Friday, October 25, 2019

Milenial Kekinian Transaksi Pakai QR Code


Akhir-akhir ini mobilitas yang saya hadapi sangat tinggi dan sangat sering berhubungan dengan urusan transportasi dan akomodasi pendukung. Semuanya diharuskan praktis dan cepat, tak harus terbuang waktu percuma hanya proses pembayaran yang lama. Belum lagi waktu mengantre yang sangat lama.

Zaman yang berputar dengan cepatnya, sudah pasti mengandalkan sistem yang praktis dan gampang di bawa-bawa. Salah satu sistem pembayaran, ini jadi sesuatu yang krusial apalagi harus membayar tagihan air, listrik, sampai siaran TV, Itu belum termasuk belanja dan transportasi, dijamin ukuran dompet bisa gendut dan sangat nyaman saat diduduki.

Keamanan pun tak terjamin, dompet fisik yang memuat uang tunai gampang sering terjatuh atau bahkan ancaman dari tindakan kriminal. Pengalaman inilah yang membuat saya mencoba cara baru yang praktis tanpa harus ke ATM tarik duit dan membawa banyak uang di dalam saku celana.

Cara tersebut adalah dengan menggunakan QR Code. Sistem ini sedang sangat getol digunakan anak muda. Berbekal ponsel pintar yang sudah dibekali kemampuan proses scan yang cepat dan aman. Bermodal proses pemindaian saja dan proses pembayaran berhasil.

Kenalan dulu dengan QR Code yuk!
Sudah ada sejak tahun 1994 dan pengembangannya dilakukan oleh salah satu perusahaan otomotif kenamaan asal negeri sakura, Jepang. Denso Wave. Sistemnya adalah Barcode berlabel optik yang mampu dibaca oleh sebuah mesin pemindai akan informasi terlampir di dalamnya.
Nah.. QR Code menggunakan sistem pemindaian berupa numerik, alfa numerik, byte atau biner, dan bahasa kanji. Kini dianggap lebih praktis dalam berbagai hajat hidup manusia, salah satunya adalah sistem pembayaran berwujud dimensi.

Ada sejumlah kelebihan yang ditawarkan pada pengguna dimulai dari proses scan kode yang mudah dalam pembayaran dibandingkan dengan menggunakan kartu kredit dan uang elektronik. Prosesnya sangat responsif dibandingkan tap kartu yang rentan error andai saja kartu mengalami kerusakan. Serta terakhir adalah terkoneksi dengan ponsel pintar milik pengguna.

Ada banyak aplikasi QR Code dalam berbagai penggunaan termasuk dalam proses pembayaran cepat. Bahkan sistem ini mendapatkan lampu hijau dari Bank Indonesia dalam proses pembayaran yang memudahkan pengguna dan pemilik usaha. Bisa dibayangkan bagaimana semua UKM menggunakan sistem QR Code, itu artinya kita sudah sepenuhnya siap pada sistem pembayaran digital dalam membangun ekonomi.

QR Code Masa Depan Pembayaran Indonesia
Dulunya QR Code hanya dikenal sebagai salah satu sistem pembayaran kelas atas saja. Jangankan untuk melakukan proses transaksi tersebut, ponsel pintar saja belum dimiliki masyarakat Indonesia. Akan tetapi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat dan dianggap memudahkan beragam bisnis merchant, QR Code mulai dilirik.

Berbicara mengenai QR Code bertujuan memajukan UKM, dalam hal ini yang menjadi mercant pembayaran. Sekaligus memperkenalkan mereka sistem pembayaran digital yang cepat dan non-tunai. Satu prestasi karena level QR Code sudah merambah dari level gerai di Mall sampai pada pedagang kaki lima.

Masyarakat pun mulai teredukasi karena dengan penggunaan teknologi bisa menambah pemasukannya. Ini cukup sering saya rasakan sebagai orang yang bekerja dalam membenahi UKM di daerah. Bekerja sebagai pendamping Koperasi dan UKM dituntut punya peran aktif memajukan keduanya sesuai dengan zaman.

Program unggulan yang saya usulkan adalah pembenahan sistem keuangan dan pembayaran yang praktis. Ini akan memudahkan pelanggan dari dalam dan luar daerah melakukan transaksi. Mulai dari sistem pembayaran dan pengiriman yang terintegrasi digital. Di awal tahun depan, beberapa UKM binaan saya akan menggunakan sistem QR Code yang mudah dan praktis. Hanya urusan pembiasaan saja yang masih menjadi kendala dan diharapkan sukses terlaksana.

Well.. bicara mengenai prosesnya pembayarannya. Ada tiga jenis pembayaran dan bisa disesuai keinginan dari pemilik usaha. Pertama adalah sistem pembayaran yang menggunakan sistem QR Code berbasis Static Code Poster, Model seperti ini yang paling familiar dan paling sering digunakan para UKM.  Pengguna tinggal memindai barcode yang ada di UKM tersebut dan akan terlihat total belanja dan uang yang dibayarkan.

Pembayaran selanjutnya adalah dengan menggunakan mesin EDC (Electric Data Capture), lebih dikenal dengan sistem mesin gesek kartu ATM. Ada tugas kasir yang akan melakukan proses pencetakan QR Code dalam bentuk struk pembayaran.

Modal yang hanya dibutuhkan pelanggan hanya perlu membuka aplikasi pemindaian dari kamera ponselnya. Proses transaksi terjadi saat kode QR berubah sesuai kode baru. Pada sistem ini sering diterapkan pada pusat perbelanjaan karena akses komputer yang ada pada sistem pembayaran kasirnya.

Terakhir adalah sistem QR Code yang terintegrasi ke pada komputer. Mirip dengan sistem menggunakan mesin EDC hanya saja setiap transaksi tidak akan menghasilkan kertas struk tapi tercatat di dalam sistem. Gunanya adalah untuk proses pembayaran pada jasa pengiriman seperti JNE.

QR Code dan segudang kemudahan terhadap pengguna
QR Code juga punya kelebihan dalam proses menggunakan uang elektronik atau kartu kredit karena mengandalkan ponsel milik kita. Sulit dalam proses peretasan dan langsung terkoneksi pada aplikasi. Salah satu pilihan yang paling sering saya gunakan adalah pembayaran menggunakan OVO.

Alasan utamanya karena saya sering sekali menggunakan transportasi online yang terintegrasikan dengan cepat. Membawa kendaraan pribadi kadang sering merepotkan karena macetnya dan meminta bantuan teman buat dianterin pada jam sibuk jelas sangat mengganggunya. Akhirnya saya lebih memiliki transportasi online.

Proses pembayarannya beragam, salah satu yang saya pilih adalah menggunakan layanan OVO. Ada banyak bonus yang ditawarkan dan tidak terpengaruh jarak. Otomatis saya tak perlu khawatir dibandingkan harus menggunakan uang tunai. Tak jarang pengemudi transportasi online kesulitan dalam pengembalian uang, alasan ini saya menggunakan Dompet Digital OVO.

Tapi bukan cuma naik transportasi online saja, tapi dalam membayar listrik, air, dan bahkan kouta. Untuk urusan terakhir jadi sesuatu mendesak buat anak milenial seperti saya. Kouta Wi-Fi yang terlambat akan berisiko pekerjaan terhambat.

Dibandingkan sistem sebelumnya harus datang ke tempat pembayaran, harus membutuhkan waktu dan tenaga. Kini bermodal saldo dari OVO, saya bisa bayar semuanya tepat waktu. Tinggal pencet saja dan semuanya kelar, karena terintegrasi ke semua pembayaran dari layanan transportasi online, e-commerce hingga mercant favorit saya.

BTW… Beberapa waktu lalu ada kabar gembira buat milenial yang menggunakan OVO, ia sudah masuk dalam 5 besar Unicorn besutan tanah air. Nilai valuasinya mencapai US$ 1 Miliar dan ini yang membuat saya tak ragu menggunakannya.

Selain itu sudah tersedia ±60 ribu outlet yang tersebar di Indonesia dan banyak poin berhadiah yang ada. Proses Top up-nya tergolong gampang karena bisa dilakukan di mana saja, mulai dari ATM, m-banking, sampai pada merchant rekanan. Segala kemudahan tersebut membuat saya dan anak milenial kini menganggap QR Code jadi pembayaran paling mudah.

Kemudian dari program yang sedang diagungkan oleh Bank Indonesia dalam mendongkrak ekonomi Indonesia melalui penguatan sistem terintegrasi secara digital. Anak muda dianggap punya prospek yang sangat baik dalam mendongkrak itu semua dari idenya. Mereka siap berkolaborasi terhadap pelaku usaha menetapkan konsep digital dalam memajukan bisnis.

QR Code dianggap sangat tepat, melalui sistem yang aman dan menguntungkan Tak perlu khawatir lagi lupa membawa dompet karena segala aktivitas pembayaran bisa dilakukan melalui ponsel Anda. #FesKaBi2019 #GairahkanEkonomi #PakaiQRStandar #MajukanEkonomiYuk

Semoga postingan ini memberikan pencerahan dan Have a Nice Days. Have a Nice day.

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?