Thursday, August 24, 2017

Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing

Kesempatan pergi ke Sabang tidak diriku sia-siakan. Sebuah pesan singkat dari salah satu kolega membuat diriku bisa ikut serta dalam acara singkat ke kota di ujung barat Indonesia tersebut. Saya pun mendapatkan kesempatan tersebut dengan beberapa Blogger lokal dan juga media meliput sejumlah agenda di sana yang dilakukan oleh PT. JNE.

JNE memberikan segala kemudahan, mulai dari penginapan dan akomodasi agar para Blogger mampu merasakan kenyamanan termasuk meliput acara CSR (Corporate Social Responsibility) dari JNE tersebut. Acara pun kami rasa akan berlangsung besok pagi dan malam harinya jadi waktu untuk bersantai sejenak sambil merasakan indahnya malam di Kota Sabang.

Namun perubahan agenda berlangsung di luar dugaan, Mas Idham Azka selaku Kepala Mass Media Relation dari JNE menghubungi para Blogger untuk bisa ke RSUD Kota Sabang. Tak ada kesiapan sedikit pun mulai dari para Blogger, media, dan pihak JNE dengan dipercepatnya proses operasi celah bibir dan langit-langit mulut.

Pihak Dokter menganjurkan operasi celah bibir dan langit-langit mulut dilangsungkan malam itu. Mengingat sejumlah pasien telah diberikan anjuran berpuasa sejak siang hari. Jelas tidak bisa ditunda lagi mengingat pasien umumnya berasal dari anak-anak dan butuh penanganan cepat.

Operasi yang dijadwalkan besok pagi berubah dengan jadwal yang ditetapkan pada awalnya menjadi malam harinya. Mulai pukul 21:00 WIB operasi berlangsung hingga selesai, melibatkan sebanyak 6 pasien yang umumnya anak-anak. Keesokan harinya kami baru mengetahui operasi selesai hingga dini hari yaitu pukul 03:00 WIB.

Keesokan harinya acara pembukaan berlangsung sesuai skedul yaitu pukul 10:00 WIB. Kerja sama PT. JNE dengan Yayasan Smile Train Indonesia. Inisiatif tersebut lahir untuk mengurangi angka pasien bibir sumbing yang ada di tanah air.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kota Sabang berkat kolaborasi JNE dan Yayasan Smile Train Indonesia bertempat di RSUD Sabang di Jl. Teuku Umar, Kuta Ateueh, Sukakarya, Kota Sabang, Aceh. Selain itu dibantu oleh pihak dokter yang tergabung dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia) daerah Sabang.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
JNE dengan tagline senyum baru untuk Sabang
Pembukaan acara berlangsung pada tanggal hari Sabtu, 19 Agustus 2017, Sambutan awal datang dari pihak Yayasan Smile Train Indonesia diwakili oleh Bapak Razali. Beliau punya menyampai sejumlah terima kasih berkata kerja Sama pihak RSUD Sabang dan IDI atas terlaksananya kegiatan tanpa halangan sedikit pun. Selain itu pihak ucapan sangat besar juga disampaikan kepada PT. JNE yang telah membiayai proses operasi.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Sambutan langsung dari Bapak Razali
Selanjutnya ucapan dilanjutkan dari pihak RSUD Sabang yang diwakili oleh dr. Maria. Dalam sambutan singkatnya tersebut pasien yang mengikuti kegiatan operasi celah bibir dan langit-langit mulut total sebanyak 10 pasien dengan 2 di antaranya berasal dari luar Kota Sabang. Sebanyak 6 pasien berhasil menjalani operasi, sedangkan 4 pasien lainnya tidak memungkinkan dari akan dilakukan penanganan lanjutan.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
sambutan langsung dari dr. Maria
Para pasien yang telah menjalani operasi diharapkan tidak mengalami komplikasi lanjutan dan berada di bawah kontrol pihak Rumah Sakit andai terjadi gejala lanjutan ujar dr. Maria selaku dokter bedah di RSUD Kota Sabang.

Sambutan lanjutan datang dari Ibu Edwina Yudianti selaku Head of Regional Sumatra dari PT. JNE. Dalam sambutan singkat beliau, kegiatan ini mampu mengembalikan senyum anak Indonesia dan membahagiakan orang tua dari pasien bibir sumbing.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
sambutan dari Ibu Edwina Yudianti dari Head of Regional JNE Sumatra
Tak berhenti di situ saja, CSR JNE punya beragam program selain di bidang kesehatan yaitu dengan pengembangan Unit Kreativitas Masyarakat (UKM). Di Aceh sendiri akan dilakukan program tersebut berupa pelatihan berbasis online menyambut HUT JNE ke-27 di Bulan November nanti. Sedikitnya ada 18 Kota di Indonesia yang akan dilakukan pelatihan tersebut ujar Bu Edwina.

Terakhir ialah pemberian plakat, mulai dari penerimaan Giant Check dari pihak JNE diwakili oleh Ibu Edwina kepada Smile Train yang diwakili oleh dr. Aji Suryanto. Kemudian gantian pihak Yayasan Smile Train memberikan sertifikat apresiasi kepada Ibu Edwina selaku pelaksana.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Proses serah terima Giant Check ke pihak JNE
Tak hanya itu saja, Yayasan Smile Train memberikan sertifikat apresiasi kepada IDI Kota Sabang yang diwakili oleh Ibu Cut Meutia sebagai bentuk kerja sama semalam dalam menangani pasien bibir sumbing tanpa kendala sedikit pun.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Serah terima sertifikat apresiasi dari Smile Train
Para Blogger tidak mau ketinggalan dari setiap kegiatan, salah satunya dengan membuat live tweet saat jalannya acara tersebut. Cara yang dilakukan untuk menyebarkan aksi berbagi senyuman kepada masyarakat.
Aksi live tweet dari para blogger
Pihak JNE baik yang terdiri dari akun Twitter JNE Indonesia dan JNE Aceh pun tidak mau kalah. Mereka juga turut serta menggaungkan live tweet dengan tagar Connecting Happiness di  jejaring sosial Twitter.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Live tweet dari akun JNE Aceh dan JNE Indonesia
Saat proses pembukaan acara sejumlah pasien diberikan kesediaan waktu sejenak untuk mengikuti proses tersebut. Walaupun menahan kantuk karena operasi yang berlangsung hingga larut malam. Namun para pasien tetap semangat dan bahagia terpancar dari raut wajah mereka saat sesi foto bareng.

Kini mereka tak perlu merasa terkucil atau minder dari penampilan fisik lagi termasuk kemampuan berbahasa. Itulah mengapa para pasien yang punya kelainan bibir sumbing harus segera di operasi sejak usia dini. 
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Foto sejumlah pasien bersama pihak JNE
Dengan berbagi kebahagiaan dan menularkan semangat kepada para pasien, seperti tagline yang digaungkan oleh JNE yaitu Connecting Happiness. Peran JNE bagi masyarakat tidak hanya sebagai jasa pengiriman semata, namun berbagi berbagai manfaat pada masyarakat yang membutuhkan. Salah satunya dengan adanya CSR dari JNE.

Kenal jauh dengan Yayasan Smile Train Indonesia
Setelah acara pembukaan selesai, kami berbicara banyak tentang kegiatan bibir sumbing yang bekerja sama dengan pihak Smile Train Indonesia. Secara langsung kami berbincang-bincang dengan dr. Aji Suryanto.

Beliau selaku Direktur Program Smile Train Indonesia, salah satunya ialah semboyan yang diusung yaitu Changing the World One Smile at the Time kepada semua anak di dunia yang mengalami kelainan berupa bibir sumbing. Kini Smile Train berkolaborasi dengan JNE datang ke Sabang melakukan misi mulia tersebut.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Logo dari Smile Train

Beliau sangat ramah menjelaskan secara rinci mengenai bibir sumbing, mulai dari penyebabnya, penanganannya hingga proses lanjutan. Menurut pendapat beliau, pasien bibir sumbing harus ditangani sebelum proses belajar berbicara dimulai. Berkisar di usia 8 – 9 bulan. Bila tidak, berakibat pada terhambatnya kemampuan berbicara saat sang anak tumbuh dewasa.

Sang anak harus mengikuti terapi berbicara lagi dan bisa menghambat komunikasinya dengan teman-temannya. Proses untuk penyembuhan pada celah bibir dan langit-langit juga berlangsung cepat. Sehingga saat sang anak tumbuh dewasa, ia tidak mengetahui saat masih kecil pernah menderita kelainan bibir sumbing.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Pasien yang telah menjalani operasi bibir sumbing
Banyak pasien yang anaknya punya masalah bibir sumbing yang takut berobat ke rumah sakit. Selain karena anggapan biaya yang mahal, proses administrasi yang berbelit-belit hingga menganggap bibir sumbing ialah takdir yang tidak dapat diubah.

Semua keraguan itu mendadak sirna saat sejumlah tim dokter di RSUD Sabang dan dari Yayasan Smile Train Indonesia bekerja sama melakukan rekonstruksi untuk operasi celah bibir dan langit-langit mulut secara gratis pada pasien bibir sumbing.

Selama berada di Aceh tepatnya di Kota Sabang, dr. Aji Suryanto dibantu oleh Rahmad Maulizar asal Aceh Barat selaku pekerja sosial dan juga duta bibir sumbing Aceh. Menurut penuturan dari dr. Aji Suryanto, Rahmad pernah mengalami hal serupa akibat telah penanganan bibir sumbing.

Baru pada usia 17 tahun Rahmad mendapatkan penanganan operasi, berakibat hasil bekas jahitan terlihat dan butuh terapi bicara yang cukup lama untuk bisa menjadi normal. Hal itulah yang membuat kejadian serupa tidak terjadi pada pasien bibir sumbing. Penanganan dini harus dilakukan segera mungkin.

