Wednesday, September 16, 2026

Kipas Angin Bikin Rumah Lebih Nyaman Tanpa Harus Bergantung pada AC

Jujur ya, akhir-akhir ini cuaca bikin bingung. Pagi kadang mendung, siangnya matahari terasa menyengat, sore turun hujan deras, malam malah terasa pengap. Katanya Indonesia mulai dipengaruhi La NiƱa yang identik dengan curah hujan lebih tinggi. Tapi anehnya, rasa gerah itu justru sering masih bertahan, apalagi kalau udara sedang lembap.

Aku sendiri termasuk orang yang kurang tahan dengan ruangan pengap. Mau kerja jadi susah fokus, duduk sebentar sudah berkeringat, bahkan malam pun kadang susah tidur karena udara di dalam rumah terasa seperti tidak bergerak. Rasanya ingin menyalakan AC terus, tapi setiap ingat tagihan listrik, niat itu langsung surut. 
Share:

Sunday, August 23, 2026

Jelajah Gunung dan Laut, Insto untuk Mata Nyaman

Dalam setahun terakhir saya punya hobi baru yang selama ini terpendam yakni menjelajahi alam. Memang itu cita-cita, dulu di masa kuliah memang sering dan sudah jadi rutinitas. Tetapi semenjak hampir sepuluh tahun bekerja rasanya menjelajah alam terasa begitu eksotik. Jadi kami punya target dalam dua kali sebulan bisa pergi ke sejumlah tempat hidden gem yang selama ini tidak terjamah. Lokasinya tak perlu jauh tetapi memberikan nuansa dan cerita baru di dalamnya.

Namun, ada satu masalah: semakin ke sini, banyak teman yang sudah tidak bisa ikut lagi. Rata-rata mereka sudah sibuk dengan pekerjaan dan keluarga. Hari libur lebih sering dipakai untuk berkumpul bersama keluarga atau sekadar istirahat total di rumah. Bagi mereka, rasanya tidak masuk akal harus capek-capek mencari lokasi hidden gem, menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan, sementara besoknya sudah harus kembali bekerja. Waktu istirahat itu sekarang mahal, begitu kira-kira alasan beberapa teman yang akhirnya berhasil kami ajak ikut.

Share:

Saturday, August 15, 2026

Merdeka di Atas Tanah yang Kehilangan Akarnya

Saya besar dengan cerita bahwa Aceh adalah tanah yang tidak pernah benar-benar takluk. Ada narasi panjang tentang perlawanan, tentang otonomi yang diperjuangkan lewat darah dan negosiasi bertahun-tahun sampai lahir status Otonomi Khusus. Saya percaya cerita itu. Sampai awal tahun ini, saya berdiri di depan rumah yang setengah tenggelam, menyaksikan gelondongan kayu hanyut bersama lumpur ke halaman tetangga. Bukan pohon tumbang alami. Ada bekas potongan gergaji mesin di batangnya.

Di titik itu saya sadar ada lubang dalam kemerdekaan yang saya rayakan setiap 17 Agustus. Kita merdeka dari penjajah. Namun cara kita memperlakukan tanah yang menghidupi kita sendiri, seakan kita ikut menjajah hutan itu sendiri, mengubahnya jadi lahan produksi tanpa sisa, tanpa pernah bertanya apa yang akan terjadi kalau ia tidak lagi sanggup menahan air.

Share:

Saturday, July 4, 2026

Ketika Dompet Tipis Membuat Hidup Lebih Praktis di Era Cashless

Ada satu benda yang hampir selalu saya bawa saat bepergian yakni dompet. Letaknya berada di saku belakang celana. Rasanya lebih maskulin. Tanpa tas, cukup selipkan dompet di saku belakang celana lalu berangkat seharian menjalani hari. Mungkin kebiasaan saya dan jutaan pria lainnya di dunia, bawa dompet seakan tumbuh seiring dengan waktu.

Share:

Monday, June 29, 2026

Membangun Basis Pajak Dimulai dari Membangun Kepercayaan

Pernah kita bertanya, mengapa ada negara yang warganya rela dipotong penghasilannya hampir separuh hanya untuk pajak, uniknya tidak terdengar demonstrasi besar karena pajak. Sementara di negara lain, Ketika tarif pajaknya jauh lebih rendah, masih banyak orang yang berusaha menghindar, menunda, atau bahkan tidak merasa perlu membayarnya. Perbedaannya ternyata bukan sesederhana angka pada tarif pajak. Ada sesuatu yang jauh lebih mahal daripada uang yang dibayarkan setiap tahunnya pada negara.

Bayangkan dua negara. Di negara pertama, hampir setengah gaji hasil bekerjanya masuk ke kas negara melalui pajak. Namun sebagian besar warganya tetap membayar dengan sukarela bahkan menganggap sebagai bagian dari kontribusi mereka pada negara. Sementara di negara kedua, tarif pajak jauh lebih rendah. Namun masih banyak wajib pajak yang harus memilih menghindar, tidak melapor, atau sekadar merasa pajak bukan urusan yang penting. Negara pertama adalah Denmark sedangkan yang kedua yakni Indonesia.

Share:

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer