Thursday, October 26, 2017

Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak

Zaman berubah dengan cepatnya, perubahan itu jelas terasa sangat kentara khususnya pada interaksi manusia dengan teknologi yang semakin intens. Perubahan itu jelas berpengaruh kepada siapa saja termasuk anak-anak.

Bukan hal mengherankan saat melihat balita sudah fasih menonton Youtube atau aksi bermain game dari gawai yang diberikan orang tuanya. Nah... harus hati-hati, sebab anak-anak belum mampu memproteksi dirinya dari teknologi termasuk efek negatifnya.

Mungkin kita akrab dengan generasi millenial yang sangat akrab dengan teknologi, tunggu dahulu.. sekarang zamannya Generasi Alpha. Generasi yang lahir di atas kuartal kedua millenial (tepatnya di atas tahun 2010). Mereka besar dan hidup di tengah-tengah perkembangan teknologi yang sedang pesat-pesatnya. 
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Anda masuk generasi apa?
Perkembangan dan rasa ingin tahu jelas sangat besar, jangan heran saat anak-anak lebih cepat paham dari generasi sebelumnya. Semua berbeda dengan generasi sebelumnya, mereka harus menyesuaikan dengan perubahan zaman sehingga banyak yang tertinggal di bidang teknologi.

Semua semakin pelik karena anak-anak juga peniru yang baik, segala yang dilakukan oleh orang terdekatnya kemudian ditiru habis-habisan. Jangan harap sang anak tidak meminta dan merengek minta gawai karena penasaran apa yang dilakukan oleh yang lebih tua darinya. Rasa penasaran dan mau tahu terus timbul dari benak sang anak.

Terjadi kecemburuan sosial sudah pasti, apalagi buat anak-anak. Mereka juga ingin berselancar dunia maya seperti para tetua yang duluan mengenal dan eksis di dalamnya. Akan tetapi anak-anak belum mampu menggunakan bijak dan banyak dari aplikasi yang tersedia tidak ramah anak. Jelas sangat mempengaruhi tumbuh kembang si anak nantinya.

Proses perkembangan internet yang cepat membuat anak-anak jadi lebih dewasa dibandingkan dengan usianya. Saat usianya masih saatnya bermain tanah dengan dengan temannya, kini anak zaman now sudah sibuk bermain dengan gawai.
Batasan internet saat ini sudah mulai mencakup segala umur, mungkin dahulu internet hanya diperlukan buat mereka yang sangat aktif di dunia maya saja. Namun kini semua mengaksesnya. Mulai dari murahnya kouta dan akses internet tanpa batas di mana saja dan kapan saja. Jelas saja hal ini mampu membuat siapa datang dan mengaksesnya tanpa terkecuali.

Kapan anak-anak perlu dikenalkan teknologi?
Kebutuhan akan teknologi sudah jadi kebutuhan wajib bagi siapa saja termasuk anak-anak yang tak mau kalah dalam mengakses teknologi. Memang bukan hal yang mengherankan saat anak-anak sudah akrab sejak dini dengan gawai.

Harus ada usia yang tepat memperkenalkan teknologi kepada mereka. Saya pun memperhatikan dengan seksama pada sejumlah CEO teknologi ternama di dunia punya aturan ketat dalam penggunaan gawai pada sang buah hatinya. Mereka melarang penggunaan gawai sebelum usia yang tepat dan yaitu berusia > 13 tahun.

Penelitian juga membeberkan bahwa tidak disarankan orang tua memperkenalkan anak dengan teknologi terlalu dini. Apalagi sejumlah fungsi organ tubuh sedang proses perkembangan dan belum dirasa dengan pantas dengan usia mereka. Pembelajaran terbaik dengan cara interaksi dan pengalaman dunia nyata. Seperti interaksi rutin dengan orang terdekat dan bermain dengan teman-temannya untuk mengasah kemampuannya di usia dini.

Barulah para ahli sepakat saat menjelang usia sekolah anak mulai diperkenalkan dengan teknologi sebagai alat bantu belajar bukan media bermain penuh. Perangkat teknologi menghadirkan gambar dan suara yang lebih beragam.

Harus diingat juga peran orang sangat besar dalam mengontrol tindak-tanduk si anak dalam menggunakan gawai. Intensitas yang tinggi jelas mengganggu aktivitas dan membuat candu. Termasuk mengontrol sang anak jauh dalam mengakses konten negatif.

Saya melihat orang tua kini malah bangga saat anaknya sudah begitu mandiri dalam menggunakan gawai padahal tidak baik buat tumbuh kembangnya. Gawai sifatnya candu dan membuka peluang sang buah hati buat mengakses hal-hal negatif. Gawai dan koneksi internet gerbang yang paling mudah mempengaruhi perilakunya.

Saya juga pernah membaca bahwa anak-anak dari raksasa teknologi dunia di Kawasan elit Silicon Valley. Mereka malah menyekolahkan anak-anaknya di sekolah sederhana tanpa teknologi yaitu di Waldorf School of the Peninsula. Anak-anak diasah dengan aktivitas melibatkan fisik, kreativitas, dan keterampilannya. Semuanya jauh dari segala perangkat teknologi, kertas dan pulpen jadi senjata andalan dalam menulis.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Waldorf School menawarkan pendidikan tanpa teknologi
Itu berbanding terbalik di tanah air, baru-baru ini adik sepupu saya yang masih sangat belia membuat saya geleng-geleng. Selepas pulang sekolah mereka disuruh mencari PR oleh gurunya di sekolah. Akibatnya ia harus menyelesaikan tugas secara mandiri, padahal situs dan konten internet banyak tak ramah untuk anak. Ditambah lagi orang tua tak melek teknologi, si anak bisa saja mengakses konten yang tidak benar karena ketidaktahuannya. 

Membentengi anak dari konten negatif
Teknologi sudah jadi kebutuhan wajib karena kemudahan yang ditawarkan, namun tidak menjadi kebutuhan wajib untuk anak-anak. Alasan terbesarnya karena banyak konten negatif yang dapat berpengaruh buruk pada sang anak khususnya internet.

Generasi yang berbeda membuat pola pikir anak dan orang tua jelas berbeda dalam konteks pemahaman teknologi. Anak yang sudah candu dengan teknologi memang cukup sulit disembuhkan, harus ada tahap tertentu hingga sang anak bisa mengurangi intensitasnya dan terhindar dari konten negatif. Salah satu cara yang dapat dicoba yaitu dengan penerapan internet ramah anak.

Berikut cara yang dapat orang tua gunakan dalam membentengi anaknya dari konten negatif yang berseliweran di jagat internet, cekidot:

Mode pengamanan, Banyak cara sederhana yang dapat dicoba dalam memblokir sejumlah konten yang berbahaya bagi anak. Di mulai dari memblokir di mesin pencari yaitu Google pada pada filter SafeSearch. Nantinya sejumlah konten negatif yang ingin akses oleh sang buah hati tidak terdapat di mesin pencarian Google.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Proses pengamanan pada mesin pencari Google
Tak hanya itu saja, fitur filter juga berlaku pada sharing konten terbesar saat ini yaitu Youtube. Di Youtube sangat sering ditemukan video yang tidak ramah anak, cara membatasinya dengan penggunaan fitur mode on yang ada di pengaturan Youtube. Nantinya anak-anak tidak akan menemukan konten yang tidak sesuai dengan umurnya, khususnya konten yang ditonton secara online. 
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Cara membatasi akses konten negatif anak di Youtube
Bagi orang tua, ada beberapa cara menghindarinya, mulai dari membuat offline Youtube saat sang anak mengaksesnya. Video yang telah dipilih oleh orang tua hanya dapat ditonton oleh sang anak. Lalu ada juga dengan cara pengaktifan mode terbatas pada Youtube. 

Nah.. dengan begitu saat sang anak mengakses konten negatif, maka tidak dapat ditemukan. Video yang punya pengaruh negatif pun tidak akan muncul walaupun berhasil duduk di peringkat trending topic Youtube.

Mengunci Pencarian Situs dan Play Store, tak hanya melalui mesin pencarian dan video sharring saja. Anak sangat mudah candu pada game. Banyak orang tua yang tak sadar sang anak dengan mudah menginstal dan menguninstal program.

Cara mengantisipasinya dengan mengunci Play Store dengan metode kontrol orang tua, seperti gambar di bawah ini. Nantinya sang anak tidak dapat mengunduh, apalagi semakin banyak mengunduh aplikasi dapat membuat saat anak lalai apa yang harus ia kerjakan.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Cara mengaktifkan kontrol orang tua pada play store
Cara paling mudah lainnya dengan mengunci situs tidak bisa dijelajahi sang anak. Salah satu aplikasi yang dapat dicoba yaitu Blocksite. Pada aplikasi ini Anda dapat memilih situs apa saja yang ingin diblokir dan rawan andai diakses oleh sang buah hati. Andai tidak menggunakan lagi, Anda dapat menonaktifkannya kapan saja.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Proses pemblokiran situs dengan Blocksite
Pengawasan pada history pencarian, Anak-anak tak sadar bahwa segala sesuatu hal dari penjelajahan di mesin pencari konvensional akan tetap tersimpan. Makanya orang tua harus memeriksa segala pencarian yang dirasa tidak sesuai. Tak hanya itu saja, orang tua mampu mengenai situs yang tepat dan direkomendasikan buat si anak.

Tahu tentang aksesnya, mungkin segala akses internet membutuhkan akun dan semuanya bisa terwujud dari alamat email dan password yang digunakan. Memang terkesan sangat protektif, itu baik karena mampu menyaring segala aktivitas sang anak. Lebih baik lagi menggunakan akun yang khusus orang tua buat dan kontrol di belakang layar.

Perangkat lunak penyaring konten, Tak selamanya orang tua bisa mengontrol sang anak secara penuh selama 24 jam. Salah satu opsi ialah dengan pengawasan menggunakan perangkat lunak pilihan yang menyaring konten negatif.

Ada beberapa perangkat lunak khusus anak-anak, mulai dari Qustodio, Kurupira Web Filter, dan K9 Web Protection. Anda dengan mudah bisa mengunduhnya sebagai proteksi pada anak Anda. Aplikasi mampu memberikan akses unduh secara gratis bagi penggunanya.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Sejumlah aplikasi penyaring konten
Pembatasan waktu pakai, orang tua butuh tindakan tegas dalam penggunaan gawai. Ada waktu-waktu tertentu sang anak mengaksesnya, jangan mengganggu aktivitasnya. Pembatasan bisa dilakukan saat jam belajar, interaksi dengan orang tua, dan teman-teman. Cara ini mampu membuat anak tak kecanduan gawai secara berlebihan dan anak menganggap gawai bukan segalanya.

Aplikasi Ramah untuk Anak
Penyedia layanan pun paham bahwa anak-anak juga butuh konten yang merata untuk proses pembelajarannya. Zaman digital membuat interaksi dengan teknologi jadi sebuah keharusan, namun juga ada pengawasan ekstra. Apalagi banyak orang tua khususnya yang gaptek dengan teknologi.

Tak perlu khawatir, ada beberapa cara yang dapat dicoba oleh para ibu-ibu dalam menangkal sejumlah konten negatif yang berseliweran di internet. Berikut ini sejumlah aplikasi dan situs yang dapat dicoba buat anak dan relatif aman dari konten negatif, cekidot:

Kiddle, ialah website kerja sama antara mesin pencari seperti Google dan Bing dalam mengembangkan situs pencarian yang ramah anak.  Kiddle berbeda dengan mesin pencari konvensional karena bersifat independen.

Cara kerjanya dengan melakukan proses penyaring terhadap berbagai jenis kata kunci yang tidak layak ditampilkan khususnya buat anak-anak. Walaupun tak sepenuhnya aman, minimal mampu menghindarkan anak-anak dari konten negatif yang berseliweran di internet.

Kiddle pun menawarkan desain tampilan yang cocok mengalihkan pandangan buat anak-anak. Misalnya saja mesin pencari Google terkesan polos hanya warna ciri khas Google saja yang ditampilkan. Kiddle hadir dengan tema khas luar angkasa dengan langit cerah dan hiasan sejumlah planet. Serta ada karakter robot yang terletak di bawah kotak pencarian.
internet ramah anak
Tampilan dari Kiddle yang menarik minat anak-anak
Hampir sama dengan pengguna mesin pencarian umumnya, sang anak tinggal menuliskan kata kunci yang diinginkan pada kolom pencarian. Selain itu ada beberapa kategori yang tersedia, mulai dari situs web, gambar, berita, video, dan Kpedia.

Kiddle memiliki sistem penangkal konten negatif yang diterapkan oleh Google yaitu SafeSearch. Andai Google harus diaktifkan terlebih dahulu oleh penggunanya, sedangkan Kiddle memang menerapkan secara langsung beserta keamanan ganda. Tak cukup sampai di situ saja, Kiddle memiliki tim editor yang mengawasi konten khusus anak.

Saya pribadi pun mencoba menelusuri sejumlah pencarian konten dewasa yang ada di Kiddle. Hasilnya tidak ditemukan dan mesin pencari langsung memberikan tanda dengan tulisan: Oops, try agains! Itu artinya kata kunci yang dicari tidak tersedia dan punya maksud konten negatif.

Dibandingkan dengan fitur SafeSearch yang ada pada mesin pencari Google, pencarian kata kunci negatif tidak sepenuhnya disaring. Anda masih bisa menemukan kata serupa dari hasil pencarian, namun dengan konten yang disaring.

Pada Kiddle, sang anak tak dapat menemukan konten seperti gosip artis dan jejaring sosialnya. Hanya mendapatkan biografi yang tentunya aman bagi sang anak. Kiddle tidak mengumpulkan informasi personal dan pencarian sang anak. Logs pencarian akan terhapus setiap 24 jam. Apalagi anak-anak punya ingatan yang lebih pendek khususnya hasil pencarian di internet.

Tak hanya itu saja, orang tua juga dapat berkontribusi lebih dengan mengajukan permohonan kata dan situs yang dianggap tidak sesuai. Cukup dengan mengisi formulir pemblokiran  pada bagian Site Blocking yang disediakan oleh pihak Kiddle. Tim editor akan memeriksa kembali, andai tidak sesuai dengan prinsip perusahaan, hasil pencarian akan dihilangkan permanen.

Youtube Kids, hampir sama dengan Kiddle, lahir juga video sharring yang ramah anak. Saya pribadi pun menganggap bahwa anak-anak lebih menyukai konten yang menyuguhkan banyak gambar dan video. Itu didasari kemampuan kosa kata anak-anak masih minim dan agak sulit memahami tulisan. Inilah yang menjadikan channel video sangat digemari oleh anak-anak.
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Tampilan dari Youtube Kids yang atraktif
Namun bahaya dengan mudah mengancam tumbuh kembang si anak, konten negatif dengan mudahnya bisa diakses oleh anak. Media video sharring paling besar saat ini yaitu Youtube bisa diakses oleh siapa saja termasuk anak-anak.

Malahan di trending video sering ditemui konten yang tidak cocok buat anak-anak. Apa jadinya pikiran mereka yang masih putih bersih ibarat ibarat kertas belum tercoreng sedikit pun. Pasti berpengaruh pada mentalnya andai terus-terusan melihatnya.

Dalam 2 tahun terakhir Youtube juga tak mau kalah membuat Youtube khusus yang diperuntukkan buat anak-anak. Namanya adalah Youtube Kids, Punya fungsi yang hampir sama dengan Youtube. Namun ada beberapa perbedaan seperti tampilan muka yang terlihat atraktif.

Anda tak perlu kesulitan dalam mencari channel khas anak-anak, berbeda dengan Youtube yang banyak diisi oleh video berbagai kalangan. Youtube Kids terlihat sangat sederhana karena hanya menampilkan judul, channel dan video tersebut.

Konten yang ada di dalam Youtube Kids juga berbeda, kebanyakan video berupa kartun dan video animasi. Ada kekurangannya ialah banyak konten yang ada di dalamnya hadir dalam Bahasa Inggris dan membuat anak-anak kesulitan memahaminya.

Channel Youtube untuk anak, kekurangan yang ada Youtube Kids tak perlu disesalkan karena banyak animator handal tanah air yang mampu menghadirkan konten khusus anak. Salah satunya ialah Channel Hei Blo!..
Tak Usah Khawatir, Internet (Cukup) Ramah buat Anak
Hei Blo! channel Youtube ramah anak
Channel ini mulai tayang di Youtube semenjak awal tahun 2017, dengan mengusung konten edukasi, aktivitas buat anak, dan lagu. Hei Blo! sendiri diambil dari sapaan, Hei Bro.., dikarenakan anak-anak agak kesulitan mengucapkan huruf R, makan terdengar Hei Blo!. Ada beberapa karakter yang diangkat, mulai dari Blo!, Dodo, Rere, dan Mimi.

Pembuat channel sendiri merasa bahwa konten ramah anak saat ini sangat minim baik di TV dan internet. Namun jumlah pengguna internet di bawah umur di tanah makin bertambah setiap tahunnya. Atas inisiatif itulah lahirlah channel ramah anak yang sederhana namun menyampaikan pesan langsung.

Semua video pun bisa ditonton untuk segala usia bahkan untuk dewasa. Gabungan animasi dan unsur manusia makin membuat video menarik. Pilihan suara seakan membuat video tidak bosan. Saat saya mengakses, ada sekitar 8 ribu pengguna yang telah berlangganan dan jutaan video yang telah ditonton.

Sejumlah artis juga turut serta terlibat, seperti Dea Ananda dan Joshua Suherman turut serta. Jadi tunggu apalagi, ubah channel Youtube dengan konten ramah anak dan channel Hei Blo! salah satunya.

Nah.. itu dia sejumlah cara dan berbagai aplikasi untuk mengamankan sang buah hati dari konten negatif. Anda punya pengalaman dan cerita yang ingin ditanyakan, silakan komentarnya di kolom komentar.

Semoga memberikan pencerahan lebih dalam berinternet yang baik dan benar.
Share:

10 comments:

  1. Zaman terus berubah, orang tua harus siaga :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaga biar anaknya terhindar dari konten negatif di internet

      Delete
  2. serasa baca jurnal, panjang kaleeeee wkwkwkwkkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masak.. Memang panjang? Hanya 2000 kata sih (oh iya, panjang)

      Delete
  3. Peran orang tua sangat besar dalam memberikan hal positif dari internet ke anak2.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupps.. Karena orang tua gerbang pertama sang anak kenal teknologi dan merekalah yg bisa membatasi buat si anak

      Delete
  4. 2000 kata, wow keren (y)
    Iqbal emang jago yang beginian :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih masukannya, sekalian buat berbagi info

      Delete
  5. tulisannya sangat bermanfaat untuk ibu-ibu kekinian untuk mendidik anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya.. Aplikasi ramah anak dan cara memproteksi anak dari konten negatif di internet

      Delete

Kenalan Blogger

My photo
Blogger & Part Time Writer EDM Observer