Selain itu, beliau menekankan bagi para pasien bibir sumbing yang tidak turut serta dapat mengikuti operasi di RSUD Malahayati. Smile Train punya ruang khusus di situ dengan sejumlah dokter lengkap yang mampu mengangani pasien bibir sumbing.

Setiap Minggu pihak RSUD Malahayati setiap Minggunya termasuk membiayai akomodasi mereka andai berada di luar daerah. Prosedurnya cukup mudah, cukup dengan mendaftar ke sana dan akan ada tim dokter yang mampu menanganinya tanpa dipungut biaya sedikit pun. 

Sekilas tentang berdirinya JNE
JNE berdiri pada tahun 1990, merupakan perusahaan nasional yang berkonsentrasi pada bidang usaha jasa pengiriman dan pendistribusian. JNE juga memperluas bidang usahanya hingga jasa pengiriman makanan khas daerah (PESONA), jasa kepabeanan, penjemputan di bandara, dan pengiriman uang.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Di akhir tahun 2012, JNE memisahkan divisi Logistik, menjadi unit usaha tersendiri terpisah dari unit kurir ekspres. Di tahun 2013, JNE siap berekspansi di bidang logistik, dengan berfokus pada layanan yang mencakup pergudangan, kargo, pengiriman jalur darat, sea freight, dan air freight.

Di tahun 2014, mempersiapkan JNE E-Commerce, dan optimalisasi aplikasi Mobile, membangun 250 kantor operasional dan jaringan outlet menjadi 5000 outlet di seluruh Indonesia dan menghadapi persiapan daya saing Asia Free Trade Area tahun 2015.

JNE dan peran pentingnya di berbagai bidang
Berbagai program CSR JNE untuk membantu negeri seperti salah satunya ialah operasi bibir sumbing. Melalui Presiden Direktur JNE, M. Feriadi, pada peresmian Taman Cikapayang Dago di Bandung pada 17 Agustus lalu, menyampaikan, “Menghantarkan kebahagiaan atau Connecting Happiness. Semangat yang terus dijalankan, bukan hanya dalam memberikan pelayanan prima kepada pelanggan, tapi juga berbagai program yang memberikan manfaat.

Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Mulut Gratis sangat berarti bagi hidup dan masa depan generasi penerus bangsa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tentu JNE berharap, kebahagiaan yang terpancar dari setiap senyum anak-anak Indonesia tersebut dapat memberikan kebahagiaan terhadap orang tua mereka, keluarga dan masyarakat luas”.

Sebelumnya, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 pada tanggal 17 Agustus 2017, JNE pun mengadakan dua kegiatan yang juga merupakan wujud dari kepedulian terhadap masyarakat maupun lingkungan, yaitu Peresmian Taman Cikapayang Dago di Bandung dan pelatihan untuk UKM yaitu “JNE Ngajak Online” di Jayapura. Seluruh kegiatan ini adalah bagian dari rangkaian acara menuju hari jadi JNE yang ke-27 pada November mendatang.

Di samping menggelar Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Mulut Gratis di Sabang serta “JNE Ngajak Online” di Jayapura, JNE pun mengadakan “JNE Ngajak Ngirim” sebagai fasilitas untuk para pelanggan setia. Ini adalah program gratis ongkos kirim untuk paket dengan tujuan Jakarta yang berlaku sehari setelah acara “JNE Ngajak Online”.

Khusus bagi pelanggan di 18 kota tempat digelarnya acara tersebut. Bukan hanya itu, untuk memaksimalkan dukungan terhadap UKM lokal menuju pasar global, JNE pun telah mempersiapkan layanan JNE Internasional Shipment yang dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua. Saat ini, JNE International Shipment memberikan diskon 17% dalam rangka HUT RI ke-72.
Harapan Baru Mengembalikan Senyuman Pasien Bibir Sumbing
Ngajak online bareng JNE di 18 Kota
Sebuah gebrakan besar yang dilakukan oleh JNE dan jelas sangat bermanfaat dan mengetahui kebutuhan masyarakat seperti Tagline yang digaungkan yang Connecting happiness bersama bangsa. Maju terus JNE dan tetap melayani masyarakat tanpa terhalang jarak.
Share:

6 comments:

  1. Wuih keren iqbal, memberikan sesuatu hal yang lebih dari yang diminta itulah yang disebut profesional.

    Salut deh dengan reviewnya.Pasti melebihi 1.500 kata :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih sarannya, kebetulan lagi banyak ide jadi kurang lebih ada 1500 kata.

      Delete
  2. semoga jne terus peduli kepada rakyat indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya gan, PT.JNE sangat peduli pada rakyat indonesia selaku konsumennya dan punya dedikasi yang tinggi

      Delete
  3. info yang bermanfaat banget ini,,

    ReplyDelete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer