Sunday, March 24, 2019

Mimpi Jadi Produser Musik Jempolan dengan ASUS Vivobook Pro F570

Saya punya mimpi besar menjadi produser musik EDM. Akan tetapi  jalan ke sana begitu sulit dan terjal, semua harus dilakukan secara otodidak. Mencari guru jangan harap karena Musik Pop dan Musik Rock masih jadi musik sejuta umat. Orang-orang mendengarkan musik EDM langsung saja banyak yang mengeritkan dahi.

Itu musik genre apa? Genre yang hanya buat hore-hore dan loncat-loncat tidak jelas itu. Sanggah teman saat saya menjelaskan genre EDM..

Namun kini genre EDM mulai dikenal lebih luas, banyak DJ Produser yang berhasil menelurkan karyanya dari PC atau laptop miliknya dan diajak label rekaman. Mereka umumnya datang anak rumahan yang sering ditolak gabung band atau tidak punya bakat menyanyi karena bersuara cempreng. Tapi ia punya mimpi besar di berkarya dunia musik.

Anak-anak yang ditolak atau introvert itu tidak menyerah, musik bisa dibuat dengan apa saja. Bisa dengan peralatan dapur yang menghasilkan simfoni bunyi nan indah. Di era digital pun musik dibuat dengan sangat praktis tanpa harus punya studio atau bahkan mengajak teman ke studio buat manggung. Bagi mereka yang introvert dan sedikit teman itu sebuah beban. Lahirnya aplikasi digital yang bisa belajar musik dari rumah sangat membantu.

Impian itu akhirnya datang dari musik di balik komputer, bisa dibuat aplikasi dan bahkan tanpa studio. Begitu praktis hanya butuh kemampuan memainkan nada. Perkenalan itu buat saya tahu aplikasi seperti FL Studio, aplikasi gratisan yang bisa belajar musik EDM. Mengetahui banyak nada, mencoba kombinasi Bass, snare, kick hingga belajar piano secara virtual. Setiap malam selalu dilarutkan dalam FL Studio. 
Share:

Saturday, March 23, 2019

Perjalanan Malam Hari, Pilihan Favorit Saat Naik Bus

Rute Sumatra dari dulu terkenal dengan medan yang menantang dan punya trek panjang nan berliku. Pemandangan alam dan hutan hujan khas Sumatra jadi sebuah hal yang menantang buat siapa saja. Kemudian setiap kota yang dilalui punya segudang pengalaman yang tidak terlupakan.

Perjalanan darat jadi alternatif yang paling saya gunakan, hanya saja lokasi rumah saya masih jauh dari angkutan bus. Hanya sesekali saja merasakan pengalaman naik bus, itu pun saat pergi ke Medan. Sensasi dan suspensi getaran terasa jadi sangat minim.
Share:

Friday, March 15, 2019

Bagaimana Wujud dan Penerapan Society 5.0?

Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss melahirkan kejutan besar buat negeri matahari terbit. Itu disampaikan melalui Perdana Menterinya, Shinzo Abe. Bahwa Jepang akan melakukan disrupsi besar di dunia teknologi dan sisi humanisme.

Konsep itu dikenal dengan Society 5.0 yang mengedepankan dalam mengintegrasikan dunia maya dengan ruang fisik. Peran manusia di dalamnya sebagai pusat kontrol (human-centered) dan menghapus kesenjangan antar setiap manusia.
Share:

Tuesday, March 12, 2019

Sensasi Gaming Menyenangkan dengan Zenfone Max M2

Bermain game, mungkin sudah jadi kebiasaan yang sulit dilepaskan sejak kecil. Dan kebiasaan itu seakan sulit dihilangkan bak penghilang stres dan pembunuh rasa bosan. Beruntunglah kalian yang lahir saat ini, akses bermain game pun semakin mudah dan gampang. Era gaming sudah bergeser bak hiburan di kala senggang hingga kompetisi yang hadiahnya besar bukan kepalang.

Seakan saya mengenang masa saat kecil, bermain game sangat sulit dan bahkan mahal. Butuh ke rumah teman buat bisa bermain. Bermain ke rental pun harus menyisihkan sebagian besar uang jajan buat sendiri, andai bermain sendiri. Siap-siap saja kantong bisa jebol dan satu hal lagi, dimarahi emak karena ngabisin uang jajan.
Share:

Thursday, February 28, 2019

Manusia serta Kolaborasinya dengan Machine Learning


Apa yang ada di benak kita saat mendengar Machine (mesin)?

Semuanya pasti menjawab: benda mati yang hanya bekerja secara optimal di tangan manusia, bila tidak ia tak akan bisa bekerja. Manusia punya kontrol penuh terhadap mesin di masa lalu dan ia bekerja secara tak mandiri. Kemudian manusia punya terobosan besar dalam mengubah mesin bisa belajar atas apa yang ia ajarkan. Istilah yang kemudian dikenal dengan machine learning.

Saya menganalogikan mengajarkan mesin layaknya seekor anak kucing yang baru saja lahir. Ia masih sangat buta akan segala hal, mulai dari tempat makan, minum hingga lokasi tumpukan pasir untuk pup. Seakan pikirannya akan memprogram apa yang boleh dan tidak dari si majikan, kini majikan mempunyai kucing menggemaskan nan pintar.
Share:

Sunday, February 17, 2019

Pandangan Tanpa Batas di Varian Baru Zenbook

Tahun baru jadi resolusi baru dalam mencari gadget barunya. Ada banyak target baru yang diburu jelas ada segudang resolusi baru yang akan diangkat. Salah satunya adalah punya laptop baru yang powerful dan berukuran sangat ringkas. Nilai jual inilah yang salah satu tolak ukur yang dimiliki oleh ultrabook dibandingkan seri laptop kelas lainnya. Performa, ukuran, dan desain jadi nilai jual yang ia ditonjolkan.

Pilihan ukurannya yang dihadirkan pun dengan segudang fitur kekinian, ukuran makin tipis, ringkas, dan bahkan punya rentang layar makin luas. Mirip dengan ponsel yang makin bezeles, laptop seperti itu. Seakan memberikan pengalaman yang menakjubkan saat melihat layar yang kecil tapi punya screen to body ratio sangat kecil.
Share:

Halo Penulis

My photo

Hobi membaca, mengobservasi sekitar, pelaku lapangan hijau, dan pengamat EDM

Berlangganan via Email