Thursday, August 18, 2022

Keutamaan dan Tata Cara Salat Jenazah

 

Salah satu hal yang paling ditakuti oleh seluruh umat manusia adalah kematian. Bagi umat Islam, kematian bukan hanya tentang berakhirnya kehidupan di dunia saja, tetapi juga berakhirnya untuk beramal sholeh sebagai bekal untuk di akhirat nanti.

Oleh karena itu, kita harus selalu mengingat kematian dan jangan terlena dengan kehidupan dunia yang hanya sementara ini.

Dengan mengingat kematian kita akan selalu berusaha mempersiapkan bekal untuk menghadapinya. Bahkan dalam sebuah hadits diterangkan Nabi menyebut orang yang bijak adalah orang yang paling banyak mengingat kematian.

Bicara soal kematian dalam kesempatan kali ini akan coba membahas seputar salat jenazah mulai dari keutamaan hingga tata cara salatnya sebagai berikut.

Keutamaan Sholat Jenazah

Dalam hal ini, ada hadits yang menerangkan tentang keutamaan salat jenazah sebagai berikut:

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ,

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth.” Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tata Cara Sholat Jenazah

 

-          Lebih Utama Dilakukan Berjamaah dan makmum hendaklah dibagi menjadi 3 baris.

 

Dari Malik bin Hubarah berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah seorang mukmin yang meninggal lalu ada sekelompok orang yang mensholatinya sampai tiga shaf kecuali pasti dia ampuni.” (Martsad bin Abdullah Al Yazani Radhiyallahu ‘anhu) berkata; jika keluarga jenazah sedikit, Mailk bin Hubarah tetap menjaga agar bisa dijadikan tiga shaf. (HR. Ahmad).

  

-          Dilakukan dengan berdiri tanpa ruku’, tanpa sujud dan tanpa duduk. Tetapi cukup dengan bertakbir sebanyak empat kali saja, termasuk takbiratul ihram. Hal ini didasarkan pada hadits berikut :

 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kematian An-Najasyi, kemudian beliau maju dan membuat barisan shaf di belakangnya. Beliau lalu takbir empat kali. (HR. Bukhari).

 

-          Setiap takbir dilakukan dengan mengangkat tangan. Hal ini didasarkan pada hadits riwayat yang disandarkan kepada Ibnu Umar :

 

Dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwasanya beliau mengangkat kedua tangannya dalam setiap takbir pada sholat jenazah. (HR. Baihaqi).

 

-          Setelah takbiratul ihram hendaklah dilanjutkan dengan membaca surat al-fatihah dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini berdasarkan pada hadits :

 

“Sungguh menurut sunnah dalam menyolatkan jenazah adalah hendaklah seseorang membaca surat al fatihah dan membaca sholawat atas Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu dengan ikhlas mendoakan bagi mayit sampai selesai dan ia tidak membaca kecuali sekali kemudian salam” (HR. Ibnul Jarud di dalam kitab al-Muntaqo”) al-Hafidz berkata : para perawi hadits ini tersebut di dalam kitab Bukhari dan Muslim.

 

-          Bacaan doa diucapkan dengan suara lembut, sebagaimana diterangkan dalam hadits :

 

Dari Umamah, dia berkata: “Sesungguhnya sunnah di dalam sholat jenazah ialah membaca al-fatihah pada takbir pertama dengan suara lembut kemudian bertakbir 3 kali dan salam di akhir sholat” (HR. an-Nasa’i).

 

-          Setelah takbir yang kedua, ketiga dan keempat, dilanjutkan dengan berdoa kepada Allah secara ikhlas untuk si mayit. Hal ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

“Apabila kalian mensholatkan mayit, maka ikhlaskan doa untuknya.” (HR. Abu Dawud).

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer