Birokrasi yang berbelit-belit dan lamban jadi masalah klasik yang mendera instansi pemerintah. Selama ini ada begitu banyak ASN yang pekerjaannya
cuma ongkang-ongkang kaki, atau malah sudah puluhan tahun bekerja tapi tidak
tahu cara bekerja. Ini hal yang lumrah dan tak perlu menutup mata.
Selama ini birokrasi di Indonesia terbilang
lamban baik dalam proses pelayanan dan pengambilan keputusan. Padahal
berhubungan langsung dengan masyarakat, di era digital pelayanan dan
pengambilan keputusan haruslah cepat.
Para ASN abdi negara harus berpikir cepat, ada
semakin banyak tugas yang harus ia lakukan. Pekerjaan yang selama ini dianggap
santai seakan berubah. Bukan saja bermodal datang pagi hari mengikuti apel dan
tak terlambat melakukan absen di finger print.
Kini ancaman bukan datang dari ASN baru yang
berwajah polos, tapi mereka yang tak terlihat dan terdeteksi. Di era disrupsi
ancaman datang dari yang tak kita dugaan, dia adalah AI (Artificial Intelegence)
berwujud robot.
Ia tak pulang ke rumah, izin makan, atau
berhalangan hadir karena cuti. Selalu setia melayani pelanggan bahkan bila
diperlukan lebih dari 8 jam dari asumsi kerja para PNS. Inilah yang ingin
diwujudkan pemerintah dalam membuat dunia birokrasi semakin ramping tapi
bekerja optimal.
Itulah yang diharapkan pemerintah karena
menilai birokrasi masih terlalu lambat. Kecepatan dalam bekerja dan memutuskan
sangat dibutuhkan. Salah satu opsi adalah menghadirkan AI di dunia birokrasi
dan itu yang harapkan pemerintah. Ke depan AI jadi instrumen tak langsung dari
pemerintah di setiap birokrasi. Mempercepat sekaligus meningkatkan proses
pelayanan yang kini sering dikeluhkan masyarakat.
Memang terdengar menakutkan, Robot AI yang
dulunya hanya ada di film Sci-fi Hollywood, kini ia berada satu kantor dengan
kita. Bekerja dengan giat dan membuat para ASN tersingkir dan terpinggirkan
satu persatu. Menakutkan lagi, ASN yang tak terampil harus diajarkan cara
bekerja yang benar oleh Robot AI.
Pemerintah pun sudah memilih golongan di ASN
akan saling sikut-sikutan dengan Robot AI. Perampingan yang dipilih adalah dari
eselon III dan IV dari ASN. Pilihan itu didasari banyak hal, yaitu memperpendek
jarak dan bahkan mempercepat proses kepengurusan.
PNS, pekerjaan nyaman dambaan semua orang
Tak dipungkiri ada begitu banyak pelamar yang
mendaftar PNS, jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Di tahun 2020 ada
lebih 5 juta pelamar yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, untuk 152 ribu
formasi di sejumlah instansi.


