-LDR-an yang dibutuhkan itu kepercayaan dari kedua belah pihak. Komunikasi itu buat memperkuat cinta dan kerinduan bukan bersifat berlebihan. Malah sifat begituan yang buat hubungan jadi beda dan timbul rasa curiga satu sama lain berdampak berat pada hubungan ke depan. Ingat... sudah biaya kouta mahal, jangan diperburuk lagi dengan rasa curiga.

2.      LDR Beda Negara
Tipe yang serupa tapi sama dengan LDR beda kota yaitu hubungan berbataskan negara, dalam artian di sini buat telepon/sms-an harus pakai kode wilayah tersebut dan biayanya lebih mahal. Biasa sih hubungan beginian enakan pakai media sosial kayak Skype misalnya karenanya berdasarkan kouta internet.

LDR beda negara mereka sih akan mengurangi tindakan alay atau pengingat yang ngga penting dan umumnya berbarengan waktu buat LDR beda kota tapi malah jauh banget buat yang LDR beda negara, misalnya beginian..

Cewek  : Hai sayang yang jauh di sana..! jangan lupa shalat jumat yah, biar tambah ganteng (walaupun muka asli pacarnya absurd banget). 
Cowok  : Beb.. Di sini udah sabtu...! (ternyata cowoknya dinasnya di Alaska).

3.      LDR Musiman
Sering banget masalah LDR terjadi saat musim sekolah atau ngampus pun tiba. Yang sering banget ngerasain beginian mah mahasiswa. Cowok atau ceweknya penduduk asli tempat mereka kuliah sedangkan pasangannya beda kota. Bisa juga keduanya beda kota tapi karena menuntut ilmu di kota yang sama tapi saat musim liburan harus berpisah.

Moment yang beginian sering banget diadopsikan dalam film-film Fashion TV FTV, cowoknya datang sambil mengejar-ngejar ceweknya di bandara elit banget terminal antar kota antar provinsi. Sedangkan ceweknya dengan muka cemas sambil melihat ke segala arah dari dalam bus yang mau berangkat. 

Beberapa menit sambil melihat si cowok datang, pas sampai ke tujuan si cowok langsung mengucapkan perpisahan sementara, dan saat si cewek mau berangkat ternyata kernet bus bilang begini:

Neng..! kamu berangkatnya besok. Coba check kembali tiketnya, kursi ini sudah punya mbak yang ini.  
Oh iya bang, maaf lupa, hehehe..

Atau tetap jadi berangkat sekarang sambil gantungan di pintu bus ibarat kernet bus antar kota antar provinsi, moment romantis hilang.

Kaum LDR musiman ialah paling ngga enak banget. Saat liburan atau itu Hari raya hati mereka hampa dan saat itu mereka termasuk dalam golongan kaum LDR beda kota sementara waktu.

4.      LDR Selamanya
Tipe LDR selanjutnya ialah yang seluruh jiwa dan batinnya diperjuangkan hidup dalam belenggu kebatilan cinta berbasis LDR. Segala sesuatu dalam percintaannya hanya kena LDR dan ngga pernah jauh dari keyboard laptop dan layar ponsel yang lecet berat akibat LDR selamanya.

Gue kasih contoh LDR selamanya misalnya begini, si cowok tinggal di kota A dan si cewek tinggal di kota B dan salah satu pasangan sekolah/kuliah/kerja di kota C. Segalanya memang sulit, ketemu dengan alasan biaya yang mahal dan jarak yang jauh. Tipe yang beginian cocok disematkan sebagai LDR selamanya yang berbentuk nyata.

Bila ada yang mengalami yang beginian saran gue cuma satu, hentikan perjuangan karena akan sia-sia dan banyak kebohongan yang ditutupi oleh salah satu pihak. Mana tahu dia malah senang-senang dengan orang lain di tempat jauh di sana dan kamu malah berharap chat, sms atau yang lainnya darinya. Malahan kamu akan tersiksa batin, saran gue lebih baik yang dekat karena yang dekat lebih mudah diperjuangkan.

5.      Merasa LDR
Tipe yang terakhir yaitu tipe yang merasa dirinya LDR jauh dari segala tipe LDR lainnya, segalanya jauh dari pasangan yang disukai. Padahal mereka tinggal di kota yang sama dan rumah mereka bisa di kata dekat tapi semua terasa LDR alias terasa ngga dianggap, ada tetapi serasa ngga ada dan memiliki.

Ibarat pepatah: 
Belum memiliki tapi sudah merasa kehilangan

Cinta beginian bukan termasuk LDR tapi hubungan tak beranggap, mau chat balasnya singkat mau ketemuan malah sibuk padahal waktunya banyak dan pas ke rumahnya malah lagi di luar. Sebaiknya yang beginian di akhir saja dibandingkan menyusahkan batin secara berlarut-larut. Kesendirian ngga berarti kesepian tapi kebersamaan yang fana malah lebih nyesek.


Apa saja hal lain derita yang pernah kalian rasakan selaku pejuang LDR, silakan pengalaman buruk dan nyesek kalian. Bye!!
Share:

Senin, 03 November 2014

Persahabatan Paling Tulus, Persahabatan Ala Anak Kecil

persahabatan ala anak kecil

Kamu jahat banget, kami semua ngga mau temanan lagi.
Asal main selalu curang, besok kami ngga ke sini lagi. 
Kami nyari tempat main lain.
Maaf ya.!!

Beberapa hari yang lalu saya mendengar percakapan khas anak-anak itu di lapangan tempat mereka bermain. Sifat anak kecil begitu lucu, mereka gampang marahan dan cepat baikan dalam bermain. Terlebih selalu mengutarakan isi hati apa adanya, boleh dibilang:

Anak kecil itu lebih jujur dan apa adanya

Itulah kata-kata manjur yang sering keluar dari persahabatan ala anak kecil. Beda banget dengan para dewasa yang sangat selektif dan birokratif dalam memulai persahabatan. Masa kecil juga masa terindah di mana punya begitu banyak sahabat dan kenalan tanpa batasan. Walaupun penuh kata-kata jujur bila tak suka, namun akan kecil transparan dalam membangun persahabatan.

Persahabatan itu bukan memilah mana untung dan rugi, tapi bagaimana bisa bermain bersama. Andai terasa ada yang tidak puas langsung saja dengan cekatan ia memutuskan persahabatan tanpa istilah “bicara di belakang”

Di waktu beranjak besar, barulah kita menyadari bahwa saat di usia dewasa manusia lebih mementingkan logika dalam berteman bukan sebatas nyaman semata. Bukan sesuatu yang aneh saat ada istilah teman mencari keuntungan, memanfaatkan teman dan sampai teman makan teman. Semua karena logika sudah bermain.

Di usia dewasa pulalah jumlah pertemanan semakin sedikit, selain karena lokasi bermain yang semakin sempit. Serta aktivitas dan rutinitas membentuk suatu kebiasaan mengharuskan selektif memilih teman. Pola pikir juga sudah berbeda dijamin pembicaraan tak seseru saat masih kecil seakan ada gengsi dan batasan-batasan mutlak dalam persahabatan ala orang dewasa.

Nostalgia kembali masa kecil bila dipikir-pikir jadi sangat indah, apalagi masa itu lebih banyak menghabiskan waktu bermain dengan segala permainan alam. Bukan terbelenggu dengan gadget masing-masing.

Saya pribadi pernah membaca bagaimana teman masa kecil punya andil menjadi teman seumur hidup. Persahabatan yang terjalin lebih dari 8 tahun akan awet sampai mati. Coba dihitung-hitung apakah kalian punya sahabat yang seperti itu? Bila ada pertahankan sebaik mungkin.

Jangan melihat teman masa lalu tidak sesukses atau sepintar dirimu, namun lihat perjuangannya menjadi temanmu. Berganti waktu dan tahun segala tindak tanduk dirimu sejak masih kecil. Bukan terlalu legowo dengan teman yang baru dikenal kemarin sore tetapi sudah begitu akrab denganmu. Mana tahu ia ingin mencari keuntungan atau meninggalkan saat dirimu jatuh.

Kedekatan dirimu dengan sahabat masa kecil seakan ia mengetahui seluk beluk dirimu sebenarnya. Makanya jangan heran pendapat seorang sahabat masa kecil begitu ditunggu. Karena persahabatan yang lama seakan berakar kepada pengetahuan kepada sahabatnya. Ia memuji sepantasnya dan mengkritik sewajarnya.

Kedekatan dengan sahabat masa kecil itu paing tulus saat beranjak dewasa. Walaupun usia sudah dewasa tapi rasa tulus dan yakin satu sama lain seakan kembali ke masa kecil. Paling menarik dari teman masa kecil adalah bercerita akan segala kenangan saat kecil dan sesekali tertawa terbahak mengingat kenangan itu.

Apakah kalian punya sahabat masa kecil yang menyenangkan dan tak terlupa terganti oleh zaman? Bila ada bisa share di kolom komentar.

Karena persahabatan masa kecil setulus-tulusnya jalinan persahabatan. Semoga menginspirasi.

Share:

Senin, 27 Oktober 2014

Menjadi Blogger, Perjalanan Panjang Menuliskan Karya

menjadi blogger

Menulis di blog sudah menjadi saran yang telah lama saya geluti dan ingin seriusi dengan jelas. Pengalaman saya menulis sebenarnya jauh sebelum mengenal dunia perbloggeran, semua berawal dari mading sekolah yang penuh dengan karya inspiratif dan mau berbagi.

