Wednesday, April 10, 2019

Apa yang Harus Dipersiapkan untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0?

Demam Revolusi Industri 4.0 bukan hanya isap jempol belaka, semuanya seakan telah menyebar ke seluruh lini tanpa terkecuali. Ada disrupsi besar yang sedang terjadi dalam tempo singkat, berimbas pada masyarakat dan model bisnis lamanya yang bahkan sudah sangat mapan. Ada banyak pesaing tak terlihat yang merevolusi perubahan itu semua.

Memang ada banyak yang bertahan pada sistem lama, harus tergerus dengan perubahan zaman yang fleksibel. Di era Revin 4.0. Perubahan dan gebrakan ini dinilai bisa mengubah siapa saja. Kini bagaimana cara menghadapinya karena perubahan zaman yang dinamis.

Pemerintah pun tak mau ketinggalan, dengan membuat cetak biru dalam menghadapi Industri 4.0. Apalagi di era tersebut kita sangat akrab dengan memanfaatkan kemampuan internet untuk menggerakkan mesin dan robot, seakan mampu mengefisienkan banyak hal. Penggunaan robot atau mesin mampu mengurangi biaya dan waktu, mengurangi kesalahan kerja, akurasi, dan kualitas produksi lebih terkontrol. Serta bisa meningkatkan hasil produksi.

Perusahaan yang cepat bergerak dan lihai menangkap peluang, akan mampu bertahan dalam disrupsi tersebut. Nama dan modal besar sebuah perusahaan tidak lagi menjadi kunci kesuksesan. Namun, kelincahan dalam menangkap pasar yang akan membuat sebuah perusahaan bisa bersaing dan menjadi lebih besar dan maju.

Internet pun jadi sesuatu yang terdepan khususnya yang mengandalkan konsep IoT (Internet of Things), tujuan akhir dari penerapan Revin 4.0 yang optimal. Ada banyak benda yang akan terkoneksi dengan internet di masa depan, bukan hanya manusia dengan manusia saja tapi dengan semua benda. Bisa dibayangkan berapa banyak jumlahnya.
Semua hal yang dulunya hanya ada di film bergenre Science Fiction seakan sudah banyak yang berhasil direalisasikan. Hanya saja ada banyak peran yang tergantikan dalam disrupsi besar tersebut. Manusia yang tidak terampil dan peka terhadap perubahan menganggap itu semua sebagai ancaman dan mimpi buruk. Pekerjaan dengan kemampuan sangat mudah akan diambil alih oleh mesin. 
Share:

Thursday, April 4, 2019

Kelezatan Cita Rasa Mie Aceh Di Pantai Barat Aceh

Pantai barat memang terkenal dengan keelokan pantai dan hamparan luas hutannya. Bukan hanya itu saja, salah satu yang paling identik dengan Aceh Barat yaitu daerah estuaria nan luas. Sangat mudah ditemukan beragam spesies estuaria seperti kepiting hidup di sana. Kadar garam yang rendah jadi lokasi mereka berkumpul selain dibalik teduh rimbunnya pepohonan nipah.
Share:

Tuesday, April 2, 2019

Ini Dia 4 Peralatan Pendukung Kegiatan Arung Jeram Nan Menantang


Related image
Sumber : balitourclub.net

Ketika kamu bingung untuk menikmati liburan cobalah untuk wisata petualangan rafting. Wisata petualangan rafting merupakan salah satu rekreasi menantang di dalam air, tak heran banyak orang yang menyukai wisata ini. Selain wisata, rafting lebih sering digunakan untuk kegiatan olahraga adu nyali. Kegiatan olahraga rafting ini sudah banyak terdapat di Indonesia, salah satunya Bali. Di Bali terdapat 3 sungai yang sangat populer untuk rafting yakni, sungai Ayung, Telaga Waja dan juga Melangit. Tentunya semua itu tidak lepas dengan perlengkapan dan standar keamanan.

Karena wisata rafting atau lebih dikenal dengan arung jeram ini merupakan olahraga yang menjelajahi jalur/lintasan di sungai dengan mengikuti arus yang deras. Maka dari itu ketika peralatan yang kamu pakai sudah menggunakan standar keamanan, petualanganmu akan terasa fun, asyik dan nyaman, karena itu semua akan dapat meminimalisir kecelakaan serta kejadian tidak terduga lainnya.

Kamu masih tidak tahu perlengkapan apa saja yang dibutuhkan? Tenang saja, kali ini kami akan memberikan beberapa perlengkapan yang harus dibawa sebelum melakukan kegiatan arung jeram.
Share:

Friday, March 29, 2019

Memblokir Game, Cara Tak Cerdas Menyelesaikan Masalah

Aksi penembakan keji yang terjadi di Christchurch, New Zealand beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Bukan saja ada banyak korban yang berjatuhan jiwa, tetapi pelaku penembakan ternyata terinspirasi dari game FPS yang ia mainkan di rumahnya. Pikiran radikalnya hingga merela membeli senjata, berlatih menembak dan kemudian melakukan aksi terkutuk tersebut.

Dampaknya, sejumlah game FPS akan jadi korban pemblokiran di sejumlah negara. Negara seperti India, China, Malaysia hingga menyusul Indonesia akan melakukan pemblokiran dan pembatasan jam main bagi penggunanya. Pemblokiran ini beralasan karena banyak adegan kekerasan seperti tembak-tembakan dan pemukulan hingga adegan kekerasan lainnya.
Namanya saja game bergenre FPS, sudah pasti adegan tembak-tembakan.
Di Indonesia melalui fatwa MUI dan pemerintah di bawah Kominfo sedang getol melarang game FPS (PUBG), meskipun kesannya tebang pilih. PUBG jadi korban karena alasannya menginspirasi penembak di New Zealand, meskipun penembak sebenarnya bermain Fortnite, game saingan PUBG.

FPS (First Person Shooter) sendiri game yang paling banyak dikembangkan para developer game sejak dulu. Hanya saja karakter, sudut pandang dan jalan  cerita yang dihadirkan memberikan sensasi lebih hidup. Para gamer FPS sendiri sangat banyak karena dinilai bisa bermain lepas tanpa terikat waktu layaknya genre game seperti sport.

Berbicara game FPS, seakan saya ingat masa kecil saat itu dibelikan sebuah Nintendo sebelum ekspansi PlayStation hadir. Game bernama Duck Hunt tidak menggunakan konsol, akan tetapi menggunakan pistol yang diarahkan ke kawanan bebek di pinggir kolam. Game itu seakan melatih konsentrasi dan fokus hingga akhirnya bisa menembak kawanan bebek. Bila gagal fokus, kita malah menembak Anjing yang sudah berhasil menangkap bebek tersebut.
Share:

Sunday, March 24, 2019

Jadi Produser Musik Jempolan dengan ASUS Vivobook Pro F570

Saya punya mimpi besar menjadi produser musik EDM. Akan tetapi  jalan ke sana begitu sulit dan terjal, semua harus dilakukan secara otodidak. Mencari guru jangan harap karena Musik Pop dan Musik Rock masih jadi musik sejuta umat. Orang-orang mendengarkan musik EDM langsung saja banyak yang mengeritkan dahi.

Itu musik genre apa? Genre yang hanya buat hore-hore dan loncat-loncat tidak jelas itu. Sanggah teman saat saya menjelaskan genre EDM..

Namun kini genre EDM mulai dikenal lebih luas, banyak DJ Produser yang berhasil menelurkan karyanya dari PC atau laptop miliknya dan diajak label rekaman. Mereka umumnya datang anak rumahan yang sering ditolak gabung band atau tidak punya bakat menyanyi karena bersuara cempreng. Tapi ia punya mimpi besar di berkarya dunia musik.

Anak-anak yang ditolak atau introvert itu tidak menyerah, musik bisa dibuat dengan apa saja. Bisa dengan peralatan dapur yang menghasilkan simfoni bunyi nan indah. Di era digital pun musik dibuat dengan sangat praktis tanpa harus punya studio atau bahkan mengajak teman ke studio buat manggung. Bagi mereka yang introvert dan sedikit teman itu sebuah beban. Lahirnya aplikasi digital yang bisa belajar musik dari rumah sangat membantu.

Impian itu akhirnya datang dari musik di balik komputer, bisa dibuat aplikasi dan bahkan tanpa studio. Begitu praktis hanya butuh kemampuan memainkan nada. Perkenalan itu buat saya tahu aplikasi seperti FL Studio, aplikasi gratisan yang bisa belajar musik EDM. Mengetahui banyak nada, mencoba kombinasi Bass, snare, kick hingga belajar piano secara virtual. Setiap malam selalu dilarutkan dalam FL Studio. 
Share:

Saturday, March 23, 2019

Perjalanan Malam Hari, Pilihan Favorit Saat Naik Bus

Rute Sumatra dari dulu terkenal dengan medan yang menantang dan punya trek panjang nan berliku. Pemandangan alam dan hutan hujan khas Sumatra jadi sebuah hal yang menantang buat siapa saja. Kemudian setiap kota yang dilalui punya segudang pengalaman yang tidak terlupakan.

Perjalanan darat jadi alternatif yang paling saya gunakan, hanya saja lokasi rumah saya masih jauh dari angkutan bus. Hanya sesekali saja merasakan pengalaman naik bus, itu pun saat pergi ke Medan. Sensasi dan suspensi getaran terasa jadi sangat minim.
Share:

Halo Penulis

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Berlangganan via Email