Friday, March 27, 2020

Mencetak Programmer Andal Bersama Program ISA HACKTIV8

Demam akan Revolusi Industri 4.0 sudah merasuki berbagai lini digital saat tanpa terkecuali. Dalam waktu yang begitu singkat saja terjadi disrupsi besar berimbas pada masyarakat dan model bisnis lamanya yang bahkan sudah sangat mapan. Ada banyak pesaing tak terlihat yang merevolusi perubahan itu semua.

Memang ada banyak yang bertahan pada sistem lama, harus tergerus dengan perubahan zaman yang fleksibel. Di era Revin 4.0 setiap perubahan dan gebrakan ini dinilai bisa mengubah siapa saja. Kini bagaimana cara menghadapinya karena perubahan zaman yang dinamis.

Perusahaan yang cepat bergerak dan lihai menangkap peluang, akan mampu bertahan dalam disrupsi tersebut. Nama dan modal besar sebuah perusahaan tidak lagi menjadi kunci kesuksesan. Namun, kelincahan dalam menangkap pasar yang akan membuat sebuah perusahaan bisa bersaing dan menjadi lebih besar dan maju.
Share:

Monday, March 23, 2020

Menyelamatkan Dunia dari Wabah Melalui Internet

Seabad silam, wabah misterius menyerang dunia di tengah kekacauan perpolitikan dunia kala itu. Manusia seakan sedang memasuki era baru di abad 19 yaitu Revolusi Industri 2.0. Mereka para perkumpulan negara dari dunia barat mulai berani pamer kekuatan siapa yang paling kuat di dunia kala itu.

Setelah seabad sebelumnya Revolusi Industri 1.0 hadir dari mesin uap, manusia seakan mulai terampil dalam segala hal termasuk dalam berperang. Senapan mesin, Meriam, hingga tank jenis pertama sudah muncul, puncaknya pada perseteruan negara Eropa. Tak terbentuk hingga akhirnya perang dunia pertama pecah.
Share:

Tuesday, March 17, 2020

Pustaka, Wadah Menumbuhkan Minat Membaca dan Menggali Pengetahuan


Menebarkan virus baca…
Bangsa yang besar pasti menghargai ilmu pengetahuan, menempatkan buku dengan penuh kemuliaan. Menjadikan bacaan sebagai bagian penting kehidupan, fondasi bagi melesatnya berbagai kemajuan.

Apalagi republik ini didirikan orang-orang yang gila membaca, tekun bergelut dengan segala ide dan kata-kata. Sudah seharusnya negara bersikap serius pada literasi, menyiapkan generasi yang mencintai argumentasi.

Jangan biarkan anak-anak tumbu dalam taklid buta, yang dididik hanya untuk tunduk begitu saja.Dengan budaya membaca di atas rata-rata, sebuah bangsa punya modal untuk menjadi istimewa.

Rakyatnya akan berwawasan luas dan terbuka, yang tak minder dalam menghadapi dunia. Sanggup bersaing dalam penemuan, produktif dalam penciptaan, bukan bangsa konsumen bak sapi perahan. Ini tantangan yang harus kita upayakan sepenuh hati, bersama turun tangan untuk gerakan literasi.
Share:

Tuesday, March 10, 2020

Apa Jadinya Dunia 24 Jam Tanpa Internet?

Internet sudah jadi sebuah kebutuhan wajib manusia modern dan hampir semua benda di dunia sudah terkoneksi dengan internet berbasis IoT. Memasuki era generasi kelima dari internet, perannya makin bertambah besar dan kompleks. Sulit dibayangkan sehari saja tanpa internet.

Serangan besar datang secara mendadak dan menimpa internet, memadamkan dalam kurun waktu sangat lama yaitu 24 jam. Server internet di dunia padam dan jaringan kabel serat optic tak mampu mengirimkan data. Dalam sekejam kekacauan dimulai dan itu terjadi pagi hari di belahan bumi barat, tempat ¾ dunia tinggal.


Sudah pasti akan ada miliar aktivitas setiap menitnya yang terlewat. Mulai dari email, sosial media, instan messaging, hasil pencarian, hingga upload data. Apa saja gerangan yang harus dilakukan oleh penduduk dunia saat ini. 
Share:

Thursday, March 5, 2020

Deteksi Cepat COVID-19 Menggunakan AI

Penyebaran virus Coronavirus (Covid-19) yang cepat dan tanpa batas seakan begitu menakutkan. Sudah ada 73 negara dari 193 negara di bawah pengakuan PBB. Artinya ada sepertiga negara di dunia sudah terjangkit virus mematikan tersebut. Belum ada penawar yang optimal dan penyebarannya yang cepat seakan jumlah korban yang terjangkit bisa terus bertambah.

Salah satu update data korban yang terjangkit hingga tulisan ini ditulis ada lebih dari 95 ribu korban terjangkit Covid-19. Sebagian besar pasien berhasil pulih, meskipun media kurang menarik dalam membahas korban yang berhasil pulih dibandingkan dengan korban meninggal dunia.
Share:

Monday, March 2, 2020

Treats by Traveloka Eats, Nikmati Kuliner Terlezat dengan Harga Teman

Akhir pekan jadi waktu yang begitu tepat buat menghabiskan begitu banyak waktu bersama teman dan keluarga. Paling seru sih sambil makan-makan sambil ngobrol bareng, sekalian reunian bersama. Kebersamaan ini pastinya butuh tempat nongkrong terbaik sekaligus merasakan suguhan makanan dan minuman terbaik.

Ada begitu banyak rasa minder saat datang pertama kali di tempat nongkrong baru. Nah… Traveloka seakan memberikan clue pada tempat dari khusus rekomendasi kuliner yang ada di sana. Program ini tergolong baru dan belum genap dua tahun sejak pertama sekali launching pada awal Mei 2018.
Share:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer

Langganan via Email Yuk?