Rasa ini pun membuncah saat melihat tulisan teman saya bisa terpampang dengan jelas di mading sekolah. Menjadi sebuah kebanggaan tak terhingga saat tulisan dibaca oleh teman-teman serta memperoleh pujian atas tulisan yang terpampang di mading.

Namun apa daya, beberapa kali saya mencoba tapi tak berhasil pula dan saya berpikir saya tak berbakat menulis. Tulisan yang saya hasilkan tidak terlalu menarik dan punya nilai lebih, bahasanya dangkal dan editor saat itu (guru bahasa Indonesia saat itu) lebih percaya kepada teman-teman yang lebih handal di bidangnya.

Alhasil tulisan yang saya tulisan hanya mengendap di buku harian merangkap sebagai buku catatan. Membeku dan hanya diri sendiri yang membaca, tapi saat dibaca jadi sebuah kebanggaan sendiri. Saya beranggapan, menulis itu susah dan berhasil menggoreskan pena dalam buku sudah termasuk prestasi kecil.

Rasa penasaran yang besar pun membuat saya belajar dari proses menulis yang baik dan benar, jauh dari kata tak nyambung dan alay. Saya memperbanyak bahan bacaan agar tak miskin kata dan bahasa. Ibarat sebuah nutrisi yang buat apa yang ditulis menjadi lebih berbobot, termasuk membaca tulisan para teman-teman yang diterima. Tulisan saya masih sangat jauh dari kata menarik, pungkas diri ini.

Sekolah saya yang berbentuk asrama menjadikan saya setiap waktu menuliskan pengalaman agar tidak lupa. Niat saya menulis selain untuk berbagi adalah agar ide saya tidak menghilang begitu saja. Segala yang dituliskan sekarang kadang begitu berharga di masa depan, banyak tawa dan haru di awal proses menggoreskan tulisan.

Ide itu ibarat segerombolan unta yang terparkir, tulisan itu ibarat pengikat agar unta tersebut lari tak tahu ke mana.

Setamatnya saya di sekolah Bording School di medio pertengahan 2010, hidup baru pun di mulai. Ada kekurangan yang ada di hidup saya saat itu, yakni begitu Gaptek akan teknologi. Pernah saat pelajaran TIK (Teknologi Informasi Komputer) sang guru menuliskan bahan yang dijadikan ujian. Saya pun langsung keringat dingin dan bercucuran membasahi sekujur tubuh.

Gaptek itu dimulai saat menuliskan tulisan di kertas yang disediakan dan kemudian dipindahkan ke Microsoft Word. Alhasil, saat semua teman sudah selesai saya pun baru menulis kata demi kata. Dan guru pun menyarankan, kamu setamat sekolah perbanyak belajar komputer dari dasar. Saya mengiyakan!!

Di dunia perkuliahan pun cobaan semakin bertambah, setiap tugas yang dibuat harus diketik untuk dikumpulkan dan saya tak punya Laptop di awal perkuliahan. Cara mengakalinya adalah pergi ke warnet walaupun biaya warnet saat itu sangat mahal. Perjuangan tak bertolak belakang dengan hasil, saya akhirnya mahir.

Sebuah kejadian buruk pun menimpa, semua catatan yang pernah tertulis hilang saat saya pergi kuliah. Mungkin saja tertinggal di ruangan kelas dan tak pernah ditemukan lagi. Begitu banyak tulisan yang pernah tertulis musnah tak berbekas, hidup terasa sia-sia. Apa yang pernah ditulis dalam beberapa tahun yang lalu tinggal kenangan. Seorang teman dekat saya pun menyarankan, kamu nulis di blog saja.

Saya makin bingung, itu makhluk apa?                                           
Menulis segala tulisan di internet, kata teman saya.

Kejadian itu bermula di akhir tahun 2011, banyaknya tugas yang pernah ditulis dan saat itu harga Flasdisk masih sulit dijangkau. Sambil ngeblog saya pun menyimpankan hampir semua tugas di situ. Terlihat berantakan bukan, tapi minimal itulah awal mulanya menjadi Blogger.

Bermula tak mau kehilangan ide yang pernah ditulis dan sekalian menyimpan tugas yang pernah dikerjakan dengan jerih payah. Apalagi saat itu saya masih lumayan Gaptek. Tak cukup sampai di situ, saya juga membuat back up segala bentuk tulisan yang pernah saya tulis dan punya nilai berharga di masa depan.

Saat di awal punya Laptop saya pernah kehilangan begitu banyak data berharga yang tak ternilai harganya. Alhasil saya pun mengamankan semua data ke berbagai lini, dari soft copy dan hard copy memastikan setiap data tersimpan aman. Termasuk menyimpan dalam bentuk Cloud di berbagai OS.

Baiklah, di awal mula menjadi Blogger hingga kini saya banyak belajar dari kesulitan apalagi saya merasa menulis adalah sebuah passion yang tepat. Menuangkan berbagai ide, opini dan emosi dalam gaya bahasa yang tak blak-blakan namun cerdas. Setiap tulisan menjadi bahan pembelajaran bagi saya yang menulis serta bagi pembaca.

Awal mula menulis di blog saya kerepotan minta ampun, saya tak tahu apa itu niche dan yang penting nulis masalah ada yang baca atau tidak itu urusan belakangan. Kesannya sangat gado-gado, dan saya pernah membaca salah satu tulisan Blogger profesional yang menegaskan bahwa. Alasan utama mengapa banyak Blogger menyerah di tengah jalan karena kehabisan bahan selain masalah inkonsisten.

Tulisan saya yang gado-gado membuat saya malas menulis, saya harus menemukan jati diri dari setiap tulisan yang ditulis. Bukan harus ikut-ikutan mereka yang lebih dahulu punya nama besar. Memang di awal semua butuh namanya proses ATM (Amati + Tiru + Motivasi), karena dengan itulah cara tepat menemukan gaya bahasa yang diinginkan. Rasa nyaman akan terpatri dengan sendirinya.

Selain itu Blogger atau blog saat itu dan juga kini masih terdengar begitu awam bagi begitu banyak kalangan. Di saat anak muda sebaya saya begitu digandrungi dengan begitu ragam sosial media yang kekinian, saya malah keluar arah dengan sibuk dengan ngeblog.

Aneh binti ajaib bukan, saat banyak sibuk mengurusi follower-nya, mention dari gebetannya hingga proses PDKT, jadian dan putus di sosial media. Saya memilih jalan menjadi Blogger yang terkesan berat dan terlalu serius terutama bagi kalangan anak muda

Kini di tahun ke 4 menjadi Blogger begitu banyak asam garam yang dirasakan, apalagi menjadi Blogger itu tidak mudah. Banyak yang mencoba-coba menulis, namun karena terkesan ikut-ikutan saat melihat apa yang pernah orang lain tulis maka ia pun mencoba. Tebak apa yang terjadi, blog-nya hanya menjadi jutaan blog hantu yang bersemayam di dunia maya tanpa pernah diakses lagi.

Saya pun tak mau menjadi seperti itu, menulis itu ibarat bekerja untuk sebuah keabadian nan nyata. Petikan kata-kata Prambs tersebut saya makin termotivasi menulis, karena setiap tulisan yang ditulis akan punya pembacanya masing-masing tak perlu takut tak punya trafik yang berlimpah. Begitu banyak Blogger yang kemudian mendapatkan pendapatan dari hasil sebagai Blogger.

Permasalahan akan susahnya membagi waktu menulis, mengedit tulisan, template, HTML dan segelumit masalah lainnya sudah menjadi hal biasa untuk menjadi blogger sejati. Hal yang paling indah saat mendapatkan komentar dari orang lain dan komentar itu bernada interaksi positif. Hmm.... ternyata tulisan saya sangat berharga buat orang lain dan itu semakin memotivasi.

Perjalanan panjang menjadi Blogger ternyata terjal, dari situlah saya bisa mengenal berbagai komunitas Blogger dan belajar segala hal tentang blog. Ibarat rasa cinta dan suka, pasti segala hal ingin dicari tahu. Sejauh ini saya ingin terus menulis dan mengabadikan setiap tulisan sebagai karya dan menginspirasikan orang lain.

Perjalanan panjang ini menjadi bukti dengan menulis di blog jadi ketenteraman tersendiri apalagi saat tulisan kita berhasil dipublikasikan. Setelah melalui riset mendalam, proses editing yang bikin Bete dan hingga tulisan yang renyah untuk dibaca.

Terakhir sebagai penutup, sebagai bentuk menyambut Hari Blogger Nasional adalah moment untuk tetap mempertahankan konsistensi menulis dan berbagi untuk sesama. Masalah profit dan feed back urusan belakangan, karena kerja keras pasti membuahkan hasil yang manis.

Selamat Hari Blogger Nasional!!!

Share:

Jumat, 10 Oktober 2014

Sabtu, 04 Oktober 2014

Peluang Bisnis Bisa Datang dari Mana Saja Asalkan Jeli

sumber peluang bisnis

Kini sudah bukan zamannya hidup mengharapkan bekerja di instansi pemerintahan. Semua sudah mencapai titik jenuh dengan sangat mengglobal. Butuh persaingan kuat dan kadang harus kecewa di tengah jalan saat pekerjaan yang di idam-idamkan tidak terwujud secara maksimal.

Sebenarnya begitu banyak peluang yang bisa mendapatkan keuntungan asal jeli melihat segala peluang yang ada di sekitar. Peluang itu datangnya sesuai apa yang kita inginkan. Di sini saya mau membagikan beberapa sumber peluang usaha yang bisa digeluti ke depan, karena manusia kreatif dan inovatif akan bertahan dengan segala perubahan zaman.

Minat dan hobi, pekerjaan yang paling enak di dunia adalah hobi yang dibayar. Siapa yang tak tertarik saat hobinya menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Tak ada paksaan dan tekanan karena menjalankan pekerjaan berlandaskan pada minat dan hobi.

Kedekatan passion dengan minat atau hobi semakin kentara, kini begitu banyak yang rea mengejar passion-nya dan  sukses menggapai apa yang ia idam-idamkan. Ada sebuah paradoks saat sudah memiliki pekerjaan dengan bayaran yang besar, namun ada yang melepaskan pekerjaan tersebut untuk mengejar passion-nya yang tak seberapa. Memang masalah hati tidak bisa ditawar-tawar.

Pengalaman, guru terbaik adalah pengalaman, terutama sekali pengalaman dari lingkungan. Apakah itu lingkungan kerja, sekolah, sekitar, dan sebagainya. Dari sejumlah pengalaman itu, kita mampu belajar banyak andai ke depan mampu melihat peluang serupa.

Begitu banyak CEO besar lahir setelah sekian lama mendalami ilmu di tempat sebelumnya ia bekerja. Ia merasa setelah kenyang dengan pengalaman, sudah saatnya ia melakukan hal yang serupa.

Keluhan masyarakat, kini adalah zaman generasi Z di mana segala sesuatu sudah ditemukan oleh generasi X, dikembangkan oleh generasi Y. Sedangkan begitu banyak yang sudah ditemukan dan hampir sedikit istilah adanya penemuan baru. Selaku generasi Z adalah memperbaharui apa yang telah dikembangkan generasi sebelumnya.

Caranya dengan melihat selaku keluhan masyarakat misalnya saja generasi X sudah menemukan moda kendaraan, generasi Y membuat dan menyempurna fungi transportasi. Sedangkan generasi Z adalah mempergunakan sumber daya tersebut sesuai masyarakat kini.

Sulitnya mencari kendaraan pesanan akhirnya melahirkan aplikasi transportasi yang dengan mudah penumpang memesan kendaraannya tanpa terkena macet. Mereka mampu menjawab keluhan masyarakat dengan adanya aplikasi penumpang. Keluhan masyarakat sangat perlu karena setiap zaman keluhan selalu saja berbeda. Nah di situlah lahir peluang yang bisa dimanfaatkan sebagai lahan bisnis.

Kajian lapangan, sebelum terjun ke dunia bisnis sangat diperlukan sekali kajian lapangan atau survei agar bisnis yang ingin dikembangkan mampu berkembang dengan pesat. Itu perlu sekali dilakukan apalagi melihat pangsa pasar saat bisnis ingin digeluti dengan serius.

Akan menjadi sebuah petaka yang begitu besar andai tidak melakukan survei terlebih dahulu sebelum membuka peluang usaha. Dan bila sudah ada yang lebih dahulu atau banyak persaingan di segmen yang sama. Jangan berkecil hati buat lebih unik dan inovatif, anggaplah sebagai bentuk persaingan sehat dalam menggaet konsumen.

Media massa, kini begitu banyak media massa yang muai memberikan sejumlah inspirasi akan entrepreneur muda atau bisnis startup. Pihak media malah punya rubik khusus membahas dan memberitakan berbagai kesuksesan tersebut baik dari dalam atau luar negeri.

Secara tidak langsung itu mampu menjadi inspirasi yang sama terutama yang tertarik mengembangkan bisnis. Walaupun bentuk tentu cocok dengan daerah anda, namun ide tersebut bisa disimpan atau disesuaikan dengan berbagai kebutuhan termasuk sekali dari keluhan masyarakat.

Salah satu media yang sangat gencar di dunia seperti Bloomberg atau berbagai channel Youtube yang bisa jadi inspirasi buat kita semua ke depan. Seperti perkembangan toko online yang awal mula berdirinya dari negara asing yang sudah mulai berkembang, kemudian para startup lokal melakukan hal yang serupa dan hasilnya jadi ladang bisnis yang menggiurkan.

Itu tadi berbagai penjabaran tentang bisnis yang bisa kamu kembangkan kelak, jadi jangan takut berwirausaha dan mengembangkan potensi minat bakat. Asalkan bisa jeli melihat segala peluang yang ada menjadi ladang uang yang menggiurkan buat diri sendiri dan orang lain.
Salam jiwa wirausaha.

Share:

Minggu, 28 September 2014

7 Alasan Punya Tubuh Atletis jadi Sebuah Kebanggaan

tubuh atletis sebuah kebanggaan

Sekarang lagi tren berlatih outdoor salah satunya ke gym baik itu buat membentuk tubuh atletis. Badan sehat dan atletis jadi salah satu tujuan selain membakar lemak dan membunuh stres.

Walaupun kita tak terbatas oleh gender, tujuan semua orang mau pasti memiliki tubuh yang atletis dan berotot khususnya kaum pria yang ingin terlihat menawan. Sekarang tak hanya dibutuhkan pikiran yang mumpuni tetapi tubuh yang atletis untuk mengimbangi.
Share:

Jumat, 19 September 2014

6 Penyebab Susahnya Nagih Hutang


Sudah hal yang lumrah setiap orang pernah jadi orang yang berhutang atau yang ngasih hutang. Berbagai jenis hutang yang diberikan atau menerima hutang, apa itu hutang budi atau hutang finansial. Umumnya orang terdekat di lingkaran iner cycle berhutang misalnya saudara atau teman sendiri. 
Share:

Minggu, 07 September 2014

Tipuan Masa Kecil, Ayo.. Siapa yang Pernah Mengalami?

tipuan masa kecil

Anak-anak, coba duduk yang rapi. Sebentar lagi akan datang perwakilan dari Coca Cola Company akan mencoba mempromosikan proses pembuatan Coca Cola yang benar ujar ibu guru.

Gue sedikit heran dan banyak bingung, kenapa bisa perusahaan hebat dari Benua Amerika mau jauh-jauh datang ke sekolah gue. Tapi apa lacur, gue senang karena sekolah gue bisa terpilih didatangi orang pilihan perusahaan.

Tapi hati gue berdegup kencang dan gue duduk lebih rapi dari biasanya sampai lupa bahwa gue duduk di pangkuan teman gue.

Wooi.. kenapa duduk di sini, pindah!!!
Hehehe, maaf *khilaf*

Dan gue saat itu masih bocah yang lugu pun sangat percaya segala ucapan yang disampaikan oleh orang yang mengaku dari pihak Coca Cola Company, dengan khidmat gue memperhatikan dan ngga mau ketinggalan apa yang dibilang oleh yang katanya karyawan Coca Cola yang keluar dari perusahaan.

Di akhir pertemuan si perwakilan yang mengaku sebagai pihak Coca Cola menyuruh beli produknya dengan harga yang cukup murah tapi lumayan mahal buat uang jajan anak sekolahan. Dan gue beli cukup banyak, katanya cukup tambahkan air dan an jadilah Coca-cola yang seperti yang dijual di pasaran.

Sesampai di rumah, gue mencoba meracik sesuai prosedur ngga taunya rasanya kayak limun biasa. Sial gue tertipu dan gue sudah ngabisin pasokan jajan seminggu dengan serbuk tak berguna, *nangis di bawah kolong meja makan*

Beberapa tahun kemudian internet mulai booming, itu ditandai dengan begitu banyak warnet yang menjamur mengalahkan rental PlayStation. Lalu gue searching tentang proses pembuatan Coca Cola hingga dengan segarnya menjadi minuman gaul.

Ngga taunya resep rahasianya dijaga dengan ketat di daerah Atlanta, Georgia. Penemunya ialah seorang ahli farmasi bernama John Pemberton. Niat melakukan riset terhadap zat pembersih kamar mandi, eh malah menemukan minuman berkarbonasi yang begitu digemari anak-anak gaul masa kini.

Di tahun sebelumnya sempat heboh KFC yang saat racikan tepung bumbu tak ada tandingannya. Dan gue sebagai bocah yang bodoh langsung percaya, apalagi di daerah saya dahulu belum ada retail KFC. Andai saja benar, gue bakalan buat KFC dan dalam sekejap bisa menyaingi usaha Kolonel Sanders.

Kenapa bocah gampang tertipu?
Ibarat pepatah, seperti merebut permen lolipop dari tangan bocah. Gampang banget bro, kecuali anak itu adalah keluarga besar Vladimir Putin.

Itulah kenapa banyak penjual yang melakukan modus kepada anak-anak terutama sekolah dasar dan makanan sehat banyak beredar di kalangan sekolah. Segala kepolosan dan keluguan itu jadi peluang banyak orang.
Bang batagornya 1 bungkus ya.. 
Baik dek, ini batagornya 
*keluarin duit 100.000
Terus ngga minta kembalian, hebat ya anak-anak.

Anak kecil jadi pangsa pasar karena mereka tidak melihat faktor siapa yang berjualan, sepi ataukah ramai. Prinsip sederhana mereka cuma satu, beli apa yang mereka rasa menarik.

Balik lagi ke persoalan kita, gue merenungkan berbagai hal-hal bego dan dengan kepolosan gue langsung saja percaya. Gue berasumsi bahwa: Masa kecil adalah masa belajar Tepat sekali, saat masih kecil begitu banyak hal-hal yang gampang banget kita percaya dan di masa itulah adalah masa belajar.

Banyak yang memanfaatkan keluguan dan kepolosan anak kecil sebagai ladang penipuan, seperti makanan yang di luar pagar sekolah yang banyak mengandung zat yang berbahaya namun sangat menarik minat anak-anak. Saat kita kecil, kita lebih suka melihat tampak luar yang menawan dibandingkan manfaat atau kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.

Kenapa tipuan itu bisa berkembang?
Salah satunya kurang informasi dan anak kecil serta warga awam muda termakan isu yang berkembang, semenjak internet berkembang pesat hal seperti itu mulai bisa diredam. Saat beranjak dewasa barulah kita bisa menyaring hal yang ngga masuk akan dan masuk akal.

Misalnya saat gue menonton film Song Go Kong, dengan santainya dia ke mana-mana naik awan Kiton dan bisa terbang ke mana saja. Ada lagi yakni semua kebohongan dari tayangan Smack Down apalagi nilai entertaiment yang sangat menjual buat penggemarnya terutama anak-anak ikutan tergila-gila.

Nyatanya itu adalah sandiwara dari para pemainnya, offisial hingga penonton bayaran yang memenuhi tribun. Itulah kenapa tidak di tayangan secara langsung. Anak kecil sangat mempercayai apa yang ia lihat adalah benar walaupun itu salah, barulah di kemudian hari ia menyadari semua itu adalah sandiwara. Mengecewakan bukan.

Itulah kenapa fanatisme di usia anak-anak sangat kuat dan baru sedikit memudar melalui pengetahuan dan pengalaman. Makanya tak boleh ada pelarangan secara sepihak yang buat anak-anak malah semakin marah tetapi ajak yang buat mereka sedikit melunak dengan kepercayaan mereka.

Berbagai data fakta yang diberikan oleh orang yang lebih tua sulit diterima oleh anak-anak. Itulah kenapa banyak anak-anak yang menjadi korban untuk pasar barang-barang tak sehat dan murah. Tontonan tak bermutu jadi target untuk anak-anak yang masih labil dan sesuatu yang sebenarnya nan melalaikan.

Nah... segala bentuk tipuan itu sebenarnya baru disadari di kemudian hari. Selaku orang yang sudah dewasa, kita bisa mengingatkan para generasi di bawahnya jatuh ke lubang yang sama. Caranya dengan membimbing dan memberi tahu yang sangat digandrungi di masa kecil terlihat bukan sebenarnya.

Anak kecil sangat mudah menerima sesuatu secara terbuka, masalah benar atau salah adalah urusan belakang. Kemampuan penalaran dan logika mereka belum berkembang secara maksimal, apalagi perkembangan otak dan tumbuh kembang sedang menjejali pikiran mereka.

Dengan pemahaman yang diberikan oleh orang yang lebih tua, anak-anak tidak bertanya-tanya. Beri penjelasan yang masuk akal adalah cara jitu bagi anak kecil yang telah terkena tipuan-tipuan. Bukan melarangnya dengan keras, karena larangan malah buat mereka memberontak.

Sebagai penutup, semoga saja anak-anak kini tak jadi objek eksploitasi pasar dan media. Orang tua punya andil besar mengembalikan anak-anak tak kecewa di kemudian hari atas anggapan masa kecil. Itulah proses pendewasaan dan terpenting jangan lupa untuk bahagia.

Semoga memberi inspirasi!

Share:

Kamis, 28 Agustus 2014

Instagram, Sosial Media yang Rasis

Siapa di sini khususnya anak muda yang ngga punya akun Instagram?

Sontak hampir semua menjawabnya dengan serempak: Iya... jelas punya!!! Punya akun Instagram termasuk kalangan anak muda kekinian. Walaupun masalah jumlah postingan dan follower masih miris, masih bisa dihitung dengan jari.

Ngomong-ngomong tentang Instagram, sosial media wajib yang pasti dipunyai selain di aplikasi gadget. Perusahaan besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger tak menyangka, di kemudian hari aplikasi buatan mereka jadi sangat digandrungi.  Itu terbukti di medio tahun 2012, raksasa teknologi Facebook mengakusisi perusahaan mereka seharga 1 Miliar US Dollar (ketiban rezeki nomplok mereka).

Baiklah.. begitulah  sepak terjang Instagram hingga bisa menjadi salah satu sosial media favorit terutama berbagi foto dan video pendek. Tampilannya yang minimalis, menjadikan sangat diminati walaupun sedikit banyak memakan kouta.

Instagram jadi salah satu media berbagi segala macam foto, dari foto selfie, bersama teman lama, di tempat fotogenik, panorama alam, hingga kadang foto dengan sekawanan Cheetah Afrika yang sedang kelaparan. Semua dilakukan salah satunya adalah untuk follower mendapatkan like sebanyak-banyaknya.

Apalagi banyak follower berkesempatan jadi endorse produk-produk terkemuka. Ini jadi gairah tersendiri bagi para pemilik akun yang punya banyak K (kelipatan seribu) atau bahkan M (jutaan).  Pemilik produk tak sungkan-sungkan menjadi endorse mereka, hmm.. sambil bergaya bisa menghasilkan pundi-pundi uang jajan.

Kadang begitu banyak cara dilakukan, apalagi punya banyak follower dan like jadi kebanggaan khususnya Instagramer. Cara-cara ngga benar dipakai, misalnya jasa beli follower. Tak apa fake yang penting rame, begitu tepatnya sehingga begitu mengagung-agungkan follower.

Hampir kebanyakan dari pengguna Instagram yang memiliki banyak follower semisal artis, akun joke-joke, Selebgram dan lain sebagainya. Yang paling sepi umumnya kebanyakan kaum jelek lagi ngga terkenal, saat ia posting fotonya malah cibiran yang datang dari pengguna jagat Instagram.

Media sosial membentuk sesuatu kelompok yang begitu dikagumi di jagatnya, mulai dari tindak tanduk kegiatannya yang di-upload menjadi sebuah viral walaupun hal tak penting.

Misalnya:
Wanita cantik capture: Baru bangun tidur, (penuh taik mata dan iler di mana-mana). Namun like yang didapatkan tembus puluhan ribu dan komentarnya bernada positif misalnya: Duh... tai mata imut-imut gitu. (ada-ada saja).

Sekarang contohnya diganti:
Orang jelek yang akunnya tidak dikunci. Akhirnya dapat pekerjaan (foto di Background kantor baru). Akan muncul tanggapan jelek misalnya: Hmm... paling kerja di sini jadi Satpam, dari wajahnya sih meyakinkan. *tutup akun*

Begitulah sosial media salah satunya Instagram yang lebih mengkhususnya gambar. Bila sosial media lain mungkin bisa berekspresi dengan tulisan, suara dan sebagainya. Makanya banyak orang-orang yang terpinggirkan dari Instagram lebih banyak beralih dengan foto panorama,  kegiatan sosial dan aktivitas lain yang buat dirinya kurang terekspos.

Memang nyatanya, hampir kebanyakan pengguna Instagram adalah wanita. Kebiasaan wanita dengan foto jadi sebuah cara mengekspresikan diri (selfie), bila lelaki yang melakukannya akan terlihat aneh dan ditinggalkan para follower. Semakin cantik si wanita, maka semakin banyak yang menfollow akunnya apalagi tidak digembok layaknya pagar rumah ditinggal mudik.

Harus diakui, tingkat rasis ini sebenarnya wajar karena umumnya wanita lebih suka mengekspresikan diri sedangkan kaum Adam lebih suka menikmati ekspresi tersebut. Hehehe!!

Baiklah, supaya tak terus-terusan jadi korban rasisme. Kaum yang tak berparas tampan dan terkenal bisa mengembangkan kreativitas yang dimiliki. Misalnya memposting kegiatan yang punya nilai edukasi, inspirasi dan imajinasi kepada orang lain. Walaupun tak mendapatkan like yang banyak, itu lebih baik dibandingkan dengan membeli follower hanya mencari ketenaran untuk semata.

Tak apa sedikit namun dikenal, dan tak mendapatkan komentar negatif dari orang yang tak dikenal. Di satu sisi jadi orang yang tak terlalu berpengaruh salah satunya di sosial media Instagram, namun sangat berpengaruh di dunia nyata.

Pesan terakhir, Ingat bro.... hidup bukan cuma di layar gadget.

Salam damai semuanya.

Share:

Senin, 25 Agustus 2014

9 Derita Klasik Menjadi Mahasiswa Lama

9 Derita Klasik Menjadi Mahasiswa Lama

Waktu berjalan begitu cepat, awalnya masih di masa daftar ulang terus berlanjut ke masa ospek dan ngga terasa udah di ujung jalan buat mencapai gelar sarjana. Persoalan lama kelarnya mahasiswa kebanyakan karena revisi skripsi yang ngga tau kapan ada jalan keluarnya atau banyak mata kuliah yang ketinggalan dan mau ngga mau harus ngulang bersama adik leting yang lebih muda.
Share:

Halo Penulis

Foto saya

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email

Kumpulan Tulisan