Solo hiking wanita makin jadi tren belakangan ini. Berdasarkan data tren traveling Google 2026, minat pencarian "solo travel" baru saja menyentuh titik tertinggi sepanjang masa, dan "women solo travel" bahkan mencatat rekor tertinggi dalam 15 tahun terakhir. Tapi anehnya, rasa was-was belum ikut turun, 68% perempuan mengaku merasa kurang aman hiking sendirian dibanding lima tahun lalu.
Nah, ini bagian menariknya: datanya sebenarnya nggak mendukung rasa takut itu. Riset yang menganalisis database tim search-and-rescue (SAR) menemukan kalau perempuan justru punya peluang bertahan hidup lebih tinggi saat terjadi kondisi darurat di alam bebas, karena cenderung lebih jarang mengambil risiko yang nggak perlu di jalur.
Backpacker Magazine bahkan sempat menelusuri data kriminal yang tersedia, dan nggak menemukan bukti kalau perempuan lebih berisiko hiking sendirian dibanding laki-laki. Risiko yang sebenarnya ada di hiking solo, tersesat, kehabisan air, cedera yang nggak tertangani, cuaca yang tiba-tiba berubah, dialami siapa saja, dan untungnya, semua itu bisa diantisipasi.



.png)

