Rabu, 17 Agustus 2016

Nganggur, Ayo Jeli Melihat Peluang!

 peluang kerja ada di sekitar

Sore itu gue berlatih sepak bola seperti biasa, sudah jadi kebutuhan jasmani yang ngga bisa gue lewatkan minimal seminggu sekali buat merumput (maksudnya bukan jadi tukang potong rumput tapi bermain bola). Seperti biasa pertandingan bola yang gue mainkan hanya sebatas pertandingan latihan dan sekali-kali lawan yang bertanding hanya sebatas bertajuk laga eksebisi.

Tak berapa lama pertandingan sudah ada anak-anak kecil yang berdiri di belakang gawang untuk mengambil bola. Lokasi gue bertanding punya pagar pembatas yang rendah. Sudah jadi kebiasaan buruk pemain bola dari level hingga profesional dalam negeri. Dengan akurasi tendangnya entah nyeleneh tapi tanpa pikir panjang langsung ngeshoot. Hasilnya bola melewati pagar pembatas.

Gue yang berposisi sebagai kiper mau ngambil bola yang out. Bocah di belakang gawang langsung ngomong:

Ngga usah bang, biar saya ambilin!!!

Dengan cekatan si bocah mengambil bola yang terbang ke bulan melewati pagar pembatas, ke rumah warga hingga melewati tantangan Ninja Warrior. Dalam sekejap bola sudah diberikan ke gue.

Di akhir pertandingan si bocah tadi mengejar gue sambil berkata:

 Bang... harus bayar atas jasa kami ngambil bola
Berapa? jawab gue
Karena kami berdua jadi 10 rb saja (gue dipalakin bocah)
Apa!!! Gue kira gratis, ternyata Ball Boy sekarang udah punya tarif
Itu untuk uang untuk upah kami om, kata bocah itu dan gue langsung memberikannya

Dalam perjalanan pulang ke rumah, di antrian lampu lalu-lintas, gue ingat petikan kata-kata mantan Presiden Amerika terdahulu, Ronald Reagan:
Tak ada makan siang gratis, kecuali kamu ditaktirin atau dapat undangan makan (bait terakhir gue yang tambahin)

Dari pengalaman tadi, gue menarik kesimpulan bahwa anak kecil yang cara ngelap ingus aja masih belum bisa, begitu jeli melihat peluang. Walaupun duitnya ngga seberapa dan ngga jelas kapan, tapi saat melihat peluang dengan jeli bocah-bocah itu memanfaatkan kesempatan itu.

Jiwa bisnisnya jalan!!!

Ngga butuh ijazah dan skill khusus, cukup jeli melihat peluang yang ada. Sama hal juga tukang parkir dadakan saat ada event besar. Melihat animo masyarakat yang tinggi, jelas butuh lahan parkir kendaraan yang memadai. Para penyedia parkir liar memanfaatkan peluang tersebut meraut untung.

Masyarakat yang resah ngga tau parkir di mana pun rela membayar biaya parkir yang mahal asalkan kendaraan mereka bisa  terparkir. Omzetnya pun luar biasa besar, makanya jangan anggap remeh tukang parkir. Duitnya dalam beberapa hari penyelenggaraan event saja bisa ngalahin gaji bulanan pegawai kantoran. Mulai sekarang jadi tukang parkir aja!!!

Well... makin hari jumlah pengangguran makin banyak, ada yang makin ngga jelas ke mana arah dan tujuan. Mengharap ada dibuka lowongan pekerjaan yang mumpuni seperti pendaftaran PNS atau penerimaan di perusahaan besar. Mau masuk pun serba ketat dan saingannya ngga kalah banyak.

Makin tinggi level kuliah maka semakin tinggi gengsi buat nyari pekerjaan. So... dibandingkan terlalu banyak berharap pekerjaan yang layak, lebih baik melihat peluang dan minat yang kamu sukai untuk untuk dikembangkan.

Menurut gue, segala keresahan dan kegundahan yang terjadi masyarakat bisa jadi peluang yang menjanjikan serta bertahan lama. Sifatnya ngga musiman atau ikut-ikutan, hingga saat animonya hilang, peluangnya ngga ikutan hilang.
Ngga ada alasan sulit nyari pekerjaan tapi sih lebih banyak mentingin gengsi. Toh... kejelian sangat dibutuhkan dan duit yang dihasilkan halal

Nah... peluang kerja itu datangnya dari kemampuan serta kejelian dalam melihat keresahan dan kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat saat ini.

Keberhasilan Gojek berdiri, si pendirinya Nadiem Makarim melalui kegundahan dan keresahan saat merasakan saat naik ojek pengkolan yang punya stigma negatif. Terbesit dalam dirinya untuk melahirkan ide ojek berbasis online yang ngga ribet. Tukang ojek bisa menghemat waktu dibandingkan duduk di pengkolan dan penumpang ngga perlu repot-repot dan ongkosnya masuk akal. Hasilnya Gojek berkembang pesat, walaupun berawal dari keterbatasan namun bermodal terobosan menarik.

Alur peluang menurut gue seperti ini:

Peluang kerja terbatas > Melihat keresahan dan kegundahan sekitar > Melahirkan inovasi dan terobosan baru > Menawarkannya ke masyarakat > Di terima dan jadi pangsa pasar > Sukses besar.

Peluang kerja kini yang sulit dan terbatas membuat banyak kaum intelek yang terkatung-katung tak tau ke mana. Banyak anak-anak muda yang ingin mandiri berjudi dengan mempertaruhkan modal dan kreativitas yang ia miliki seperti membuka  peluang usaha. Nah.. kini yang sedang berkembang pesat inovasi di bidang technopreneur.

Berbekal banyak kegundahan yang dialami oleh masyarakat. Manusia yang inovatif  yang tidak terserap di dunia kerja, memanfaatkan moment langka ini sebagai waktu yang tepat melakukan riset sembari mengembangkan menjadi inovasi dan solusi. Andai terobosan yang dilakukan sukses besar, itu mampu menghasilkan ladang pekerjaan buat orang lain.

Saat penjajakan ke masyarakat, dilakukan proses penyesuaian seperti mendengarkan kesan dan saran terhadap inovasi yang dikembangkan. Suara dan keluh-kesah masyarakat akan jadi solusi tepat yang mereka inginkan agar apa yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan pasar. Nah... makanya bukan cuma dengerin keluh-kesah teman curhat tak berujung.

Serta yang terakhir ialah memanfaatkan kesempatan. Apalagi sesuatu yang kamu geluti diyakini akan sukses besar kelak, terlebih kamu sebagai pelopor pertama. Ide itu mahal dan kesempatan itu sifatnya langka banget. Sayang banget bila dilewatkan atau didahulukan oleh orang lain. So... saatnya mencoba dan berbuat, buka sebatas wacana semata.

Dear.... anak muda kini, jangan lebih banyak merisaukan kegundahan dan keresahan tentang hatinya dibandingkan dengan kegundahan dan keresahan yang terjadi di masyarakat. Lebih senang galau ngga jelas, negara lain udah memulai ekspedisi ke luar angkasa. Ini masih galau gara-gara gebetan cuma nge-read doang. Hufft!!!
Saatnya bikin inovasi bukan asyik galau-galauan tak berujung yang bikin sakit hati

Keterbatasan bukan sebagai hambatan tetapi dengan segala keterbatasan malah melahirkan kreativitas. Malah dengan segala keterbatasan dan latar belakang pendidikan tak mumpuni malah bila melahirkan kreativitas ngga kalah tokcer.

Baru-baru ini ada seorang kuli pangkul yang sekolah SD aja ngga tamat (life is hard). Pak Henry Jurfi orangnya, ia punya ide brilian mengembangkan aplikasi Android bertemakan pendidikan seperti: Unyil The Adventure, Ninja Konoha Run, King Arthur dan seabrek aplikasi bertema pembelajaran lainnya.

Karena apa? Karena Pak Jurfi melihat peluang itu mampu berkembang ke depan. Mempertaruhkan waktu, tenaga dan pikirannya serta melihat peluang terutama aplikasi pembelajaran yang masih sangat  jarang. Akhirnya beliau sukses besar dan meraut begitu besar pundi-pundi uang melalui aplikasi yang ia unggah di Play Store.
Karena memulai sesuatu hingga semuanya ada, dijamin kamu ngga akan mulainya segera

Sekarang kegundahan dan keresahan apa yang terjadi di sekitarmu dan bisa dimanfaatkan jadi peluang bisnis. Terus orang sukses kini, bukan karena dia hebat dengan dirinya sendiri tapi bisa ngasih solusi buat orang lain.

Sebagai penutup dari gue, bila kita ngga bisa bekerja dengan orang lain. Buatlah ladang pekerjaan sendiri dari kejelian melihat keresahan dan kegundahan yang masyarakat butuhkan. Bukan cuma sukses yang didapatkan kelak, pahala pun mengalir terus.

Semoga harinya berwarna, Bye!!!
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Halo Penulis

Foto saya

Punya hobi membaca, mengobsevasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat musik EDM

Berlangganan via Email

Jadi Jutawan Cuma Modal Nulis